
"Pah mama ada dimana?, kenapa mama tidak ikut makan dengan kita?" tanya alysha baru hendak sarapan pagi.
"Mama tadi udah buru buru kekampus" sahut bian.
"Mm pah?
"Iya sayang?
"alysha mau kerumah nenek yuhan ,bolehkah?" tanya alysha
"Udah izin sama mama mu?"tanya bian kembali.
"Belum pah, tapi aku pengen liburan tempat nenek"
"Untuk berapa hari"
"aku pengen disana sampai puas, nanti kalau aku udah mau pulang aku bakalan menelepon papah atau mama deh."
"Okey lah, tapi jangan lama lama nanti mama icha papa ambil loh" canda bian.
"Jangan!!!,papakan ada mama juga. mama icha jangan diambil juga dong" celoteh nya sewot.
"haha, kamu sayang banget sama mama ya....papa jadi cemburu dengan mama" rengek bian membentuk wajahnya murung.
"Papaaah, icha juga sangat sayang sangat sangat sangat pokoknya. kalian itu orangtua kesayangan icha." sahutnya alysha memeluk papanya.
"Hallo"
"Eh mah, mama sejak kapan datang?"
Bian melihat mama dan mama mertuanya datang.
"Baru, seperti nya kalian seru banget"ujar ny. yuhan.
"Haha, iya mah" bian tertawa pelan.
"Icha mana bian?" tanya ny. yuhan.
"Ichana dari jam 6 tadi udah kekampus mah, dia sibuk banget dengab tugas kampus nya." sahut bian.
"Oh ya mari duduk" ujar bian mengiring mereka ke ruang tamu dan menyuruh pelayan memberikan minuman.
"Oh iya icha, kamu udah selesai bereskan barang?"tanya ny.yuhan.
__ADS_1
"Belum nek" sahutnya cengengesan.
"ya udah silahkan, kita tunggu kamu disini"
"Okey... bibiiiiiiikkkkkk bantu alysha beres beres ya" teriak nya sambil berlari lari dengan kaki pendeknya itu.
Sementara itu bian dan mereka duduk diruang tamu berbincang bincang.
"Bagaimana ichana?, apa dia sudah berubah?" tanya ny. yuhan.
"Yaa begitulah mah" sahut bian.
"Kamu harus sering membantu nya bian" ujar mamanya.
"Iya mah, pasti"
"Maafkan putri mama ya, yang belum juga sadar akan kewajiban nya." sahut nyonya yuhan tersenyum paksa
"hehe. anggak papa ma.. aku lega aja dengan dia sekarang sudah mau dekat dengan alysha. ngajak alysha kemana mana dan bermain, Mengajarkan dan melakukan hal hal yang baik bersama. ichana itu jauh sekali berubahnya." sahut bian menjelaskan dengan baik.
"Syukulah, kalau kamu bisa mendidik nya dengan baik. Karena sudah 4 tahun kalian bersama dan kamulah yang paling dekat denganya selama 4 tahun belakang dari pada mama dan papanya." sahut nyonya yuhan tersenyum.
"Iya, satu lagi jangan terlalu keras pada menantu cantik mama.. kalau kedengaran dia menangis karena mu mama akan masukan kamu ke dalam got nanti" tambah Nyony rhavi sang ibunda bian.
"Haha, iya iya maaah..
Aku harus menasehati ichana lebih keras lagi. Aku benar benar tak tega melihat bian diperlakukan seperti itu. Apalagi putri mereka. ya tuhan alysha...anak sekecil itu harus merasa kan bagaimana rasanya tidak dapat kasih sayang dari ibunya. ya tuhan aku berharap semoga ichana lekas sadar.
###
"Au.. sakit banget tauk!!!"rintih ichana mendapati luka dibagian tumit dan sikunya karena jatuh dari tangga lantai 3 kelantai 2
Untung dirinya tidak kenapa napa,cuma luka ringan saja dan bisa diobati lagi. "makanya jalan itu hati hati!" celoteh ichana kepada wanita yang menabrak ichana sampai jatuh.
