
Senin, hari ini ichana berangkat kekampus bersama bian, Karena tubuhnya yang masih kurang fiks untuk menyetir sendiri atau panas panasan nunggu bis.
Tiba dikampus, sudah ramai orang melihat mereka turun secara bersamaan dengan gemasnya.
Yang satu cantik, yang satu tampan anaknya imut, ya tuhan sempurna sekali keluarga mereka. Pasti mereka bahagia setiap saat dan beruntung sekali ichana punya suami sugar deddy.
"Ichana?"seorang gadis berkaca mata menghampiri ichana dan bian.
Bian melihat ichana, "Aku duluan" ujar bian.
"Okey" sahut ichana.
Bian pun pergi meninggalkan keduanya.
"Siapa ya?"tanya ichana pada gadis ini yang tiba saja datang dan menyebut namanya.
"Aku ema" sahut gadis ini mengacungkan tangan.
"Terus ada apa kamu memanggil ku?, dan kamu kuliah disini juga? kok nggak pernah liat kamu?"ujar ichana menaikan alisnya.
"Ehm aku kuliah disini kok,aku dari jurusan akutansi. Emang sih aku hanya diperpustakaan aja jadi wajar kamu nggak pernah liat saya. sebenarnya..
"ema!!!" sorak dari orang itu mengagetkan keduanya.
"Icha" sorak dari tempat lain juga ada membuat ichana melambaikan tangan.
"hey zein" sahutnya.
"Aku pamit dulu"
Saat ichana hendak pergi gadis ini memegang erat tangan Ichana seolah matanya minta tolong namun ichana memilih mengabaikan nya seolah olah iya tidak tahu dari arti tersebut namun sebenarnya iya tau apa yang dikodekan oleh gadis ini. Gadis ini dingin.
Ichana menarik tangan nya kemudian Berjalan ke arah zein tanpa berpaling.
Belum sempat ichana jauh ema yang minta tolong itu sudah di dibawa paksa oleh segerombolan cowok.
Ichana semuanya baik baik aja abaikan aja gumamnya dalam hati.
Pelajaran berlangsung,pagi ini seperti biasa ichana belajar dengan bian.
"Kumpulkan hasil laporan kemarin" pemberitahuan bian meminta pagi.
Mereka semua bergerak satu persatu datang kemeja bian dan mengumpulkan nya, tugas senin kemarin.
"good, all make right?"
__ADS_1
"Yes" semua majawab sehingga ruangan itu bergema dengan suara mereka yang saling bertemu dan menjadi satu.
Bian tampak menghitung semua nya namun ada satu orang yang tidak mengumpulkan,pria ini memeriksa nama satu persatu. Nama yang tidak ada adalah nama istri nya,bian melihat gadis ini yang tampak gelisah dan tidak nyaman.
"Ichana... " tak ada jawaban karena ichana memikirkan gadis tadi.
"Ichana yuhandiriani!!!"
"ya mas.. eh.. mmm.. ya pak" sahut nya terkejut dan keceplosan menyebut sebutan suaminya jika Dirumah,iya segara menutup mulutnya.
ada apa dengannya? batinya memerhatikan ichana yang tak fokus ini. "Mana hasil laporan mu?" tanya bian dengan tegas.
"Laporan ya pak,, ini ada" sahut gadis ini berdiri dan membawa nya kedepan.
Saat ichana memberikan nya, bian melihat nya. Gadis ini tidak mengumpulkan laporannya iya hanya memberikan kertas buram hasil belajarnya semalam dengan bian.
"Ichana kamu jangan bercanda, saya minta tugas laporan mu" sahutnya masih dengan perilaku antara dosen dan mahasiswi.
"Ya.. ini pak" sahut ichana menunjuk tugas yang ditangan bian itu.
"Ichana ini bukan kah laporan mu?"ujar aldi mengeataskan laporan ichana.
"eh.. mmm.. maaf pak "sahut ichana kemudian berlari ke aldi dan mengambil nya. Kemudian memberikan nya kepada bian. "Ini pak".
"Ada apa dengan mu?,saya tidak suka ada mahasiswa/i dijam saya tidak fokus dengan saya.maksudnya dipelajaran saya." tegas bian menegaskan ichana dan sekaligus yang lain.
"Maaf pak" sahut ichana.
Ichana makin gelisah mata ema tarus terbayang olehnya, karena nggak nyaman iya keluar begitu saja membuat semua nya terkejut dan terheran. Terutama bian,hatinya gelisah tak karuan.
