
"Sini dong,jelaskan pada saya. sebanyak itu tempat bermain yang dibuat oleh manusia..kenapa harus tempat itu hah?...Why Ca.sa.no.va.??...why? hah.. Ichana aku bertanya kenapa harus casanova. jawab dong sayaaaang" Suara pria ini pelan tapi mampu mecekik mental ichana.
Ichana hanya tersandar,dipintu melihat pria ini yang menatapnya sulit diartikan. Tapi yang jelas pria ini sedang marah besar. Tadinya iya yang memimpin yesi,sekarang iya yang di pimpin oleh suaminya.
"Ak.. aku.. aku
"Sini dulu" sahut pria ini mengajak ichana untuk menghampiri nya dengan tangan.
Dengan langkah gontai gadis ini berjalan, kakinya gemetar sehingga iya tergelincir memekai heelnya. Wajah nya berkeringat,iya merasa kan ketakutan yang dirasakan oleh yesi tadi karena ulahnya juga. Apakah ini yang dinamakan Karma dari sebuah dendam kepada orang lain.
Bian berdiri dari duduk nya,sehingga gadis ini tampak pendek dari tubuh tinggi nya. Dimata bian ichana lebih kecil dari semut sakin marahnya iya melihat istrinya bersorak sorai dengan tawa yang lepas ditempat yang tak seharus nya iya berada.
"Kenapa?,kenapa kamu melanggar semua yang ku larang?, apa kamu sedang menguji ku?"
Gadis ini sudah ketakutan,begini lah rasanya kalau kita yang salah. Tidak bisa melawan kecuali hanya memiliki rasa takut yang berlebihan.
"Aku datang kesini karena aku merasa bersalah,aku mencari mu dan aku menemukan titik lokasi mu disini, tapi kenapa aku nemukanmu disana?...apa kamu menguji ku sekarang!!!!!" awalnya begitu tenang dan akhirnya membentak dibagian 'apa kamu sedang menguji ku sekarang'
"Akhir akhir ini kamu aku lihat, selalu mendekati apa yang sudah menjadi larangan ku? why?.. what do you want?... Tell me what you want, I'm already dizzy seeing your behavior you know!!!!! Kamu itu sudah membuat aku muak...aku pusing ichana pusing melihat kelakuan mu"
"I just want you to give me freedom.. got it!!!..aku hanya ingin kebebasan,aku ingin hidup bebas... Cukup orangtua ku yang mengekang ku dari kecil sampe aku menginjak remaja. Dan kamu jangan!! jangan mengekangku!!!" pekik gadis ini kini menangis.
Dengan tubuh yang gemetar tadi, dan terlalu dalam, dalam ketakutan nya sehingga ia melawan bian dengan beraninya.
"Kau ingin kebebasan?...Okey kau bebas melakukan apa aja, tapi berhenti menjadi istri ku. saya akan menuntut mu ke pengadilan!!!!" Balas bian kini sudah putus asa menghadapi rumah tangganya.
Perempuan seperti ichana tak kunjung kunjung juga berubah, sifat nya kini malah menjadi jadi sedikit pun tidak bisa dipatuh lagi. Kini pikirannya melepaskan adalah jalan terbaik dari semua yang terbaik.
"No, nonono aku nggak mau!!!"pekiknya.
"Ck, kemarin kau masih berteriak padaku minta pisah..kenapa sekarang ketika aku melepaskan mu malah kamu nya yang nggak mau?...Ada rencana tersembunyi apa lagi diotak mu itu?"ketus pria ini tiba tiba tak percaya istri kecilnya ini tak mau dengan semua yang selama ini iya inginkan.
"Aku nggak mau, aku nggak mau cerai dengan mu?...Siapa yang akan menerima ku yang udah nggak utuh lagi,nggak,aku nggak bakalan melepaskanmu.. enak banget hidup mu" rungutnya mundur satu langkah demi satu langkah bersamaan dengan tanganya yang terus berada diatas kepala.
Saat iya hendak mundur lagi namun sudah terhalang oleh ranjang. Akhirnya iya terduduk, Kepalanya pusing,tubuhnya langsung lemah, sangat lemah.
"Icha.. hey.. icha kamu baik baik ajakan?" pria ini langsung khawatir dan menghampiri nya kemudian merasakan kening gadis ini.
Suhu tubuh wanita ini ternyata naik, Bian langsung panik dan membawa nya keluar dari kamar untuk membawanya pulang dari sana.
...Rumah Sakit...
"Bagaimana keadaan nya dok?" tanya bian panik.
__ADS_1
"Gadis ini hanya kelelahan dan kekurangan darah, oh ya anda siapa nya?" sahut dokter ini menerangkan dan bertanya kepada bian.
"saya suaminya, apa ada yang lebih serius dok?" tanya bian makin reseh melihat wajah dokter ini.
"Ehmm, gini pak..saya saran kan untuk istri anda jangan mengosumsi pil kontrasepsi..bahaya pada tubuhnya apa lagi diakan masih muda. sebaiknya cari aman aja." saran dari dokter.
