
"Nyonya muda ayo makan, tuan sudah menunggu anda" ujar pelayan memekai seragam imut imut ini.
"Aku tidak lapar.'' Sahut ichana memalas di atas ranjang dengan satu ponsel yang iya pegang.
"Baik lah nyonya muda",iya keluar tanpa hasil.
ting tong... ting tong...
''Itu pasti paketku? " Ucapnya langsung melompat dari ranjang keluar kamar lalu menuruni tangga, tiba disana iya sudah melihat bian dengan tukang antar itu.
''Atas nama Mbak Ichana yuhan"ucap pria ini.
''Itu aku'' Dari kejauhan.Iya Segera menghampiri pria ini,Kusir langsung terkejut melihat aurat yang terpampang jelas dimata. Bian langsung menghambat pemandangan itu.
"Minggir lah a''ketusnya pengen mengambil paket nya.
"Saya butuh tanda tangan?'' ucap kusirnya.
Bian mengambil nya lalu menanda tangani nya,"Ada boleh pergi,terimakasih atas paketnya'' ucapnya. Kusirnya pergi.
Bian langsung menutup pintu dan menyandarkan ichana ke pintu, ''Apa kau sudah tidak waras, dengan pakaian begini disiang bolong hah" ketus bian.
''Weee....kenapa emang?'' Malah membusungkan dadanya,Iya memakai Lingerie Sexyy V Neck,sontak membuat pria mana pun melihat nya akan merasakan mendapatkan rezeki nomplok lah. Termasuk kusir tadi.
''Apa kau sedang menggoda ku disiang bolong begini hah?'' Ujar bian mengelus pipi ichana kemudian turun ke leher jenjang ichana,bila tak dihentikan mungkin saja bian akan menyetuhnya lebih.
''Siapa yang menggoda mu hah... a.. a. aku hanya.. tidak.... aku memakainya karena ada dilemari. Aku rasa aku cantik dengan pakaianya makanya aku pake''ucapnya mendorong bian ran merebut paket yang dipegang bian.
''Kau tau artinya bila kamu memakai pakaian ini hah?" Ketus bian.
__ADS_1
"what?"
"Kau menggoda siapa saja yang melihat mu, didalam rumah ini bukan hanya aku yang ada, tapi ada pelayan pria lainnya. pikir secara logika.'' ajar bian.
''aishhh,bodo lah... aku akan memakai apa pun yang membuat ku nyaman. jangan hentikan apa pun yang ku pakai. untuk pelayan rumah ini butakan mata kalian" ketusnya berlenggak lenggok pergi dan menaiki tangga kembali berakhir dikamar.
Bian mengumpulkan palayan, dia tau istrinya adalah gadis yang keras kepala.Untuk menyelamatkan reputasi istrinya maka iya harus pandai pandai.''Saya mengumpul kan kalian semua disini untuk memberi tahu kabar penting"
Sedikit bisik bisik dari mereka namun bian berhasil menghentikan suara itu dengan jentikan jari. ''Mulai hari ini, Pelayan laki laki tak diizinkan untuk masuk kedalam rumah ini, selama nyonya muda kalian didalam rumah ini"Terasa aneh sih tapi harus dikatakan. Sebagai suami iya harus melindungi aurat istri kecilnya itu.
''Lalu kami yang bekerja memasak bagaimana tuan?" tanya pria yang melakukan aktivitas memasak.
''Lakukan tugas mu hanya didapur saja, jangan berkeliaran.'' sahutnya.
"Baik tuan Bi" jawab mereka serentak.
Kaki panjang itu menjejaki satu persatu anak tangga, tangan kekarnya maraih pembuka pintu, melangkah kedepan melihat sekeliling ruangan disudut tapi ranjang, tepat didepan kaca seorang gadis cantik sadang belengggak lenggok mencoba barang yang baru iya beli. Bibir pria ini tersenyum cool.
Matanya mengalihkan pandangannya, Tiba tiba matanya terpaku pada sebuah persegi Panjang kecil.Melangkah mendekati dan mengambil nya, di kotak ini terdapat benda bulat kecil bewarna putih dan ada sederetan warna kuning. Tanganya membalikan dibaliknya ada hari senen sampai minggu yang berulang.
Ichan yang tengah sibuk tadi, melihat Bian yang menyentuh barangnya itu. Berlari langsung merebut dari tangan bian.
Pria tampan ini memerengkan kepala "Untuk apa pil kontrasepsi itu?"tanya nya, suaranya membuat bulu kuduk gadis didepan nya ini merinding.
''Ini hanya untuk jaga jaga Saja....lagian apa kamu nggak bisa ketuk pintu hah masuk kamar ini''Ketusnya.
''Kenapa kau meminumnya,apa kau sedang berencana untuk berhubungan intim dengan seseorang?'' Tanya bian, membuat mata gadis ini membola.
"Kau....
__ADS_1
"Dengan siapa?,Apa dengan kakak teman mu itu?" Bentak bian.
Plak, Tamparan satu mendarat dipipi pria tampan ini. Pipinya langsung merah. Matanya mengeluarkan laser,rahangnya mengeras.Tak lama iya menerkam gadis dihadapan nya ini. Iya melemparkannya keranjang dan dengan sigap mengambil posisi diatas tubuh gadis ini.
''Lepas! "pekiknya,menahan tubuh yang menghimpitnya ini. ''Kau berat, lepaskan aku. Nafas ku susah.. aku aku akan mati..''racaunya mendorong bian sekuat tenaga. Lalu iya berdiri. "aishhhh... sialan lo mengusutkan pakaian saya"pekiknya
"Katakan alasannya kenapa kau mengesumsinya hah?!!!!" bentak bian.
Gadis Melotot,''aku bilang aku hanya ingin jaga jaga...''Balik mebentak.
"Dari siapa?"
''kau... dari kau...
"saya" terkejut,dan tak percaya. ''Kau menanyakan tentang kakak teman mu tadi kesaya...aku mengatakan kalau dia suka wanita lihai diranjang..apa kau berniat untuk melakukan nya hah. Agar pria itu menyukai mu.iya kan.. makanya kamu meminum nya''tuduhan yang yang sangat tak berperasaan itu mengiris hati gadis kecil ini. ''APA KAU SEDANG BERJAGA JAGA UNTUK ITU''lanjutnya.
"Kita bersama, 3 tahun lebih,tapi rupanya kamu tidak pernah mengerti saya. kau adalah suami payah'' hina ichana.
"ckk, Kalau begitu katakan yang sebenarnya apa tujuan mu untuk mengosumsinya hah? ....
"Aku kan udah bilang!! 😡"pekiknya.
"Bila kau mengatakan untuk berjaga jaga dari ku... kenapa tidak kemarin kemarin. hah?"
''Seterah...permisi''Ucapnya pergi begitu saja. iya menyambar kunci mobil dan tas kecilnya lalu keluar dari kamar dan berlari menuruni anak tangga. Bian mengejarnya dari belakang.
Ichana berlari iya menghidupkan mobil, dan kabur begitu saja. ''aishhh..''bian kesal. iya menendang namun tidak ada yang akan iya tendang. Mengusau rambut prustasi masuk kedalam rumah kembali. Dan mengambil jaketnya dan menyambar kunci mobil dimeja kerjanya. Kemudian berlari menuruni tangga ikut tancap gas mengejar sang istri.
Bersambung..................
__ADS_1