Sikecil Milik SiDosen

Sikecil Milik SiDosen
Kediaman Ravindra


__ADS_3

Setelah selesai dengan shoping, makan, foto mereka pun keluar dari mall.Sebelum pulang Bian mengajak alysha ke rumah neneknya dulu yaitu rumah orangtua bian,kebetulan orangtua bian lagi dirumah bersama dengan orangtua ichana.


''Kita mampir kerumah nenek dulu ya,centik papa" ucap bian.


"iya pah, cha juga kangen banget sama nenek'' sahutnya kegirangan.


''Aku boleh tidak ikut?" tanya ichana melihat bian.


Bian mengerutkan keningnya, ''kenapa emang?"Ucapnya balik bertanya kepada ichana.Ichana hanya diam ''Orangtua mu juga ada disana loh'' lanjut bian.


''Ya udah,lanjut aja'' sahutnya pasrah.


Selama perjalanan kesana hening.Tak lama sampai lah dikediaman tuan Ravi, ichana melihat rumah nya banyak sekali perubahan. Rumah besar warna putih ada bundaran kecil berisi pancuran dan ada patung seorang sedang menyiram air. Rumahnya keren sekali. Didepan rumah terdapat mobil hitam mewah mengkilat. Bian berhenti tepat dibelakang mobil itu.


Ichana turun,sedangkan bian turun kemudian membuka sabut pengaman alyhsa dan menggendong nya. Saat mereka hendak berjalan masuk tiba tiba seorang pelayan menghampiri. Alysha memberikan paperbag kepada pelayan.


Kemudian mereka masuk,tangan ichana digenggam oleh bian. Diruang utama ternyata udah ada orangtua dan mertua nya sedang menikmati pembicaraan mereka.


''Nenek, kakek''panggil alysha yang masih dipangkuan bian.


Mereka sama sama melengah dan melihat cucunya. Alysha diturunkan dari gendongan nya langsung berlari memeluk Ny.yuhan.


''Cucu oma''Ucap Ny. yuhan memeluknya dengan erat.


"Apakah kamu nggak ingin memeluk oma juga" sahut Ny.Ravi ,cemburu melihat alysha memeluk Ny.Yuhan.


Alysha melepaskan pelukannya, kemudian pindah kepangkuan Ny.Ravi dan memeluk nya juga. ''icha rinduuuu sekali dengan nenek''ucapnya. Mereka semua tersenyum.


''Kenapa masih berdiri,duduk lah'' ujar Tn.Ravi.


"a.. ya pah'' mereka duduk,ichana menghampiri mamanya. "Mah aku kangen mama" ucap ichana memeluk mamanya dengan erat.


''Aish... dasar anak manja. mama juga merindukan mu loh'' sahutnya mencium pipu putrinya ini dengan hangat.


"Ichana begaimana kabar mu?"tanya Tn.Ravi.


"Baik om'' sahut ichana.


"Sepertinya bian merawatnya dengan baik, sampai saya tak sadar dengan putri saya lagi."ujar Tn.yuhan menggoda bian.


Bian hanya tersenyum kaku. Ichana melihat bian,''papa ngomong apa sih" tegurnya.


"Ichana,bagaimana dengan kuliah mu?" tanya NY. Ravi. Melihat menantu nya ini yang masih tampak belum kelihatan dirinya seorang dewasa. Karena sifat manjanya kepada sang mama seperti alyhsa.

__ADS_1


''Semuanya baik tente'' sahutnya melepaskan pelukan pada mamanya kemudian duduk formal dihadapan mereka.


"Hehe bisakah kamu memanggil kami mama dan papa juga. Kan kamu sudah menjadi putri kami'' ucap Ny.Ravi.


''hehe, icha belum terbiasa tan''sahutnya, tersipu.


"hehe.. biasakan dong'' ujar Ny.Ravi.


"Bian bagaimana kabar mu?'' tanya papanya.


''Baik pah'' Sahutnya.


"Bagaimana tentang tawaran kita'' tanya papanya sekali lagi.


