Sikecil Milik SiDosen

Sikecil Milik SiDosen
Mimpi tapi nyata


__ADS_3

Ichana tersintak dari tidurnya,iya langsung duduk kayak orang gila,rambutnya berantakan, nafasnya naik turun, peluhnya keluar membasahi pelipisnya. Sepertinya sudah terjadi sesuatu dengan gadis ini, tubuhnya tanpa sehelai pun pakaian iya memyentuh bagian situnya.


"Apalagi yang terjadi dengan ku??" gumamnya dalam hati. "apa itu hanya mimpi?"bertanya tanya atas kepanikan yang mengganggu tidur nyenyaknya. "Kenapa aku bermimpi dengan bian sedang melakukan hubungan intim sih?" iya sungguh terkejut dengan mimpi yang iya alami.


Tak lama seseorang mendorong pintu dari luar dan nongol lah wajah yang familiar dihadapan nya siapa lagi kalau bukan bian. Bian masuk, sambil menelepon. Ichana langsung bersembunyi dibalik selimut tebal itu.


Bian menghampiri ichana. Iya memanggil ichana "Icha... Ichana... Hey.."tangan kekarnya menarik selimut yang menutupi tubuh istrinya ini. "Ichana,kenapa hey...?" tanya bian penasaran dengan istri nya ini.


Saat iya menarik dengan satu hentakan lagi selimut itu lepas dari panggangan tangan ichana. Mata bian langsung membola melihat pemandangan dipagi hari ini.


Sedangkan ichana langsung menarik selimut itu kembali dan menutupi tubuhnya sesegera mungkin. ''Apa yang kau liat dosen gila!!!!" bentak nya tak terima dengan mata bian.


Bian langsung mengalihkan matanya kesembarang tempat,''Apa yang terjadi denganmu?" tanya bian.


"Semalam kamu dimana?" tanya ichana.


"Eh tanya dijawab tanya.." rungut bian bangkit dari duduk nya kemudian mengambil jasnya.


"semoga saja yang terjadi diingatkan ku hanya. mimpi" ucap ichana.


"Apa yang terjadi?"tanya bian, sambil memasang jasnya.


"Semalam kamu bersama buk ani?"tanya ichana bangkit dari tempar tidurnya dengan tubuh dibaluti selimut itu.


"Nggak, aku bersamamu?" sahut bian sekarang pindah ke meja rias,iya berkaca.


"Maksudnya kamu tidur dengan ku?" ucap ichana tak percaya.


"Kamu kenapa sih?,tidur gimana?, apa yang kamu maksud?" ujar bian tak mengerti.


"Kita nggak itukan"ujar ichana membuat bian mengeriyit.

__ADS_1


"itu apa?" ucapnya penasaran.


"itul loh... ituuu" ucap ichana gelisah iya mengkode dengan jari nya, namun bian pura pura polos.Seolah olah iya nggak tau apa apa.


"Itu apa sih chaaa" sahut bian melihat ichana.


"Aku kemarin mabuk nggak sih?" tanya ichana mengalihkan.


"ya" Sahut bian.


"Padahal aku minum cuman segelas loh"


"Siapa bilang kau minum segelas, kau aja minum hampir seluruh wine disana" jelas bian.


"masa iya?...Lalu setelah itu apa yang kau lakukan padaku? ''tanya ichana.


"Aku bawa kamu pulang "


"Lalu...


Pulang Pesta


Ichana tampak sempoyongan karena minum sedeguk wine tadi,bian mendekati ichana dan meraih tubuh ichana.


"Ichana apa kamu baik baik saja?"


Bian bertanya dengan sangat polos dan lembut, namun ichana merebahkan bian di depan pesta membuat semua nya terkejut karena itu bian membawa ichana keluar bar untuk pulang kerumah.


Disepanjang perjalan ichana terus membuai. "Eh... dosen bodoh!!!...kau hanyalah sibodoh yang mau dibohongi oleh ku... haha... bodoh bodoh..." ucap ichana berkali kali menyebutkan dosen bodoh hal ini membuat sang dosen yang sedang mengendara menjadi marah dan makin kencang malaju mobilnya.


