
"Tapi aku tidak mau... aku lebih suka mama yang cerewet dan pemarah" sahut gadis ini kemudian pergi juga kedapur.
Alysha tiba diruang makan, iya yang hendak kedapur namun Keduluan sama mamanya yang datang keruang makan.
"Eh ada mama muda" ujar gadis ini tegak pinggang dengan wajah mengejek.
aihhhss anak ini pasti mau cari gara gara lagi... Gumam gadis yang sedang menenteng makanannya dari dapur.
"Apa kamu sudah makan?"tanya ichana dengan lembut sambil meletakan piring yang iya pegang dimeja.
"Belum"sahut gadis manja ini duduk di depan makanan ichana.
Gadis ini sudah mulai mengganggu ichana,ichana melihat alysha bakalan mengambil makanannya segera mengambil nya kembali.
"Mau apa kamu?"tanya ichana mengangkat makanannya.
"mau makan lah, mau apa lagi... sini berikan kepada ku" ucapnya meminta sosis goreng ichana.
"Nggak!!!" sahut ichana.
"Eh, beriiiikan!!!" rengek alysha memekakkan telinga ichana
"Ini punya ku, kalau kamu mau minta goreng sana sama pelayan" ketus ichana membawanya jauh dari alysha.
Alysha mengejarnya dan menjangkau nya, Dan sosis itu tiba ditanganya. Kemudian iya pura pura meludahi agara ichana merasa jijik.
"Alysha!!!"
"Ichaa!!!!"
Suara ichana beradu dengan suara bian karena ichana sudah mengepal tanganya siap untuk menelan gadis manja dan nakal ini.
Kedua nya langsung melihat bian yang berjalan mendekati keduanya.
"Kamu ini apa apa an sih?,bisa nggak sih ngalah sedikit saja" Ujar bian melihat tajam kearah ichana.
Alysha tersenyum melihat ichana,sebelum dudul iya mencibir dulu kepada ichana. Setelah itu baru iya duduk dimeja makan.
Ichana mendengus kesal,kemudian kembali kedapur. Bian duduk disamping alyhas iya mengelus kepala alysha.
"Alysha nggak boleh gitu sayang,jangan bikin mama kesal Terus dengan mu" nasehat bian.
Alysha hanya tampak lahab makan hasil masakan ibunya.
"Alysha kamu dengar papa?!!"Ujar bian menekan suaranya.
"Iya papa" sahut gadis ini mengangguk.
Tak lama ichana selesai iya duduk dihadapan bian, ichana melihat alysha. Sosis yang kali ini lebih besar dan banyak dan juga mengunggah selera.
__ADS_1
Dipiring alysha sudah habis, alyhas menaikkan kakinya kekursi dan mendekati piring ichana.
"Cerdik sekali kamu, aku juga mau yang besar itu" ujar gadis ini menunjuk sosis ichana.
"Biiik"
"nggak mau,aku hanya mau punya kamu" ujar alysha menarik piring ichana lagi.
"alysha itu punya mama, nggak boleh"larang bian menarik pinggang alysha untuk duduk kembali.
Namun alysha berteriak sekuat kuatnya "aaaaaaaaaaaaa".
"Okey.. okey.. shut.. diam.. diam" pekik ichana. Alysha pun langsung diam. "Sini piring mu"ujar ichana meminta piringanya.
Alysha memberikan piring itu ketangan ichana dengan senyuman kemenangan. Ichana memindahkan sosis yang besarnya sebelum itu iya menyisihkan saus yang pedasnya.
"Nih" meletakan didepan alysha.
"Papa mau?"tawar alysha.
Bian hanya menggeleng dan menyuruh alysha untuk lanjut, kemudian matanya pindah menatap ichana yang kini mulai fokus dengan makanannya.
"Mama minum" ujar gadis ini.
"Biik" saat bian memanggil pelayan. Alysha langsung memotong.
"Aku hanya mau mama yang ngambilkan"
"Thank you mom, I love you .. I really love you mom... mommy loves me" sahut gadis ini berulang ulang saat memegang gelas air putihnya.
"I also love you very much " sahut wanita yang harus menjadi ibu karena kecelakaan itu.
"Setelah ini kamu tidur ya sayang" ujar bian lagi dan lagi mengelus kepala alysha.
"Baik papa" sahut simanja ini. "mama besok kita jalan jalan ya, besok kan hari libur" ujar gadis ini lagi.
"Okey" sahut nya.
Alysha setelah menghabiskan makanannya kemudian pergi diatar oleh bebysiternya kedalam kamar. Sedangkan bian dan ichana ditinggal diruang makan berdua permintaan bian.