"Kontrasepsi???,,,Lalu sekarang bagaimana dok?" tanya bian. Berani sekali dia meminumnya tanpa sepengetahuan aku.
"Nanti tebus macam macam obat ini di klinik. pastikan dia minum obat tiga kali sehari dan stamina. kemudian penambah darahnya seminggu tiga kali.'' ujar tsang dokter memberikan resep obat yang harus dibeli bian.
"Terimakasih dok" sahut bian.
"sama sama" sahut dokter nya kemudian pergi ketempat nya.
Bian menghampiri ichana yang masih terlelap oleh bius. "Ternyata kamu lebih pintar dari ku sekarang" ucapnya menyentuh pipi gadis ini.
"Mama" alysha datang tiba tiba menangis melihat mamanya berbaring.
"Alysha,kamu tau dari mana mama disini sayang?" tanya bian mendudukan putrinya dikursi.
"Dari bibik" sahutnya terisak.
Bian melihat bebysiternya, dengan tatapan tajam membuat mereka menunduk minta maaf sudah memberi tahu alysha. kemudian mereka pergi setelah disuruh bian pergi.
"Tapi kenapa mama tidak bangun pah" tanya nya melihat mamanya tidak membuka mata meski dipanggil pangil.
"Mama lagi istirahat, jadi nggak boleh diganggu dulu"
"Mama nggak matikan pah"
"Nggak sayang.. nggak kok.. jangan ngomong gitu ya"
Bian mendekap kepala gadis ini dengan erat dan penuh kasih sayang.
...******...
Ichana siuman, dan melihat alysha langsung tersenyum dengan mengatakan."Mama,mamq bangun syukurlah" sahut nya langsung memeluk ichana dan menangis.
"Syukur lah kamu sudah bangun" ujar bian ikut lega.
"Mama jangan tinggalkan alysha lagi ya" tangsinya terisak isak.
"Maaf" sahutnya.
__ADS_1
"Alysha mama baru bangun kasian"
"Aku pengen peluk mama"
"ta..
"nggak papa mas." sahut ichana membalas pelukan alysha.
...*****...
Dirumah pelayan menyelinap masuk kekamar majikan nya atas perintah majikannya untuk menemukan dimana ichana menyimpan pil kontrasepsi itu. Hampir sejam mereka mencari dan akhirnya baru ketemu di balik figura besar gambar ichana seorang diri dengan pose imutan.Pelayan ini mengitungnya terdapat 2 baris yang telah habis dan ada 3 kotak lagi.
Mereka tampak mengeluarkan isi dari benda yang iya pegang itu dua baris juga dan meletakan tiga kotak dibelakang seperti semula.
"Ternyata nyonya, sangat teratur minumntya" bisiknya ke teman satunya lagi.
"Iyaah" sahut nya mengangguk. "Kadang saya heran juga dengan nyonya muda, seharus nya ia beruntung ketemu tuan bian yang bertanggung jawab. Ini malah disia sia in gitu..nggak bersyukur banget" kesal pelayan muda itu.
"Aihss... nggak gitu.. nyonya muda itu masih kecil, jadi yang sebenarnya dia itu tidak paham dengan pernikahan,Sedangkan tuan makin hari makin mengekangnya" sahut yang lebih tua.
"Tuan bian mengekangnya kan karena nyonya muda terlalu bebas sekali akhir akhir ini, semenjak iya kuliah lah." tutur yang lebih tua.
"Udah lah... semoga mereka baik baik aja sampai tua nanti, aku sangat berharap"
"amin"
mereka pun keluar dan menghilangkan jejak dengan cara membangkar bungkusnya dan membuang isinya di Wc.
"Semoga aja alysha punya adek segera" Do'a yang tua.
"kemarin itu nyonya keguguran kenapa mbok?" tanya si muda ini.
"emang nyonya muda pernah hamil lagi?" ucapnya ketinggalan berita.
"eh, bibik nggak tau?,, nyonya muda keguguran habis membentak non alysha, lalu tuan balik.membentak dan nyonya ini ngambek, tak lama tuan nyusul dan baru beberapa menit nyonya muda sudah di lumuti darah digendongan pak bian kebawah kebetulan baju nya waktu itu putih juga ih pokoknya parah deh. dan akhirnya nyonya keguguran. Apa mungkin karena marah marah itu ya"
"Sumpah saya nggak tau, mungkin waktu itu saya pulang kampung kali ya.. kasian nyonya muda" sahut gadis ini mengiba.
"iya mungkin karena itu nyonya muda pake pengaman sekarang, tuan bian adalah pria bugar sehat dan subur, nyonya muda wanita yang sangat muda biasanya kalau muda itu penyuburnya lebih besar dan kemungkinan untuk punya anak juga besar.. gitu nggak sih"
"Hanya dokter yang tau ah.
"aihss.
__ADS_1
Bersambung........................