Sikecil Milik SiDosen

Sikecil Milik SiDosen
Anggi lagi


__ADS_3

"Kan aku terlahir kulit seputih salju dan bibir semerah delima, apa kamu lupa?"


"Putri salju dong"


"Bukan, aku putri yuhan,permaisuri bian, dan ratunya alysha"


"eh iya iya,,,"


Mereka pun mengulangnya kembali, saling menikmati satu sama lain. Makin detik nya makin dalam.


tok


tok


tok


Seseorang mendorong pintu yang tidak lain adalah sena. Ichana langsung berdiri dan membelakangi sena.


Apa yang habis mereka lakukan sena melihat keduanya tampak merapikan sesuatu.


"Apa pesananya sudah datang"


"Sudah pak, sesui requets ya pak" ujar sena.


"sayang, permisi ketoilet bentar ya"


"mmm" sahut ichana cuma mendehem tetap membelakangi sena.


Sena melihat punggung ichana. "saya letakan dimana ini?"tanya sena.


"Letakan saja dimeja situ" tunjuk ichana kemeja tempat terletak tasnya.


"Kamu?,baru menikah dengan pak bian ya?"tanya sena.


Ichana pun berbalik badan menghadap sena membuat sena langsung berdiri. "Apakah ada masalah?"tanya ichana.


"aa tidak,kalau gitu saya tarok disitu ya buk" sena meletakannya dan kemudian pergi. gilak banget aku yakin pak bian dan bocah itu habis kissing. Tapi kalau gadis itu istri nya kenapa dia tampak malu banget. Biasa ajalah kalik.


"Mas kamu dah balik,toiletnya dimana?"tanya ichana.


"Disana, santai aja jangan gugub seperti itu" ujar bian menenangkan gadis ini.


"Gimana mau santai, ini baru pertama untuk ku diluar begini,,apalagi hampir dilihat oleh sekretaris mu" rungut ichana menggemaskan.


"haha, katanya mau ketoilet. pergilah dan baru makan" sahut bian.


Ichana ketoilet dan bian mengeluarkan semuanya dari kantong dan menatatanya dengan rapi.


Ichana pun keluar dan duduk disamping bian. "aku sudah pesan kan nasi sekalian kamu. makan nasi dulu okey"


"Iya pak dosen bawel" sahut ichana.


"Mau disuapin?"


"tidak usah,aku bisa sendiri kok, pak dosen" sahut ichana tersenyum dan mengambil nya.


Kemudian makan dengan lahap.


###


Fadlan bertemu dengan seorang wanita yang tengah kesal saat namanya dipanggil oleh fadlan disaat dirinya menelepon bersama ichana.

__ADS_1


"Anggi, apa kamu benar benar ingin mencelakai icha?"tanya fadlan sekali lagi.


"Tidak"


"lalu kenapa kamu terus menerornya?, Dia itu juga dirundung oleh teman teman mu. makanya dia melakukan ini. jika kamu terus menerornya aku tak akan menjamin kamu baik baik saja." ancam fadlan.


"Fad, lo enggak liat ichana melakukan serangan satu per satu dari teman teman kita dan aku yakin dia sebentar lagi bakalan menyerangku atau enggak chika atau enggak kamu deh." ujar Anggi.


"Aku tidak peduli mau dia menyerang ku atau membunuh ku aku tak peduli itu, tapi aku ingatkan kamu cukup kamu merundungnya waktu SMP bila kamu mencoba nya lagi kamu bakalan dalam bahaya" tagas fadlan.


"apa sih yang kamu takuti dari dia?, dia itu hanya istri dosen itu bukan?, aku yakin dosen itu menikahinya karena mencari pengasuh" ketus anggi.


Kalau aku katakan bahwa alysha adalah putri kandung Ichana dan bian mencintai sangat mencintai ichana apakah dia bakalan menghentikan nya.. tapi bagaimana kalau dia melakukan sebaliknya. aku mengkhawatirkan ichana dan aku juga mengkhawatirkan Anggi.


"Aku harus membuat ichana itu jera, mentang mentang dia istri orang kaya berani sekali dia menindas kita." ketus anggi. "Dia kaya karena suami sugar deddynya aja bangga."


"Dia benar benar orang kaya anggi.


"Hah?


"Dia anak yuhan grub?


"Pak yuhan?, siapa itu?"


"sharcing aja, setelah kau mengetahui nya kau bakalan berhenti mengatakan ichana itu orang miskin atau orang kaya karena suaminya dan aku yakin kau bekerja dihotel nya juga bukan?,jangan sampai kamu berakhir seperti yesi."


"Kau serius?"


"menurut mu?"


