Sikecil Milik SiDosen

Sikecil Milik SiDosen
Aku bukan gadis sombong


__ADS_3

"Ichana tunggu aku... Ichana!"bian menarik tangan ichana,membuat ichana berhenti.


"Apalagi, bian?"sahutnya memalas.


"Ayo kembali kerumah" ajak bian, menarik ichana, namun ichana melepaskan tangan bian.


"Aku nggak mau... Keluarga kita tidak lagi menginginkan kita bersama...jadi tidak ada gunanya kita masih bersama" sahut ichana menyembunyikan tangan dibelakang.


"Kata siapa?....Tidak ada yang ingin kita bercerai... Sedikit pun tidak ada" ujar bian meraih tangan ichana,dia memegang nya dengan erat. "Pulang yuk!!" bujuknya.


"Kita hanya saling menyakiti,jadi kita tidak cocok" sahut ichana berusaha untuk melepaskan tangannya dari pegangan tangan bian. "Lepas kan tangan ku" pinta ichana dengan mata berkaca kaca.


"Beri aku satu kesempatan,,,Aku tidak akan menyakiti mu" bujuk bian.


"Masalahnya bukan kamu yang menyakiti ku, tapi aku yang menyakiti dirimu,alysha dan diriku sendiri." sahut ichana kini tanganya berhasil lepas dari tangan bian.


"ichana....


"Pikirkan baik baik,Aku permisi" ucap ichana kemudian pergi dengan mobilnya meninggal kan bian.


#############################


"ichana nggak masuk lagi?"tanya zein heran karena tak melihat ichana dikelas.


"Zein emang benar ya ichana itu putri yuhan grub?"tanya tesya kepada zein.


"Y" sahut bian cuek acuh tak acuh saja.


"Jadi ichana adalah anak yuhan grub, berarti selama ini dia menyamar menjadi orang miskin, tapi kenapa dia melakukan itu?" Gumam dalam dalam hati.


"Yuhan grub, bukankah keluarga yang sangat dihormati itu?"


"iya"


"Keluarga nya kan aset negara"


"Nah iya....


"wah mantap banget dah,udah cantik,istri dosen alias pewaris tunggal dalam keluarga dan dia juga anak aset negara... Enak banget dah hidupnya"


Ichana masuk kedalam kelas, tiba tiba mereka semua hening. tak lama bian juga masuk kedalam ruangan itu.


"Perhatian semua, mulai dari minggu ini khusus kelas ini kita akan bertemu selama tiga kali pertemuan dalam seminggu..karena saya menggantikan matkul buk dosen sindryani." ucap bian.


"Baik pak" sahut mahasiswa /i nya mengeluarkan buku pelajaran nya.

__ADS_1


"Sampai mana pelajaran yang diajarkan bu Ani?" tanya bian.


"Pengukuran pak?" sahut salah satu mahasiswa cewek mengangkar tangan.


Sedangkan ichana tak memerhatikan pria ini pikirannya jauh terbang membayangkan kejadian yang menimpanya akhir akhir ini.


Setelah keguguran.


"Kamu itu anak tidak tahu diri, pria mana lagi yang mau dengan wanita kotor seperti mu ini kalau nggak hanya suamimu yang sekarang hah?" hardik tuan yuhan mendorong kepala ichana.


Sedangkan ichana hanya menangis dalam diam menyaksikan cacian dari ayah kandung nya. "Seharusnya kau beruntung punya suami seperti bian,dia pria bertanggung jawab... Nggak ada pria seperti itu jaman sekarang😡😡😡😡 kamu tau itu hah!!!!" ucap ayahnya kadang suara nya rendah dan terkadang tinggi.


"pah cukup, jangan memarahinya terus,ichana itu masih belum mengerti dengan hubungan saat ini" tegas mamanya menangis melihat putrinya yang berlutut dengan genangan air mata didepan ayahnya ini.


"Bela saja Anak mu ini" ketus tuan yuhan menggertak istrinya. "Dan kau... Bila kau akhirnya terceraikan oleh suami mu maka kau juga akan keluar dari kartu keluarga ku!!!!!...saya tidak akan menerima wanita kotor seperti mu ini sebagai putri saya lagi...


"pah,ini terlalu keterlaluan....Ichana...


"Bila kau tak suka,maka kemasi barang barang mu juga dan tinggal lah dengan wanita kotor ini..." ujar tuan yuhan ikut mengusir istri tercinta nya.


"Pah, aku minta maaf sudah membuat papa kecewa 😭😭😭Tapi tolong berikan aku kesempatan jangan usir aku dari rumah ini, jangan cabut fasilitas ku 😩😭" mohon ichana.


Namun tuan yuhan menendang ichana dengan kejamnya. "Tidak ada😡!!!!!!" teriaknya ketelinga ichana. "Bukan kah kau dari kecil ingin hidup seperti orang miskin.. Maka mulai hari ini coba lah" tukasnya. 😡😡😡😡


Nyonya yuhan memangku putri sematanya ini. Mereka sama sama menangis. "Maafkan mama sayang, mama nggak bisa melakukan apa pun untukmu... Mama punya apartemen kamu tinggal disana ya?" ucap nyonya yuhan.


"terimakasih mama" sahut ichana memeluk mamanya begitu sangat erat.


"Ichana...ichana!!


"Yah" ichana terkejut,matanya sudah basah.


