
ternyata dia benar benar berasal dari keluarga besar yuhan grub... ya tuhan gimana ini. Yesi sekarang menjadi pucat pasi.
Dengan tenaga yang ada yesi segera keluar dari meja resepsionis dan mengejar ichana untuk bernegosiasi.
"eh kemana kau?" sorak temannya cowoknya ini.
"Paling mau mengemis kepada nona icha" sahut gadis satu lagi.
"kasihan sekali dia" sahut cowok ini mengasihaninya.
"gue harap dia benar benar dipecat dari pekerjaan ini" do'a teman cewek nya ini yang juga nggak suka dengan yesi sama sekali.
"Ih jahat lo... nggak boleh gitu dong ngomong nya" ujar sicowok.
"Ya iya lah... lo kan takut kalau dia dipecat. terus nanti siapa lagi yang bakalan mengasih lo asupan gratis disetiap jam istirahat..ya kan" sahut sicewek blak blakan.
"Ih gila lo"
" lo kali.
################################
"pleace" Yesi memohon jangan pecat dirinya kepada ichana. "aku sangat butuh pekerjaan ini, jadi pleace jangan pecat aku.. aku tahu kamu marah sama aku karena aku pernah menyakiti mu tapi itu kan masih anak anak maklum lah"bujuk yesi.
"kau hanya lulusan SMK tapi kok bisa menjadi resepsionis di hotel ku, apa kamu memakai orang dalam?, siapa orang dalam itu?" ujar ichana malah mengubah topik.
"aku lulus sejauh ini karena kerja keras dan kejujuran ku" jawab yesi.
Ichana tak mengubris gadis ini kemudian berlalu begitu saja. Yesi kehilangan akal harus berbuat apa,iya tak mungkin mendapatkan pekerjaan sebagus ini dengan hanya memiliki ijazah smk dengan nilai pas.
Ya tuhan apa yang harus kulakukan.. aku mohon beri lah hamba mu ini perunjuk Do'a nya dalam hati melihat punggung ichana yang akhirnya menghilang dibalik pintu itu.
Didalam kamar iya membaringkan diri sambil menelepon pelayan untuk menyiapkan bak mandinya secepat mungkin dengan peralatan yang iya minta semaunya.
Gadis ini berencana balakan mengambiskan uang sebanyak banyaknya untuk melupakan masalah masalah iya hadapi belakangan ini. ini waktunya bersenang senang ujar gadis ini dalam hati merentangkan tubuhnya dengan senang hati dan penuh kebebasan.
"Nona, semuanya udah selesai, bila masih ada yang bisa kami bantu silahkan hubungi kamu lagi" ujar pelayan perempuan.
__ADS_1
"Okey" sahut gadis ini kemudian berdiri dan pergi ke kamar mandi tersebut.
Pelayan pun pergi, setelah mendapatkan perintah yang bawel nya melebihi dari ratu yang suka memerintah pelayanya.
Ichana menikmati tempat mandinya.
Gadis ini sedikit pun tak terusik meski iya sudah ditampar dihina dan banyak lagi. Begitu lah ichana iya bakalan dengan mudah mengabaikan apapun yang membuat nya tak nyaman. Namun iya adalah gadis yang memiliki sifat dendam yang sangat parah tanpa balas kasihan. Terutama pada teman teman SMP nya.
Masalalu
Ichana sedang duduk makan dikelas karena iya membawa bekal. penampilan ichana bukanlah seperti ratu seperti sekarang ini. Iya dulu sangat berantakan sehingga tak enak dipandang karena iya melakukan itu demi seorang yang iya suka yaitu fadlan.
Fadlan adalah cowok cool namun miskin, karena iya tak memiliki apa apa. Dan pria itu selalu menghindari orang orang yang berpunya dan berteman dengan orang orang yang sederajat dengan nya aja.
Demi berteman dengan fadlan iya mengubah penampilan dan bergaya kayak orang tak memiliki apapun. Maklum terkadang cinta bisa mengubah hidup kita.
