
Sore yang cerah dengan senyuman matahari terbenam yang menghiasi sinar halaman Vila, Ichana termenung memikirkan sesuatu, dan saat itu juga Bian datang menghampirinya dengan membawa secangkir teh hangat. ichana yang sedari tadi melamun kaget melihat kedatangan Bian secara tiba tiba.
"Mengapa kamu melamun, cha?" tanya bian Datang menghampiri ichana.
"ehmm.. nggak ada" ichana Melihat bian dengan tatapan sedih dan kepala nya menggeleng.
"Nggak ada, tapi wajah mu menunjukkan aroma berat pikiran" Goda bian Tertawa ringan
''Ehmm sebenarnya aku terpikir dengan alysha,bagaimana alysha tidak menyukai ku lagi" Ucapnya Termenung dan sedih.
"Tenanglah, alysha tidak akan membenci mu, karena kamu adalah ibunya jadi kenapa harus takut" Ucap bian sambil Tersenyum dan mengelus kepala ichana. Iya melakukan itu untuk menghibur gadis kecil pertama nya ini dari suatu kegundahan.
Hari pun mulai malam saatnya pergi untuk tidur, tetapi ichana tidak bisa tidur karena terlalu sedih memikirkan alysha yang memanggil nya dengan nama dan cara pandang gadis itu juga mengatakan bila dia membenci dirinya .
" Ichana,Hari sudah malam,,, cepatlah tidur!,"ajak bian memegang bahu ichana.
''Aku tidak bisa tidur''Sahut ichana melihat wajah tampan bian.
"Tidurlah cha, tidak baik kalau tidur terlalu malam,'' bujuk bian
Ichana beranjak dari duduknya dan diiring oleh bian untuk kekamarnya, sebelum itu mereka melihat putrinya terlebih dahulu yang tampak tidur dengan nyenyak sekali.
Hari pun mulai pagi, sinar mentari menerebus jendela kamar ichana, ia yang sedari tadi masih tertidur akhirnya pun terbangun. Dan dia pun segera berkemas dan bergegas mandi.
Setelah itu iya bergegas ke dapur dan menyiapkan makanan pagi yaitu hidangan sederhana dengan nasi goreng kemudian ceplok telur mata sapi dipiring masing masing.
Baru hendak membangun kan putrinya tiba tiba putrinya sudah keluar dari kamarnya dengan penampilan yang sangat rapi.
''Ternyata mu sudah bangun cha,?" ujar ichana menggeser kursi dan mempersilahkan alysha duduk.
"Iya, mentari pagi membangunkan ku terlalu cepat hari ini,Nggak sama kayak di kota." sahut gadis ini mengambil duduk segera.
''ehmm.. Ya sudah lah, cepatlah makan, aku akan memanggil papa mu dulu''ujar ichana kemudian pergi meninggalkan alysha makan.
__ADS_1
Setelah makan bersama mereka pun bergegas berkemas kemas hendak meninggalkan vila.
"Cepatlah bersiap kita akan segera berangkat," ujar bian menyusun barang barang ke mobil
"Kak bi,aku akan pergi dengan mobil ku...Kalian pergi berdua saja" ucap ichana berdiri disamping mobilnya.
"Okey"
Mereka pun telah selesai bersiap, saatnya untuk berangkat. Bian mengikuti ichana dari belakang dengan mobilnya.
Setelah lama menempuh perjalanan, mereka pun akhirnya tiba di rumah kembali pada sore hari. Cuaca yang sangat sejuk mendukung suasana lelah untuk segera beristirahat.
Namun ternyata suasana itu berubah disaat keluarga sedang berkumpul menanti kedatangan anak nakal seperti ichana dirumah. Mereka yang melihat orangtua dan mertua nya ini segera saling pandang, sedangkan alysha tertidur pulas di pangkuan bian.
Alysha diambil alih oleh bebysiternya untuk ditidurkan dikamar,sedangkan ichana bersama bian melangkah mendekati sofa dan duduk bersama.
"Dari mana saja kamu, ichana?" Tanya nyonya yuhan.