Ternyata fadlan yang memanggilnya, Bian ikut melihat kearah mereka berdua bian yang melihat mata ichana basah itu menjadi ngena kehatinya.


"Kamu kenapa?"tanya fadlan.


"Nggak papa" sahut ichana ngelap matanya,Iya mengambil pena dan berusaha fokus dengan pelajaran, bahkan tanganya gemetar,bibirnya pucat bersamaan dengan wajahnya yang pucat.


"Apa kamu sakit?" tanya fadlan melihat wajah ichana.


"aku nggak papa fadlan!!!!" bentak nya membuat semua orang terkejut. "Maafkan aku" ucapnya langsung meminta maaf kepada teman temannya yang terkejut mendengar suaranya ini.


"Bila kamu nggak enak badan pergi lah dan istirahat " ucap bian.


Ichana menggeleng."Aku baik baik saja pak" sahut ichana kemudian menundukan kepala nya.

__ADS_1


Iya berusaha fokus dengan pelajaran, namun tidak bisa fokus. Kepalanya perlahan lahan pusing dan akhirnya iya pingsan kemudian jatuh dari kursinya.


"Ichana" bian sedang memegang buku seketika bukunya jatuh dari tanganya karena mengejar ichana.


"Ichana?"ucap fadlan menyentuh bahu ichana, namun tangan fadlan langsung didorong bian dan bian mengangkatnya untuk dibawa ke UKS.


Ichana ditangani oleh seorang dokter,Bian menunggu dengan panik. Tak lama dokternya keluar,bian langsung berdiri.


"Bagaimana dengannya dok?" tanya bian langsung.


"Pasien mengalami depresi ringan Dan juga karena tidak makan dengan pola yang teratur" ujar dokter. "Tolong diperhatikan pola Makan dan kesehatan nya dengan baik,pak bian." amanat dokternya kembali.


"Terimakasih dok" sahut bian.


#############################


Ichana bangun dari pingsannya,iya melihat sekeliling dan termenung dengan mata lurus ke langit langit atap Rumah sakit Universitas A ini. Bayangan kejadian yang menimpa nya masih terlintas dibenaknya.


"Aku benci kalian!!" teriaknya mengejutkan orang dari luar.


Bian langsung masuk kedalam ,iya segera memegang tangan ichana."Ada apa?" Namun ichana menarik tanganya dari tangan bian.


Dia bangkit, dan menanggalkan infus yang ada tangannya.Bian menahannya namun ichana tak ingin ditahan ,dia mendorong bian begitu kasar kemudian keluar dari tempat itu.


"Ichana...." panggil bian, namun hanya sekali karena dia tidak ingin menampakan hubungan bertengkaran nya bersama ichana.


Ichana berjalan kekelas dan menyambar tas nya kemudian pergi begutu saja, bahkan iya tak sedikit pun tersenyum kepada fadlan.


Ichana menaiki mobil Kemudian menjalankannya,bian hanya melihat dari lantai dua itu namun asistennya bekerja untuk mengikuti dimana ichana tinggal sekarang.


Ichana masuk kedalam sebuah apartemen mewah, Tiba didalam apartemen iya melemparkan tasnya kesofa dan masuk kedalam kamar. Dikamar iya menangis sekeras kerasnya memukul mukul boneka bear pink itu dengan kuat kuat.


"Kau adalah gadis sombong yang tak tahu keadaan!!!!!!" bayangan ucapan dari sang ayah lewat lagi dari pikiran nya. "Bila kau keluar dari keluarga ini, maka kau bukan siapa siapa lagi!!!!...hah... Kau hanya seorang anak dari orang kaya bukan orang kaya!!!! Pikirkan baik baik jadi nggak usah sombong" bentak bentak ayahnya.


"Aku hanyalah anak orang kaya bukan orang kaya... Lantas kenapa aku harus sombong????" ucapnya meremas boneka nya.


Bila boneka itu bernyawa dan punya rasa mungkin dia sudah mengerit menangis menahan rasa sakit dari pemiliknya ini.Ichana mendudukan bearnya matanya menatap boneka besarnya ini,panggulnya mengisut kedepan kemudian iya bertanya.


"Benarkah aku gadis sombong?,kenapa aku sombong?,kapan aku sombong?...kenapa sakitnya sekuat ini... Kenapa mereka membunuh ku seperti ini" air matanya terus berderai.


"Bear,Apakah aku sejahat itu?,,,bear kamu tahukan? Aku Menikah itu bukan keinginan ku bukan? Dan keguguran itu juga bukan ke inginan ku... Okey okey aku salah karena mengosumsi alkohol...tapi andai aku tahu bila Aku hamil mungkin aku tidak akan meminumnya bukan?...bear itu bukan salah ku bukan?... Aku bukan juga sombong kan?" ucapnya.


Apalah mau di jawab dari benda mati ini, kecuali hanya diam mematung dan melihat kearah kita. Karena posisi berhadapan dengan kita. Ichana meraih bonekanya dan memeluknya dengan erat iya menangis sekuat kuatnya di apartemen mewah ini.


"nasib tergantung ditangan bian hiks.. Hiks.. Hiks... Bila dia cerai kan aku habislah sudah semua yang ku nikmati termasuk kuliah ku tak hiks.. Hiks... Bear aku harus gimana?"tanyanya lagi.

__ADS_1


__ADS_2