
Dikamar yang megah, seorang wanita menangis memegang foto kebersamaan nya bersama mantan kekasih. Airmatanya menjatuhi foto yang iya pegang itu. didalam foto itu terdapat pose romantis bian dengan ani.
"mulai hari ini aku akan pergi untuk selamanya dari mu" ujarnya mengusap foto itu, kemudian mencium nya setelah itu meletakannya kedalam koper.
###############################
Bian menarik ichana kedalam rumah dan dengan kasar melepaskan nya diruang utama itu sehingga ichana terjatuh kelantai membuat orang orang terkejut Namun segera pergi karena keburu dapat kode dari sang majikan untuk meninggal kan tempat.
"Kau sengaja hah!!!!" pekik ichana mendongak.
Bian membungkuk, iya memegang dagu ichana,"kau ingin lanjut kuliah atau berhenti kuliah...jika kau ingin kuliah maka kau harus bisa menahan diri agar tidak berbuat kasar dikampus kepada siapa pun!!!, tapi bila kau tak ingin kuliah maka katakan saja, biar rahim mu bisa disiapkan untuk hamil keturunan ku!!!!" tegas bian memberikan dua pilihan.
"Maksudnya aku akan diam melihat mereka menghina ku hah?"bentak ichana tak terima dengan kata kata yang tak mengenak hati dan jiwanya itu.
"Mereka seperti itu karena kesombongan dan sifat dingin mu sendiri!!"tekan bian menyalahkan ichana.
Emang iya nyatanya, ichana emang gadis sombong dan dingin, Namun iya seperti itu hanya karena trauma dimasa lalu sehingga iya menganggap semua orang itu sama saja. Pembulian masa SMP dan SMA ternyata mendarah daging trauma nya dihati ichana sehingga membuat sifatnya berubah sombong dan dingin sekaligus jahat.
"Bila kau membawa masa lalu yang buruk kemasa depan Maka hidup mu tidak akan berhasil dimasa depan mu!!! ." jelas bian. Kemudian melepaskan dagu ichana.
"Aku membenci kalian semua!!!"teriak ichana kemudian belari keruang tengah dan menaiki anak tangga kemudian masuk kamar.
Ichana langsung menghempaskan diri iya menangis dalam diam,tak lama bian juga masuk iya meletakan barang barang ichana di meja belajar nya.
Kali ini entah apa yang dipikirkan ichana iya berdiri,"Kau ingin aku hamil keturunan mu lagikan, maka lakukan saja... " ucapnya membuka kancing bajunya.
Bian hanya menyaksikan dari meja belajar itu,iya menyaksikan satu persatu kencing baju ichana yang ditanggalkan oleh tangan cantiknya itu.
"Kenapa kau hanya terdiam?,,,lakukan lah?" bentaknya.
__ADS_1
"tunggu setelah 14 hari... bila kau tidak datang bulan dalam bulan ini berarti aku berhasil mengisinya, namun..... bila bulan ini kau datang bulan maka setelah itu mari kita membuat nya kembali" ujar bian kemudian melangkah hendak keluar.
"Jadi kemarin itu bukan mimpi?" ucap ichana membuat bian berhenti, dan tersenyum tipis kemudian berbalik badan.
"Menurut anda?...saya Harap anda tidak bodoh bodoh kali...sehingga anda tidak tahu yang mana yang nyata dan mana yang mimpi."ujar bian dengan senyum liciknya...
"hah... untung saya menyadari nya dan waspada..Tapi sepertinya itu tidak akan berhasil membuat saya hamil deh... lebih baik mari kita lakukan sekali lagi... karena saya kemarin itu sudah meminum pil kontrasepsi " ujar ichana.
"oh ya...Kalau begitu selamat anda lolos untuk bulan ini,namum bulan besok anda tidak akan lolos lagi.'' sahut bian dengan senyuman manisnya.