Yang lain diam memerhatikan seorang ibu yang lagi bertanya terhadap putrinya ini. Sedangkan ichana menelan ludahnya,peluh kecil keluar dari pelipis nya. Iya tak bisa memjawab apapun kepada ibunya.
Bian melihat punggung ichana yang berjalan ketakutan meninggalkan tempat itu.
Ichana dibawa ke salah satu kamar dirumah besar itu,tiba didalam kamar ini ichana langsung kena tampar oleh ibunya.
"Plak"
"au... ma!!!!" ichana menyentuh pipi nya yang kena tampar iya meringis kesakitan karena itu.
Matanya menyorot tajam ke arah mamanya ini, nyonya yuhan tegak pinggang.
"Apa!?...Mau marah kau hah!?" geriti mamanya melotot balik ke pada ichana.
"Mah, kenapa aku ditampar hah?,,aku salah apa?" Ucapnya menangis.
__ADS_1
Pipinya merah karena tamparan sang mamanya. Rasanya sakit sekali.
"Kenapa kau melakukan ini hah?!!,karena kau kita malu!!.. Kenapa kau melakukan ini hah? kenapa icha? kenapa?''Celoteh mamanya menekan putrinya terus dan terus.
"Aku hanya membawa putri ku pergi apakah itu salah?!" jawab ichana.
"Masih aja menjawab kau ya.. anak nakal!!😡..Kamu tahu karena kamu membawa alysha tanpa sepengetahuan orang, semua orang menganggap kamu itu penculik!! penculik anak ichana.. penculik!!!!"pekik mamanya menarik rambut ichana sehingga mendorong ichana sampai jatuh.
Dorongan mamanya tak membuat ichana menjawab lagi. Kali ini, pandangannya terarah ke tembok. Bukan ke mata mamanya lagi. Namun nyonya bian tak puas iya menjewer telinga ichana terlalu kejam membuat gadis ini kesakitan. Kemudian iya bicara dengan istri menekan
"Kamu sedang berbicara dengan Aku. Maka, lihat Aku yang mengajakmu berbicara. Bukan ke tembok." tekan mamanya.
Namun ichana terlanjur kecewa melihat mama yang iya sayang ini main tangan kepadanya. Iya benar benar kecewa karena mamanya juga termasuk orang kejam sekarang.
"Mah, Aku tahu aku salah, Tapi aku kan sudah membawa cucu kalian ke rumah lagi.. apa masalah nya lagi hah" ketusnya karena terlanjur kecewa.
"Saya selama ini selalu berbaik hati kepada anda!!! tapi anda malah makin bertingkah. Sekarang kalau ada apa apa saya tak akan membantu anda lagi!!!"tekan mamanya lagi kemudian pergi meninggalkan ruangan itu.
Nyonya yuhan juga pergi dari rumah itu,membuat semua orang heran dan tuan yuhan segera ikut pamit duluan begitu juga yang dua lagi ikut pergi. Sedangkan bian terpelanga pelongo tak tahu harus berbuat apa karena iya bingung atas apa yang baru saja terjadi.
Namun iya segera menyusul ichana kekamar, iya melihat gadis ini sudah duduk dilantai dengan linangan air mata, gadis ini terlihat habis bertengkar dengan ibunya.
Bian menghampiri ichana ,"Kamu nggak papa?"tanyanya menyentuh tangan ichana.
"yah" sahutnya bangkit dari sana dan duduk diranjang.
"Apa yang telah terjadi?"
"Nggak ada terjadi apa apa kok"sahut ichana menarik tanganya dari tangan bian.
"Tapi nggak mungkin, kalau kamu baik baik saja kenapa mama pergi dalam keadaan begitu marah?,Apa kamu bertengkar dengannya?"tanya bian sekali lagi.
"Mohon beri aku nafas, aku capek"ucap ichana penuh tekanan membuat bian terdiam dan mengerti apa yang harus dilakukan bila gadis inu sudah menekan pembicaraan nya.
__ADS_1
Bersambung.........................