Sikecil Milik SiDosen

Sikecil Milik SiDosen
Pergi / Kembali


__ADS_3

Setelah mengingat kemasalalu bagaimana romantis nya hubungan mereka selama ini, membuat ichana sedikit dilema antara benar benar pergi atau harus kembali dengan menerima ajakan bian untuk kembali lagi.


Namun tiba tiba iya juga teringat dengan fadlan kekasihnya yang paling iya nanti nanti sekian lama lamanya. Karena mengingat itu iya segera menghubungi fadlan.


tuuttttttt... tutttttt


Hallo cha ada apa?


(Suara fadlan menjawab telepon dari seberang sana.)


Fad, kamu dimana sekarang?,bisa nggak kita ketemu hari ini?


(Ucap ichana langsung mengajak bertemu.)


Maaf aku nggak bisa, aku lagi sibuk cha. maaf ya. besok gimana?


(Yah dijanjikan oleh fadlan.)


Oh gitu ya udah.


(sahut wanita ini kemudian menutupnya dengan rasa kecewa.)


Ichana yang mendapatkan penolakan dari fadlan membuat nya kecewa,dengan itu iya pun beralih ke teman temannya yang lain untuk pesta wine.


^^^Ichana^^^


^^^Pesta wine yuk^^^


...5 menit kemudian...


Aurel


Kebetulan kali lah.. ayok lah


lagi suntuk kali sini ha.


Julya


Ayok lah enak kayaknya mah, gue juga


cepek dengar orangtua gue bertengkar


muluk nih a


Aurel


Ichana lo dimana?


jangan kacangin kita lah


^^^Ichana^^^


^^^Bertiga je^^^


Julya


Iyalah,kan kita udah tinggal bertiga aja


^^^Ichana^^^


^^^oh iya lupa gue, ya udah ditempat biasa,,^^^


^^^gue udah disini soalnya... hehe^^^

__ADS_1


Aurel


Nggak masuk gaya lo kan,


nggak ngajak ngajak dari awal.


Julya


Tau nih


^^^Ichana^^^


^^^sory, ya udah datang aja buru^^^


Aurel


okey


Julya


okey


...15 menit kemudian...


Julya dan aurel sampe langsung menyamperi ichana yang tengah duduk sendiri ditemani oleh wine digelasnya.


Aurel menepuk bahu ichana. "hey...kenapa kau?" tanya nya langsung mengambil duduk disamping ichana.


"Kalian liat dua orang disudut itu a" tunjuk ichana menunjuk dua insan yang sedang melakukan pemanasan bibir.


"Why?"tanya julya setelah melihat mereka.


"Cowok itu adalah kekasih gue" ucap ichana membuat mereka berdua terkejut tak pecaya.


"Namanya aja seekor anjing, Anjing makan tai maka dia tidak akan pernah berubah makan tai." ujar ichana meminum Winenya.


...Kembali Kemasa lalu...


Setelah ichana melahirkan iya baru bisa bebas keluar sana sini sebagai remaja. Ketika itu iya membawa motor tak sengaja berpapasan dengan fadlan yang sedang memboncengi chika. Karena perasaan nya yang belum berubah iya segera mengikuti fadlan kembali.


Sampai pada suatu tempat entah tempat apa apa itu, Mereka berdua masuk kedalam sana, dan ichana juga mengikuti nya kesana. Tiba disana iya melihat apa yang iya lihat dihotel itu. Dan iya juga teringat langsung dengan perlakuan bian terhadapnya sehingga iya langsung hamil tapi sedangkan perempuan itu tak hamil hamil meski udah digauli beberapa kali.


######:#########:#############:##


Mereka selalu melakukan itu dimana pun mereka berada, sampai sekarang ternyata fadlan tak pernah berubah sedikit pun. Hal ini. membuat ichana sangat jijik melihat fadlan iya pun memgambil ponselnya kembali dan mengotak atik kata.


😍 My Love


^^^Ichana^^^


^^^kita putus^^^


...Anda telah memblokir kontak ini. Ketuk untuk mebuka blokir...


Ichana memerhatikan fadlan yang berhenti main panas,kemudian melihat ponselnya. dari jauh wajahnya pria mesum ini terlihat tak terima namun iya segara meletakkan ponselnya kesaku kemudian menarik sicewek pergi meninggalkan tempat itu.


"Ji kemana dia tu?" tanya aurel.


"Ikutin cha" suruh julya.


"Mereka bercocok tanam mah, jangan ikuti" cegah ichana.


"sok tau?"mendorong bahu ichana.

