
Kampus, Bu dosen ani masuk lagi, dia memang mengajar lokal ini dua kali dalam seminggu karena ada mata kuliah yang sama dia ajarkan. Yaitu pratikum fisika dasar dan Fisika dasar. Mata kuliahnya dipisah pisah,nggak tau juga kenapa. Saat dia masuk dia mengedipkan mata kepada ichana,ichana membalasnya sontak semua orang jadi heran.
"Apa lagi tuh, yang dia lakukan bikin masalah aja setiap hari" kata nyamuk sebelah yang usil mengurusin hidup ichana.
"Bikin malu aja tu anak, tapi kok ada ya orang kayak gitu aneh pula lah aku"nyamuk satu lagi.
"Bu dosen." ichana mengangkat tangan.
"Yah ada apa?" Bu dosen nya ramah bingit. Tapi kok bisa ya bian mencampakanya. Dia mencampakan bu dosen itu karena lo hamil anjirrrr gimana sih.
"Misi ya bu dosen" ujar ichana tersenyum manis.
"Tu anak emang bapaknya punya kampus yah seenaknya aja sama bu dosen" kata nyamuk usil sebelah lagi.
"Ya silahkan" *wi*sss elok benarlah bu dosen ni. Yo lah akan ku usahakan pak bian mejadi milik mu ya Ichana keluar dari sana pergi kekantin, iya sudah sepakat dengan bu dosennya waktu itu,jadi dia semaunya aja lagi yang penting rencananya mulus.
Ichana memesan makanana sebanyak banyaknya kemudian makan dengan lahab kayak orang nggak Pernah serapan aja.
Untuk serapan dikampus ichana ya harus keluar dari kampus dulu, karena didalam. Kampus tak ada yang jualan. Siapa sangka pucuk dicinta buaya juga tiba. Ternyata disana ada bian,ichana melihat bian jadi keselek. Uhuk uhuk uhuk ngapain pulah buaya got ini disini. Elah.. Padahal mau makan enak. Keluhnya dihati melihat buaya berujuk manusia tampan nan sempurna ini. Sempurna pala lu sempurna. Jangan kesini lah ui.
Yah..... Allah malah berkata lain cok, bian mengambil duduk dibangku ichana "enaka banget makanannya sampai nggak ngeliat saya"
Eleh siapa pula tak lihat kau... Emang saya buta nggak bisa melihat orang sebesar kau yang benar saja lah kalau ngomong tu.
"Nggak ngajar pak?" ichana pun bertanya.
"Lagi jam kosong, kamu gimana nggak masuk.Bukannya jam segini belajar sama buk ani ya"ujar pak dosennya kemudian menyuap sarapannya.
"Buk ani nggak datang" sahut ichana ketus.
"Nggak datang benarkah, perasaan buk ani kasih saya makanan tadi loh" ujar bian. Membuat ichana ketahuan bohong dah.
"Bu ani kasih bapak makanan?... Wissss baik bangat bu ani pak...kayaknya cocok tuh" sahut ichana melihat bian, bian balik melihat ichana.
Sontak ichana langsung memutar matanya kesembarang arah. Ichana takut sekali melihat mata bian karena bila melihat mata itu iya akan kehilangan kendali dengan sendirinya.
"Saya nggak tau ya apa yang kalian rencanakan berdua?...tapi saya cuma mengingatkan kamu untuk hati hati. Takutnya rencana kamu merusak dirimu kamu sendiri" ucap bian penuh keseriusan.
"Rencana?....haha bapak ada ada aja. Rencana apa pula yang saya buat sama buk ani pak, mana berani saya begitu sama dosen sendiri." sahut ichana mencoba fokus menikmati makanannya.
"yah kalau nggak ada mah syukur, tapi kalau ada rencana mah, mending dihentikan aja, nggak akan berhasil deh. Takutnya kamu yang kena gitu" saran bian sambil menikmati sarapan nya.
"hm ya pak makasi banyak ya saran nya pak, tapi saya tak ada. Merencakan apa pun ya pak" sahut ichana "Bu berapa?"lanjutnya ke bu kantin.
"Rp.30.000 nak"
__ADS_1
"Kalau saya berapa mbok
"Rp.20.000 pak dosen tampan"
"hehe nih buk,sekalian"
Bian memberikan uang Rp.50.000,ichana langsung melihat bian.
"ee nggak usah pak"
"nggak papa, yok kekelas"
Ichana ditarik paksa oleh bian. "jangan pegang pegang ah... Nanti mereka bergosip" ketus ichana.
