
Icha melajukan mobil keluar dari garasi rumah, kuliah pagi adalah perjuangan yang berat bagi ichana. Tapi kewajiban untuk mengikuti setiap perkuliahan membuatnya berusaha sekuat tenaga untuk bangun pagi terlebih ada tiga dosen yang sudah memprotesnya sebagai mahasiswa kurang disiplin.
Hari ini iya juga terlambat bangun karena masalah kemarin. Dengan sigap dia mengambil buku dan tas yang ada di jok mobil samping sesaat setelah dia berhasil memarkirkan mobil layaknya pembalap, membuka pintu mobil dan memencet tombol kunci sambil terus bergumam pada diri sendiri.
aishh kenapa harus sama dia lagi sih aku telat Gumamnya dalam hati, membayangkan iya terus telat dengan pak sugi bahkan kemarin iya sudah kena lampu kuning sekarang iya juga telat lagi.
Di depan lift kampus, sesekali dia membuka buku. Memeriksa apakah ada yang tertinggal ataukah ada yang kurang.
Tak sadar, saat pintu lift terbuka. Matanya terinterupsi oleh sosok tinggi dan tegap yang berdiri di dalam lift, wajahnya putih bersih dengan dada bidang tergambar jelas dalam lekukan kemeja biru polos dibalut dengan almamater kampus dan celana jeans biru seirama dengan kameja yang dikenakan.
"Ichana, telat lagi?" Pria itu mencoba menyadarkan ichana yang sejenak tertegun.
"Eh… I.. Iya, eh kau rupanya fadlan." sahut ichana mencoba menyadarkan diri.
Ichana memasuki lift. Saat akan menyentuh tombol tutup. Tanpa sengaja fadlan juga menyentuh tombol tutup. Jarinya saling bersentuhan membuat mereka sama-sama terkejut. Ichana segera menghindar kan tangannya sedangkan fadlan tersenyum miris kemudian memencet tombol lantai 5.
Pintu lift berbingkai kaca. Tapi justru itu yang membuat jantungnya bergejolak. Jarak lantai dasar hingga lantai 6 seharusnya sangat dekat dan cepat, tapi kali ini tidak biasa. Pergerakan lift terasa sangat lambat dan membuat ichana semakin muak.
"Buru buru banget kamu keliatannya cha?" tanya fadlan membuat ichana makin muak saja mendengar nya.
"Yes lah" sahutnya ketus karena terlalu malas untuk meladeni mantanya ini.
"Bapaknya aja minta izin nggak masuk hari ini karena dia sakit" ujar pria ini tanpa ditanya.
hah.. nggak masuk, syukur lah...aman gue untuk hari ini Gumamnya dalam hati.
"Oo gitu" sahut ichana singkat.
"Kita bisa bicara nggak?"
"Apa lagi yang harus kita bicarakan?"
"kenapa kamu putuskan aku?"
"oh itu, karena aku bosen" sahut gadis ini
"Katamu aku percaya, katakan alasannya supaya aku juga bisa mengerti dimana salahku?"ucap fadlan ngotot.
"Ck... Aku tahu apa yang kamu lakukan bersama pacar mu setiap kalian berduaan''ucap ichana dengan lantang dan jelas.
Mata fadlan terbelalak menatap ichana yang menurutnya mengada ngada dengan kata katanya yang beberapa menit lalu ini. Saat hendak bertanya lagi pintu lift terbuka dan Ichana melenggang sambil mengedipkan matanya ke arah fadlan yang terkejut dengan apa yang terjadi beberapa saat sebelumnya dengan bibir yang menganga namun tak mampu lagi mengungkap apapun.
__ADS_1
Ichana pergi kekantin tiba tiba zein datang dan ikut bergabung dengan ichana.
''Hello ichanaaaa…. Kamu kenapa sih?” tegur zein yang melihat ichana cuman bengong di kursi kantin kampus. ''Lagi bertengkar sama pak dosen ya?" godanya lagi.
"Eh… Iyah zein, anggak papa kok” jawab ichana sekenanya sambil salah tingkah.
"Ah ichaaa… Gak mungkinlah gak ada apa-apa. Diem gitu bilang gak ada apa-apa" Ungkap zein memrotes.
"aihhsss sumpah aku nggak papa kok"ujar ichana menggeleng.
