Sikecil Milik SiDosen

Sikecil Milik SiDosen
Semua ini gara gara mu!!!


__ADS_3

Dua perempuan ini tampak terduduk dengan wajah saling benci antara sesama, Sedangkan pria tampan ini fokus pada gadis cantik berbaju pink dengan potongan lengan baju seutas tali yang di ikat,ikatannya berbentuk pita yang tertenggel diatas bahunya.


"Minta maaf lah pada mike"ucap pria ini membuat mata gadis ini menusuk jantung hati pria ini.


"Saya tidak salah!"ketusnya tak terima sedikit pun.


"Saya katakan Minta maaf lah kepada mike!" sedikit keras.


Ichana langsung berdiri dan menepuk meja. "Saya tidak mau, dia yang salah duluan" ketus ichana melotot. Tanganya menunjuk mike dengan kasar.


"Biarkan saya saja yang minta maaf pak bian"ucap mike memilih megalah, Bian melihat mike. "Baiklah,Saya minta maaf atas perlakuan saya bila menyinggung mu icha''ucap mike.


"aishhh.. Nggak usah merasa paling tersakiti deh jelas jelas lo yang nyakitin gue" ketus ichana tak terima.


"Apakah begini cara mu, membalas permintaan Maaf orang lain hah?"ucap bian menekan suaranya.


"Di...


"Mike kamu boleh pergi" ucap bian mempersilahkan mike untuk pergi. ''Dan kamu ichana tinggal disini urusan kita belum selesai" ucap bian.


"Terimakasih pak" sahut mike Kemudian pergi.


"Eh.. saya ada jam kuliah setelah ini..." ucap ichana yang hendak pergi juga.


"Jam kuliah?,perasaan jam kuliah mu hanya sekali dihari senin ini." ucap bian.


Aihhsss pake lupa lagi kalau dia suami gue Ujar ichana dalam hati menepuk keningnya.


"Aku ada..an.. anu... aih.. pak dosen ayoolah cukup dirumah aja kamu marah marah jangan sampai dikampus juga" ucap ichana membujuk nya,iya mengidipkan mata bibirnya iya monyongkan.


Bian bangkit dari duduk nya jari telunjuknya kanannya melintiri tepi meja,dan tangan kirinya masuk kesaku. Tepat dihadapan ichana iya berdiri bahkan tak memberikan ruang untuk angin lewat diantara badannya.

__ADS_1


Ichana hanua setinggi dada bidang pria tegap ini. Bian membungkuk dan mendekati wajahnya dengan wajah ichana. Membuat ichana langsung cegukan dan terduduk ke kursi, matanya berputar kesana kemari menghindari kontak mata dengan pria dewasa ini.


''Tidak seharusnya kamu bersifat keras kepala begini Nyonya Bian" tekannya,membuat mata netra itu menatap mata bian dan bibirnya terkatup rapat. ''Kamu menggeritiku?"ucap bian makin mendekatkan wajahnya dan matanya memerhatikan bibir yang terkatup rapat itu. Dibalik bibirnya itu pasti giginya juga di mapatkan.


"Aku bukan.... " CUP Mulut wanita kecil ini langsung terdiam kerena bibir pria ini mengatupnya. Kemudian menyesap dalamnya, gadis ini memberontak tak terima dengan perlakuan pak dosennya ini bahkan iya memukul mukul bahu pak dosen namun tanganya langsung dikunci oleh pak dosen nakalnya.


"ehmmm ehmmmm.. ehmmmm " Gadis ini mengerang ngerang mengisyaratkan minta dilepaskan.


Tok Tok Tok.....Tok. Tok. tok Mendengar ketukan dari luar bian melepaskan lumatannya dengan panas karena sedikit menjewer bibir gadis ini dengan giginya."au... kau!!!! iiii" ujar icaha menggurutu,tangan mungilnya itu membulat sempurna mengarahkan kedepan wajahnya.


Pintu didorong dari luar, terlihat lah seorang wanita cantik nan seksi sedang menjinjing jasnya masuk kedalam dengan senyuman merekahnya. Sekita senyuman itu hilang saat melihat dua insan yang habis berciuman panas itu.


Bian sengaja ngelap bibirnya yang basah sambil berjalan ke kursinya. Ani melihat ichana yang tampak kesusahan mengatur nafasnya, Basah dibibirnya juga terlihat begitu jelas di mata ani. Habis ngapain mereka? bergumam dalam hati masih memerhatikan ichana.


Matanya berpindah kepada bian, bian tampak mengambil tisu kemudian sedikit mempoleskan dibibirnya dengan sangat cool sehingga tampak sungguh menggoda. "Apa yang kalian lalukan tadi?" ucap Ani bertanya kepada bian.