################################
Ichana pergi ke tempat iya menemukan gadis tadi, ternyata gadis itu memberikan petunjuk, Apa gadis ini benar benar dijebak atau hanya menjebak. Gumamnya dalam hati ada keraguan.
Namun iya menyakinkan hatinya sambil berhati hati iya melemparkan sebuah pesan kepada bian untuk tetap membiarkan ponselnya menyala karena iya akan menelepon bila terjadi apa apa.
Ichana tiba disebuah gedung fakultas tua yang sudah nggak dipakai lagi, iya masuk kedalam sana masih mengikuti petunjuk itu. Sampai ditujuan ichana mengintip disebuah jendela,disana iya langsung terkejut dan hampir saja berteriak melihat segerombolan cowok yang sedang bermain panas dengan satu gadis. Yang tidak lain adalah siema tadi.
Ichana menelan ludahnya,iya melihat wanita ini tak berdaya lagi karena disiksa. Ichana pun menelepon bian untuk minta pertolongan dan memberikan lokasi dimana iya sekarang.
Bian 📞
Hallo ichana.
Ichana📞
Hallo mas... aku... (eh siapa lo) suara pria mengagetkan ichana sehingga ponselnya langsung jatuh.
"Aihss...guys ada mangsa satu lagi" sahut pria ini menyeret Ichana tiba tiba.
__ADS_1
"Apa apa an ini... lepaskan aku!!!!!"pekik ichana. Tak terima diikat.
"Istri pak bian bukan sih?" ujar teman nya yang hanya Pakai Cd tadi.
"Bian mana?
"Dosen yang berasal dari korea itu loh... yang dipuja puja para ciwi ciwi haluan." ujar Si kriting rambut.
"Lepaskan gue...
"Eh... cantik banget nih cewek, Wajah nya bagus lagi" ujar si pria yang menangkap ichana ini sambil mengelus pipi ichana yang mulus.
"Ya lah bagus kulitnya, sering dikasih skincare asli dari sononya ama sidosen itu lah" ujar sikriting.
"eh gilak. lepaskan gue.. jangan sentuh kulit gue... gue alergi dengan tangan kotor kalian." pekik ichana memberontak.
"anjirt cantik banget nih cewek, tapi kok bisa nyasar kesini yak?" tanya yang dibelakang sikriting.
"eh, mau skincare dari gue juga nggak,liat dia udah dikasi skincare asli dari pabriknya anget lagi.. mau nggak?" goda pria yang menangkap nya ini.
"Jangan sentuh dia!!!!!,Cukup saya aja jangan dia.. dia istri orang"pekik ema.
"Kau kenal dia?"tanya si pria ini.
"Ini semua salah saya, biarkan saya yang menanggungnya lepaskan dia" isak ema.
"Masalah nya dia udah masuk kesini kalian nikmati saja simata empat ini, saya mau mecoba bibir manis sicomel ini dulu. "Izin coba" ujar pria yang menangkap nya ini.
"Tidak, lepas... jangaaaaaan... maaaassss biaaaannnnnn" teriak gadis ini menangis kejang, Pria ini langsung diterjang seorang yang datang mendadak.
Ichana langsung mendongak dan melihat siapa yang datang, dan ternyata itu adalah suami nya. "mas tolong aku" rengek nya ketakutan.
"Brrengsekkkk,bajingann kalian semua.." hardik bian hendak menghajar nya lagi, tapi polisi keburu datang karena sudah dihubungi oleh ichana duluan waktu iya waspada tadi.
Ema dibawa oleh polisi perempuan Dan keempat pria ini ditangkap oleh polisi.
"arghhh... cantik cantik tapi pembawa sial" masih sempat menekan Ichana sehingga ichana bersembunyi dibelakang bian dengan rasa ketakutan.
"Rugi lo nggak coba skincare alami kita" ketus yang satu lagi.
"arghh
"Tunggu pembalasan kami"
mereka berempat meninggal kan kata kata kepada Ichana. Setelah semua nya pergi bian langsung memegeng kedua pipi ichana yang manyun.
"Kamu nggak papa" tanya bian. "kamu nggak di apa apakan oleh dia bukan?" tanya bian lagi,tanpa mengakhwatirkan seperempat dari mahasiswa/i lain yang memerhatikan mereka berdua.
Ichana hanya menggeleng gemas. "Syukurlah" sahutnya mendekap gadis ini penuh cinta. Iya mencium puncak kepala gadis ini matanya terpejam, tangan kanan kekarnya menepuk nepuk punggung ichana agar tenang.
__ADS_1
Bersambung...................................