Sikecil Milik SiDosen

Sikecil Milik SiDosen
Penasaran.


__ADS_3

Ichana dan fadlan jalan jalan malam hari, tepat pukul 7 malam mereka makan disebuah tempat sederhana namun rame. Kebetulan disana ternyata salah satu pelayan nya adalah orang yang dikenal oleh ichana dan fadlan.


"Chika 😮" Fadlan terpelongo melihat wanita yang berdiri sedang memegang menu makanan yang akan dipesan para pelanggan.


Ichana langsung menatap fadlan. Iya melihat masih ada mata cinta diantara mereka tapi mengapa mereka putus padahal kan mereka sudah melakukan hubungan terlarang selama itu. "Kamu!!" Ketus ichana memalingkan muka dari chika.


"Fadlan, dia pacar baru kah?"tanya chika. "Bukan kah dulu kamu tidak menyukai nya tapi..


"Itu dulu, tapi sekarang aku mencintai nya" sahut fadlan dengan ketus.


Mata fadlan berubah menjadi sorotan benci,seolah iya sedang mengingat sebuah perkara yang tidak dapat dimaafkan lagi. Sedangkan ichana terpelanga pelongo melihat mereka.


Disudut ruang itu ada seorang pria bertopi berkacamata dan bermasker memerhatikan ichana. Laki laki itu menelepon seseorang dan berkata bahwa ichana ada ditempat ini. "Dia ada disini tuan" ucapnya kemudian meletakan ponselnya kembali.


Ichana memegang lengan fadlan. "Dia pacar ku sekarang" ucapnya memanaskan chika.


"Pacar?" tak percaya. Seketika air mata gadis ini jatuh mendengar pengakuan ichana.


"Pacar apa an?" ketus bian tiba tiba mengagetkan mereka dan tamu yang lain.


"Bian..


"pak bian.


Fadlan dan ichana serentak menyebut bian, namun chika hanya terpelongo melihat pria tampan ini.


Bian meraih tangan ichana,menggenggam jari jemarinnya kemudian menarik tubuh ichana sehingga jatuh kepelukannya. ''siapa pacarmu?"tanya bian melihat wanita cantik ini dengan sangar.


"saya!" sahut fadlan dengan PD.


"ck.. haha kau...kau pacarnya?,,aishhhh yang Benar saja?... "ucap bian mencomoohkan fadlan.


"Anda siapa ichana sih?... kenapa anda selalu ikut campur dengan hidup ichana hah?"ucap fadlan sekarang hilang kendali bahkan iya memecahkan botol minuman sehingga membuat semuanya berteriak.


"Saya... saya suaminya!!!!!" bentak bian.

__ADS_1


Mata fadlan langsung membola, iya melihat ichana."Ichana apakah itu benar?"ucapnya bertanya penuh rasa penasaran dan rasa keingin tahuan yang tinggi.


"Nggak dia bohong" sahut ichana.


aaaaaaaaaa,bangun dari tidur. aku mimpi buruk lagi gumamnya dalam hati.


"Nyonya muda apa yang terjadi, apa anda baik baik saja?" tanya pelayannya panik dan langsung menghampiri nyonya mudanya ini.


"Jam berapa ini?" tanya ichana.


"Baru jam 1 nyonya muda" sahut wanita tua ini


"Bian sudah pulang?"tanya ichana sedikit berbisik.


"Belum nyonya muda" sahut pelayan nya ini.


"Semalam bian tidur dimana?" tanya ichana.


"Saya tidak tau nyonya muda, tapi yang jelas tuan pulang pagi"jawab wanita ini. Sebenarnya pelayan sudah di hasut oleh bian untuk tidal. mengatakan apa yang terjadi semalam dengan ichana. Dan iya menyuruh pelayan untuk mengatakan bahwa dirinya tidak tidur dirumah.


"Ada apa nyonya?" tanya pelayan lagi, akan menyentuh tangan gadis ini namun iya hentikan takut ichana marah.


"bik, kalau kita habis melakukan itu apa yang kita rasakan setelah bangun dari tidur.?"tanya ichana membuat wanita tua dan tiga wanita lagi mengeriyit heran dan bingung.


