Sikecil Milik SiDosen

Sikecil Milik SiDosen
Hidup Alysha adalah Ichana


__ADS_3

Pesanan datang,Bian berdiri membuka pintu, seorang pelayan laki laki memberikan pesanan yang diminta bian. Bian menutup pintunya kembali kemudian membawa bingkisan itu dan mengeluarkan isinya terlihat lah baju putih dan hells hitam.


''Gantilah pakaianmu!'' ucap bian memberikan dress mini itu.


Ichana meraihnya dan seketika ia melempar kannya kelantai. Bian pun memungut nya kembali dan melihat Ichana. "Pakailah" ujarnya masih menahan suaranya.


Sekali lagi Ichana kembali mengambil nya kemudian ia melemparkan nya kembali.


"Apa mau mu sebenarnya hah?" bentak bian habis kesabaran.


''Kenapa kau bertanya bila kau tak ingin menuruti nya hah?'' Ichana balik membentak. " untuk apa baju ini oleh ku, aku tidak akan pulang menemui anak haram itu!'' pekik Ichana.


Seketika mata bian terbuka lebar saat putrinya dikatakan anak haram. Ibu macam apa Ichana mengatakan semua itu. "Kamu sudah keterlaluan!!" bentak bian akhirnya mencekik Ichana kembali.


'' Bahkan kalau dipikir-pikir lebih baik aku Mati! dari pada Aku harus menghancurkan hidup ku untuk mengasuh nya." teriak Ichana masih sempat sempat nya berkata dengan lancar.


''alysha itu anak mu, dia lahir dari rahim mu,,,Ibu macam apa kamu ini?!!. Dia BUKAN ANAK HARAM. HARAM ITU ADALAH KITA!!" Teriak bian kepada ichana dengan gigi mengeram. "Karena kita yang membuat nya diluar nikah!"


"Iya. bunuh aku."Tutur ichana kini tertawa.


Bian langsung melepaskan cekikikan nya, karena saat membayangkan permintaan putrinya dan senyuman putrinya tiba tiba terlintas di wajah ibundanya ini. Karena bian tak melanjutkan aksinya.


Ichana sendiri yang menarik rambut panjangnya sampai rontok dan akan menarik lagi tangan kekar bian menghalanginya. ''Aku bilang bunuh aku!!,kenapa kamu malah berhenti '' pekik Ichana menangis sejadi jadinya. '


''Aku tidak akan melakukan hal menjijikkan itu,..." ketus bian.


"Kalau begitu biarkan aku mengakhiri hidupku sendiri.'' Ketus ichana mencekik leher nya sendiri, Bian bersikeras untuk menghalangi nya dan bahkan untuk kedua kalinya bian menampar Ichana sebanyak dua kali.


''Kenapa anak ku terlahir dari rahim wanita hina ini. kenapa!!" teriak bian akhirnya menangis disitu. Ichana langsung terdiam dalam tangisnya saat melihat bian menangis.


"Aku tidak sanggup hidup lagi. Aku benar-benar kasian kepada putriku harus mendapatkan ibu sejahat ini kepada nya. padahal dia sangat menyayangi ibunya" Bian benar benar sudah tak sadar akan dirinya lagi.


" Iya,dia sungguh malang karena lahir dari rahimku. Seharusnya aku tidak melahirkannya dan seharusnya dia tidak ada di dunia ini." ketus Ichana.


"Iya! Seharusnya dia nggak ada disini. seharusnya dia tidak lahir dan hadir diantara kita." tutur bian pasrah membuat Ichana terdiam dan bingung.


Bian seketika berdiri. Membuat Ichana Tiba tiba terkejut. Ia hendak pergi. Namun Ichana menghentikan nya.

__ADS_1


"Mau kemana!?" tanya Ichana.


"Mau menemui putriku, aku akan memeluk nya untuk tarakhir kalinya sebelum aku akan mengakhiri hidupnya dan hidupku."


"Apa maksudnya aku tak paham."


Namun bian tak peduli, ia membuka pintu seketika Ichana turun dan menahan bian kemudian mengunci pintu kembali.


"Apa maksudnya,kenapa kamu mengatakan akan mengakhiri hidupnya.?" Tanya Ichana gemetaran menyentuh lengan suaminya.


"Dia pernah tengah malam mencari mu. Dia pernah jalan kaki dijalan raya. Jadi dari pada menyusahkan. Lebih baik aku membunuhnya lalu aku akan mengakhiri hidupku juga. agar siksaan neraka ini berakhir kepada ku dan putriku!!" Gertak bian.


