
Bian yang katanya hendak keluar untuk menjemput putrinya ke rumah orangtuanya tiba tiba ternganga melihat orangtua dan mertuanya sudah berada diruang tamu dengan hidangan teh dan kopi lalu ada kue.
''Ka.. ka. kaalian sejak kapan disini?"gugup, Apa mereka mendengar segalanya Gumamnya dalam hati matanya antara melihat ruang tamu dan ruang tengah (ruang keluarga)
"Weeee?, Apa kita tidak boleh datang kerumah ini?" tanya nyonya yuhan.
"ehmm, bukan begitu mah.. ak..
"Papa!"seoarang anak kecil yang tidak lain adalah putrinya berlari manja dan memeluk papanya. "Aku sangat merindukan papa dan mama" ucapnya memeluk dengan erat.
"Bian, ui dosen mesum, kita harus bicara!" teriak teriak kayak orang hutan menggema dirumah itu, membuat wajah bian memerah, ichana tiba diruang tamu, tiba tiba cegukan melihat mereka semua. Iya menutup mulutnya dengan kedua tanganya iya melihat bian dengan mengisyaratkan hal yang tak diterima nya .Bian hanya menggerakan alisnya.
"Sepertinya ke adaan sedang tak baik... apa jangan jangan kita salah tempat dan waktu datang kesini, atau kalian memang kayak gitu pagi pagi" Ucap Nyonya Ravindra.
"ehmm... bukan begitu tante, anu.. aa. maksudnya.."nggak tau mau ngomong apa. terpaksa iya mengalihkan perkataannya dengan menyapa alysha. "alysha, aku kengen sekali dengan mu" ucapnya memeluk alysha.
"Cha, juga merindukan mama, sangat sangat merindukan mama"ucapnya memeluk ichana dengan erat sekali.
"Bian apa kamu hanya akan berdiri saja"ucap Papanya.
Bian sangat gugup, saat akan duduk tiba tiba lututnya kebentur meja kecil ditengah tengah kursi. Duh,menggosok lututnya kemudian duduk, icha juga duduk disamping bian tapi sedikit menjauh kayak anjing dan kucing. Icha memeluk putrinya ini.
"Kita kesini ingin mengatakan kepada kalian untuk membawa alysha ke prancis''ucap nyonya ravindra.
"Hah, weee?... kenapa harus dibawa?"ucap icha merasa tak setuju bila putrinya dibawa, bukan karena iya tak sanggup kehilangan putrinya tapi iya takut dengan bian.
__ADS_1
"Mah, icha ingin tinggal diparis bersama nenek dan kakek, icha bosen disini terus" ucap alysha.
"Katanya kamu nggak mau jauh dari Aku dan kamu menyuruh ku tinggal disini.Tapi sekarang kamu yang pergi gimana sih" sahut icha tak terima.
"Mah,pah kenapa harus dibawa?"tanya bian.
"Dia ingin bersama kita, lagian ichana kamu belum mampu mengurusnya.. bahkan kamu melarangnya untuk memanggil mu mama." ucap nyonya yuhan.
"Ya.. tapi...
"Kita akan bawa alysha, Melihat kejadian tadi kalau dilihat kalian belum dewasa untuk sebuah pernikahan dan untuk mendidik anak" ucap tuan Yuhan menegaskan.
''haha... papa tau itu....Lalu kenapa papa tak bisa menjaga ku dan mendidik ku dengan baik dulu.. .kenapa malah menikahkan ku disaat...........
"ichana" nyonya yuhan mencoba untuk membuat mulut putrinya berhenti...
Semua nya jadi terdiam. ''ehmm... saya minta maaf atas sifat ichana, dia pasti sangat kesal" ucap bian,iya memohon maaf atas sikap ichana yang tidak mengenakan ditelinga mereka semua.
"Kamu terlalu baik, dan memanjakan nya. Ini semua memang salah kita yang membuat nya seperti itu" sahut Tuan yuhan nada kecewa seolah olah iya gagal. mendidik putri nya selama ini. "Sekarang ini tergantung kamu"lanjut tuan yuhan.
"Alysha apa kamu yakin mau tinggal dengan nenek dan kakek?"tanya bian kepada alysha.
Alysha yang sedang memakan kue tar mengangguk aguk. "Aku mau tinggal sama nenek dan kakek diparis" ucapnya.
Bian mengusap rambut alysha, iya hanya ingin menuruti kemauan alysha."Mama tak ada disana?" ucap bian lagi.
__ADS_1
"Nggak apa apa papah, icha mau tinggal sama nenek dan kakek di paris,tinggal bersamanya lebih enak" sahut putri kecilnya ini.
"Tapi istrimu?"ujar tuan ravindra.
"Ichana bisa di kendalikan kok pah..cuma ini tergantung alysha.Saya takut nanti dia merepotkan kalian semua."ujar bian yakin,karena bagaimana pun ichana,istrinya ini bukan takut kehilangan alysha namun iya takut dengan dirinya sendiri(bian). Kalau ada alysha dia akan mempunyai alasan apa saja untuk. menjauh dari dirinya.
"Kamu yakin''ujar nyonya ravindra.
"Yakin mah" sahut bian, kemudian melihat putrinya. "Baiklah, bila kamu ingin nenek kakek jangan merepotkan mereka apa lagi minta mama, karena paris itu jauh'' ujar bian.
"Kan ada pesawat pah" sahut gadis ini.
Membuat semua tertawa ringan. Bian sedikit berat untuk melapaskan putrinya namun iya melakukan ini karena kehendak dari putrinya juga. ''Baik lah, jangan lupa hubungi papa ya"ucap pria ini memeluk putrinya, Kemudian melihat mertua dan orangtuanya.''Aku titip alysha ya mah pah" ucapnya ramah.
"okey" sahut mereka dengan senang hati.
"Bian kami titip putri kami juga kepada mu, tentang masalah tadi tolong katakan padanya,papanya tak bemaksud seperti itu" ujar nyonya yuhan.
"ehmm, iya mah" sahutnya.
Untuk terakhir kalinya Sebelum putrinya berangkat keprancis dan memutuskan tinggal bersama nenek kakeknya bian memeluknya dengan erat. ''Jangan lupakan papa dan mama okey" ucapnya.
"Hm.. mama nggak ingin melihat aku ya pah... mama marah pada aku ya pah?" ucap alyhsa karena tak melihat orang yang sangat sangat iya sayangi ini.
"Mama lagi sakit gigi, jadi dia nggak bisa di ganggu" sahut bian tersenyum.
__ADS_1
''Ya udah kalau gitu, aku pergi ya pah. Bilang sama mama alysha Bianravindriani sangat menyayangi mama"ucap gadis ini membentuk Love diatas kepalanya dengan kedua tangan kecil nan mungil itu.
Bersambung.................