Iya berbalik badan, pria ini tersenyum tipis dari wajah tampannya terlihat sebuah kelicikkan. selama kau membeli pil kontrasepsi diprovinsi ini, maka kau tidak akan pernah meminum pil itu... cukup kau menelannya sekali,,, untuk kemarin dan seterusnya kau tidak akan meminum nya lagi. Gumam nya dalam hati.
Kemarin
Ichana berada diapotik, iya membeli pil kontrasepsi, Setelah dapat iya pergi dari sana namun diperjalanan ichana tak sengaja bertabrakan dengan seorang pria bertopi yang sedang memasuki apotek dengan Membawa kantong yang sama dengan ichana.
"Maaf nona saya tak sengaja"ucap pria ini penuh penyesalan.
"Ck.. jalan itu pake mata!!!" ketus ichana.
"Maafkan saya nona" sahut pria ini sekali lagi.
Ichana pun pergi tanpa kata kata, iya tak mendengar kan pria yang meminta maaf ini. Iya naik mobil kemudian berhenti disebuah kedai pinggir jalan iya tidak turun mobil namun meminta sebotol minum.
"Pak airnya satu ya?" Ucap ichana.
"Ini nyonya" Sahut pria ini memberikan sebotol air itu kepada ichana, Ichana mengambil nya dan memberikan iya sehelai uang.
"Kembalian untuk anda saja." ucap ichana Kemudian pergi.
__ADS_1
Setelah itu iya berhenti kembali sebelum pergi ke lestoran disana iya membuka pil kontrasepsi itu dan membuka minumnya iya meminum pil kontrasepsi itu.
Dari awal iya sudah gelisah,karena dirinya yakin bahwa itu bukan lah mimpi namun itu nyata.
##########kembali lagi###########
''Aku benci kamu bian!!!" pekiknya melemparkan botol farvum ke sebuah figura besar diatas kepala ranjang sehingga kaca figura itu pecah dan jatuh berderai kelantai.
Sontak bunyi itu membuat bian dan yang lainnya terkejut,kemarin aja gadis ini mengamuk dan dengan tragisnya menyayat pergelangan tanganya tanpa takut sama sekali.
Bian balik lagi, dan membuka pintu iya melihat ichana yang melihat kearah kepala ranjang sebuah figura besar itu tidak lagi ada karena sudah jatuh kebalik kepala ranjang itu. Padahal foto itu adalah foto mereka bertiga dengan memakai baju couple dan terlihat sangat romantis.
"Ichana!!!!....apa yang telah kau lakukan dengan foto itu hah!!!" bentak bian mengeluarkan figura itu dari balik ranjang. figuranya utuh namun kacanya pecah.
Saat bian mengeluarkan Gambarnya Ichana merebut nya dan membagi empat bagian gambar itu membuat mata bian membola sempurna.
"aku benci dengan kau dan anak kau... aku benci kalian semua!!!!!"pekik nya terus merobek dan merobek. "Aku benci alysha... aku benci alysha,,aku benci,, aku menyesal melahirkan nya.. aku menyesal!!!!!!'' pekik nya.
Bian langsung terduduk,iya menyaksikan figura yang susah payah iya dapatkan agar ichana mau melakukan foto studio dan itu pun hanya sekali itu saja kini telah hancur sehancurnya oleh tangan ibu kandung dari putrinya ini.
Bahkan iya tak punya klise fotonya lagi untuk dicetak ulang karena itu juga sudah keburu dimusnahkan oleh ichana.
Ichana melihat ketidak berdayaan bian pun tertawa. ''haha...haha.. hihiks... haha hikdss. hiksss." kadang iya tertawa kadang iya menangis. Dia tertawa namun iya menangis. "liat ulah mu sendiri... akhirnya jadi begini kan?"ujarnya kepada bian.
"Coba saja kau tenang,menjadi suami baik, tanpa banyak tingkah... mungkin ini tak akan tejadi" ucapnya sekarang menyalah kan bian.
"Kau terlalu memaksa ku untuk keinginan mu sendiri bian....Kau lihat saja seberapa besarnya sabar kau bisa bertahan dengan ku?''ucap ichana sekarang menentang bian dengan arogant sekali.
Bersambung....................
__ADS_1