
Santai santai ditemani dengan membaca buku sangat lah mantap. Seperti apa yang dilakukan oleh ichana.
Tiba tiba seseorang datang menghampiri nya wajahnya yang tadi disinari cahaya matahari kini menjadi redut karena bayangan seorang
perempuan yang lumayan familyar ditemukan oleh ichana belakangan ini.
"Kak Ema?" ujar gadis ini melihat wajah itu.
"Heyyy.. maaf aku mengganggu mu dihari libur mu ini." sahut gadis ini sedikit tersenyum sayu, bekas tekanan dan siksaan masih ada dimatanya dan seluruh tubuhnya.
"ehmm, nggak papa.. kok kakak tau aku ada disini?"tanya ichana mengerutkan keningnya.
"mm, jangan panggil aku kakak, kita seangkatan kok" sahut ema duduk dibelakang ichana sehingga ichana ikut berbalik badan,kemudian berhadap hadapan. "Terimakasih atas penolongan mu kemarin ya?" sahut berterimakasih.
"Iya kak.. emm. a.. ema.." sahut ichana tersenyum lembut. "Kamu baik baik aja kan?"
"Begini lah" sahutnya pasrah. Ichana melihat keadaan wanita ini begitu kasian sekali.
"Sejak kapan mereka mengganggumu?"tanya ichana lagi.
"Sejak Aku masuk kedalam kampus ini, Mereka berlima memaksa ku berhubungan badan dan menyiksa ku begitu sadis secara bergantian setiap mereka sedang berkeinginan berhubungan itu" Curhat ema kepada ichana.
"Sejak kamu masuk?!!,kenapa kamu nggak mengadu kepada siapa aja gitu?" ichana sungguh tak menduga nya bila wanita ini sudah di setubuhi oleh lima orang laki laki bajingann itu, sedangkan dirinya aja hanya satu masih terasa gimana letihnya setelah melakukan itu dimana suami nya melakukan juga begitu lembut.
__ADS_1
nggak kebayang, kalau itu terjadi pada gue...Mungkin gue dihari pertama itu sudah bunuh diri. Iya menangis didalam hati merasa ngeri sekali membayangkan lima orang itu memakai nya secara bergiliran.
"Andai mereka mau menolong ku, mungkin saat itu aku nggak bakalan jadi begini"sahut ema mengeluarkan air matanya. "Bila bukan kamu yang disana mungkin aku tidak akan minta tolong" tambah ema lagi.
"Jadi kamu sengaja minta tolong kepadaku? mengapa?" tanya Ichana menaikan alisnya.
"Karena aku melihat mu ditempat ini bersama pak bian bertengkar,dan dari situ lah aku tau nama mu Ichana" sahut ema.
Emang waktu itu ichana pernah bertengkar hebat ditempat ini, bahkan bian hampir mati oleh ichana karena bian diterjang oleh ichana kedanau,itu kejadian waktu ichana tamat SMA.
"Tapi itu udah lama sekali" ujar ichana mengingat kejadian itu, betapa sadisnya dia waktu itu ingin membunuh bian.
"Ehmmm.. kalau aku boleh tau kenapa kalian bertengkar begitu hebat?, dan sekarang kenapa kamu menjadi istrinya?..." tanya ema.
Ichana hanya tersenyum. "hehe...mungkin karena kita sudah berjodoh dari awal." sahut ichana cengengesan.
"mmmm"
Hari itu, ditempat ini ichana merenung kan diri sendiri tanpa diketahui siapa pun karena tempat itu sebelumnya belum menjadi taman seperti ini. Dulu tempat ini hanya semak dan karena tempat ini sangat nyaman. Ichana pun mengusulkan kepada papanya untuk membuka wisata ditempat ini sehingga tempat ini begitu rame pengunjung.
Bian datang disaat Ichana yang sedang terpuruk puruknya menerima keadaan dan merasakan dirinya terasa terkekang oleh keadaan dirinya sebagai seorang ibu dan seorang istri ini, tiga tahun iya bersama bian dan seorang putri cantik tumbuh bersama bersama baru hari itu iya menyadari dan menganggap statusnya sebagai istri dan ibu dari putrinya adalah beban.
"Ini semua sudah terjadi, pertama tama kamu tampak baik baik saja, lalu kenapa sekarang jadi masalah?"ketus bian yang baru datang sudah nyolot aja, Sehingga membuat gadis ini menatapnya tanpa ada rasa sukanya.
