
Mata kuliah ichana terakhir dihari ini adalah IEP dan itu dari jam 4 sampai jam 6.
"Saatnya pulang" tuturnya mengemasi peralatan tulis nya,setelah dosen tersebut keluar.
Ichana keluar. Dirinya berjalan keluar kampus dan tak sengaja berpapasan dengan zein.
"Hey icha"
"Eh zein"
"Sendiri aja pak suami mana" tanya zein sambil meledek.
"Hari ini dia tidak kekampus kayaknya,kan jadwal nya hari ini kosong" ujar ichana.
"Mau pulang bareng?"tanya zein menaiki alisnya dua kali menggoda ichana.
"Hmm, enggak deh duluan aja" sahut ichana menolok dengan senyuman manis.
"Yakin?, dah magrib loh?" sahut zein.
"Iya yakin, duluan gih" surugmh ichana sambil melambai kan tangan.
"Oke, duluan ya"
"Oke"
Zein pun melaju motornya meninggalkan tempat tersebut dan tinggallah ichana sendiri berjalan kembali.
Dia sampai didepan gerbang utama kampus. Dirinya menunggu bis untuk pulang, namun sudah berdiri 1 jam tak ada satu pun yang datang.
"Hadeuhh"
Gadis ini mendengus kesal,mata Batrai nya habis pula.
###
"Bik ichana udah pulang?"tanya bian.
"Belum tuan, dan ponsel nyonya juga tidak dapat dihubungi" jawab martih dengan wajah paniknya.
Bukan kah jam kampus 2 jam yang lalu selesai nya. Tapi kenapa dia belum kembali juga. Apa jangan jangan dia benar benar pergi.
Malam tadi mereka bertengkar melanjutkan kesalah pahaman masalahnya. ichana mengatakan kalau dia bakalan pergi dan akan tinggal sendiri dikos kembali.
Tidak, dia tidak boleh pergi dari rumah ini. ini adalah kesempatan ku untuk memperbaiki nya.
__ADS_1
Bian meletakan tas kerjanya,kemudian pergi kembali. Dirinya menyetir mobil tanpa arah dan berkali kali menghubungi nomor ichana yang tidak dapat dihubungi.
Dia sungguh kebiasaan mematikan ponsel.
Mengemudi terus mengemudi mencari keberadaan sang istri. Namun tidak dapat menemukan titik keberadaannya. Sedangkan waktu terus berlalu dengan sangat cepat.
"Besok?,kenapa tidak terpikir olehku besok aku mengajarnya. Baiklah aku harus berbicara padanya besok." gumam bian memikirkan hal tersebut.
Memutar jalan adalah suatu jalan yang bisa dilakukan saat ini,bagaimana pun dirinya tak bakalan menemukan wanita ini dalam ke adaan akal tidak sehat.
Siapa disangka, bian yang jauh jauh mencari istrinya tapi ternyata istrinya bersama seseorang didepan pagar rumah. Entah apa yang dibicarakan mereka namun itu bisa dilihat bahwa mereka sedang bercanda.
Bian melihat ini semua. aku mencari nya kemana mana,tapi ternyata dia disini bermesraan dengan pria lain.
Tiiiiiiit
tiiiiiit
tiiiiiiit
Pria ini terus mengelakson membuat kegaduhan diantara mereka.
"Masuklah" titah pria ini membuka kaca pintu mobilnya.
"Selamat malam pak suami!,eh pak dosen maksudnya" ujar zein menyapa.
"Ah.. iya pak, ini mau balik"jawabnya dengan tersenyum. "Ichana aku balik ya,lain kali kalau menumpang dengan ku jangan segan segan...aku pasti akan menumpang kan mu dan akan mengantar mu dengan aman" tutur zein kepada ichana dengan lemah lembut.
"Terimakasih ya,sudah mengantar ku pulang, kalau bukan karena mu mungkin aku sudah tidur disana" sahut ichana dengan ramah dan memberikan senyuman terbaik nya.
"ichana masuk!"titah bian makin posesif melihat mereka.
"Bye ichana" sahut zein melambai kan tangan. "bye pak suami" memberikan hormat dengan tangan dikepala kepada bian.
Ichana masuk kedalam mobil dan mereka pun meninggalkan depan gerbang tersebut. Digarasi ichana segera turun dan berlari masuk rumah meninggalkan bian yang masih didalam mobil.
"alysha!! alsyha" ichana memanggil manggil putrinya.
"Alysha tidak dirumah, dipergi ke australia liburan dengan orangtua kita." ucap bian yang berada dibelakangnya.