"Oo Okey deh,, Habis ini kamu kemana?"tanya zein melihat ichana.
"Nggak kemana mana,emang kenapa?"
"Temani aku yuk latihan basket" Ajak zein.
"ehm.. boleh juga"
"Izin dulu sama pak suami" goda zein.
"Aihss apa an sih kamu haha" ichana tertawa mendengar goda an zein.
#################################
"Pak bian?" seorang wanita cantik, rambutnya pirang panjang dan bergelombang menghampiri bian dengan setumpuk kertas. Dia kelihatan susah membawa bebannya karena rok nya juga terlalu pendek.
"Maaf pak, barang barang ini Diletakkan dimana ya pak?"tanya gadis ini.
Wanita ini bernama jheni, dia asisten pribadi bian yang baru. Karena asisten lamanya sudah cuti karena istrinya melahirkan.
"Silahkan letakan dimeja saya dan tunggu saya disana, saya ada usrusan sebentar" sahut bian,kemudian pergi.
Jheni melangkah keruang bian, iya melihat semua alat tertata dengan rapih dan sempurna seperti pemilik nya. Tiba tiba jheni melihat figura kecil yang terletak dimeja, jheni mengambil nya dan melihat bian memeluk seorang gadis kecil yaitu alysha.
"Siapa gadis ini?..Apa pak bian sudah menikah?" ujarnya bertanya tanya melihat gadis kecil nan imut itu.
"Siapa kamu?" tiba tiba suara itu mengagetkan jheni,
Dia segera melihat sumber suara, dan iya melihat seorang gadis yang wajahnya mirip dengan gadis yang ada didalam foto itu.
"Kenapa bingkai foto itu ada ditangan mu?" pertanyaan dua di layangkan lagi oleh ichana.
__ADS_1
Jheni meletakan foto itu dan menjauhi meja bian, ichana pun masuk kemudian mendekati meja dan memperbaiki foto yang diletakkan nya sembarang tempat oleh jheni.
"Siapa Kamu?,kenapa kamu ada diruangan pak bian?"tanya ichana lagi.
"Saya yang harus bertanya kepadamu, siapa kamu?, dan kenapa kamu masuk tanpa mengetuk? apa kamu tidak diajarkan etika masuk kedalam ruangan dosen?" ujar jheni ketus.
"Ck,kau!!!..okey"Ichana yang hendak meremas mulut jheni, kemudian berusaha mengontrol dirinya.
Iya keluar dari ruangan bian, tiba Diluar dia tak sengaja bertabrakan dengan bian karena ichana jalan mundur dan bian juga berjalan dengan memerhatikan ponselnya.
"aa..
Bian langsung menahan tubuh ichana agar tak. jatuh. Mereka sempat saling termangu beberapa saat namun ichana segera sadar dan manarik tubuhnya dari pelukan bian.
"Kamu ngapain disini?"tanya bian saat ichana memperbaiki penampilan nya.
"a.. ak.. aku mencarimu tadi, Aku mau bilang kalau aku pulang telat karena aku mau pergi bersama zein menemani nya latihan basket." ucap ichana meminta izin kepada bian.
"Oh, ya udah, jangan pulang terlalu malam ya?" sahut bian mengizinkan ichana.
"ehmm okey" sahut gadis ini ragu dan tersenyum.
Mereka sama sama diam, kemudian sama sama bergerak dan tiba tiba sama sama tertawa setelah itu sama sama memberikan jalan.
Ichana memberi kan jalan kepada bian, begitu juga bian yang memberikan jalan pada ichana. Pada akhirnya mereka berdua hanya berdiri tanpa kata kata lagi.
Mereka melakukan hal ini beberapa menit scara serentak membuat mereka tertawa geli juga.
"Kenapa jadi begini sih? "ucap ichana mengusuk pundaknya sendiri.
"Tau nih" sahut bian tertawa kecil.
"Ya udah aku beri kamu jalan dulu, silahkan." sahut ichana mempersilakan bian untuk jalan lebih dulu,
"okey, jangan pulang malam ya"
"ya''
Bian segera pergi dan ichana melihatiya setelah bian masuk keruangannya, ichana pun berjalan meninggalkan tempat kejadian.
Bersambung.............................
__ADS_1