"Aku tidak suka kamu keluar dari rumah berpakaian kayak tadi ya" ucap bian memulai pembicaraannya to the poin saja.
"Apa yang salah dengan baju itu emang" balas ichana menatap bian kesal.
"Kan pelacurr saja diluar tak separah itu pakaian nya, apa lagi kamu istri orang" ketus bian menghentakan tanganya.
"Terus kamu mengatakan aku lebih rendah dari pelacurr gitu...kasar sekali mulut mu" balik membentak karena perkataan itu tak mengenakkan ichana.
"Ichana!!!!, suami mana yang nggak heboh melihat istrinya yang pergi tadi berpakaian rapi tiba tiba pulang dengan pakaian telanjang hah!!!! ... kenapa nggak sekalian saja kau telanjang hah" hentak bian membuat gadis ini tersintak.
__ADS_1
Ichana pamit kepada biaj untuk kekampus tadi
agi.
Tiba tiba pulang udah malam dengan pakaian seperti ini.
Suami mana sih yang nggak heboh disaat wanita nya tiba tiba begitu, kemana baju yang iya pakai nan anggun tadi coba.
"Kamu salah paham!!,Aku menanggalkan nya karena pakaian itu kena noda" jelas ichana.
"Apa susahnya kamu lepaskan dirumah, bila itu emang terjadi" bentak bian sekali lagi.
"Kau nggak liat tadi hah!!!!, aku pulang dengan rambut berantakan dan badan ku lengkap karena coklat." ichana balik membentak bian. "Aku membuang baju itu didepan gerbang." tukasnya. nggak "Kalau kau tak percaya lihat tong sampah sana!!! " pekik gadis ini menepuk meja dengan keras.
😎😎😎😎😎😎😎
Ichana turun dari taksi, karena terlanjur kesal dan marah iya membuka pakaian didepan gerbang kemudian membuangnya kedalam tong sampah. "sialan, awa saja kau... aku akan membalas perlakuan mu.. nasib mu akan sama dengan baju ini. akan ku pastikan.
Setelah itu pintu gerbang terbuka otomatis,ichana,pengawal yang menjaga disana langsung menunduk, untuk menutup mata dari pemandangan yang sama sekali tidak boleh iya pandang.
😎😎😎😎😎😎😎😎😎
"Lagian apa masalahnya sih?,,Baju itu juga banyak dipake oleh orang diluar sana kok" sahut gadis ini lagi.
"Biarkan orang yang pake,saya tidak ingin melihat kamu memakainya...paham" tegas bian.
Ichana mengangguk dan menunduk kan kepala nya sambil merungut. "Giliran didepannya dibiarkan,bahkan dia buka semuanya... giliran diluar ngamuk nggak jelas"
"Kau itu istri saya, yang ada pada dirimu itu milik saya, dan yang ada pada diri saya itu milik kamu juga...Apa kamu mau milik kamu dipengang orang hah, ditatap orang lalu nanti dijadikan nya milik nya aja...mau!!!" ketus bian sekali lagi.
"Iyaaaaq.. aku salah...aku minta maaf" sahut ichana tertekan.
"Dan satu lagi, jangan pembohong dengan ku iya itu iya tidak itu tidak sana itu kesana sini itu kesini... bukannya bilang kesini nyatakan kamu kesana...itu sama aja kamu bohong, sekali lagi kamu buat, aku akan memukul kaki mu itu.. seperti kamu mengajar anak mu!" tegas bian dengan sangat tegas.
"Semuanya masalah" rungutnya pelan dan sangat pelan.
"Jangan kira aku tak dengar kamu merungut ya... tentu semuanya jadi masalah untuk saya bila anda tidak memperbaiki kelakuan anda" tegasnya lagi. "Saya seperti ini karena saya peduli dengan mu, karena saya khawatir denganmu andai kau tau itu!!"
"Iyaaa aku minta maaf" sahut gadis ini memalas, iya menempelkan kepala nya dimeja makan. "Lagian aku juga udah dewasa"tambah gadis ini lagi.
"Dewasa, kau dewasa karena keadaan tapi sebenarnya kamu tidak ada dewasa dewasanya,seumuran ini seharusnya masih awasan orangtua, namun karena kamu sudah bersuami maka aku lah yang menggantikan peran orangtuamu untuk mendidik mu sampai kau suda bisa diberi tanggung jawab" jelas bian.
"Kalau gitu pulangkan saja aku kerumah orangtua ku, biar kamu tak perlu menggantikan tanggung jawab orangtua ku, mangasuhku itu kamu bakalan capek aku anak yang paling nakal bahkan mama ku bilang nakal ku melebihi putrimu" ketus ichana.
"Nggak gitu konsepnya....
__ADS_1
Bersambung ...........................