" itu karena Kau, mama, papa, dan om rhavi, tante rhavi menipuku!!!" sahut gadis ini meninggikan suaranya. ''Andai dari awal aku tahu, mungkin aku tidak akan pernah menikah denganmu!" sesalnya.
__ADS_1
"Tarus mau mu apa?" bian menanyakan kemauan gadis ini begitu tegas.
"Aku mau cerai" sahut gadis pelan, matanya meminta dengan polos.
"apa kau sudah tau arti kata yang kau ucapkan sebentar ini?" Bian makin marah kepada ichana karena ichana bukan hanya pergi tampa kabar tapi juga sekarang malah meminta sesuatu yang tidak diinginkan. Tantu sampai kapanpun bian tak ingin melepaskan nya karena dia sudah jatuh cinta dengan istri yang awalnya dianggap sebagai adik keberadaan nya.
"tentu aku tau, kak bian ayolah, aku ini tidak mau menikah dengan mu aku hanya ingin menikah dengan orang yang paling aku cinta. Fadlan aku hanya ingin menikah dengan Fadlan,dihatiku hanya ada Fadlan fadlan fadlan dan fadlan.!!" Bentak gadis ini menepuk nepuk dadanya saat iya menyebut nama pria yang ada iya cintai dengan tulus. "Kamu tau dengan status kita ini, aku dan fadlan tidak bakalan pernah bisa bersatu" Tambah nya dengan lantang.
"ck, ichana aku tidak pernah ingin kasar pada mu karena saya tidak ingin mengkasari gadis dibawah umur seperti mu ini, tapi kali ini kamu sudah diluar batas,saya tidak bisa terima permintaan mu, saya tak peduli dengan orang yang kamu cintai, saya hanya peduli dengan putri saya,hidup saya,bagaimana caranya harus tetap bersama dengan mu!!" kali ini bian berdiri kemudian berkata dengan menekan dan juga sangat lantang. untung dulu mereka hanya berdua namun bila seperti sekarang ini mungkin bian akan dicap sebagai pria kasar.
"Nggak bisa gitu lah, aku mau cerai!!" geriti gadis ini memapatkan gigi putihnya yang rapi.
"Anggak, Anggak tu anggak paham!!" ketus bian menegaskan kemudian pergi.
Ichana pun yang terlanjur kesal iya langsung menerjang bian sehingga bian jatuh berguling guling dilandasan menurun sedikit dan akhirnya nyemplung kedalam danau. Ichana langsung menganga melihat kejadian ini tanpa diduganya bisa seperti ini. Begitu juga sosok seseorang yang baru datang untuk bertapa juga merauni nasib atas kejadian yang menimpanya yang tidak lain adalah ema.
"Kak bian kau baik baik saja!!!" soraknya dari atas melihar bian tak kunjung mengeluarkan kepala dari dalam danau itu.
Karena takut iya pun nengok kanan kiri untuk memastikan orang tak melihat kejadian ini. Setelah itu iya turun dengan hati hati namun ikut tergelincir akhirnya iya terduduk kemudian meluncur agar sampai kesana. Tiba ditepi danau iya memanggil manggil bian. Bian tak ditemukan membuat nya menangis didanau itu, meraung raung minta bian kembali.
Tak lama air menguap bersamaan dengan bian muncul kepermukaan tanganya mengampai daratan. Dan akhirnya ichana tersenyum melihat pria ini sudah nampak didaratan meski dalam keadaan berdaya, namun tak lama melihat ichana akhir nya bian langsung pingsan.
Ichapun langsung menelepon ambulans karena kepanikan nya, saat itu bian masuk rumah sakit dan dirawat bebrapa hari setelah mengalami masa koma, dan semenjak itu juga ichana tak pernah kembali, sampai iya dijemput oleh bian dari kostnya itu atas.
"Kamu belum tau sih kejadian aslinya, coba kamu tau mungkin kamu bakalan tau semua rahasia kami" sahut ichana tersenyum melihat ema.
__ADS_1
Ema pun ikut membalas senyuman manis gadis ini.
Rega, itukan rega!! eihs dia mau nikah, astaga..ehmm lo liat aja nanti kata ichana dalam hati senyam senyum melihat teman smpnya yang sedang melakukan foto prewed itu.