
Disebuah rumah yang sangat megah, megahnya bukan main,desain belanda dan klasik modern ditambah lagi dengan warna yang ke emasan.
Rumah ini bertingkat dua, rumah ini juga dilindungi oleh benteng yang tinggi dan di pintu gerbang terdapat dua pengawal yang setia berdiri tegap menjaga keamanan tempat itu.
Didalam rumah terdapat beberapa pelayan perempuan dan pelayan laki laki. Selain itu juga terdapat dua orang wanita berseragam pink yang jelas dari seragamnya itu adalah 2 orang bebysiter untuk menjaga sikecil pemilik rumah megah tersebut.
Welll, eh ada boneka hidup yang sedang menikmati buah kesukaan nya,yaaa... dia adalah Alysha Ravindriani, Putri Dari seorang dosen tampan di kampus ichana tadi.
Alysha memiliki kebebasan sekaligus ke amanan yang sangat ketat karena dia adalah cucu seorang putra tunggal ahli pewaris harta ravindra.
Alysha selalu ditemani oleh dua bebysister dan empat bodyguart yang setia menemani dia kemana saja. Bahkan sampai disaat iya bermain dengan teman temannya iya selalu ditemani oleh mereka berenam.
"Bik,mama kemana ya?,kenapa mama nggak pulang pulang, ca kan kangen sama mama." Ucap gadis ini tiba tiba saja manyun dan sedih. Gadis ini sudah berbulan bulan tak bertemu ibunya.
"Mama non alysha lagi belajar jauh sekali,jadi dia nggak bisa pulang dengan mudah non."
"Kenapa mama masih belajar?,kan udah besar." tanya alysha kembali membuat pengasuhnya jadi bingung mau jawab apa.
"Alysha,papa pulaaaanng sayang" Ucap bian merentangkan tangan. Alysha langsung melompat dari duduknya mengejar sang papa dan memeluk papa kesayangannya. Pria ini memeluk anaknya dengan erat.
Pelayan langsung menghela napas lega, karena lepas dari pertanyaan yang jawabannya sulit dipecahkan. Alysha milihat keluar kemudian mengerucutkan bibirnya.
"ichaaaaa... kangen mama, papa" ucapnya melihat papanya. Bian tersenyum namun hatinya terasa sakit karena rengek kan putri kecilnya ini.
"Hm,mama akan segera kembali kok,tunggu aja ya sayang." sahut bian menggendong putri kecilnya ini. Bian selalu berjanji akan membawa ibunya untuk kembali kepadanya.
"Papa selalu bilang begitu tapi buktinya mama nggak pernah datang ke rumah, apakah Mama tidak sayang sama Ica lagi?"
Gadis ini kesal karena papanya selalu mengatakan hal yang sama. "
Mama kenapa tidak mau menengok Ica. Mama nggak sayang Ica ya pa." kata Alysha membuat bian makin tersakiti.
"Mama pernah bilang, Mama nggak mau menemui ku lagi! hiks hiks." Isak Alysha.
"Apa mama ngomong begitu?" tanya bian membawa gadis ini menaiki tangga.
"Tentu,mama selalu bilang begitu pah!" sahut Alysha
"apa saja yang mama katakan kepadamu?" tanya bian.
"Jangan memanggilnya Mama, jangan pernah menemui nya. dan jangan pernah menelepon nya."ucap alysha yang cerocos Alyssa sambil terisak Isak.
__ADS_1
"Mama pasti hanya bercanda." tutur bian dengan tegar mencoba menerima nya.
"iya,Mama memang bercanda mengatakan itu. katanya dia lagi berekting papa." tutur Alysha.
"Kita akan bersama lagi. Mama pasti akan datang kesini.?"
"Ica berharap juga begitu pah, lagian Mama kenapa sih harus belajar terus. kan udah punya anak." Sahut gadis ini.
"Mama belajar agar dia pintar dan bisa mengajar anak papa ini. Kamu pintar kan berkat Mama yang pintar juga."
"Tapi mama teman Ica Ndak pelajar lagi pa. mamanya selalu dirumah dan tak pernah kemana mana."
"Hm,alysha udah makan" tanya bian mengalihkan topik pembicaraan mereka.
"udaaah.." sahutnya girang.
"Ya udah,papa mau pergi,Setelah ini alysha tidur ya"
"Papa mau kemana?"