Bian melirik Ani dengan tajam "Ada apa kau datang kesini?...Kau mengganggu momen romantis kami aja"ucapnya dengan santai. Kemudian matanya berpindah kepada ichana begitu juga ani langsung berpindah kepada ichana.


"Berhenti!...anda dilarang keluar dari ruangan saya sebelum saya memerintah kan anda keluar" ucap bian membuat ichana berhenti dan tertegun.


"Bi.. eh pak dosen!!!" geriti ichana.


"Apa yang telah kalian lakukan diruangan ini hah? "tanya ulang Ani.


"Berciuman 😎" Dengan santainya bian mengatakan satu kata itu,membuat dua wajah cantik ini bereaksi ternganga.


Ani langsung memindahkan matanya ke ichana, sedangkan ichana langsung bereaksi mengatakan tidak. "Tidak itu hanyalah kebohongan" ucapnya menggeleng, rambut cantiknya itu ikut berayun mengikuti gelengan kepala gadis ini. "Eh pak kalau bicara hati hati dong!!! "bentak ichana sewot.


"Saya tak suka kebohongan" ucap bian menaikab alisnya kemudian melihat layar laptop nya.


Ani sekarang meragukan ichana.Sekarang iya memiliki keyakinan bahwa mereka suami istri atau setidaknya menjalin hubungan kasih. Tapi iya sungguh tak percaya bila mereka berciuman karena iya tau bian adalah orang yang tak akan bertindak sejauh ini apabila tidak dipengaruhi obat.

__ADS_1


"Kalian memiliki hubungan apa sebenarnya?" ucap Ani.


"Suami istri" jawab bian santai


"Bohong" pekik Ani.


"pak bian jangan memperkeruh suasana?" ketus ichana.


Bian bangkit dari duduknya kemudian mendekati ichana, iya menarik tangan ichana kemudian melempar kannya kesofa hitam ditengah tengah ruangan itu. Ani melihat ini terkejut. "Bian apa yang ingin kamu lakukan?"pekik Ani melihat bian yang sudah mengambil posisi diatas tubuh ichana dan ichana tampak cemas sehingga iya memukul mukul bian dan berteriak hampir menangis.


"Haruskah aku buktikan bahwa kita adalah suami istri didepan mu Buk dosen Ani" ujar pria ini melirik ani.


"Bian ini kampus!!!!!!" Pekik Ichana.


Saat bian hendak melakukan apa yang ada dipikirannya agar Ani melihat dan percaya bahwa mereka benar benar suami istri. Tiba tiba saja pintu diketuk dari luar,bian bangkit dari tubuh ichana dan ichana segera duduk dan merapikan pakaian nya.


"Keluar kaliam semua dari ruangan saya" ketus bian menghardik mereka, Ani segera keluar sedangkan ichana.


PLAK.....Tangan cantik dan lembut ichana mendarat dipipi bian. Dan itu disaksikan oleh orang yang mengetuk tadi, orang itu tidak lain adalah Fadlan pacar dari ichana,bian menoleh kepintu itu dan melihat kepada fadlan, wajah yang sangat iya benci itu sekarang, bila dengan perasaan pribadinya, namun tidak dengan perasaan nya sebagai dosen.


Ichana keluar dengan meneteskan air mata bahkan iya mengacuhkan fadlan. Iya berlari menjauhi tempat itu, Fadlan ikut mengejar nya ichana menaiki taksi dengan itu fadlan mengejar nya dengan motor.


Tak lama akhirnya taxi berhenti,fadlan ikut berhenti dan melihat ichana berjalan ketempat rimbun dengan tanaman tanaman hias ditaman itu iya bersembunyi disana dan menangis dalam diam.


Fadlan yang melihat ini mendekati,ichana yang melihat fadlan segera menghapus air matanya. "Kamu... kamu ngapain kesini?" ucap ichana.


"Ada apa?, kamu di apakan oleh pak bian, sampai sampai kamu menamparnya?" tanya Fadlan sangat penasaran dan kasihan dengan ichana.


"......" Ichana hanya diam, iya hanya melihat fadlan dengan lekat. Andai aku tak melihat kamu dan perempuan murahan itu.. mungkin aku tak akan bertemu dengan bian seperti ini. mungkin aku adalah mahasiswa yang iya banggakan bukan sebagai istri yang iya kedalikan dan mungkin anak itu juga tidak lahir dari rahimku. kata ichana dalam hati,iya menyalahkan fadlan.


Fadlan yang nggak tahan melihat air mata wanita ini yang menetes lagi,iya segera menghapus aira mata dipipi ichana dan kemudian memeluknya dengan erat. "Jika butuh tempat curhat,maka curhat lah dengan ku.. aku siapa mendengarkan mu"ucap fadlan makin erat memeluk gadis ini

__ADS_1


__ADS_2