Sikecil Milik SiDosen

Sikecil Milik SiDosen
Dikampus ichana mengantuk


__ADS_3

Di kampus ichana mengantuk, dari tadi dirinya terus menguap dan menguap Karena sakin ngantuk nya. Apalagi semalam mereka habis melakukan pekerjaan rumah tangga sampe jam dua malam.


"Ichana"


"Ichana yuhandiriani!"


"Ah iya pak!" ichana kaget saat nama nya dipanggil oleh dosen nya.


"Kamu keluar dari ruangan saya!" perintah nya.


"Tapi salah saya apa pak?" tanya ichana kepada dosen bersungut tebal begitu.


"Karena kamu tidak memperhatikan saya menerang kan. Ternyata perjanjian mu itu juga tidak ada gunanya. Maka dari itu keluar dari ruangan saya."


"Pak maafkan icha pak, icha tidak bakalan mengulangnya lagi. icha janji" ujar ichana memohon dengan tulus.


"Janji lagi, janji mu semua palsu saja"


"Berikan saya satu kesempatan lagi, saya berjanji tidak bakalan main main lagi" sahut ichana memohon.


"Apa semalam anda bergadang?" tanyanya.


"Tidak pak" sahut ichana membesarkan matanya agar terlihat tidak mengantuk lagi.


###


"Pak bian tunggu" seorang mahasiswi berlari lari mengejar bian yang tengah berjalan cepat.


"Pak saya mohon bantu saya pak" ucap wanita ini memohon sambil menyodorkan kertas nya.


"Sayakan sudah katakan, Selesai kan dulu tugas mu baru nanti saya rubah nilai mu?, Itu sudah keputusan yang tidak dapat di ganggu gugat lagi!" tegas bian.


"Tapi pak, Semua tugas saya sudah saya kirim kebapak, Masak saya ulang lagi pak"


"Anda menemui saya tidak sopan dan sekarang menjawab mengeluh. Kalau anda mengirim tugas itu tentu saya menerima nya. Kedosen mana anda kirim, ke blok mana? ke email mana?. Tolong berikan buktinya kalau tidak saya tidak akan memproses nilai anda" tegas bian lagi kemudian pergi.


"Arghh, Ganteng ganteng galak!!!...aishhh kek mana lah ini masa ngulang dari pertemuan pertama sih.. kalau begitu sama aja ngulang matakuliah." rungut gadis ini mengusau rambutnya.


"Pak dosen itu sangat menakutkan bukan?" tanya ichana krpada gadis ini.


"Iya, Percuma aja ganteng tapi kiler. pengen ku ulek tu bapaknya.. salahnya sendiri enggak melihat tugas ku malah menyalahkan aku..aishhh benci banget dah" rungut nya tanpa melihat ichana.


"Kakak dari jurusan apa?, Fisika juga?" tanya ichana.


"Iyah_Eh kamu kamu siapa?" tanya gadis ini menunjuk ichana baru sadar.


"Aku, aku junior kakak..kalau begitu saya permisi kak" sahut ichana kemudian pergi sedikit berlari.


"argh, dosen kiler pelit" ketus nya kemudian pergi namun dia melihat kebelakang lagi.


tok


tok

__ADS_1


tok


"eh tu bocah Ngapain kesana?" ketus gadis ini. "Hey.. "berteriak memanggil dan mengejar ichana kemudian menarik nya.


"Ngapain kamu keruangan pak bian?, Apa kamu ingin mengadukan kata kata saya hah?" ketus gadis ini menutup mulut icha.


ih tanganya bau bawang, pengen muntah aku.


"jangan macam macam kamu ya, awas kamu mengadukannya." ancam kakanya melepaskan tanganya dari muluk ichana.


"Mau anda apa kan dia?"


ah sontak keduanya terkejut saat melihat bian yang sudah ada didekat mereka.


"Apa yang ingin kamu katakan ichana?, katakan saja kepadaku" tutur bian melihat gadis ini tapi bertanya pada ichana.


"Tidak ada pak" sahut ichana.


"Kamu jangan berbohong dengan saya" kini bian melihat ichana dengan tatapan tajam.


"Kami, kami hanya membicarakan sesuatu pak dan itu sangat sangat pribadi jadi tidak boleh siapa pun yang tau kecuali kita berdua." ujar gadis ini membantu ichana dari tatapan maut pria ini.


"Ichana..


"Eh fadlan.


Saat bian melihat kedatangan cowok itu, langsung wajahnya menjadi datar dan malas.


Sedangkan wanita ini mengode ichana untuk pergi dengan teman yang memanggilnya tersebut. "pergilah" bisiknya sangat pelan pelan sekali.


