Sikecil Milik SiDosen

Sikecil Milik SiDosen
Balas dendam 1 (Yesi)


__ADS_3


Gadis ini melangkah dengan anggunnya memakai dress brokat pendek dengan warna merah yang sangat pas pada kulitnya dan dia juga membawa setangkai mawar menghampiri meja resepsionis.Semua mata tak kecuali melihat penampilan nya yang begitu terang dengan warna keberanian. Gadis ini bak seperti putri cantik membawa kematian.


"Hello" sapanya membelai sicowok dibalik meja resepsionis itu seperti bak jalangg yang sudah sangat Profesional dalam menyikapi pria idung belang.


Sicowok ini ingin meleleh, kalau dia jalangg benaran mungkin sudah dibayar dengan semua gajinya selama bekerja disinibuntuk memebeli gadis ini. Tapi sayang dia tidak akan mampu karena gadis ini milik keluarga aset negara, menjaga kesopanan penting untuknya.


Ichana mengedipkan mata pada pria ini lalu menghembus kan nafas wanginya semerbak mawar. Kemudian tersenyum kepada sicewek dan berhenti dihadapan yesi. Dan yesi juga membalas senyuman ichana dengan tegang.


"Kamu tidak ingin dipecat bukan?" Tanya gadis ini dengan santai sangat santai sehingga suasa diantara mereka mejadi dingin dan menyeramkan.


Yesi mengangguk penuh harapan agar dirinya tidak dipecat. "Yaaa... saya mohon padamu"sahut yesi sudah berkaca kaca.


"Menurutmu aku gimana?...Rupawan? atau buruk rupa?" tanya gadis ini lagi.


"Kamu rupawan, sangat rupawan" sahut yesi dengan sangat cepat.


"Hah... aku benar rupawan."Gadis ini menyentuh wajahnya dengan kedua tangan nya begitu lambat dan tersenyum dengan mengedip ngedipkan mata, bulu mata yang lentik itu menggambarkan kecantikan mata gadis ini ditambah lagi dengan bola mata cantiknya. Gadis ini memang sempurna dimata orang yang menemui nya dalam sekilas. Namun bila mengenalnya lebih lanjut tentu ada kata kelebihan dan kekurangan gadis ini.


Karena Faktanya Nggak ada dibumi ini makhluk yang sempurna diciptakan,yang ada makhluk diciptakan oleh yang maha kuasa dalam bentuk sebaik baiknya. Ya nggak sih guys?? 😊😊


"Lalu kenapa dulu kau mengatakan ku buruk rupa?"tanya ichana menekan membuat yesi ini terdiam tanpa kata kata. "Apa kau memuji ku sekarang agar kau tidak dipecat jadi nya kau menjilat!!"tekan gadis ini.


"Maaf" Kata itu adalah kata yang tepat untuk situasi sekarang ini yesi lakukan.


"Nggak bisa hanya sekadar maaf, saya tidak akan memecat mu bila kau mengikuti kemauanku"sahut wanita ini memberi peluang.


"Apa pun kemauanmu nyonya akan saya turuti" sahut yesi sudah tak bisa berbut apa lagi.


Gadis yang iya tindas dulu kini sudah menjadi gadis yang sangat cantik dan berkuasa. Andai dia tau dulu kalau seorang ichana hanyalah menyamar menjadi orang miskin dengan gaya yang nggak terurus adalah orang kaya yang sebenarnya dinegara ini. Mungkin dia tidak akan menindasnya. Dan mungkin masalah ini juga tidak akan terjadi.


"Mari kita ke casanova"ajak ichana sambil memaminkna mawar setangkai itu.


"Tapi saya tidak bisa main itu" sahut yesi sudah menitikkan peluh nya.

__ADS_1


Dan yang lain memerhatikan dalam ke adaan cemas dan menegang kan pula.


"No... kamu tidak main, kamu hanya akan menemani saya bermain. Bila saya kalah kau harus membayar kekalahan saya dengan.... pokoknya kalau kamu mau, ikut aja.. tapi kalau nggak mau saya akan pecat kamu dan kamu secara tidak terhormat di hotel ini sehingga kalian nggak bakalan diterima dimana pun lagi" ujar ichana menunjuk yang Sicowok juga.


"Ehm.. maaf nona, kenapa saya juga?"tentu Sicowok heran,Apa pula salahnya. Perasaan dia sopan dan baik kepada ichana.


"Salah mu, karena kamu memakai tubuhnya"


Alahmak ketahuan, Mereka berdua jadi ternganga dimana ichana tau kalau mereka sering melakukan itu.


"Jangan pecat saya" sekarang si cowok juga ikutan mengemis.


"Semua tergantung dia" sahut gadis ini menunjuk yesi.


"Okey, saya akan menuruti kemauan mu" Sahut yesi dengan sangat yakin.