Tiba dirumah bian menggendong ichana masuk kedalam kamar membaringkannya di atas ranjang "MALAM INI DAN SETERUSNYA TUBUH MU ADALAH MILIK SAYA...AKU AKAN MENGENDALIKAN MU SETIAP SAAT" ketus bian membuka jasnya kemudian membuka gewang baju dipergelangannya kemudian melonggarkan dasinya dari leher.

__ADS_1


Bian menyingkapkan dress hitam yang dipake ichana sehingga terpampang lah kulit putih seperti kulit ubi singkong, ichana tampak sangat merawat dirinya karena tubuhnya kencang dan terawat. Satu kecupan disana membuat wanita ini menggeliat seperti ulat bulu yang imut.


Bian tersenyum "Ternyata kau menerima nya" Ucap bian mengerutkan keningnya "Baiklah ayo kita senang senang malam ini cantik" Bian naik keatas badannya kali ini menenggelamkan ichana. Iya mengec*p bahu putih ichana, tangan mungil ichana langsung menggaruk punggung pria ini, sedikit sakit sih karena cengkeraman itu ditambah lagi dengan kukunya yang sangat panjang.


Bian segera meraih tangan ichana dan mengunci nya dengan tangan kirinya, tangan satunya lagi kali ini Meraih rambut bian. Wanita ini sungguh dimanjakan oleh nikmat surga dunia. Setelah puas menjajah lakak lekuk tubuh istrinya kini iya melihat wajah istrinya yang tampak menikmati sentuhan dengan mata yang terpejam.


"Kamu menikmati nya sayang" Senyum nakal dari pria dewasa ini, bian mengec*p kening gadis ini kemudian turun ke hidung pipi dan terakhir iya berhenti sedikit lama dibenda ranun ini. Bian sangat lama mempermainkan nya membuat ichana makin gila dan haus pengen digauli lebih dari ini.


Bian Mengigit kecil benda ranun itu kemdian bangkit iya menanggalkan kameja nya, kemudian ikat pinggang nya.. setelah itu iya mereka menutupi tubuh mereka dengan selimut tebal itu. Disana waktu berlalu satu persatu pakaian melucut kelantai mulai dari dress celana bian dan semua yang melekat pada tubuh mereka.


Tangan kekar pria ini menyentuh pipi gadis ini, kemudian turun dan menghilang dibalik selimut,tubuhnya berangsur dan naik ke tubuh ichana. Entah apa yang terjadi didalam sana bayangin sendiri aja ya.... yang jelas gadis kecil ini menggeliat hebat. "Kau basah kuyut" Bisik manja bian. Ichana tak membiarkan bian bicara lebih iya langsung mengec*p bib*r bian tangan mungilnya meraih tangan kekar prianya dan mereka tenggelam dalam surga duniawi.


################################


"Lalu...ya kamu tertidur pulas." sahut bian kini menyambar kunci mobilnya.


"Berarti semalam aku hanya mimpi?" ujar ichana bertanya tanya, iya mengingat semua adegan cuma iya menganggap itu benar benar mimpi.


"Apa kamu mimpikan?"tanya bian kali ini melihat ichana.


"Aku dan kamu melakukan itu,bahkan aku. ingat semua adegan...adegan itu terekam dibenak.kepala ku loh."ichana sewot.


Jadi kau ingat semuanya? Gumam bian dalam. hati kemudian "Jangan menghalu lagi, ya udaj saya kekampus dulu" ujar bian melangkahkan kaki keluar dari kamar.


Ichana langsung mengejar "Bian,, bian.. bian.. tunggu"


Bian langsung berhenti dan balik badan. "ada apa sih?....setidaknya mandi dulu jangan lupa bersuci" ucap bian meraih bahu ichana membuat ichana terkejut bukan seperti biasanya. Iya langsung memberikan reflek aneh jantung nya bedegup kencang. "kamu berlari dengan selimut begini? tubuh masih telanjang didalamnya"bisik bian ketelinga ichana.


"kenapa kau menyuruh ku bersuci" ketus ichana.


"Karena kau habis mimpi itu" ketus bian kumudian pergi.

__ADS_1


Bersambung.....................................


__ADS_2