Tak beberapa menit ichana sampai didepan kelasnya,dengan pak bian sekali gus,mereka berdua masuk. "buk tumben muridnya dilepas mana berbisa lagi" ucap bian.
"Emang gue ular berbisa" ketus ichana.
"Ichana kamu dari mana?,katanya kamu permisi tadi tapi kok bisa ditemukan oleh pak bian" Ani pura pura tegas.
"Maaf bu saya lapar, jadi saya kekantin eh malah ketemu sama buaya got." sahutnya menjawab.
"Siapa buaya got" tanya ani.
"Buk ani Jangan gampang percaya dengan yang satu ini, dia lebih berbisa dari pada ular sendok, lebih buas dari pada buaya, lebih cerdik dari pada kancil .jadi hati hati aja... Nggak semua omongan nya bisa dipercaya"ucap bian melihat serius sekali kepada ani. Kemudia pada ichana. Sekali lagi bian menggerakan alisnya dan tersenyum.
"Belajarlah dengan giat, karena kepintaran anak ada di ibunya. Bila ibunya hebat anaknya pasti juga akan hebat. Selamat belajar" ucap bian kemudian meninggal ruangan.
"Ichana kenapa kamu kekantin" tanya Bu ani.
"saya lapar bu" jawab ichana malas sekali.
"Jangan lakukan ini lagi,bila kamu lakukan ini lagi nilai kamu akan terancam...hati hati dengan pak bian itu dia tidak akan segan segan mengasih nilai mahsiswa/i E" ucap Ani menasehati ichana.
"Cih, buaya got itu emang kayak gitu ya buk?"sahut ichana.
"Buaya got, jangan ngomong gitu ichana, ya udah kamu boleh duduk" suruh ani, ichana berjalan kebangkunya,bu ani menggeleng geleng.
*E*lah para nyamuk ini berbisik bisik lagi. Kayanya harus beli baigon nih untuk membasminya.
Pulang kampus, Ichana menunggu angkot tiba tiba mobil berhenti dihadapan nya siapa lagi kalau bukan bian.Ichana membungkuk."Pak bian kenapa kau ada disini? " tanya ichana.
"Pulang bareng yuk." ajak bian.
"Nggak ah"
__ADS_1
"Masuk lah dari pada aku paksa masuk kedalam"
Terpaksa akhirnya harus masuk juga, ichana masuk kedalam mobil. "kenapa sih kau selalu maksa saya?,nanti kalau mahasiswa atau mahasiswi lain melihat Gimana tamat lah kita" ketus ichana kesal sekali.
"Kalau mereka lihat tinggal bilang aja kita saudara atau jujur juga boleh.simple aja kan" ucap bian.
Ting sebuah pesan masuk, ichana mengobrak abrik tasnya ketemu lah benda yang berbunyi itu. "Kita pesta merayakan kemenangan aurel,diharapkan semuanya datang nggak ada pengkecualian" pesan dari grub.
"Kapan?" tanya ichana dalam grub itu.
"Besok"
"what?,mendadak sekali"
"lagi apa kamu?" tanya bian.
"Bukan apa apa" sahut ichana menyembunyikan ponselnya dalam tasnya kembali.
"Oh ya kamu kenal dengan aurel rahmady?"tanya bian.
"ya aku kenal, dia teman ku" sahut ichana.
"Oooo teman,besok dia ada pesta bukan?,kamu diundang"
hhh ni orang punya indra keenam kali ya... Dimana pula dia tau kalau aku mau datang Sahut ichana dalam hati. "hmm kamu kenal aurel.?"
"Kenal lah, dia adik teman saya."
"kakak tampan itu teman kamu?"
"ya...
"hmm... Emang tipe nya kayak mana sih?" ucap ichana menanyakan penuh rasa penasaran. "Aku dah lama kali mengicar kakak itu. Tapi aku nggak tau tipenya"ujar senyam senyum ichana.
Bian mengerutkan kepala "tipenya, dia suka dengan wanita yang berpakaian terbuka"
"Contohnya seperti apa?" tanya icahana penasaran.
"bagian dada itu harus menonjol, terus pahanya juga harus kelihatan. Pokoknya dia suka yang montok,seksi,pandai bermain diranjang satu lagi" sahut bian melihat ichana.
"Main diranjang,maksudnya gimana?"ucap ichana penasaran.
"Yah, seperti yang kita lakukan sehingga melahirkan alysha."
"What?...iuhhhhh... Ogah kali lah" pekik nya merasa geli sendiri, Bian tersenyum ramah.
__ADS_1