
Ichana berhenti disebuah hotel,tempat dimana salah satu sahabat nya merayakan atas keberhasilan nya sebagai seorang model dan juga merayakan ulangtahunnya. Dipintu masuk sudah ada beberapa temannya yang menunggu anya dengan senang hati.
Anya turun dari mobil,Bentuk tubuh hour glass shape body membuat dress pajang tanpa lengan yang dipakainya melihatkan tampilan dramatis, ditambahkan lagi kembang bagian bawahnya.Kali ini iya menjadi perhatian oppa oppa tampan dari teman aurel maupun teman kakaknya.
''Gilak! Lo cantik banget dengan dress ini Chaaaa😮" Puji aurel. Tak lama ''Sumpah lo seperti putri raja anjirt" tukasnya memeluk anya.
''Inscure kita dengan mu chaaa" ucap salah satu temannya bercanda.
''Jangan gitu dong guys... kalian juga cantik cantik kok" ujar icha Kemudian mereka masuk kedalam untuk bergambung dengan tamu tamu yang lain.
Tak disangka Bian juga datang ke acara itu karena diundang oleh kakak aurel atas kesuksesan adik kesayangan teman bian itu. ''hey bian''sabut kakak aurel bernama ronald."tumben lo mau datang?"tanya ronald merangkul bahu teman nya ini.
''Mau mantau istri gue" ucap bian blak blakkan saja.
"Istri? Siapa?''tanya ronald.
''Dia teman aurel,''sahutnya mengambil duduk dimeja yang sama dengan ronald dan lain lainnya.
Mereka sama sama bercanda dan minum bersama,''Dia cantik sekali''Puji rayon memuji gadis cantik yang memakai balutan dress panjang tanpa lengan itu. Bian melihat kearah mata rayon dan melihat istrinya yang sedang menari nari ringan dengan sedikit menggerakan kepala dan bahunya,tidak seperti teman temannya yang antusias bergoyang.
Setelah itu tak lama ichana keluar dari barisan itu dan mengambil duduk di meja,dari disisi lain datang seorang wanita cantik sexy bergairah dengan balutan dress putih juga. Iya menghampiri icha kemudian tersenyum manja.
''Hy icha, kamu makin cantik dan anggun aja sih"ucapnya memuji icha.
__ADS_1
Icha tersenyum,kemudian melihat ketempat teman temannya kembali. Bian memperhatikan mereka berdua apa yang dia campur dengan minuman nya itu? Melihat gadis ini memasukan sesuatu y
ang berada dari benda kecil yang iya genggam itu. Kemudian tangan cantiknya turun untuk bersembunyi.
"Kita selalu musuhan...aku capek selalu musuhan begini... , Aku boleh minta Maaf kan karena dulu yang egois dan jahat kepada mu.." ujar wanita ini tiba tiba mengiba begitu saja.
"tak apa kok" sahut icha dengan ramah.
"Mau kah kamu minum dengan ku?"ajak wanita ini kepada icha.
''Boleh''Ujarnya mengambil minuman yang beralkohol ,namun tangannya langsung dihentikan oleh wanita ini kembali
"Mari sama sama minum yang tak berakohol"memberikan gelas lain. Icha meletakan gelas beralkohol itu kemudian mengambil minuman yang diberikan wanita ini tanpa curiga sedikit pun,sekali sesap kemudian meletakkan nya kembali.
Wanita ini tersenyum melihat seorang pria tua yang diujung sana kemudian mengangguk pelan. Bian yang melihat itu langsung datang kepadanya. ''ayo pulang"ucapnya mengejutkan teman icha dan yang lainnya.
Tanpa pikir panjang, bian menggendong nya,tiba tiba teman temannya mengejar bian. ''hey,kau apa kan sahabat kami" ketus aurel.
"Bian lepaskan saya" pekik icha memberontak namun bian tak mengubris mereka. Iya Membawa icha keluar dari hotel itu. Iya membawa icha masuk kedalam mobil, Sedangkan wanita tadi mengepal kedua tanganya karena gagal mendapatkan uang dari pria yang menginginkan icha untuk senang senang.
Didalam mobil icha mengomel ngomel marah,"Kamu itu membuat ku malu!,kenapa kau seperti ini sih!!!! apa kau ingin memberitahu semua orang bahwa aku adalah istrimu!??"pekik icha terus menerus.
Diam,suasana mobil berubah menjadi panas,icha menyentuh lehernya kemudian bahunya,kemudian memautkan keduanya tangannya dan melepaskanya dalam selang waktu detik iya melihat jalan mejadi kabur Apa yang terjadi dengan ku? Gumamnya dalam hati, matanya berpindah melihat bian, tiba tiba otaknya ngaur membayangkan sedang berc*uman dengan bian tak lama iya malah mengelijang sendiri.
__ADS_1
Sepertinya obat yang dicampur dengan minuman nya sudah bekerja gumam bian dalam hati melihat ichana kali ini meyembunyikan kedua tangannya dilipatan pah* yang dibaluti gaun panjangnya ini. "Kau baik baik saja?"tanya bian.
"Tidak, aku tidak baik baik saja,kenapa mobil mu panas seperti angkot umum. Bahkan lebih dari dari angkot panasnya. rasanya aku ingin membuka semua pakaian ku." rengeknya."Tidak, ini bukan panas dari cuaca tapi ini panas yang berbeda" ucapnya, lilihan peluh mulai menelusuri lekuk demi lekuk lehernya.
"Kita akan sampai"ucap bian sudah melihat pagar rumahnya dari kejauhan.Iya masuk kelingkungan rumahnya yang sangat luas setelah itu tiba didepan gerbang kemudian masuk dan memarkirkan mobil didepan rumah.
Iya membuka pintu mobil dengan segera sehingga tak ada ruang untuk pengawalnya yang membukanya. Pintu rumah dibukakan dengan segera, icha digendong masuk kedalam rumah dan membawanya kekamar tamu karena saat ini hanya kamar tamu yang dekat untuk mengatasi wanita ini.
Di luar semuanya panik,"Apa yang terjadi dengan nyonya muda kita"ucap seorang pelayan perempuan penasaran.
Sedangkan bian memasukannya ke bact up dan menghidupkan air sehingga air itu keluar dan mengaliri bact up. Icha menjerit saat diri nya disentuh air. "aaa panas, panas" pekiknya.
"Panas dari mana nya,itu air bukan api" ucap bian mengambil air dari bact up dengan tangannya kemudian mencuci muka icha.
"Dingin dingin"pekiknya bangkit dari bact up, tubuhnya sudah basah kuyut dan penampilan nya sudah kusut pula iya melihat bian dengan tatapan membunuh. Kemudian mendorong bian lalu keluar dari kamar dengan basah kuyup itu.
Iya menaiki tangga untuk masuk kedalam kamarnya kemudian mengunci kamarnya. "Apa dia ingin membunuh ku hah" omelnya marah marah tak jelas.
Bian keluar dari kamar mandi dan merebahkan diri di kamar tamu itu."Aihhss apa kah sesusah itu ya mengucapkan terimakasih kepada saya" ucap nya menggulingkan tubuh nya beberapa saat.
"Permisi tuan Bi" seorang pelayan datang.
"Hm, Silahkan bersihkan, saya akan keluar" Ucapnya bangkit dari tempat tidur dan menelusuri ruang itu kepintu keluar dari tempat itu iya melihat keatas,air jejak telapak kaki gadis itu masih basah iya kemudian manaiki anak tangga.
__ADS_1
Bersambung................ ........
Â