
Sepulang ngampus ichana tak pulang langsung, iya pergi kebar menemui teman teman pelac*rnya,Ichana orangnya beteman dengan siapa saja bahkan iya juga beteman dengan preman brandalan dan pencuri. Namun hebatnya ichana tak terpengaruh oleh mereka.
Kalian tau kenapa aku tak terpengaruh itu karena apa?.... karena mereka memiliki hati dan etika yang baik dari pada manusia berpendidikan kebanyakan. Pelacur,pereman dan pencuri itu hanyalah pekerjaan mereka saja yang salah. Berteman dengan mereka tidak lah salah,justru berteman dengan orang yang memiliki pendidikan tinggi itu yang membuat ku salah sifat. Menurutku lebih baik berteman dengan orang yang benar benar kotor dari pada berteman dengan orang yang setengah kotor. Ujar ichana didalam hati memutar mata nya kemana mana sampai iya menemukan seorang yang iya.
Gadis yang sedang menempel dengan om om itu melambaikan tangan, wanita itu berbisik kepada om om itu entah apa yang iya bisikan ichana tak tau lah yang jelas sekarang wanita inu berjalan kearahnya.
Mereka kemudian duduk dimeja lingkar,ichana diberikan wine.
"Ada apa datang kesini tumben?... suami mu nggak tau kah?''tanya loli namanya loli profesi nya sebagai pelac*r... pekerjaan nya yang sekarang sudah menjadi tempat paling ternyaman untuknya setelah dibuang oleh orangtua dan suami nya yang merenggut kehormatan nya dimalam pertama kemudian mencampakannya di malam kedua satu tahun lalu.
"Aku ada tugas untuk mu kalau kamu mau sih?" ucap ichana mengedipkan mata.
"apa,katakan saja selama aku senang maka akan ku lakukan''sahut loli begitu bahagia.
"Kamu lihat pria ini" menunjukkan sebuah foto pria kepada loli.
"Apakah kamu menyuruh ku untuk menggoda nya?" sahut loli menebak kemauan sahabat nya ini.
"Ya gitulah....
"sebenarnya aku malas, menggoda pria yang memiliki pendidikan seperti ini, tapi demi kamu aku akan lakukan.''Sahut loli.
"Kamu tak harus menggoda nya cukup buat dia putus dengan wanita nya''ujar ichana.
Kali ini targetnya davit teman mike yang juga berada ditempat itu dan ikut campur dengan urusannya waktu itu. "Sebenarnya ada apa sih?" sahut loli melihat sifat temannya yang tidak seperti biasanya ini. "Kamu seperti gadis yang ku kenal... biasanya kamu datang membujuk ku untuk keluar dari sinu tapi kali ini... kamu sungguh mengejutkan ku''
"Bila aku membujuk mu, apa kamu mau?''tanya ichana.
"tidak"
"tu kan" sahut ichana cemberut. ''Sebenarnya hubungan ku dikampus dengan bian sudah ketahuan dan aku dijuluki pelakor padahal aku kan istri sah sekaligus istri pertama bian bukan?
"hmm benar...
__ADS_1
"Masa iya aku dibilang pelakor, mata duitin, cewek nggak benar dan macam macam. lah...
"harus digebukin aja tu orang.
"Makanya aku ingin membuat nya malu, Aku ingin menunjukkan siapa yang sebenarnya murahan." jelas ichana karena terlanjur sakit hati.
"Okey okey aku paham, mulai hari ini jangan cari aku dibar lagi ya.. kalau ada apa telepon aja.. aku nggak ingin suamimu salah paham kepadamu lagi... dah sekarang pulang." usir loli. Iya mengingatkan ichana sebagai kakak yang menyayangi adiknya.
Ichana menangis ''Aku capek,😢rasanya sakit sekali... hidupku benar benar rumit karena mereka semua" curhatnya.
''Sabar ichana, kamu memiliki suami yang baik, keluarga yang sempurna dan aku yang selalu sayang dengan mu jangan putus asa... aku akan bantu kamu agar membalas mereka yang menghancurkan mu" ucap loli bersumpah. "pulang lah" ucap loli mengiring ichana keluar dari tempat itu, keluar dari tempat itu loli langsung tertegun melihat sosok pria gagah berstile formal itu.
