
Perdebatan mereka tak kunjung selesai, karena saling keras kepala. "Cih, katamu aku ini apa an?... Katamu aku ini pria idung belang?"ketus bian menggeriti.
"Lalu kenapa kamu ada dihotel itu?"tanya gadis ini lagi memutar balikan pertanyaan bian kepada bian kembali.
"Kok sekarang malah kamu yang mengintro ku, yang seharusnya kamu yang aku intro bukan aku yang kamu intro.... katakan apa tujuan mu datang waktu itu hah?"desak bian lagi.
"Aku datang karena perpisahan sekolah ku dan kamu udah tau itu bukan?" dengan santai nya menaiki kaki ke ranjang.
" perpisahan sekolah.... Oke alasan itu tepat karena memang waktu itu kamu ada perpisahan sekolah.... tapi kenapa kamu bisa sampai di atas tepat di kamarku itu adalah pertanyaanku Kenapa kok memisahkan diri dari teman-temanmu.?"
''aku ke sana itu karena ada alasan tersendiri yang tidak bisa kujelaskan dan tidak bisa aku sebutkan apa itu alasannya kepadamu jadi berhenti untuk mengintrogasi aku seperti polisi seperti ini....
"aaaa apa jangan-jangan kamu di sana untuk menunggu pasanganmu Tapi karena kamu duluan ditarik oleh ku sehingga kau tak jadi melakukan hal-hal yang tidak dimasak smp-mu ...kan di sana nggak ada CCTV... I am rigth???"
Apalagi yang bisa dikatakan oleh gadis ini Iya sudah begitu marah ingin menghancurkan wajah Bian dan ingin mencakar mulutnya dan menyiramnya dengan jeruk nipis agar tahu rasa betapa sakitnya semua ucapannya itu.
"Kok diam, kau menuduhku berzina,,, Apa kamu juga ingin berzina di sana untuk seumuran dirimu itu. dan apa karena itu kamu begitu sangat marah kepadaku?? karena aku telah menggagalkan suatu hubungan dengan kekasihmu... apa malam itu kamu ingin menyerahkan perawanmu kepada Kekasih mu?.. tapi gagal.. Apakah aku pahlawan mu di malam itu.?''
Saat ini ichana dihujani oleh pertanyaan dari bian, pertanyaan yang menjatuhkan harga dirinya sebagai seorang perempuan.
"Apa..
"Cukup!!!!" kemarahan gadis meledak ia berdiri menatap sangar kepada bian.
Bian tampak santai, melihat mata yang membara bak laser itu. "I an right?" masih sempat mengatakan itu sehingga tangan mungil gadis ini malayang kepipinya namun bian hanya tersenyum.
"okey aku akan beri tahu kamu, bagaimana aku bisa datang kesana...aku datang kesana bukan untuk berzina seperti yang kau lontarkan kepada ku.. tapi waktu itu aku ingin menyelamatkan diriku dari orang yang mengejar ku.. karena aku ketahuan melihat mereka berzina itu yang sebenarnya terjadi!!! 😬😬😬"
"Oh.. siapa?.. kenapa kau bisa kesana dan ketahuan...pasti ada motif tersendiri ya kan?.. untuk orang seperti mu ini tidak mungkin berkeliling karena saya yakin kamu bukanlah orang yang kuno atau kulot dengan sebuah bangunan megah seperti Hotel apartemen mall dan lain-lainnya..ya nggak? "
"kau ini wartawan atau apa sih...banyak banget pertanyaanmu...
"katakan saja... biar semuanya jelas!!!!
"Okey... aku kesana mengikuti fadlan dan kekasih nya dan aku hampir ketahuan saat itu oleh mereka dan mereka mengejarku kemudian aku berhenti didepan kamar mu tiba tiba pintu dibuka dan kamu manarikku... puas kau!!!!!!"
Bian terdiam. ''Jadi laki laki sialan itu fadlan yang kamu maksud?"ada ketertarikan tersendiri oleh pria ini saat mendengar nya.Seolah iya melupakan perdebatan nya yang panjang kali lebar kali tinggi bagi volume sama dengan menjadi rumus sakit hati diantara satu sama lain.
__ADS_1
aihsss gila banget nih dosen sialan yang satu ini... Gumamnya dalam hati. Ichana hendak pergi namun bian menarik tanganya kembali.
"Mau kemana kamu?"tanya bian lembut.
"What?,,,tadi urat nadimu keluar karena marah marah padaku..sekarang kau menanyakan dengan begitu lembut mau kemana aku... kamu waras nggak sih?"ketus ichana.
"aku emang gila... sekarang semuanya sudah terjawab apa yang menjadi pertanyaanku selama ini yang tidak pernah kamu jawab Akhirnya sudah terjawab..aku lega sekali..." ujar Bian tersenyum melihat Ichana.
