
Bian tiba ditaman itu iya melihat sebuah motor besar terpakir ditaman itu, iya terenyum tipis seolah olah doa tahu siapa pemilik motor ini. Dengan langkah pelan pelan iya mencari sumber suara sehingga iya mendengar suara pria yanh iya benci secara pribadi ini.
''Jika butuh tempat curhat,maka curhat lah dengan ku.. aku siapa mendengarkan mu"ucap fadlan semakin erat memeluk ichana.
Bian menyaksikan itu semua, iya dengan menarik tubub ichana dari pelukan fadlan membuat fadlan terkejut. Sontak fadlan melawan bian karena tingkahnya yang kasar kepada ichana.
''Pak bian,lepaskan ichana!!!"bentaknya dengan yak sopan.
Namun bian tak mengubris nya, iya menarik tangan ichana dengan kasar. "lepaskan aku..." Pekiknya sepanjang jalan.
Saat bian hendak memasuki nya ke dalam mobil fadlan segera menarik ichana kembali kepangkuan nya. "Pak bian,saya masih menghormati anda karena anda adalah dosen kami, Namun bila anda begini saya bisa melapor kan anda kepolisi" Ancam Fadlan.
"Heh... eh bocah!!! menurut anda,anda ini siapa hah?"ketus bian.
"Anda yang siapa?"teriaknya emosi.
"hah, saya.. saya.... saya dosen kalian"ketusnya menarik ichana kembali dan memasukannya didalam mobil kembali. "Saya peringatan anda! jangan pernah masuk kedalam hidup nya,sebelum anda mengenalnya dengan baik'' ucapnya memperingati Fadlan kemudian membawa ichana pergi dengan mobil.
Fadlan merasa aneh mendengar ancaman Pak dosennya itu. Iya hanya bisa menggarut garut kepala kemudian larut dalam genangan laut perasaan. Ada apa dengan mereka sebenarnya? gumamnya dalam hati kemudian berjalan kearah mobil nya.
################################
Dirumah megah mobil hitam langsung terpakir didepan rumah dan pak dosen keluar dengan buru buru tampa mematikan mesin mobil, sedangkan ichana yang baru hendak mendorong pintu namun keduluan dibuka oleh pak dosennya ini.
__ADS_1
Bian langsung menarik tangan kanan gadis ini sampai sampai kepalanya kebentur oleh garis atap mobil itu"aau.."rintihnya langsung menangis. Penjaga pintu dan pelayan yang menyambut mereka langsung cemas karena melihat kejadian ini.
Namun bian segera menariknya membuat ichana tersandung tangga kecil menuju terasnya ini sehingga iya jatuh. "Jalan itu hati hati makanya!!!"Bentak bian melepaskan tangan ichana dan membiarkanya berdiri sendiri.
Ichana hanya menangis,rasa sakit kebentur mobil dan tersandung anak tangga ini menyakitkan dirinya begitu dalam. "Aku benci kamu!!!"teriaknya.
Ck... Bian berdecak kamudian menyuruh orang orang dihadapan nya untuk tidak membantu ichana sedikit pun bila kedapatan membantu maka diancam akan kehilangan pekerjaan nya.
"Jangan ada yang membantu nya, bila itu terjadi siap siap kalian semua kehilangan pekerjaan." tegasnya.
Bian masuk kedalam rumah dengan rasa marah namun bibirnya menunjukkan sebuah senyuman kepuasan.
Ichana bangkit sendiri dari tempat iya terjatuh,iya berjalan sempoyongan kedalam rumah,suara tangisnya menimbulkan rasa kasian dari orang orang yang digaji oleh bian ini. "Manusia kejam!!!" pekiknya ditengah tengah rumah.
Ichana tak akan pernah lolos oleh bian karema pikiran nya bisa dibaca dengan mudah oleh suaminya ini.
Saat baru hendak menginjakkan kaki ke garis luar rumah tubuhnya langsung diangkat bian yang tadinya berlari dari tangga dengan secepat kilat. "Matikan mobil dan jauhkan kuncinya dari nyonya kalian!!!!!" perintah nya membuat seorang pria tergesa. "Tutup semua pintu gerbang keluar dari rumah ini,,,termasuk jalan tikus nya"perintah bian kepada orang orang yang lain.
