Sikecil Milik SiDosen

Sikecil Milik SiDosen
Setelah berjam jam


__ADS_3

Setelah berjam-jam mengikuti pelajaran, akhirnya jam kuliah terakhir pun berakhir, zein menghampiri ichana.


"Ayok" ajak pria ini berdiri didepan ichana.


Fadlan melihat mereka berdua, ichana melihat fadlan kemudian mencibir sehingga zein juga melihat nya.


Zein sengaja memegang tangan ichana untuk memanas manasi sepasang mata yang melihat kearah nya itu. Setelah jauh ichana melepaskan tanganya dari pegangan zein.


"Sory" ucap zein.


"What? haha sory untuk apa sih?" ujar ichana menyenggol zein dengan panggulnya.


"eh.. udah pegang tangan kamu"sahut zein tertawa.


"aihss santuiiii" sahut gadis ini menepikan rambutnya ketelinga. "BDW..Memangnya sejak kapan kamu bisa main basket?” tanya ichana mendongkrak.


"Hmm lumayan lama sih, sejak SD" sahut zein dengan santai. Iya melihat ichana dengan instans.


"Ehmm..." ichana pun berjalan dan mengangguk angguk pelan, iya berjalan sambil menggoyangkan tanganya.


"Zein!" seseorang berteriak dari kejauhan,zein pun melambaikan tangan.


Pria ini tampak menyusul zein dan ichana, tiba dihadapan mereka. zein berjabat tangan dengan pria ini dan tak lama tiba juga segerombolan orang orang ada yang memegang bola basketnya.


''Siapa zein, cewek baru lo ya?" tanya cowok yang berteriak memanggilnya tadi.


"Ehm, bukan!! teman kampus gue mah...perkenalan namanya ichana" ujar zein memperkenalkan ichana.


Ichana mengangguk dan tersenyum manis, mereka juga membalas senyuman ichana dengan cool.


Ketika itu ichana disuruh duduk untuk menyaksikan latihan mereka. Ichana memerhatikan mereka dan kadang melambaikam tangan karena zein juga melambaikan tangan.


Tiga jam lebih mereka latihan, akhirnya selesai zein pun menghampiri ichana. Ichana memberikan handuk kecil kepada zein.


"Sory lama"ujar zein mengambil handuk tersebut kemudian duduk sambil ngelap pundak dan wajahnya.


"Nggak papa kok, aku juga terhibur disini"sahut ichana dengan senyuman memikatnya. Dia benar benar tampan juga. Gumam ichana dalam hati memerhatikan zein dengan lekat.


"Hey... kamu lihat apa?"ujar zein menyadarkan ichana dari lamunannya.


"eh.. i. iya" ichana langsung salah tingkah karena ditegur oleh zein.


"haha...lucu kamu ya" ujar zein memegang bahu ichana selintas.


Tiba tiba suasana hening membuat mereka mejadi canggung, Zein melihat ichana sekali kali. Begitu juga ichana.


"Ichana,mau makan?"tanya zein.


"Boleh, makan dimana?" balas ichana pertanya kembali.

__ADS_1


"Nggak papakan kita pulang malam,takutnya nanti pak suami marah loh" ujar zein.


"Nggak papa kok zein... santai aja.. "


Senja, sepulang dari latihan basket mereka singgah Disebuah lestoran. mereka memesan makanan dan menikmati nya sama sama. Zein diam diam memerhatikan ichana yang sedang makan ini.


Parasnya yang ayu dengan matanya yang indah, membuat hati zein berdegup ketika melihatnya. zein merasa bahwa ia telah jatuh cinta pada gadis ini, namun sayangnya gadis ini sudah bersuami.


"Cha, aku boleh nanya Nggak?"izin zein dengan hati hati.


"Ehmm, tanyakan saja?"sahut ichana menyuap makanannya.


"Kamu kok mau dengan pak bian?,padahal umur kalian itu jauh beda loh dan pak bian itu punya anak lagi?😢" ujar zein sambil tertawa kecil agar tak dianggap terlalu serius.


"Ehmm...Kita bersatu itu karena suatu hal yang tidak bisa kita katakan kepada siapa pun, zein" sahut ichana menelan makanan nya kemudian mendeguk minumannya.


Ponsel ichana tiba tiba iya berbunyi,ichana melihat nya ternyata itu suami nya yaitu bian yang menelepon.


"Siapa?"


"Mas bian, Sebaiknya kita pulang zein.. mas bian udah nelpon aku nih" ujar ichana mengajak zein.


"Yuk" sahut zein bangkit dari tempat nya, kemudian meninggal kan uang dimeja setelah itu tancap gas keluar dari restoran.