"kamu lihat apa?"tanya ichana ikut melihat kebelakang, Iya melihat suaminya yang juga melihat nya,loli langsung menutup tubuh nya.
"ichana aku tinggal ya...aku akan bantu kamu tenang saja" bisiknya kemudian masuk kedalam.
Ichana berjalan mendekati bian, "Aku hanya minum seteguk kok" ucapnya kemudian berlalu.
"Nggak nyewa om om sekalian kayak teman mu itu?" ketus bian mengekor dibelakang ichana.
"Apakah ini sifat asli mu sekarang?"tanya bian membuat ichana berhenti dan berbalik badan.
"Lupakan ichana yang lugu,dan biasakan hidup dengan ichana yang nakal sekarang''sahut ichana.
"oh, jadi gadis lugu sekarang menjadi gadis nakal...waw bagus sekali.... aku suka dengan gadis nakal" sahut bian kali ini mendekat kemudian perlahan menyentuh tangan ichana dan memutar tubuh ichana kemudian membawanya pulang.
"lepaskan...gue bawa mobil!!!"pekiknya merontak minta dilepaskan oleh bian.
Tiba dimobil ichana, ichana melihat mobilnya hilang. ''kemana mobil gue?" ketusnya melihat mobil nya hilang entah kemana?
Namun ichana dibawa masuk kedalam mobil bian, iya kemudian memasangkan sabut pengaman untuk ichana dan kemudian memutar berjalan kearah pengemudi.
Didalam mobil ''kemana mobil mahal gue!!!?"tanyanya marah
__ADS_1
"Saya jual" sahut bian menekal gas.
"eh mobil itu baru, gue baru beliiii!!!!!" bentaknya marah marah.
"yah udah saya jual gimana dong''sahut bian cemooh.
"Ck..." Ichana hanya berdecak kesal. Harus ku apakan pria sialan ini biar dia lenyap juga dari hadapan ku...apa aku bunuh saja dia.. aihs nggak kalau aku bunuh maka aku akan kehilangan dia untuk selamanya,anaknya akan marah, orangtuanya juga akan marah dan keluarga kita langsung berperang. "nggak mungkin...aku nggak sanggup" ucapnya ngelinjang seperti ulat cabai.
"Apalagi yang kamu pikirkan hah?" tanya bian penasaran.
"eh.. Masa depan" sahutnya kemudian melihat kedepan.
Tak lama mereka sampai dirumah, tiba dirumah ternyata ada dua mobil yang terpakir didepan rumah dan ternyata itu adalah mobil. orantuanya.
"lah mama dan papa,kok udah pulang aja?"tanya ichana bingung.
"Paling alysha bikin ulah" sahut bian memarkirkan mobil nya dibelakang mibil silver.
Mereka turun bersamaan dan masuk juga bersamaan. Mereka melihat orangtua mereka dan putri mereka yang tertidur pulas di pangkuan tuan yuhan.
"Mah pah,kenapa?...alysha nakal ya?" tanya ichana.
"Tidak kok, cuma dia kangen kamu" sahut mamanya.
"Tukan bian udah bilang, alysha itu tak sanggup jauh dari mamanya,sama kayak mamanya yang nggak sanggup jauh dari mama nya juga" ujar bian mengambil alih putrinya yang tertidur pulas itu.
"Apa an sih kok jadi aku" ketus ichana kesal.
"kan emang iya" sahut bian menggerakan alisnya.
"eh eh udah... alysha itu sangat menyayangi mu ichana,dia selalu menyebut namamu...sepertinya kamu tak bisa digantikan oleh siapapun dihatinya" sahut nyonya yuhan.
Ini adalah masalah ku Gumam ichana dalam hati,meliahat wajah putrinya yang digendong oleh suaminya ini. "Hm..." ichana tak memjawab tapi iya hanya mendehem.
__ADS_1
Bersambung....................