"What??? Kau tampak biasa-biasa aja setelah melontarkan hinaan hinaan kepadaku" pekik ichana syok.
"kita impas" Sahut bian kemudian meninggalkan ichana kekamar mandi.
Ichana terhanyak, dan meremas seprai dengan sangat kuat "iiiiiiiiiiiiiiii" giginya memapat, matanya menyipit keningnya mengerut dan hatinya sangat panas. "Dasar dosen pembimbing sialan,nggak punya hati!!!!!" upatnya memukul. mukul ranjang.
Tak lama ichana mendengar suara gemercik air dari dalam kamar mandi. aihss... dia pasti mau minta jatah lagi Gumamnya dalam hati. Ichana segera membaringkan tubuh dan waktu yang paling tepat adalah pura pura tidur agar selamat.
Dua puluh menit kemudian Bian keluar dari kamar mandi.
Aku sangat marah dengan nya, tapi aku juga nggak bisa nolak bila dikasi asupannya... gimana ini. Gadis ini terus berkata dalam hati. Ya tuhan dia sudah berhasil membuat ku candu..bantu aku ya tuhan untuk menghilangkan rasa ketagihan ini. Do'a nya dalam hati.
Bian tak pergi, iya malah duduk disamping tubuh ichana terbaring,mengelus pipi gadis ini dengan lembut bahkan sangat lembut sekali.
"Maafkan aku sudah kasar dengan mu tadi,maafkan aku membuat mu menangis, maafkan aku sudah membuat hati mu terluka maafkan aku ichana.. aku nggak maksud melukai mu, tapi itu semua melukai mu, meski aku tahu kata kata ku melukai mu namun tetap aja aku melontarkan nya... aku minta maaf." ucap bian meminta maaf dengan tulus.
aihhss aku udah maafkan kamu kok, udah dong jangan sentuh aku lagi kata gadis ini dalam hati sambil menahan perasaan entah apalah namanya namun itu membuat nya menginginkan sesuatu.
arhghhhggg apa lagi yang akan dia lakukan kenapa dia mendekati wajahnya... ayolah jangan gini dong.
Bian mengecup kening ichana, Kemudian berbisik "Kamu udah tidur?" bisiknya sangat lembut sehingga membuat ichana merinding.
"Belum" sahut gadis ini akhirnya membuka mata, "Gimana aku bisa tidur dengan pria dewasa yang sangat sangat menggoda seperti mu ada disamping ku hah"Ketusnya kesal,iya langsung bangkit dan duduk sehingga kepala mereka sempat beradu.
"Kau selalu menggoda ku!!!" ketus ichana lagi.
"Aku tidak menggoda mu, aku hanya minta maaf dan memberikan kecupan kasih sayangku untuk mu" sahut bian mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"aihrs.. minta maaf ya minta maaf lah, kecupan kasih sayang ya kecupan kasih sayang lah.. tapi jangan gini juga dong 😬😬😬" rengek gadis ini menunjuk penampilan bian dari atas sampai kebawah.
"Kenapa?,Kamu mau?" goda bian meraih kepala ichana mendekati bahunya sehingga iya lebih mudah berbisik ketelinga ichana.
"Aku lagi marah!!" ucap ichana mendorong tubuh bian.
"Suami nggak boleh ditolak ,dosa.. kamu mau berdosa?" bisik bian lagi menggunakan matra ampuhnya.
"Ya udah" sahut gadis ini pasrah.
"Ikhlas nggak?"tanya bian kembali. Ichana hanya mengangguk.
"Iya in dong" sahut bian tersenyum dengan sangat menggoda.
"Iyaaa" sahut ichana membalas senyuman nya dengan sangat manis juga.
Bian tersenyum,"Maafin aku ya" bisik nya sekali lagi.
"ehmm... maafin aku juga sudah menuduh mu yang tidak tidak" sahut gadis ini.
"Iya nggak papa" sahut bian.
Bian mengambil posisi duduk dihadapan ichana, dekat sekali. Pertama tama bian mengecup kening ichana, kemudian turun kehidung dan berhenti di bibir wanita nya beberapa saat.
Setelah itu iya akan melanjutkan keleher jenjang sang gadis, tiba tiba saja tangan ichana menghentikan tangan bian yang juga bekerja disana. Sehingga membuat bian terkejut dan berhenti iya melihat mata ichana yang juga melihat matanya.
Ichana mengerutkan keningnya, "Aku baru ingat kalau aku sedang menstruasi datang tadi pagi" ujar gadis ini. Matanya membola sedang apa menjelaskan.
"Aishh.. benar kah?"
Ichana mengangguk,bian tersenyum kacewa. "Ya udah,Istirahat ya" ujar pria ini mengecup kening ichana kemudian berdiri.
"Maaf"
"Nggak papa" sahut pria ini menyentuh dagu ichana. Bian langsung memperbaiki handuknya.
Bersambung.......................
__ADS_1