"Okey, ayoo ikut saya" sahut gadis ini Berjalan.


Sambil berjalan ichana terus bertanya dimana teman temannya yang lain dan apa pekerjaan nya. Yesi sempat tak mau menjawab karena iya tak ingin membuat teman temanya terima nasib seperti dirinya juga. Namun ichana mampu memprofokasinya sehingga wanita ini akhirnya menyembutkan dimana pekerjaan tinggal status dan semuanya.


"hey ichana" Ichana berjabat tangan dengan seorang pria, pria ini adalah king casano melawan nya sangat susah sekali.


Tubuhnya membuat yesi ngeri karena bertato hitam lekat, cuma giginya aja yang nampak saking hitamnya. "Siapa ini?" tanya pria ini bernama bimo.


"Teman" sahut ichana duduk dan yesi ikut duduk disini.


Pria ini mengangguk paham, karena ichana sejam tadi menghubinginya karena dia ahli dalam melakukan ini.


"Sesuai peraturan gue ya, siapa kalah temannya harus minum Wiski ini sampe habis." ujar pria ini memegang botol tersebut.


"okey....." sahut ichana penuh dengan keyakinan. "Kau sanggupkan..kalau tak sanggup bilang aja"sahut ichana menyudutkan yesi.


"Sanggup nyonya" sahut yesi dengan yakin.


Pertandingan dimulai, Didalam hati yesi berdo'a agar pemenangnya ichana, namun harapannya pupus karena ichana tak ada harapan untuk menang karena meski iya tak pandai main, namun yesi tau mana yang bakalan kalah dan menang bila dari gaya ichana main. Gadis ini tidak bisa menang sama sekali. Emang benar ichana tidak pandai main karena ini bukan ahlinya.

__ADS_1


Wanita yang penuh dijaga oleh orangtuanya sampai tumbuh remaja dan remaja dikasuh oleh sang suami dengan baik baik dan tidak pernah menyentuh yang namanya tempat tempat seperti ini. Namun iya menyentuh tempat ini akhirnya atas dasar dendam nya terhadap yesi.


"yes... "Pria ini bersorak.. dan teman yang menemani nya berteriak gembira akhirnya selamat.


"aishhh"Wajah yesi langsung masam dan dengan berat hati maraih botol tersebut dan meminumnya.


"Habiskan.. habiskan habiskan" soraknya bergembira dan berisik disana.


Minuman itu juga udah diberi obat gila oleh teman ichana tersebut. Mereka mulai bercakap cakap sedangkan yesi yang bukan hanya mabuk iya juga merasakan hal yang sangat aneh pada dirinya.


Sedang enak Enaknya berbicara dan tertawa tiba tiba tawanya tercekik saat melihat sosok pria kekar yang menatap tajam ke arahnya dari jauh sana dengan memakai kameja biru putih dilapisi jas hitam dan celana hitam. Ichana langsung menelan ludahnya, alahmak mati gue. Batinnya.


"Nanti kirim videonya okey.. gue harus pergi" sahut ichana meninggal kan yesi dan setangkai mawar yang cantik tadi di meja.


Iya berlari keluar dari ruang itu, bian yang melihat ini segera mengejarnya dan sihitam tadi terheran melihat keduanya. Lari ichana begitu cepat pada akhirnya iya menginjak lift dan menuju kekamarnya. Bian tiba disana lift sudah tertutup.


Terpaksa pria ini menaiki tangga dengan cepat kilat dan sampai lebih dulu masuk kekamar ichana. Bagaimana mungkin lift mengalahkan tangga coba.


Ichana tiba dipintu kamarnya, ngos ngosan dan gemetar menempelkan kartu masuk nya. Tiba dikamar iya langsung menutup pintu dan tersandar dipintu itu dengan perlahan terduduk.


"Astaga.. singa jantan itu pasti menelan ku, karena sudah berani masuk ketempat itu!!!" rungutnya menutup wajahnya dengan kedua tanganya.


"Sejak kapan kau mulai masuk kesana?"tanya nya tiba tiba mengegetkan Ichana.


Ichana melihat pria yang tengah duduk dengan memegang segelas cofi dan didepanya ada koran.



"Ehmm.. mas bi.. mas bian kok bisa ada dikamar ku" sahutnya mulai berdiri dengan gemetar.


"Sejak. kapan. kamu. mulai. masuk. ketempat. itu?" ujar bian mengulang pertanyaan nya kembali.


"Ba.. ba.. baru sekali ini kok" sahutnya.


"Sini dong,jelaskan pada saya. sebanyak itu tempat bermain yang dibuat oleh manusia..kenapa harus tempat itu hah?...Why Ca.sa.no.va.??...why? hah.. Ichana aku bertanya kenapa harus casanova. jawab dong sayang" Suara pria ini pelan tapi mampu mecekik mental ichana.

__ADS_1


__ADS_2