Wajahnya mati ketakutan dan panik sekali. Dia harus ngapain cobak.


"P_Pak saya minta maaf." sahut icha memohon minta dilepaskan. "Sebenarnya kami membicarakan kamu. kakak ini bilang 'kamu ganteng banget.Jadi dia suka sekali melihat mu itu aja' begitu pak" ujar ichana membuat gadis itu lega dari wajah kepanikanya.


"Nah_i_iya_iya iya itu pak."


"Saya tau saya ganteng kok, Itu bukan berarti saya bakalan mengampuni kamu, tetap kerjakan semua tugas mu baru nilai mu saya rubah"


"Bisa lepaskan nggak pak?" ujar ichana terus berusaha lepas.


"kalau begitu anda boleh pergi"


"Baik pak" sahut gadis ini langsung pergi. yah gue ditinggalkan kurang asem banget sih. Fadlan sini bantu aku.


Ichana melihat fadlan makin dekat. ayo kesini sini selamatkan aku.


"Maaf pak bian, bisakah saya bicara dengan ichana. kami ada yang mau dibicarakan" ujar fadlan meminta ichana dengan baik baik.


"Bicarakan disini" sahut bian.


"Pak lepaskan baju saya dulu" tutur ichana.


"Aku tidak megang baju mu" sahut bian mengangkat tangannya.

__ADS_1


"hah, hehe maaf pak" ichana jadi cengengengesan nggak jelas. perasaan tadi dia megang baju gue deh. batinya.


"Ayo cha" ujar fadlan.


"Tidak bisa, ichana harus bicara dengan saya. kalau kamu mau bicara denganya katakan saja disini atau ndak diruangan saya" ujar bian.


"Maaf pak, ini masalah pribadi pak jadi kami berdua tidak bisa membicarakan nya didepan orang asing" sahut fadlan lagi.


"Orang asing?, saya?, saya dosen kalian bagaimana kamu katakan orang asing dan saya juga SUAMI DARI ICHANA" tekan pria ini.


"Pak, eh mas. eh iya pak" udah benar yang pertama malah berubah juga. Batin ichana. "Pak bian, saya harus bicara dengan fadlan sebentar dan saya akan pulang setelah ini. saya janji" ujar ichana janji.


"Bukan urusan saya" sahut pria ini lalu pergi meninggalkan ichana keruangan nya.


yah dia ngambek, ck kek mana lagi nih


"Pak bian itu posesif sekali dengan cowok kampus ini. apalagi sama aku aneh banget." tutur fadlan.


"Kamu mau mengatakan apa fad?, katakan saja disini?" ucap ichana dengan datar.


Bagaimana dia tidak posesif pada mu dia suamiku, apalagi dia tau kalau aku menyukai mu setengah mati dan kamu saja yang tak tahu perasaan ku sebesar itu kemarin.


"Bagaimana luka mu sudah baikkan?" tanya fadlan.


"Sudah," apa dia hanya ingin menanyakan ini. "Sekali lagi terimakasih sudah mengobatinya." tambah ichana berterimakasih.


"Luka diatas lutut mu itu yang lumayan dalam, apa kamu sudah kedokter untuk mengganti plesternya.?" tanya fadlan. "soalnya kemarin itukan hanya plester murahkan"


Jadi pria ini yang sudah menggantinya, itu berarti dia...aishh.. apa an sih bian pikiran mu ini. cuma mengganti plesternya doang pikiran mu malah melayang kemana mana


Ternyata bian mengintip dan menguping pembicaraan mereka.


"Iyah, Yang disini sudah di kasih obat lagi sama mas bian. agar tak memburuk." sahut ichana. Ya tuhan, malas sekali aku membahas ini.


"Syukurlah, aku mencari mu untuk membicarakan masalah antara kita dimasa lalu" sahut fadlan.


Ichana langsung menarik fadlan untuk menjauh dari sana.


masalah apa itu, kenapa dia malah menjauh.seintim apa pembicaraan mereka.


"Pak


"ah pocotpot" bian terkejut latahnya membuat jheni tertawa kejang.


Namun segera dia hentikan karena kenak mata laser bian yang kesal. "ada apa kamu datang kesini?" tuturnya.


"Pak bian liatin apa sih?, sampai segitunya" tanya jheni.


"Bukan urusanmu" pria ini masuk kedalam ruanganya kembali dan disusul oleh jheni kedalam.


###


"Bisa kamu hentikan itu semua" ujar fadlan.

__ADS_1


"Kenapa?, ini belum seberapa dari perlakuan nya kepadaku fad."


Bersambung


__ADS_2