Tiba tiba anggi menjadi terdiam dan bergidik ngeri. "Aku tak percaya gadis kampungan itu ternyata putri konglomerat."


"Aku harap dia tidak mendengar kau menyebut nama ku" ujarnya.


###


"Aku ada rapat sebentar,kamu disini saja ya" ujar bian membereskan berkas berkas nya.


"Okey," sahut ichana.


"Dada sayang" bian mencium kening gadis ini lalu pergi.


"da muachh"


Setelah bian keluar ichana langsung membuka ponselnya dan mulai menyamakan satu persatu nomor ponsel tersebut Namun tidak ada satu pun nomor yang sama.


"Tidak,tidak mungkin orang jahat menggunakan identitas aslinya dan itu tidak mungkin dia menggunakan nomor pribadi nya untuk meneror ku.. kau benar benar cerdik."


Ichana pun sekarang mengambil langkah untuk menelepon.


Nomor pertama,Ichana mulai menelepon namun tidak diangkat. Nomor kedua diangkat namun suaranya beda dan itu bukan orang yang sama.


Yang ketiga juga tidak diangkat kelima juga tidak. Sampai nomor terakhir juga tidak diangkat.


"Hanya satu orang yang mengangkat, bagaimana aku bisa tahu suaranya itu."


Setelah rapat bian kembali wajahnya kesal banget.


"sayang kamu kenapa?"tanya ichana menghampiri ichana.


"aku sangat kesal" sahut bian duduk dan tak lama sena datang.

__ADS_1


"Ada apa tuan memanggil saya?" tanya sena.


"Sena, tolong anda tanyakan semua orang yang beranama anggi tersebut. mereka sudah membuat ku kesal. masa ada 7 orang bernama anggi kenak telepon semua." tutur bian membuat ichana mengerutkan keningnya.


"Kalau menurut saya, pasti anggi ini sudah membuat masalah karena itu ada seseorang yang mengumpulkan data bernama anggi dan dia melacak keberadaan anggi pak! Disini ada 30 orang yang bernama anggi pak"


Sedangkan ichana menelan ludahnya sendiri mendengar perbincangan mereka.


"Hah? 30?,mereka kira ini yayasan khusus nama anggi begitu?,saya tidak mau tau mulai sekarang anda tentu in mana yang anggi terus ganti namanya dikontak saya. Saya anggak mau lagi rapat dengan anggi anggi itu." rungut bian kesal.


"Mmm anggi itu cewek atau cowok mbak?"tanya ichana.


"ada cowok dan ada cewek buk, memang kenapa ya?"


"Enggak papa" sahut ichana langsung berubah tersenyum dan menggeleng geleng.


Jadi mereka semua orang penting gumam ichana dalam hati.


Tak lama sena keluar tiba tiba seorang perempuan berpakaian ketat dan **** ini datang menghadap bian.


"Anggi


Hah wanita ini bernama anggi juga.


"Apa kamu juga mendapatkan telepon iseng?"tanya bian.


"Mmm iya pak, apa anda juga mendapatkan nya" tanya anggi. Anggi memandang pria ini bukan seperti kariawan melihat bos namun seperti yang tidak biasanya.


Icha, apa yang kamu pikirkan kamu harus tau suami mu kan tampan tentu banyak wanita wanita yang memandang lebih.


"Tidak, tapi anak anak yang ikut rapat dengan saya menelepon.. dan anehnya itu dia hanya menelepon nama anggi." tutur bian.


eh, ichana mampus kamu, kenapa kamu teledor begini sih. Bagaimana kalau bian menyelidiki nomornya.


"Selidiki nomornya? Atau sini nomornya.


"eh jangan!" ichana langsung melarang.


Membuat keduanya ternganga dan melihat ichana yang kemudian menggaruk kepala padahal tidak gatal sama sekali.


"Sayang aku capek, kita harus pulang" bujuk ichana.


Sekarang aku tau siapa yang melakukannya, dan kenapa dia mencari nama anggi ada masalah apa dia bersama seseorang bernama anggi tersebut, dan kenapa dia mencari diponselku banyak pertanyaan yang harus ketanyakan padanya batin bian


"ya udah anggi, saya harus kembali" ujar bian.


"Hmm dia siapa pak?"tanya anggi.


"Saya istrinya, ichana" sahut ichana mengacungkan tangan.


"Hah?, istri?" anggi menatap dengan bingung.


"Ayo sayang,aku mau tidur ngantuk soalnya" sahut ichana memegang pergelangan tangan bian dengan mesra dan manja.


Dia posesif dengan anggi, berarti gadis ini pasti sudah diteror oleh orang yang bernama anggi. Anggi ni siapa sih? bikin pusing aja.. Batin bian merumuk sendiri.


"ayo sayang"sahutnya


.........


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2