Sikecil Milik SiDosen

Sikecil Milik SiDosen
Kembali Kemasa Lalu


__ADS_3

Perhatian!!!!!!!!!!!!


Hello guys,cerita ini melompat ya kemasalalu ichana dan bian ya........selamat membaca....Maaf nggak up dalam waktu lama ya.....


Seorang gadis cantik sedang hamil 7 bulan berlari manja,tak ada takut takutnya juga menuruni anak tangga demi anak tangga. Dibelakang ada seorang pelayan paruh baya yang bergegas gegas mengikuti gadis ini dengan mulut yang begitu cerewet menegur gadis ini. (Ichana)


''Nyonya muda, jangan berlari... duh ya tuhan.. nyonya!!!...nyonya muda pleace berhenti.. nanti anda jatuh duuhhh."


Mereka sama sama tiba dilantai dasar rumah megah ini, ichana langsung memeluk seorang wanita paruh baya yang iya panggil mama ini.


''Mama" dengan kegirangan,tanpa peduli apa yang ada diperut nya.


"Ya tuhan ichana putri mama yang paling cantik ini.. kenapa harus berlari bagaimana kalau kamu jatuh dan sikecil akan terluka didalam?" ujar nyonya yuhan menyentuh perut putrinya ini.


"Ehmm... kapan keluar nya sih dia dari perut ku?"


sahutnya memoyongkan bibirnya merasa bosan, karena perut nya yang besar membuat dirinya terhambat melakukan apa saja. Terutama sekali sekolah, menari, balap motor atau pun mobil. Dia tak bisa melakukan apapun lagi karena bayi yang ada diperutnya ditambah lagi pengekangan oleh suaminya (bian).


''Bagaimana keadaan mu nak?"tanya nyonya ravi memgusap rambus hitam panjang lurus ichana ini.


"Keadaan ku baik tante''sahut ichana mengangguk dan tersenyum manis.


"Syukur lah... bila kamu sehat, maka bayi yang ada di perut mu juga akan sehat" Nyonya ravi mengusab perut ichana.


"Bian mana?'' tanya nyonya ravi kepada pelayan paruh baya yang berdiri didekat mereka itu.


"Tuan bi bekerja nyonya besar" sahut dia.


"kerja?... Keras kepala banget ya tu anak... padahalkan udah dibilang jangan bekerja dulu sampe ichana melahirkan" rungut nyonya ravi jengkel dengan anak tunggalnya itu.


"Udah, jangan kesal gitu dong... bian itu kan baru saja jadi dosen ya jelas dong iya bekerja. nggak mungkin dia harus cuti demi nya juga" sahut nyonua yuhan menggusuk bahu nyonya ravi.


"Papa dimana mah?"tanya ichana setelah selesai mamanya bicara kepada mertuanya ini.


"Papa kamu lagi sama kakak kamu katanya ada rapat penting" sahut nyonya yuhan.


Mereka berbincang bincang begitu lama. Ichana begitu terhibur dengan kedatangan mereka berdua. Bahkan ichana diajarkan bagaimana menjadi seorang ibu.


Pukul dua orangtuanya pulang dan pukul tiga bian pulang dari kampus.


Bian disambut oleh pelayan, Batu menginjak kan kaki kedalam rumah iya langsung menanyakan istrinya kecil nya itu.


"Ichana mana bik?"

__ADS_1


Sang pelayan sambil memgambil buah buahan yang dibawakan bian menjawab bahwa ichana sekarang sedang tidur.


"Nyonya muda sedang tidur, tuan muda"


Mengernyit melihat pelayan kemudian tersenyum iya memerintahkan pelayan untuk membuat sup buah karena ichana sangat ingin makan sup buah semalam.


"Baik,tuan muda" sahut pelayan bergegas pergi.


Bian menaiki tangga, iya masuk kamar kemudian melihat ranjang besar dan empuk itu diatas sana terlihat ichana sedang tidur dalam posisi miring dan itu sangat pulas sekali.


Bian menghampiri gadis ini, iya melihat tangan ichana. Ditangan ichana terdapat coretan pena bekas mencatat pastinya.


"Kayaknya kamu kecapean sekali"ucapnya mengelus rambut ichana kemudian mencium kening ichana.


Setelah melakukan ritualnya sendiri untuk menyapa ibu dari janinnya ini,iya pun berdiri mengganti pakaian diruang ganti dan kembali lagi dengan kaos santai untuk dirumah.


iya duduk ditepi ranjang, dan berbisik bisik membangunkan ichana.