"Kerja...alysha mau apa?...nanti papa belikan"
Bian tersenyum,iya mencium kening gadis ini,Lalu menggendong alysha kembali untuk turun.
Tiba dilantai dasar. "Jaga alisa baik baik ya bik,nanti kalau ada apa apa silahkan hubungi saya"
"Baik tuan bian." Sahut mereka.
"Papa berangkat ya,alysha"
"Iya papa"
Bian pergi. Alysha dibawa oleh bebysister ke kamarnya untuk ditidurkan.
###############################
Ichana tampak sibuk memainkan ponsel didepan kosannya yang sederhana. Bukan kosan sih tapi rumah komplek kecil dan iya tinggal disana sendiri. Saat dirinya sedang enak enak nya bersantai tiba tiba Sebuah mobil mewah berhenti didepan rumahnya membuat tetangga mereka melihat kearah mobil mewah tersebut. Ichana langsung berdiri dan menghampiri mobil itu iya menatap dengan tatapan sinis.
''Ngapain kau datang kesini?" ucapnya dengan suara tertahan. Padahal pria yang pake topi dan kaca mata ini belum keluar dari mobilnya. Bahkan mobilnya saja belum ia matikan.
"Naik lah, kita perlu bicara." ucap pria ini.
__ADS_1
Ichana melihat sekeliling nya, "Tunggu" kemudian ia masuk kedalam rumahnya dan keluar dengan membawa tas kuliahnya. Iya naik kadalam mobil dengan pakaian yang acak tersebut. Setelah itu mobil pun melaju dengan kencang meninggalkan kompleks tersebut.
Di perjalanan,pria ini membuka topi dan kaca matanya ternyata itu bian. Iya berhenti disebuah hotel. Ichana melihat gedung pencakar langit itu.
''hotel!.. ngapain kita ke hotel'' Ucapnya panik dan pikirannya sudah trulala. Gimana tidak masa iya dibawa ke hotel, mau ngapain coba ke hotel. Sedangkan bian sudah turun iya membuka pintu mobil untuk ichana.
"Ngapain kita kehotel,''
"Turun!"
"heh jawab dulu!" bentak nya.
"Turun atau saya seret!" Bian balik membentak ichana dengan sangat kasar.
Ichana menghela nafas kasar iya turun dari mobil, Bian menutup pintu mobilnya dan meraih tangan ichana kemudian membawa nya berjalan masuk kedalam gedung itu.
Dimeja receptions,seorang wanita dibalik meja panjang setengah lingkaran ini melayani mereka. Tanpa banyak kata bian menyebutkan pesan hotel atas nama dirinya sendiri.
"Atas nama Bian Rhavidra''
"Baik, ini kuncinya tuan"
"Terimakasih.''
Bian balik menyeret gadis ini, sepajang jalan iya menjadi tontonan. Pakaian yang dipakai ichana sangat biasa, bukan hanya sangat biasa namun sangat sangatlah biasa, sendal jepit, kaos oblong dan celana hawai. Sontak semua orang jadi tertawa melihat nya, apalagi wanita ini diseret oleh seorang pria tampan dan terkenal seperti bian.
Tiba didepan pintu 1233 Bian menempelkan kartu kemudian membukanya. Didalam ruangan itu Bian melepaskan tangan ichana.
Ichana langsung tegak pinggang dan menghardik bian. "Apa kau sudah tidak waras hah!" iya menghela napas sekejap kemudian berkata lagi ''Apa kau ingin mempermalukan hah?" Pekiknya. "Kau lihat mereka. Mereka semua menertawakan ku!...''
Kata kata ichana terhenti saat iya didorong oleh bian, iya jatuh keranjang tubuhnya terpental, bian mendekat, namun ichana langsung bangkit kemudian menginsut menjauh ke tengah tengah ranjang sambil berkata. ''apa yang ingin kamu lakukan pak?, Pak bian ini.. ini salah!"
Bian membungkuk,iya menarik kaki ichana membuat ichana mendekat,Pandangan pria ini kosong seperti telah dirasuki. ''Pak, pak bian... ini.. ini.. ini salah" ucap Ichana hampir menangis.
Bian terkekeh ''heha.. pak pak pak?..kamu berhenti memanggilku seperti itu!!! ini salah?... dari mana salahnya?"
Ucapan itu membuat ichana merinding, Bian merangkak dan akhirnya mengambil posisi di atas tubuh mahasiswa di kampusnya ini.
Bersambung!!!!!!!!!!!
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1