Ichana menggeleng. "Jangan- jangan, Jangan lakukan itu. jangan." bentak Ichana benar benar ketakutan.


"Lepaskan!!." teriak bian. Berusaha melepaskan pegangan erat Ichana.


"Tidak tidak.. jangan lakukan itu. aaa.. jangan bunuh dia. aku aja aku aja." teriak Ichana memohon.


"Kalau aku membunuhmu, tidak ada gunanya karena kamu adalah hidupnya. Kalau aku membunuh hidupnya dia pasti akan lebih sangat menderita. sebaiknya aku langsung saja membunuh nya biar penderitaannya berkurang. Setidaknya dia tidak menangis tiap malam dan tidak berjalan jalan mencari mu."


"Jangan mengambil tindakan yang akan mas sesali seumur hidup. Jangan lakukan itu. aku mohon."


"Orangtuamu dan orangtuaku sangat menyayangi Alysha. Alysha adalah cucu pertama mereka. Mereka akan terluka bila kamu membunuh nya." bujuk Ichana.


Kini posisi mereka berbalik. Ichana yang membujuk dan bian yang tak mau dibujuk.


"Bahkan kita adalah anak mereka satu satunya. Kalau kamu dan Alysha mengakhiri hidup kalian. bagaimana dengan Orangtua mu?. Dia pasti sangat terluka dan dia akan menyalahkan ku." Isak Ichana. "Aku tidak mau disalahkan"


"Aku tidak peduli" teriak bian menarik tangan Ichana kemudian membanting kannya kelantai. Saat iya meraih ganggang pintu Ichana Langsung berteriak.


"kalau kamu melakukan nya aku akan mati duluan!!"pekik Ichana begitu menggelagar. "Detik ini juga aku akan mengakhiri hidupku" teriak nya.


" Akhiri lah hidup mu. Kita akan ketemu nantik dineraka." ujar bian.


Bian membuka pintunya.


"Aku akan pulang. aku pulang... aku pulang. aku pulang. aku akan mengasuh nya. aku akan baik padanya. aku aku aku janji." Isak Ichana membuat bian berhenti diambang pintu tersebut.

__ADS_1


"Jangan lakukan itu. Aku mohon."


Namun bian seperti nya sudah tak peduli. Ia hanya melihat istri kecilnya tersebut memohon. " Aku akan merawatnya. Aku akan menjadi ibunya. aku pulang. aku akan selalu ada untuk nya." Ichana sudah tak kuat lagi tak berapa lama ia memohon akhirnya tenaganya habis dan pingsan.


"Ichana!" pekik bian saat menyaksikan tubuh istrinya beradu dengan lantai. Saat pria ini menyentuh keningnya betapa panasnya suhu tubuhnya.


Bian segera membawanya keranjang kemudian membaringkan gadis ini. Bian pun menutup pintu. Kemudian menangisi wanita yang mengalami syok dan tekanan batin ini.


"Maafkan aku,maafkan aku harus mengatakan ini. Aku hanya kehilangan cara untuk membawa pulang." Ujar bian.


Tiba tiba ponsel bian berdering. seketika ia langsung menghampus air mata nya dan mengangkat telepon.


Seketika ia melihat wajah putrinya yang menangis dilayar ponselnya tersebut. "Papa.." gadis kecilnya itu mengoyak mulutnya selebar lebar nya.


"Papa dimana?,Kenapa papa tidak pulang. hiks hiks hiks."


"Maafkan papa sayang, papa lagi banyak sekali kerja an. Tapi papa janji akan pulang besok kok. papa janji." ujarnya menahan air matanya.


"Nggak mau!,Papa harus disini sekarang aaaaa hiks aaaa hiks."


"Nggak bisa sayang, besok papa akan pulang. Papa akan bawakan hadiah untukmu besok. papa yakin kamu pasti suka."


"Aaaaaaa"


"Cup cup. Tidur sayang. Sampai ketemu besok." tutur Bian.


"Bik tolong jaga banget Alysha ya. karena saya tidak bisa pulang hari ini. Tapi saya akan pulang besok pagi."


"Baik tuan."


"Makasi bik"


"Sama sama tuan"


"Saya tutup dulu".. "Bye bye,Sayang." Ucap bian melambaikan tangan kepada Alysha yang menangis tersebut.


Bersambung.................... 🙌

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2