
"Sory gue nggak kenal kalian, Gue mengalami kecelakaan setelah tamat SMP jadi gue nggak tau siapa kalian, apa kalian teman gue masa SMP atau SMA ya?" ujar ichana menjelaskan.
"Heh, owh gitu toh... Kecelakaan itu menghancurkan wajah lu ya?...
"Maksudnya?
"ya... dulu lo kan jelek dan sekarang lumayan" sahut rhani melihat ichana dengan cemoohan yang besar.
Lumayan apanya, gue berlipat lipat cantiknya dari lo kali Gumam ichana dalam hati melihat semuanya.
"Apa yang lo liat?" hentak rhani.
"Nggak ada... Kalian memenuhi undangan siapa?" tanya ichana melihat penampilan para gadis ini begitu norak sekali.
"Eh yang berhak bertanya itu gue!!!....Lo disini memenuhi undangan siapa?...apa jangan jangan lo tamu tak di undang ya disini?" ujar rhani mengatai ichana.
"Ehmm... gue emanf nggak di undang,cuma gue fatner undangan dari teman gue" sahut ichana dengan santai.
"Oo.. pantasan lo bisa masuk ketempat mewah ini, orang kampung dan miskin kayak lo ini seharusnya tak berada ditempat ini.. berarti lo orang miskin yang beruntung bisa masuk ke tempat ini."Ujar rhani kemudian tertawa bersama.
"Hmm.. iya dan itu termasuk kalian" sahut ichana membalikan kata kata sehingga mereka jadi marah.
"Maksud lo apa an?" ketus Rhani.
"Yaaaa gitu... kalian kan... ya gimana ya..mulut gue sih sebenarnya malas mengkritik kalian semua..tapi gimana ya... aduh... ini ha.. yaaa gimana gimana gitu.
"heh jangan belagu deh lo.. lo nggak tau rhani siapa disini hah?" ketus temannya yang satu lagi.
"Siapa emang?, tamu... tapi gue rasa keluarga nugraha tidak mungkin mengundang orang.. maaf ni ya... maaaaaf banget.. orang norak kayak kalian semua.. saya yakin kalian semua pasti orang yang diundang oleh anak atau keluarga dari mempelai wanita kan... benarkan.." Tebak ichana membuat mereka terdiam terutama rhani.
"wee?... Why are you silent?" tanya gadis cantik ini lagi Menyipitkan matannya dan mengerutkan keningnya.
"Eh icha, lo ini siapa sih, jadi fatner tamu aja belagu" ketus rhani kesal.
Akhirnya dion dan zein datang membuat semuanya hening.
"Sory cha gue sama dion ninggalin lu lama gue kira lo sama yang lain" ujar zein mengambil posisi duduk disamping ichana dan disamping zein dion.
Pada akhirnya rhani duduk menemani teman temannya. "Eh lu kenal zein dimana?" tanya dion.
"Satu kampus, gue nggak kira juga kalian dekat" sahut ichana dengan santai.
"Dia wanita tercantik dikampus istri dari dosen pula" ujar zein.
__ADS_1
Membuat meja tetangga menganga. Iya tak mengira teman yang paling kucel masa SMP bisa kenal dengan abang abang tampan seperti dion dan zein.
"Hehe, istri kak dean dari kalangan mana sih?"tanya ichana.
"Biasa, kalangan bawah" sahut dion lantang agar terdengar oleh rhani. "Rakyat jelata yang ingin kaya instan" Mereka bertiga tertawa.
"Apa an sih lo dion, gimana pun mereka akan jadi keluarga lo loh." sahut zein menepuk bahu dion.
"Tauk nih, zein itu benar loh dion, gimana pun siapa pun yang dinikahi kakak lo... dia akan menjadi kakak ipar lo dan keluarga nya juga bakalan menjadi keluarga lo." tambah ichana.
"Mereka dijodohkan?"tanya zein.
"Dijebak oleh wanita murahan itu" sahut dion dengan lantang lagi dan lagi.
"Eh dion!!!!" rhani angkat tangan berdiri dihadapan dion. Membuat zein kaget dan ichana malah santai melihat reaksi rhani karena iya sudah menduga rhani adalah satu keluarga dari mempelai wanita.
"Oh jadi looo.. ya tuhan beruntung sekali lo ya bisa masuk kekeluarga nugraha" ujar ichana menggeleng geleng cantik.