Ichana langsung berbalik badan dan melihat bian dengan tak percaya. "Kau!,kenapa kau memberikan nya kepada mereka?"ketus ichana.
"Karena alysha pengen jalan jalan dengan kakek neneknya apakah itu masalah?" sahut bian sambil berjalan kesofa.
"Berapa lama?"
__ADS_1
"Entahlah,biasanya mereka liburan berapa lama?"
"Mereka liburan paling sebentar itu satu bulan, dan aku harus disini tanpa alysha selama satu bulan gitu?" ketus ichana tak terima.
"Ichana, sekarang mandilah dan ganti pakaian mu. Lihatlah wajah mu kusam seperti gelandangan karena debu. Entah mulung dimana sama anak sok ke gantengan itu sampai sampai kusam begitu." rungut bian.
"Aku rasa dia memang ganteng kok, kau aja yang sok ke gantengan." rungut ichana sambil berjalan meninggalkan bian yang masih duduk mengangkat kakinya.
"What?, pedas sekali kata katanya" rungut bian melihat gadis ini yang terus berjalan. Kemudian dirinya melihat kekaca lemari hias itu. "Ck, memang iyakah aku jelek?,,ck.. tentu tidak.. matanya saja yang lagi erorr malah bilang aku sok ganteng."
Tak lama ichana turun lagi. Gadis ini hanya membuka dressnya. Namun dirinya turun lagi dengan celana pendek dan tentop.
"Enggak jadi mandi?" tanya bian melihat gadis ini dari ujung kaki sampai ujung rambut.
"Enggak, dingin" sahutnya terus melangkah keruang makan.
"Bik masak apa?"tanya ichana memeriksa semua yang terletak diatas meja.
"Ada ayam bumbu dan sayur nyonya" sahut marti.
"Enggak ada yang lain?"
"Makan saja apa adanya, mulai hari ini kita harus berhemat dan kamu juga harus banyak makan sayur sayuran." sambung bian dari ruang tengah.
Ichana yang mendengar mengerjabkan mata,kemudian meninggalkan ruang makan menyusul bian yang tengah bersantia itu.
"Mas, Mau mu tu apa sih? kenapa anggak bosan bosannya mengganggu ku. Apakah aku tidak boleh bahagia disihi hah?" tuturnya dengan malas.
"apakah aku salah?, Aku hanya ingin kamu itu mengosumsi sayuran dan makan makanan yang tepat.. dan juga makan saja makanan yang ada" sahut bian meraih remot tv dan menghidupkan nya.
"Kamu takut aku menghabiskan uang mu ya?" ketus ichana membuat bian langsung menatapnya. "Kalau emang kamu takut aku menghabiskan uang mu, maka aku bisa minta kepada orangtua ku. katakan saja,kalau kamu itu udah nggak sanggup membiayai ku biar Orangtua ku bisa membiayai ku juga kan?" celoteh gadis ini.
"Ichana!, Kamu ini kenapa sih?..seperti nya semua kata kata ku tu salah oleh mu.. enggak ada satu pun yang bisa kau terima dengan baik. selalu saja jawabnya ngelantur terus." ketus bian sinis.
"Udah deh, jangan mulai pertengkaran lagi. Aku akan minta uang sama mama ku saja untuk bayar kost. Aku udah menemukan kost mana yang layak. lagian alysha juga enggak ada disini ngapain aku disini lagi." ujarnya kemudian pergi meninggalkan bian.
"Eh icha!,ichana aku butuh bicara denganmu" tegas bian berdiri dan memanggil namun tetap aja ichana pergi kebelakang rumah.
Dia pergi ke kolam berenang,dan melihat suasana disana yang begitu indah karena lampu taman. Bian sampai disitu.
"Kamu jangan se enak nya dong sama aku,pikirkan aku juga jangan hanya mikirkan diri sendiri. untuk apa rumah sebesar hotel begini tapi kamu tidak ada juga disini?,kamu jangan gila deh" ketus bian mengomel ngomelin ichana.
"Mas bian, Kalau kamu bisa membiarkan alysha pergi, kenapa kamu tidak bisa membiarkan saya juga pergi. Kamu ingat kamu membawa ku kesini karena alysha. Tapi sekarang alysha kau biarkan pergi terus aku Ngapain disini. mending aku fokus kuliah." tutur ichana.
__ADS_1
"lalu!!!,apakah aku harus melarang gitu, eh icha.. yang membawa dia itu nenek nya bukan orang lain dan itu juga kemauan alysha bukan paksaan" tegas bian.
Bersambung