
kukuruyuk kukuruyuk kukuruyuk....
Fajar pun menyingsing,Ichana tampak sudah rapi dengan pakaian cantik nya. Sedangkan bian masih tampak pulas di ranjang karena semalam iya lelah telah mengeluarkan semua tenaga nya berperang dan juga begadang menyelesaikan pekerjaan nya yang super duper menumpuk juga.
Gadis ini membuka pintu kamar dengan pelan kemudian menutupnya kembali, dengan kaki cantiknya iya menuruni anak tangga.
"Bangun lebih awal memang sangat lah baik" ucapnya sambil turun dan berjalan keruang makan.
Pelayan masih sibuk menyiapkan sarapan pagi mereka, bebysiter juga sibuk mempersiapkan keperluan alysha mulai dari baju dan lain lainnya.
"eh nyonya muda,," sapa pelayan menunduk semuanya saat melihat ichana sampai ditempat mereka.
"wahhhh enak banget kayaknya." ujar gadis ini mengelilingi meja makan mengecek sarapan pagi yang akan mereka makan.
"Mama muda cantik sekali!!,mau kemana mah?" tanya gadis kecil yang tiba tiba saja datang menghampiri dan duduk dikursi meja makan.
"Mau pergi bentar" sahut ichana tersenyum ikut duduk disembarang meja dihadapan alysha.
"Lah bukannya kita mau pergi jalan jalan kenapa kamu pergi?" tanya alysha memoyongkan bibirnya.
"Kan jalan bisa nanti sore, aku balik kok jam 11 siang" sahut gadis ini.
"Aku ikut" rengek gadis ini.
"Nggak alysha,aku nggak bisa bawa kamu,aku ada urusan penting" sahut ichana melarang alysha dengan lembut.
"Aku ikuuut..." rengeknya mengeluh memalas.
"Nggak bisa alysha" ketus ichana.
"Ada apa ini??, pagi pagi udah ada suara ribut" Bian juga datang mengisi ruang makan dan Duduk dikursi meja makan kepala keluarga.
"Mama!!
"anak mu!!
Mereka serentak berkata dengan keras, membuat bian membelalakan mata dengan pandangan yang sangat serius.
"Cieee, sosweet banget dah" ledek bian membuat keduanya makib kesal.
"Aku ada urusan, masa dia larang aku sih!!" dongkol ichana memoyongkan bibirnya.
__ADS_1
"Dah dah, kalau gitu Batu-Gunting-Kertas aja...siapa kalah di harus mengalah." sahut bian untuk membaginya agar tak ribut."Bik"
"iya tuan" pelayan pun menyiapkan sarapan ke masing masing piring mereka.
"Nanti setelah makan Batu-Gunting-Kertas nya...sekarang makan yang kenyang dulu" ujar bian menengahi.
"Mas...
"Makan ichanaaaa" ujar bian melihat ichana dengan lembut. Matanya mengode ichana fokus kepiring nya.
Mereka makan bersama, tak lama mereka selesai makan. Bian mengelap bibirnya dengan tisu kemudian melihat keduanya.
"Ya udah yuk main" ujar bian.
"Tapi masss...
"Mama takut kalah sama icha ya" sahut gadis ini meledek ichana.
"ih, nggak kok siapa pula takut kalah." sahut wanita ini mengibaskan rambutnya kebelakang.
"Ya udah ayoooo" ujar alysha sudah siap siap.
Icahana pun terpaksa ikut ''okey siapa takut" ujar gadis ini dengan yakin.
"Batu-Gunting-Kertas" ucap keduanya dengan serentak dan semangat.
Mereka berdua mendapatkan hasil yang sama yaitu kertas dan kertas. Kemudian mengulangnya lagi akhirnya dan akhirnya sama legi yaitu batu dan batu.
"ayoo semangat?" ujar bian memanaskan suasana pagi yang sempurna ini.
Mereka mulai lagi, meski lagi dan lagi mendapatkan hal yang sama dan pada akhirnya nya alysha mendapatkan gunting dan ichana kertas. Hal ini membuat ichana langsung lemah dan kepalanya langsung rebah beralas kan meja makan.
"yeyeeyeeeee ica menang... icha menang.." sorak sorai dari gadis kecil ini dengan kemenangan nya.
"Okey kamu kalah, jadi kamu harus mengalah ichana, pilihan mu hanya ada dua. Pertama pergi dengan alysha atau kedua tidak pergi." ujar bian memberikan dua pilihan kepada ichana.
"ya lah... ayok lah" sahut ichana terpaksa memilih alysha pergi bersamanya.
''Yeee ikut sama mama" sahut gadis ini kegirangan memeluk mamanya.
Ichana berdiri."Aku pergi ya mas" sahut gadis ini.
__ADS_1
"okey hati hati sayang" sahut bian. "Dan jangan nakal ya sayang papa yang cantik ini" ujar bian mencubit pipi alysha yang gemoi ini.