"uii.. ada siburuk rupa nih!!" ujar segerombolan perempuan datang kemeja mereka. Disana ada yesi yang memilin rambut ichana dan membuatnya makin berantakan.
Sedangkan rani dan chika mengambil bekal ichana dan membuang nya ke tong sampah.. Setelah mereka usil habis habisan kemudian pergi begitu aja.
"Kau berani juga ya" sahut wanita yang beranama chika mantan kekasih fadlan.
"Lihat aja nanti" sahut gadis ini kemudian mereka pergi.
Pulang sekolah, ichana menunggu jemputan namun siapa sangka iya malah bertemu dengan anak anak tersebut.
"ehhh kau tadi saya lihat nyali mu kuat kali" ujar yesi.
"Bawa dia" suruh rhani ketua gengs.
Ichana diseret kebelakang sekolah, namun ichana tak memberontak sedikit pun. Dengan santai iya bertanya ketika sudah berada dibelakang sekolah itu.
"Mau Kalian apa?"
"Jauhi fadlan,dia milik gue" sahut chika dengan langtang.
"Fadlan???, Gue dengan fadlan hanya berteman lagian dia yang dekatin gue bukan gue yang dekati dia" ketus ichana.
__ADS_1
"Gue dan fadlan itu sudah pacaran tau nggak?" ketus chika membuat ichana terkejut bagaikan disambar petir disiang bolong.
"Ck.. gue nggak akan menajuhi dia, jadi katakan saja padanya untuk menjauhi gue" ketusnya.
"Breenggseekkk" pekik mereka.
Mereka melemparu ichana dengan batu dan berbagai nya membuat ichana meneteskan darah segar. Kemudian mereka pergi.
Rasa sakit ini akan ku jadikan penyemangat ku untuk membayar kelakuan kalian dan terutama kamu fadlan yang menjadi penyebab utamanya!!!! lihat aja kita bakalan bertemu lagi.
################################
"Hari ini adalah kesempatan saya untuk menghancurkan kamu yesi"ujar ichana melihat kearah luar.
Ichana turun dari bak, kemudian mengambil handuk kemudian beranjak meninggalkan kamar mandi.
Iya menghampiri meja makan yang sudah dihidangkan banyak makanan hanya untuk nya iya sengaja meminta sebanyak itu untuk memuaskan dirinya sendiri. Kemudian iya pun menyibakan jendela dan melihat kehidupan dialam. Bukan alam bebas lagi karena sudah banyak bangunan tinggi dimana mana yang banyak merusak alam.
Sana sini penuhi oleh bangunan dan kepadatan kota, tidak ada lagi hutan dan sebagai nya yang bisa dinikmati untuk dipandang yang dulunya digunakan untuk penyejuk jiwa.
Ichana tak lagi melihat dunia dari sisi baiknya, hatinya selalu mengingat masalalu yang pahit sehingga iya selalu ingin balas dendam terutama pada teman smpnya.
Yany biasa ichana meninggalkan yang mana yang membuat dirinya tak nyaman namun kini iya ingin menghampiri nya kemabli sebagai kenyaman tersendiri bila mengingat masa lalunya.
Bahkan dalam menikmati hadangannya sendiri iya tertawa tanpa ada angin atau pun hujan. Ditambah lagi dengan suaminya yang makin keras iya kenal dan sudah berani main tangan dan kasar sekali.
"Lupakan bian, fokus ke mereka aja... bian adalah suami ku dan ayah dari putri ku. tidak mungkin aku menyakitinya juga." sahutnya mengambil makanan terakhir nya.
iya meraih baju yang sudah disiapkan dirajang tersebut kemudian memakainya.
Bersambung.............................
so yuk mari kita bertemu lagi di bab selanjutnya Semoga makin suka ya dengan karya aku kedepannya akan ada berbagai mungkin gambar-gambar yang akan menambah perhaluan para pembaca semua.
Ayo semangat jangan lupa selalu tersenyum karena senyuman mu adalah ibadah bye bye
🙏🙏😂😂😂
__ADS_1