"Hm.. untuk itu ya pah...bian belum bisa memikirkan nya pah. Bian masih ingin fokus ke karir bian dulu'' sahut bian.


"Hm.. saya jadi iri dengan mu Tn.yuhan.''ujar Tn. ravi. "punya putra yang hebat, sekarang sudah mengambil alih perusahaan menggantikan mu. Sedangkan saya"


"pah.


"Tuan Ravi jangan begitu, semua nya itu butuh waktu. anak kita mempunyai kekurangan dan kelebihan masing masing. liat lah kakak ichana terlalu sibuk dengan pekerjaan sehingga nggak mau menikah'' ucap tuan yuhan teetawa kecil.


''alysha menginap lah sama nenek untuk beberapa hari disini ya sayang.''pinta Ny. ravi.


"Beberapa hari tan?" ichana sedikit kaget mendengar nya.


Ichana melihat bian, kemudian menggeleng geleng. Iya melihat alysha.


"Bolehkan mah pah? " Tanya alysha,ichana tersenyum melarang.


"Boleh sayang'''


"What?"


Bian membolehkan membuat ichana terkejut.


"Ichana apa ada masalah?" tanya mamanya.


"Hehe nggak kok mah"


"Terus... ada apa dengan kalian.


"Biasa lah mah....alysha adalah pelindung ichana..jadi kalau alysha nggak ada siapa yang akan iya jadikan alasan menghindari saya.'' sahut bian membuat mereka mengerti dan tertawa kecil.

__ADS_1


''ichana..


"apa sih maaa'' sahut ichana malu,iya meyembunyikan wajahnya dipunggung sang mama.


"Cih cih... seperti nya hubungan kalian sangat baik" ledek ibu mertua nya.


Setelah puad berbincang bincang,bian dan ichana mengundurkan diri untuk pamit terlebih dahulu.


''Mah.. ''ichana tak ikhlas melepaskan mamanya, tatapannya seolah minta tolong.


"Haha kamu ini bukan anak kecil lagi, udah seharusnya kamu bertindak seperti seorang istri saat ini" saran ibunda tersayangnya.


"Mama, jangan lupa ya janji mama sama icha" timbal alysha.


"Aku ja... eh maksudnya ma... ma. mama janji apa sama kamu?" tanya ichana kembali tak ingin yang iya janjikan.


"Kan mama bilang,mama akan memberikan apa aja yang icha minta.'' sahut putri cantiknya ini.


Ichana hanya tesenyum,andai kau tau itulah yang menyebabkan ku takut dengan bian sekarang. Bagaimana nanti dia memerkosa aku Ichana tiba tiba mengelinjang tak jelas "Nggak mungkin itu terjadi'' ucapnya tiba tiba.


"Emang alysha minta apa sama mamanya?" tanya nenek yuhannya.


"Rahasiakan alysha'' ucao ichana dengan tatapan melarang nya.


"Hm... rahasia" sahut putri nya ini mengecewakan para tukang kepo.


"Seperti nya permintaan nya berat, sehingga membuat ichana tampaj memerah begitu" gota nyonya ravi.


"Eh... nenek emang mintak adek itu permintaan yang berat ya" ucap alysha memecahkan suasana. Membuat mereka ternganga dan melihat kearah ichana. Ichana langsung pamit dan keluar dari ruangan itu.


"Aaaaaa jadi... semangat bian" ujar ayah mertua nya menggoda bian.


Bian tak tahu harus dimana meletakan mukanya,iya bersembunyi dengan kata permisi.


"Ya hati hati nak,, jangan lupa dipepet aja. biar alysha juga punya teman dirumah" mereka malah mendukung bian.


"Permisi mah pah" ucap bian kehabisan kata kata kemudian pergi menyusul icahana.


Diluar iya melihat ichana yang sudah duduk didalam mobil, iya segera masuk kedalam mobil tanpa membawa alysha pulang. Dan iya segara meninggal kan tempat itu.


"Ya udah icha mandi gih sana"


"Baik nenek."

__ADS_1


Alysha dibawa pelayan.


Bersambung...................


__ADS_2