"Hah?, Melakukan apa nyonya muda?" dengan wajahnya yang polos.


"nggak jadi" ketus ichana kecewa. Iya memonyongkan bibirnya, sumpah iya merasa gila dengan bayangan adegan itu. Adegan itu sangat sangat nyata,karena adegan itu pikiran nya dinodai. aihhsss apakah itu benar benar mimpi atau apa sih Ucapnya dalam hati menyandarkan tubuhnya ke sofa kembali.


"Bik nanti kalau bian nanya bilang aku ke lestoran orangtua ku ya" ucap ichana tiba tiba berdiri.


"Baik nyonya muda" sahut mereka mengangguk mengiyakan kata majikannya ini dengan santun.


Ichana maraih ponsel nya sebelum iya akan pergi,Dia mengambil kunci mobil didalam kamar dulu. Iya pergi dengan melenggang saja. Cukup dengan ponsel saja.


#################################

__ADS_1


"Bian tunggu aku!"Ani menarik tangan bian dengan kasar, mata wanita ini barair,didalam mata itu terdapat luka dan perasaan keputus asaan yang begitu dalam.


''Apa kau tak tahu malu,semua orang melihat kita" geretak bian dengan suara tertahan.


"Bian, aku benar benar mencintai mu... Aku benar benar ingin bahagia bersama mu bian" ucap Ani tak tahu lagi rasa malu dihadapan mahasiswa/i disana yang melihat kearah mereka.


Bian melepaskan tangan yang memegang lengan nya ini kemudian pergi bergitu saja. Namun ani tak tinggal diam, iya mengejar bian yang menuruni tangga ke lantai dasar.


Ani mengejarnya sampai tiba diparkir saat bian masuk ani tak tinggal diam iya juga masuk. kedalam mobil bian. "Bian, gadis yang kamu nikahi tidak memberikan apa yang kamu mau... sedangkan aku!.... aku bisa memberikan apa yang kamu mau. Tapi mengapa kau memilih gadis kecil itu.''ujar ani mengoceh namun bian melaju mobilnya untuk meninggal kan kampus.


"Bian!!!


"apa!!!!!! "Dipersimpangan jalan bian membanting stir mobilnya iya berhenti matanya melotot dan rahangnya mengeras. Fiks pria ini seperti vampir tampan kayak didrama drama vampir romantis itu loh.


Ani langsung terkejut dengan hardikan itu, iya pun menangis didalam diam. Didalam hati iya berkata. Aku yang mencintaimu bukan gadis itu, gadis itu sedikit pun tidak menginginkan mu.


"Dia adalah ibu dari putri saya..sampai kapan pun tidak akan ada yang menggantikan posisi ibu dari putri saya....karena itu adalah janji dihati saya untuk putri saya." jelas bian kali ini menatap ani dengan tatapan membunuh.


"Bohong!!!!!!,Tidak mungkin bocah berumur 18 tahun itu punya anak umur 3 tahun'' Pekik ani tak percaya.


Bian mengambil ponselnya dan mengotak atik galerinya kebetulan iya punya video dan foto foto dimana waktu itu iya ambil disaat ichana masih hamil,dan kehamilannya itu berusia 7 bulan.


Ani melihat video dan foto foto itu, matanya perlahan lahan membola dan mulutnya ternganga kemudian tangan cantik yang dihiasi kotek hitam itu menutup mulutnya yang menganga ini. "....nggak mungkin, nggak...apa aku sedang bermimpi" ujarnya nya tak percaya melihat ichana masih kecil dan polos tapi kehamilannya itu benar benar asli tidak bisa dikatakan pura pura.


"Kau percaya sekarang?....Alysha benar benar anak kami...anak ichana....aku tak main main." ucap bian kali ini matanya sudah berubah dengan pandangan kemanusiaan.


"Tapi bisakah kamu menjelaskan nya... bagaimana mungkin..." ujar ani minta penjelasan.


"Ceritanya panjang" sahut bian.


"Cerita kan saja semuanya!!!... aku mau mendengar nya...


"Tapi...


"Aku akan berhenti mengejar mu bila kamu menceritakan semuanya... agar aku bisa punya alasan untuk aku pergi juga."

__ADS_1


Bersambung.......................


__ADS_2