
Mereka sama sama keluar dari tempat itu, mereka duduk diteras melihat ke indahan langit dengan bintang yang germelap gemerlip. Menyaksikan dengan mata telanjang adalah hal yang sangat disukai ichana.
Mobil tiba tiba berhenti dihadapan mereka membuat mata keduanya berpaling. Alysha langsung berdiri iya mengenali mobil itu adalah mobil bian. Benar saja bian turun dari mobilnya.
"Papa!!" ucap gadis ini mengejar papanya, bian langsung berlutut dan memeluk gadis kecilnya.
"Kemana aja kamu?, kamu membuat papa khawatir sekali" ujar bian makin erat memeluk anaknya.
"Mama membawa ku kemari secara tiba tiba jadi alysha nggak sempat membawa barang barang alysha" jelas alysha kepada papa nya.
Ichana diam tanpa kata kata, saat bian melihat nya dia masih diam. Gadis ini tak bisa berkutip karena dia memang salah sudah membawa alysha pergi tanpa mengabari bian. Dan yang bisa iya lakukan adalah menerima kesalahan nya saja.
Tidak, kata siapa aku menerima kesalahan ku. Aku tidak salah. Yang salah itu dia.
"Apa kamu tidak berpikir dengan ulah mu ini?" ketus bian menggendong putrinya menghampiri ichana.
__ADS_1
"....." iya tak mampu menjawab kecuali hanya memainkan jari jemarinya saja.
"Papa sudah makan?"tanya alysha kepada papanya yang melihat sangar ke ichana.
"Hm.. belum, kamu gimana? apa kamu sudah makan sayang?" tanya bian kepada alysha.
"Sudah, papa mau coba masakan mama nggak?, Mama ternyata hebat masak loh pah" sahut alysha.
Bian melihat ichana dari ujung kaki sampai ujung rambut, memandang tak percaya. "Mengurus diri aja nggak mampu, bagaimana bisa mengurus dapur. Mustahil untuk gadis semanja dia" cemooh bian.
Ichana mengepal kedua tanganya.
Bian masuk kedalam rumah, iya duduk disofa dengan memeluk alysha. Iya baru saja kehilangan putri nya sehingga iya tidak akan pernah melepasnya lagi meski itu hanya untuk sesaat.
Ichana masih duduk diluar iya enggan untuk masuk. Hati nya sangat sakit karena hinaan sialan dari bian. Iya pun perlahan menjauh dari vila mengambil tempat duduk di kursi tua yang sering iya duduki dulu untuk mengenang nenek tercinta nya.
__ADS_1
Ichana sangat ingat, bila papa atau mamanya dulu menghardik nya iya akan berlari meninggalkan rumah dan kemudian datang ketempat ini menghambiskan waktu dengan bermain sama sang nenek. Nanti pulang setelah seminggu orangtuanya mencari dengan keputus asaan.
Aku ingin kembali kemasa kecil lagi
"Harus kah kamu melakukan ini pada ku?" tiba tiba satu pertanyaan menerpa ichana.
Ichana mendongakkan kepala iya melihat seorang yang berbicara itu," Saya sudah membaca semua aturan itu, dan saya akan memenuhi nya" ujar gadis ini.
Asing yang ditanya asing pula jawabannya,Nggak nyambung. gumam bian dalam hati, namun dia juga lumayan senang karena gadis ini akan memutuskan kembali lagi.
"Bian, Maafkan aku sudah melupakan mu selama ini, Maafkan aku sudah jahat dan nakal kepadamu. Maafkan aku juga telah membunuh janin itu, tapi kamu harus percaya aku tidak sengaja mengugurkannya sumpah demi tuhan" ucap ichana dengan tulus dan jujur apa adanya.
"Sudah, semua sudah terjadi." sahut bian mendekap kepala gadis ini didadanya.
"Aku kesini bukan menculik alysha, tapi aku datang kesini karena aku ingin berdua dengan nya saja" ujar ichana mengaku sendiri.
__ADS_1
"Iyah"
Mereka pun dengan mudah berdamai, ichana pun katanya ingin memulai kembali hubungan nya dengan bian. Meski cara salah yaitu hanya ingin mempertahankan fasilitas nya sebagai anak orang kaya saja. Tapi setidaknya bagi bian, bian merasa ada kesempatan untuk mempertahankan gadis ini sebagai istrinya.