"Icha.. chaaaa... yuk bangun cantik..


"ehmm.... " Gadis ini bergerak sedikit tanpa membuka mata.


"hey.. cantiiik ...Ayo mandi setelah mandi makan sup buah...katanya kamu mau sup buah?"ucap bian sekali lagi mengelus rambut ichana.


"aaa.. ehmm..." Kali ini ichana membuka mata namun sedikit,bian mendudukkan ichana secara pelan pelan Gadis ini tampak sedang mengumpulkan rohnya yang berkelana beberapa saat ini.


Gadis ini memegang tangan pria ini dengan kedua tangannya. "Mana sup buahku?"tanya langsung dari ichana.


"Ada.. tapi kamu mandi dulu" sahut bian mencubit hidung gadis ini.


"aaa... aku mau sup buah dulu" rengek nya kali ini manjat ketubuh bian,bian langsung memegang pinggang ramping ichana.


"Kalau kamu makan sup buah dulu nanti kamu nggak mau mandi lagi" sahut bian melihat wajah gadis ini.


"Ya udah aku mandi dulu..tapi antarkan aku, aku nggak mai jalan" sahutnya kali ini bukan hanya tangan yang berkalung ke leher bian namun kakinya juga dikalungkannya ke pinggang bian.


"ehmm.. okey marii kita mandi" sahut bian mengangkat tubuh berat ichana ke toilet.


Ditoilet bian menurunkan ichana dibak mandi. "Dah,mandi yang bersih okey" ucap bian mengedipkan mata kepada ichana.


"okey bapak bawel" sahut gadis ini membalas senyuman dan kedipan bian tak lupa iya mencium pipi bian juga.


Biam yang hendak pergi tiba tiba dipanggil lagi oleh ichana. "Kak biaaaan?" ucap gadis ini merayu.

__ADS_1


"Why?" melihat kebelakang kembali.


"Jangan tinggalkan aku sendiri,nanti aku jatuh disini" ucapnya merayu.


"Lalu...


"Tunggu aku disana ya, hadap kesana!" perintah gadis usia 15 tahun ini menunjuk sudut ruang pembatas antara ruang toilet dan kamar mandi kecil khususnya untuk mandi saja.


Bian pun kesana sambil menunggu.


Tak lama ichana selesai mandi, iya jalan pelan pelan sekali sehingga bian tak menyadari nya bahwa dia udah sampe didekatnya.


''Dar"


"Astaga"


Ichana mengagetkan pria ini,membuat sang pria kaget. Dan ichana malah tertawa melihat orang yang iya kageti ini. Handuk yang iya pake tak kuat dan belahan dadanya terlihat sangat rendah.


Sebelum handuk itu jatuh, dengan sigap bian kembali mempererat handuk itu ditubuh ichana, namun ichana terlihat tak malu atau apa pun iya hanya masih saja tertawa.


"Udah tertawa nya, sekarang keluar dan ganti baju nanti kamu dan bayi kedinginan" ucap bian mengiring ichana keluar dari tempat itu.


Ichana didudukan di ranjang bian, kemudian bian memilih pakaian yang disukai oleh ichana dan memberikan nya. Setelah memasang bajunya sendiri bian mengeringkan rambutnya dan mengasih bedak seumuran nya juga.


"dah..." ucap bian setelah melihat istri kecilnya ini. Gadis ini cantik alami seperti ibunya yang cantik dan awet muda.


"kak bian, kenapa kita tinggal bersama, kenapa kita harus tidur berdua?"tanya ichana tiba tiba membuat bian heran.


"Kenapa kamu bertanya seperti itu?" balik tanya kepada ichana.


"Kenapa kita menikah?,apa sih menikah itu?...Emang semua orang menikah hubungan nya seperti kita ini ya?" pertanyaan baru muncul. kembali.


Tok tok tok suara pintu membuat bian merada lega, padahal dia tak tahu harus menjelaskan bagaimana kepada wanita kecil yang seharus nya masih sekolah bukan nya sudah menikah.


"Tuan muda, sup buahnya udah siap!!"ucap pelayan memberi tahu.


"Ya bik kami bakal turun"sahutnya.


Bian melihat ichana, ''yuk kita makan sup buah" ajak bian.


"Kak bian jawab dulu?"ujar gadis ini memegang tangan bian.


"Menikah itu yaaa.. menikah seperti ini" sahut bian.

__ADS_1


Bian membawa ichana segera kebawah untuk makan sup buah kesukaan nya.


Bersambung........................


__ADS_2