__ADS_1


"Lihat saja kalau tak percaya" ketus ichana kemudian pergi begitu saja.


"eh mau kemana lu?" ketus aurel.


"pulang" sahut ichana kemudian keluar dari bar.


Ichana bertujuan kesana untuk menghilangkan stres nya namun apalah yang iya lihat, bukan hilang stres tapi malah makin stres yang ada. Iya menyetir mobil dengan ugal ugalan sampe ke apartemen dengan selamat.


Saat tiba di depan pintu apartemen ichana kaget melihat bian yang sedang terjadi menunggu ichana. Dengan segera ichana merubah penampilan nya yang urak urakan ini menjadi wanita anggun,namun pengaruh alkohol dan bau nya ternyata tetap menggagalkan.


"Dari mana kamu?"tanya bian datar, karena bian tak suka melihat perempuan mabuk.


"Ngapain kamu kesini?" ketus ichana,tangannya tak henti menekan nekan kata sandi apartemen.


"Ditanya, malah balik nanya" rungut bian melihat kesembarang tempat.


Ichana mendorong pintu, dan masuk kedalam apartemen nya. "Kamu nggak mau masuk??"


Bian masuk mengikuti gadis ini dari belakang,Ichana mempersilakan bian untuk duduk. Namun bian bukannya duduk, iya malah menatap ichana dengan sangar.


"Apa ini kerjaan mu setiap hari?"tanya bian lagi, karena melihat ichana sedikit sempoyongan.


"Nggak juga" sahutnya masih sadar dengan siapa iya bicara dan apa yang harus dijawab setiap pertanyaan bian.


Bila aku melepaskan gadis ini, saya yakin dia bakalan makin bebas dan lama kelamaan dia bisa menjadi konslet


Gumam bian dalam hati memerhatikan ichana dari ujung kaki sampe ujung rambut.


Saat bian hendak bicara, tiba tiba ponsel ichana berdering. Ichana melihat sipenelepon dari ponselnya.


aishhh ngapain lagi mesum ini menelepon sih!!!!!! Ketusnya dalam hati.


"Siapa?!" ketus bian.


"Anjing mesum" sahutnya meletakan ponsel itu diatas meja dihadapan bian.


Bian melihat dilayar ponsel ichana itu memang orang yang menelepon itu bernama anjing mesum tapi siapa pula tu sehingga diberi nama anjing mesum.


"Siapa lagi itu?" tanya bian ngotot.


"Eh, lo nggak ada niatan untuk mengajak gue pulang gitu😬!!! marah marah bae kerja an lo" ketus ichana kesal.


"Pulang!!!?,Emang lo mau dibawa pulang?...udah ratusan kali gue ajak lo pulang tapi apa lo yang nggak mau kan?" ucap bian kemudian duduk dikursi.


aishhh jangan bilang dia sekarang benar benar ingin menceraikan aku.. aih.. nggak nggak


Ichana kali ini panik sendiri melihat bian bagaimana kalau dia benar benar dikabulkan untuk bercerai.


"kedatangan aku kesini itu...


"Aku pulang, aku akan pulang.. yuk pulang" potong ichana.


"Pulang?,yakin mau pulang?... kamu boleh kok pergi untuk selama nya dan kalau mau kembali juga boleh. pintu selalu terbuka untuk mu." sahut bian kemudian berdiri akan pergi.


"Kau!!!,,,,Apa tujuan mu mengatakan itu?" ketus ichana karena kecewa sekali, jauh dilubuk hatinya iya merasa malu sekali.


"Ichana, Selama ini aku selalu mengemis kepadamu agar kamu mau kembali kerumah namun kau selalu menolak ku dengan mentah mentah bahkan sampai hinaan, jadi kali ini aku menyerahkan keputusan bebas kepadamu. jika kamu kembali boleh dan jika kamu tidak ingin kembali boleh. tapi jika kamu ingin surat cerai tidak ada." tegas bian kemudian pergi dari sana.


Ichana segera mengajar bian,dan berdiri dipintu masuk iya menghalangi bian. "setelah masuk kedalam apartemen ini katamu mudah keluar dari apartemen ini hah?" ucapnya membelalakan mata krpada bian.


"Apa mau mu?" tanya bian dingin sekali. "Aku lagi tak ingin bertengkar dengan siapa pun. Oh ya disana aku tinggalkan syarat syarat pernikahan kita bila kau ingin kembali.. namun bila kau ingin pergi maka tidak usah membacanya" ujar bian menarik ichana dengan pelan dari pintu dan keluar dari apartemen.


Bersambung.........................

__ADS_1


__ADS_2