
Sudah hampir dua jam alysha tak melepaskan ichana karena iya sangat merindukan mama nya ini. Bahkan matanya tak berhenti hentinya memerhatikan sang ibunda
Ichana sedikit gerah namun iya tidak ingin membuat alysha kecewa. Sedangkan bian setelah mengantar ichana ke rumah, langsung tancap gas ke kampus.
Seorang pelayan berseragam hitam putih menghampiri ichana yang tengah duduk manyun ini. "Nyonya muda,ini waktunya untuk makan siang " Ucap pelayan dengan ramah.
''seep" sahut ichana, iya kemudian melihat alysha " Alysha yuk makan?...aku udah lapar?" ajaknya kepada putri kecilnya ini.
Ichana selalu mengatakan kepada dirinya AKU. Iya tak mau menyebut dirinya mama,karena baginya itu sungguh meresahkan hidupnya. Alysha bangkit iya memegang tangan mama kecilnya ini. ''Baik, Ny.Bian'' Sahut alysha membuat ichana tertawa.
Mereka berjalan kemeja makan, makanan yang mewah sudah disiapkan untuk serapan mereka berdua. Ichana mengambil kan makanan untuk alysha. "Kamu mau makan apa?"
''Ayam kecap itu aja mah.. eh maksudnya Ny.Bian" sahutnya nyengir kegirangan.
"Oke, Nona bian" sahut ichana mengambil kan paha ayam kecap itu ke piring alysha.
"Terimakasih Ny.Bian"
"Sama sama Nn.Bian"
Pengasuh dan Art,mereka tersenyum haru melihat keduanya dari kejauhan. '' mereka gemas banget, ya?" Kata pengasuh satu.
"iyah... tapi pasti sulit jadi Ny.Muda.Padahal umurnya masih 18 tahun bukan?...namun harus diberikan tanggung jawab sebesar itu.'' sahut Artnya.
"Lebih sulit lagi tuan bian yang harus menghadapi kemarahan nyonya yang tidak pernah stabil" bisiknya.
"Nyonya pemarah?"
"Iya"
Pelayanan baru itu pun merasa takut.
###############################
"Kenapa anda tidak membawa buku pelajaran di jam saya... " Bapaknya marah, dan galak.
Iya tampan wajahnya seperti beby tapi sifatnya sangat tegas dan pemarah. Mahasiswa perempuan ini hanya berdiri gemetar.
''Katakan apa alasan anda? " bentaknya.
"a. aa.. anu.." dia benar benar takut dengan bian, Takut bila nilainya dikurangi.
''Bicara dengan tegas, bijak dan berani.saya benci dengan orang gagap. '' ketusnya.
Mahasiswa perempuan ini malah makin gemetar seperti akan pingsan. Karena bian orangnya tak suka ribet, cukup istri dan putri kecilnya aja yang menyusahkan dirinya. Iya segera menyuruh mahasiswa perempuan itu pergi segera dari hadapan nya. Dengan satu ancaman.
''Sekali lagi kamu melakukan ini, saya kasih nilai mu E - " udah E min lagi. Kebayang nggak sih bila hal itu terjadi pada nilai kita pada saat kuliah.
"Maaf pak, saya tak akan mengulangi nya lagi"
Mahasiswa perempuan ini hampir saja menangis karena itu.
__ADS_1
''Ya udah kamu boleh keluar'' ketus bian telanjur kesal sekali. Iya paling tak suka dengan mahasiswa/i melakukan kesalahan di jam nya sedikit pun.
Tak lama seorang wanita seumuran dengan dirinya masuk,iya melihat wanita ini sekilas. '' kenapa tak sekalian aja kamu telanjang." ketusnya karena jengkel melihat pakaian wanita ini.
Bian mengalihkan pandangannya ke lembar jawaban tugas. Iya melakukan pemeriksaan tugas,ada yang iya silang besar besaran.Kadang iya mendumal sendiri melihat kerja mahasiswa/i yang iya ajar ini.
''kenapa banyak yang salah begini sih... apa saya terlalu bodoh mengajarnya atau emang mereka yang bodoh semua aishhhh'' iya mencoret besar besar lembar itu.
''Kenapa harus marah marah sih pak bian, Semua ini kan bisa diselesaikan dengan baik baik'' ujar wanita ini memegang bahu bian.