################################


"eh, sayang... Kamu belum tidur juga?"tanya bian jongkok dilantai menyentuh pipu gadis ini dengan manja.


"ica belum ngantuk paah, mama nggak pulang ke sini ya paa?''Tanya alysha kembali.


"Pulang kok, cuma mama ada urusan bentar, alysha nunggu mama ya?" tanya bian menepikab rambut alysha yang menutup telinga nya ini.


"Anggak kok, alysha tidur duluan ya paah, papa jangan tidur kemalaman. Anggak usah nunggu mama paling mama tidur diluar" ujar anaknya ini.


"Ehmm, tidur gih sana?" suruh bian setelah mencium kening putri kecil Keduanya ini.


Alysha pun pergi diantar bebysiternya,sedangkan bian keluar dari ruang keluarga. Baru berdiri beberapa menit, mobil ichana masuk kedalam pekarangan rumah dan berhenti didepan rumah. Ichana turun setelah mematikan mobil iya melihat bian yang sedang menunggu nya.


"Maafkan aku, aku lupa waktu.. Aku nggak akan ulang lagi kok'' ujar gadis ini meraih tangan suaminya.


"Okey, aku maafkan, tapi janji kamu nggak akan melakukan ini lagi" ujar bian.


"ehmm.. tentu" sahut ichana melemparkan senyuman manisnya.


Mereka berdua sama sama masuk kedalam rumah.


"Icha, kamu udah makan?"


"ehmm Sudah , gimana denganmu mas?"

__ADS_1


"Sudah juga, ya udah kamu masuk kamar mandi ntar aku nyusul kamu ke kamar.''


"okey.."


Ichana menaiki anak tangga, bian pergi keluar kembali iya melihat mobil kemudian mengeluarkan benda kecil entah benda apa itu. Iya meletakan benda kecil itu dibawah kolong mobil ichana, tepat menempelkanya bawah mobil itu.


"Ini jalan satu satunya untuk seorang wanita nakal seperti kamu ichana, maafkan aku" ujar pria ini kemudian meninggalkan mobil.


Bian telah memasang sebuah alat yang akan melacak dan memberi tahu apa pun pekerjaan ichana. Bian melakukan ini agar iya bisa memantau pekerjaan istrinya yang sebenarnya.


Meski mereka telah memilih jalan yang damai, mengulang lagi dengan damai dan sebagai nya itu tidak dapat membuat seorang bian bisa percaya begitu saja dengan ichana lagi.


"Mas bian?" tiba tiba ichana datang, membuat bian terkejut. ''apa yang sedang kamu lakukan diluar mas?"tanya ichana melihat bian dengan instan.


"ah,, anggak apa apa kok, tadiii aku cari udara segar aja" sahut bian menghampiri ichana. "Yuk kita kedalam?" aja bian mengiring istri kecilnya kedalam rumah. ''Kamu tadi sama siapa aja pergi selain zein?"tanya bian.


"Cuma zein dan teman teman zein doang sih, kemudian kita jalan makan bersama dan langsung pulang itu aja" sahut ichana melihat zein.


"Ehmm okey, Gimana kamu siapa?"ujar bian membuat ichana berhenti dan dan dengan polosnya bertanya.


"Siap apa mas?"


"Aku ingin menggauli kamu, kamu gimana udah siap untuk digauli oleh ku?"tanya bian dengan penuh ke hati hatian.


"Digauli?, Maksudnya apa mas?" dia benar benar polos sehingga tidak tahu dengan kata kata seperti itu.


apa aku harus katakan saja intinya,tapi gimana kalau dia kaget tapikan... aihhs diakan harus membiasakan diri kalau tidak kapan akan terjadi. Gumam bian dalam hati.


"Kita adalah suami istri,digauli itu berarti aku mengajak kamu untuk melakukan hubungan itu, apa ya... ee..


"Aku paham,tapiiiii


"weeee?


"Aku belum berpengalaman loh mas?"


"Haha... emang apa an harus perpengalaman segala?...kan ada aku" ujar bian tertawa lepas.


"Kenapa ketawa mas, kan aku benar dan selama ini pun kamu hanya mencuri nya looh" tunjuknya dengan polos tanpa berdosa.


"Ehmm, maaf karena aku sudah mencurinya, tapi mulai sekarang aku janji akan selalu meminta kepada mu" sahut bian memeluk istrinya ini.


"Ehmm, tapi aku takut salah"


"haha,ya udah aku ajarkan gimana caranya. Yuk. ke kamar" ajak bian.


Mereka pun menaiki tangga berdua dan berakhir didalam kamar.


Bersambung..........

__ADS_1


__ADS_2