"Kamu itu jalan yang tidak liat liat."ketus jheni si asisten suaminya ini.
"udah tau salah, malah bicara ngegas pula enggak tau malu banget sih loh" ketus ichana balik melotot.
"Eh, gini gini gue besar pada lu ya.. enggak punya etika banget lo jadi mahasiswa" jheni melotot dan membentak ichana dengan keras sehingga orang orang pada melihat mereka yang sedang beradu debat.
"Eh, asisten dosen yang kecentilan,lo mempertanyakan etika?, apa nggak salah tuh?, lo aja yang lebih tua dari gue aja enggak punya etika. Bagaimana gue pake etika juga dengan lo." ketus ichana kali ini berdiri tegak mengukur dirinya dengan jheni.
Emang sih jheni tinggi dari ichana. Namun kalau dibanding banding sangar lebih sangar ichana.
__ADS_1
"Mau jaga imet kok, ngejatuhan orang lain.. enggak mampu ya bos" ledek ichana turun dari tangga dengan jalan menengkak.
Fadlan yang melihat ichana seperti itu langsung menuruni tangga dengan cepat dan membantunya turun. Meski sempat dapat penolakan namun fadlan tak berhenti disitu saja dia tetap dengan gigih membantu jadi ichana juga tidak bisa menolaknya lagi.
"Kenapa bisa jatuh sih cha, kamu dari dulu benar benar tidak berubah ya. selalu saja jalan tidak hati hati." omel fadlan yang dari dulu selalu memerhatikan ichana.
"Kamu juga tidak berubah tetap saja mengomel kayak mama ku saat aku ketahuan mencuri ikan dilemari." balas ichana.
Fadlan membersihkan luka ichana pada lutut, kemudian mengasihnya hansdiplas dan begitu juga siku Ichana.
"Lain kali hati hati, jangan sampai jatuh lagi karena aku tidak bisa mengobati mu lagi" tutur fadlan.
"haha, merinding aku mendengar mu bicara begitu" sahut ichana menyentuh kuduknya.
"Aku benar bukan?, karena kamu kan sudah punya laki laki mu sendiri yang bakalan mengurus kelemotan mu ini.. mana dosen lagi!" ledek fadlan.
"ih bangsat banget kamu ya.. bisanya itu meledek aja." ujar ichana kesel dan mencubit bahu fadlan.
"haha, tapi benar kan?... Kalau aku pikir pikir kamu waktu smp itu sangat sering sekali terluka karena ceroboh bukan"
Itu bukan karena kecerobohan ku tapi karena aku di kerjai sebab berani menaruh perasaan kepadamu Batin ichana. Sedangkan kepalanya mengangguk.
"Oh iya, Aku rasa kamu sangat jauh berbeda dengan yang dulu. Apa yang membuat mu secantik ini?"
Aku cantik dari lahir, ya kamu saja yang tidak bisa mengenali gadis ini.
"Hey..
"Ah... anu.. dulu aku tak pernah perawatan tapi sekarang aku sudah punya suami tentu aku selalu perawatan makanya cantik banget" sahut ichana.
"Aku benar benar terbohongi oleh mu" ujar fadlan duduk disamping ichana.
"Hah, kenapa?"
"ya begitulah" ujar fadlan. "Hmmm icha, aku boleh berbicara sesuatu tidak?" tanya fadlan.
"Hmm.. apa?".
"Kenapa kamu mengganggu chika dan yesi"tanya fadlan membuat ichana terdiam melihat fadlan,beberapa menit kemudian.
"Tidak ada,aku hanya suka saja" sahut ichana.
"Tapi apa yang telah kamu lakukan itu keterlaluan ichana,sekarang yesi sakit.. mentalnya terganggu karena video itu dan tekanan dari komentar nya juga" ujar fadlan.
__ADS_1
"Itu pantas di dapatkan mereka. kalau gitu aku perimisi fad." ichana berdiri. "Oh iya terimakasih sudah merawat luka ku. aku janji akan mengganti hansdiplas mu ini besok" sahut ichana sambil jalan mundur dengan kaki menengkaknya.
Bersambung