Dia adalah Sindryani fahendra, seorang dosen sekaligus mantan bian waktu kuliah. Wanita itu putus dengan bian setelah bian menghamili ichana, namun Sindryani atau bisa dipanggil ani ini selalu mengejar Bian, setidaknya bisa jadi teman.Karena pasalnya ani tidak bisa mov on dari bian. Iya ingin mendapatkan hati bian kembali.
Hati bian sudah menutup ani sebagai wanita yang pernah iya cintai. Bahkan iya tak pernah ingat dengan kenangan kenangan manis yang iya lalui bersama ani, setelah serumah dengan gadis yang iya hamilkan diusia 15 tahun itu, ditambah lagi setelah putri kecil nya lahir dari rahim gadis itu membuat iya makin kepincut dengan ny.Muda nya.
''Pak bian'' ketus wanita ini agar bian mengeluarkan suara.
"hm" dingin, wajahnya datar.
" Gadis kecil yang mengaku putri mu itu,emang benar dia putri mu yah?" tanya ani dengan ragu ragu.
Ani Sungguh meragukan bian,karena siapa tau aja bian melakukan itu agar menyuruh dirinya pergi secara halus meski iya tak akan pergi begitu saja.
Dua hari yang lalu.....................
Mall
Ani sedang berbelanja tak sengaja melihat bian yang sedang berada disana juga sedang bersandar dipagar penghambat antara gedung dengan lubang dibelakangnya. Karena ani melihat nya sendirian ani pun langsung menghampirinya dan sedikit menggoda nya.
"eh ni, nggak aku ada urusan nih''
"Papa" Gadis kecil yang tidak lain adalah alysha memanggilnya.
"Ah. ya...
"Tante siapa?"
"Hm, teman nya"
"Papa aku udah selesai dengan belanjaannya"
Gadis kecil ini sangat cerdik, ucapannya seperti sudah berumur lebih dari umur gadis remaja saja.
''ani, kenalkan dia putri ku namanya alysha dan sayang kenalkan ini tante ani teman papa di kampus.. tolong disapa sayang'' ajar bian.
"Hallo tante" sapa alysha
"hm, hey alysha. Wah comelnya"
"Tante jangan genit sama papa icha ya"
"eh eh.. sayang nggak boleh ngomong gitu. Minta maaf buru" Tutur bian menggendong nya.
__ADS_1
"Maafkan Ica Tante." ujar Alyssa mengerutkan bibir nya.
"Nggak papa sayang" ujar Ani menyentuh pipi comel Alysha.
"Maafkan anak ku ya. kalau begitu permisi" Bian pergi Kemudian diikuti oleh babysitter dan dua bodyguardnya meninggalkan Ani yang terdiam melihat bian bersama bocah itu.
###
"So... kenapa emang?" sahut bian melihat ani.
''kapan kamu menikah,dan siapa istri mu?" tanya ani.
''setelah kita putus''
"Jadi kita putus karena kamu menikah"
"Y"
"Bian aku tidak menyangka kamu sekejam ini padaku ya. Aku mencintaimu,tapi kamu dia siakan aku.?" ucap ani, iya duduk dihadapan bian.
"Mau bagaimana lagi, Kamu lebih memilih karirmu bukan. Kenapa nggak sekalian nikah sama karirmu itu."
"Bian." teriak Ani sebel namun ia pun menenangkan dirinya dan tersenyum. "Berapa umur nya?" tanya Ani dengan sangat ramah tamah
" Empat "
"Empat apa?"
"Empat tahun"
"Empat tahun, berarti dia sudah ada disaat kau memutuskan kan ku''
"Ya dia sudah lahir.
"hah lalu, berarti kau menyelingkuhi istrimu."
"Kau yang aku selingkuhi''
''What bii! Bagaimana bisa aku yang diselingkuhi. '' Ani mengerutkan keningnya tak percaya ini.
"Aku harap kamu bisa mundur,jangan pernah dekat dengan ku lagi.'' sahut bian kemudian pergi meninggal kan ruangan itu.
Namun ani mengejarnya. Sebelum itu iya memakai cardigan nya kembali, iya sengaja membuka cardigan nya tadi dikarenakan iya tahu bian sangat suka dengan perempuan berpakaian terbuka.
"Bian! "bentaknya membuat semua mahasiswa yang melintas di sana terkejut kemudian melihat mereka.
"jangan pernah berbohong dengan ku?''
"Aku tak berbohong'' tutur bian terus berjalan dengan coolnya.
Bersambung .......
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...