"Icha ini bukan urusan lo ya..jadi diam!!" ketus rhani.
"Lo kenal dia cha?" ujar dian menunjuk rhani namun matanya menuju ichana.
"Teman SMP... orang paling kaya di SMP katanyaaaaa" cemooh gadis ini tertawa kecil.
"Sebelum ngehina orang lo liat dulu keluarga lo dion, lo. liat abang lo apa kelakuan nya baik hah" Ucap rhani.
"Gimana ya... tergantung sih.. ada baiknya kadang ada buruknya.. maklum rumah tangga." sahut gadis ini ikut mengacuhkan rhani.
Rhani sangat kesal.''Lo emang orang kaya sehingga bebas melakukan apa saja tapi lo harus ingat roda itu berputar." geriti rhani sekali menekan suaranya.
"Oh ya roda berputar loh, nanti suatu saat gue akan berada diatas lo cha" ujar dion lagi lagi mengacuhkan rhani.
"Lah kok gue...
"Tau nih.. kok malah ichana sih" tambah zein dengan tertawa kecil pula.
"ya lah zein, lu lihat ichana sekarang meski umurnya sama dengan kita bahkan dia lebih kecil dari kita udah menikah udah punya anak perempuan yang cantik juga, mana dia juga anak aset negara pula. papanya mantan dewan udah menjabat tiga kali periode dan kakaknya seorang pemanah sekaligus CEO perusahaan. Suaminya dosen sekaligus pewaris tunggal keluarga Rhavi Company.. kurang apa dia cobak. Dia di atas terus bukan,roda berputar nanti kan yang icha diatas nanti gue juga diatas gitukan" sahut dion.
"Amin semoga lo juga diatas,sehingga kota sejajarkan" sahut ichana tersenyum manis.
"Ya lah... nggak paham gue" ujar zein tertawa.
"Ichana" Seorang wanita paruh baya menyapanya dan disamping wanita itu ada wanita paruh baya juga. Mereka siapa lagi kalau bukan orangtua ichana dan mertua ichana juga ada disana.
__ADS_1
''Mah pah, om tante... Kalian...
"Ngapain kamu disini?,Suami mu mana?" tanya mereka.
"Ehmm.. mas bian dirumah mah" sahut ichana.
"lalu dengan siapa kamu disini?"tanya nya lagi.
"Ehhmm sama saya tante" sahut zein berdiri dan menunduk menghormati.
"Lah kok... kenapa dengan dia, kamu tau kan kamu punya suami?"ujar mamanya lagi.
"Maaf tan,ini salah dion, karena dion kira ichana sendiri. Kebetulan ichana satu kampus dengan teman dion jadi dion ajak mereka berdua..ini kesalahan dion." sahut dion meminta maaf.
"Ya udah nggak papa, ichana kamu tepat waktu...ingat kamu adalah seorang istri" peringatan dari mamanya.
"baik mah" sahut ichana.
"semangat sayang" ujar ibu mertuanya.
"Terimakasih tante" sahut gadis ini ramah.
"Waw.. kamu punya mertua yang sangat baik, tapi tadi gue nggak salah dengar kan dengan panggilan nya?"tanya dion.
"Apa sih?
"Gimana zein?
"Gue rasa telinga gue rusak tadi, jadi nggak jelas terdengar nya." sahut zein kembali duduk. "Lo nggak papa nih lama lama disini?"tanya zein.
"Santai aja zein, lagian gue lagi kangen juga lihat dion." sahut ichana mengedipkan mata pada dion.
"sumpah buaya betina lu ya" sahut dion. " Eh dan lu ngapain lagi disini, sebaiknya lu cuci piring gih sana pasti banyak didapur" ketus dion.
"Dion jangan gitu dong" ujar ichana.
Dan zein mengangguk pula,dengan tertawa.
"Oh ya zein lo gimana udah punya cewek belum?" Tanya dion.
"Nggak ada sih, Gue suka ama orang rupanya salah pula'' sahut zein tersenyum pahit, matanya melihat ke ichana.
"Kenapa?...Kalau lo cinta pepet aja," sahut dion menepuk punggung zein dengan pelan. "Benar nggak cha" ujarnya beralih kepada ichana.
__ADS_1
"Benar banget dah..." sahut gadis ini sambil menyuap makanannya udah dia angguri dari tadi karena si rhani.
Bersambung .........................