Bian menggendong nya kekamar,iya menghempaskan tubuh ichana di rajang membuat ranjang itu berayun. "Kau selalu pintar untuk kabur,tapi kali ini sayang!!!! kau tidak akan bisa kabur lagi karena aku sudah hafal jalan otakmu itu"ucap bian menekan Ichana
Bian membuka jasnya kemudian melempar nya dengan sangat kuat disamping kepala ichana sehingga membuat rambut ichana tersibak bagian depan. "Seharusnya dari awal aku tidak membiarkan mu kuliah!!!!" ucapnya kali ini membuka kameja birunya.
Ichana langsung terduduk, iya menggeser duduk ya keseberang dan bangkit dari duduknya "Bi.. bi.. bian!!!! mau apa kau??!!!! jangan lakukan itu?"ucapnya ketakutan kedua tanganya menutupi dadanya.
__ADS_1
"Kau sudah kelewatan batas!!!!, ichana!!!"teriak bian mendekati nya namun ichana melarikan diri kesudut ruangan. "Kau bukan lagi gadis polos,ini saatnya untuk mu melakukan apa!! yang dilakukan oleh istri kebanyakan pada suaminya" ucap bian.
"Nggak,,, aku minta maaf." iya tak sanggup membayangkan hal sejauh itu."Aku minta maaf, aku, aku janji aku akan baik padamu" iya. memohon dengan tulus.
Bian menangkap tangan ichana. "Kau hanya gadis pembohong,.yang menggunakan trik agar aku luluh..tapi kali ini sory aku tidak. akan luluh dengan trik. kotormu itu." ucapnya langsung menerkam tubuh ichana secara berdiri iya menarik tali baju sebelah sehingga tali yang cantik membentuk pita dibahunya itu kini terurai mejadi 4 dua di depan dan dua dibelakang dengan tergantung panjang.
Ichana berlutut,air matanya mengalir deras tangisan nya kini tanpa suara. Bakan matanya saja sudah bengkak. "Aku minta maaf... kak bian... aku minta maaf..hiks.. hiks... hiks.. Aku janji,Aku akan baik padamu... aku akan patuh dengan mu.. Aku janji aku akan menjadi istri yang baik untuk mu,.. hiks.. hiks... "tangis nya makin hilang,bahkan sekarang iya tersedu sedan karena tangisnya yang begitu kejang.
"Aku bisa memberikan tubuh ku padamu, aku janji akan melayani mu setiap kamu mau kak bian... aku janji... hikss.. hikss.. aku janjjiiiii. aku akan patuh dengan mu,aku janji aku akan memberikan alysha adik lagi...tapi jangan paksa ku hari ini... aku belum siap aku bisa mati karena kesakitan. hanya kamu yang tau kalau aku nggak bisa menahan rasa sebuah paksaan...aku bisa matiiiii." Ucapnya memohon iya bersujud di kaki suaminya sendiri.
Saat itu bian ikut berlutut karena melihat wanita yang iya kasuh bersamaan dengan putri kesayangan nya bersujud dikakinya memohon ampun. Bian menahan air matanya namun akhirnya jatuh juga. iya memgusap rambut ichana. "Aku tak meminta mu untuk melayani ku sebagai istri ku..Karena aku mengerti kamu... Tapi aku hanya meminta coba lihat aku sedikit saja, hargai aku sedikit saja, Kamu tau dengan kamu menjalani hubungan dengan pria lain ,itu sama saja kamu membunuh ku." ucap bian kemudian bangkit dan melangkah.
"Maafkan aku... aku minta maaf, aku tidak bermaksud untuk itu.. aku minta maaf. " ucapnya menangis.
"Mari kita jalani hidup masing masing,Kau ingin aku bekencan dengan Ani kan?"kata bian membuat ichana mendongakan wajahnya. "Aku akan menjalin hubungan dengannya sesuai dengan rencana mu bersama nya, kasih waktu aku selama 6 bulan,bila aku mencintai nya maka aku kan menceraikan mu. permisi..mulai hari ini aku akan tingga ldi apartemen." ucap bian dengan berat hati iya memasang kancing kameja nya lagi sambil berjalan.
"yes" dia malah kegirangan,jadi sejak tadi dia hanya berakting.
Ichana melompat lompat bahkan diatas ranjang. Iya segera mencari nomor bu dosen bucin,kemudian melapor kan kepada nya bahwa bian akan datang meminta balikan dengannya. rasanya aku sedang memenangkan lotre Gumamnya dalam hati.
Sebuah ketulusan iya jadikan mainan, bahkan iya berhasil menipu dosen yang sangat sangat teliti dan cerdik itu dengan air mata nya. Meski iya menangis tadi adalah asli setidak nya Air matanya tidak terbuang sia sia
Bersambung........
__ADS_1