Bian memasukan alysha ke mobil dan memakai kan sabuk pengaman. Ichana masuk mobil kemudian mengelakson bian. Setelah itu mobilnya pergi.
Diperjalanan alysha bertanya. ''where are we going mom?"tanya gadis ini melihat mamanya penuh dengan rasa penasaran.
"Kamu tidak tahu kemana aku pergi .... But why do you want to go with me?"ujar ichana tampa melihat alysha karena Fokus melihat jalan yang padat dengan kendaraan itu.
"yes because you left...kalau bukan karena kamu pergi, nggak mungkin aku ikut kan kamu nggak pergi... ya nggak?" tutur alysha melipat tanganya didada.
"Apa kamu tidak takut bila aku menculik mu dan membuang mu dijalanan." tanya ichana.
"No.... I believe seorang mom tidak akan membuang anaknya meski mom nya itu benci sekali dengan anaknya...except...Mom nya itu nggak punya hati nurani... icha right kan mom?" ujar gadis ini menyipitkan matanya.
"You right, tapi bila ternyata aku adalah ibu yang tidakn punya hati nurani itu gimana? Apa yang bakal kau lakukan?" tanya ichana sedikit membuat alysha terdiam. Namun heningnya tak berkelanjutan karena mulut bijaknya akan menebas semuanya.
"Pertama tama, Aku akan menerima tanpa harus membenci mu, karena mungkin saja kamu membuangku karena aku bukan anak mu atau I'm an illegitimate child" ujar alysha membuat ichana terdiam dan tiba tiba kakinya menekan rem mendadak.Mobil dibelakang hampir saja menabrak mobil mereka.
"illegitimate child????,dari mana kamu tau kata kata kotor seperti itu hah?" bengis ichana.
"Teman, Icha's friend who said that Icha is an illegitimate child" ucap alysha mengatakan dengan serius bahwa temannya lah yang mengatakan bahwa dirinya adalah anak haram. "Not only that mom!!!!" ucap alysha lagi, namun mobilnya diklason dari belakang karena sudah menyebabkan kemacetan.
Sehingga ichana melaju mobil nya kembali. "Apa lagi yang dibilang teman mu itu?" ujar ichana melihat alysha sekali kali. Gadis ini menepikan mobilnya dan berhenti disana.
"Katanya... I am your stepdaughter,
"No... kamu adalah anak kandung ku.. aku yang melahirkan mu, kamu tahu??? perut ku dibelah untuk mengeluarkan mu dari perut ku... aku mempertaruhkan nyawa untuk mengeluarkan mu. Banyak pengorbanan yang aku lakukan hanya untuk melahirkan mu... kenapa mereka seenaknya mengatakan kamu adalah anak tiri ku, anak haram dan sebagainya... emang siapa dia??? "pekik ichana mengamuk dan air matanya menetes begitu saja,membuat alysha terkejut dan tercengang melihat mamanya yang begitu tiba tiba sekali menangis.
"Mama are you okay, why are you crying?" ucap gadis ini memegang tangan mamanya yang gemetaran.
"Kenapa manusia itu jahat, why????, Are there no good people in this world?...hah... nggak adakah orang baik didunia ini" ucapnya berulang ulang membuat alysha ikut menangis.
"Mama why???, why are you?...Apa aku menyakiti hatimu?" ucapnya memegang tangan gadis yang telah melahirkan nya ini dengan erat.
"No... You never hurt me....kamu pasti lebih tersakiti karena mendengar cacian jahat itu... Jangan percaya kata mereka,kamu bukan anak tiriku, kamu bukan anak haram.. kamu bukan anak yang seperti mereka ucapkan...kamu adalah anak kandungku.. kita itu keluarga istimewa..kita bukan keluarga kotor" sahut ichana menghapus air mata alysha dan mendekap kepalanya dengan penuh kelembutan.
"Mom, apakah yang mereka ucapkan itu tidak baik.. icha nggak pernah marah karena icha tau mama icha adalah orang yang istimewa,keluarga icha juga adalah keluarga istimewa."sahut gadis ini dengan kelembutan hatinya.
"Yah sayang, maafkan akuuu yang nggak bisa jadi ibu yang baik untuk mu... maafkan aku yang nggak mau mengalah denganmu.. nanti kalau ada orang yang menghina mu maka lapor ke mama.. mama akan memberi pelajaran pada mereka" sahut ichana mencium puncak kepala alysha dan tangannya ngelap air mata yang terus berjatuhan ke pipinya.
Aku tidak akan biarkan siapa pun menghina keluarga ku lagi!!!! aku akan memberikan pelajaran yang bakalan diingatnya untuk seumur hidupnya Gumam gadis ini dalam hati matanya penuh kebencian akan dunia ini.
__ADS_1
Bersambung .............................