Sikecil Milik SiDosen

Sikecil Milik SiDosen
Memusyawarahkan


__ADS_3

Ichana dibawa pulang, tiba dirumah papanya bolak balik kesana kemari memikirkan berbagai cara gimana cara membuat ichana mengaku.


"Pah, papa sebaiknya diam aja dulu ya. biar mama yang ngomong?"


"Baik lah. ''


Ny.Yuhan duduk di samping ichana dan tersenyum. Iya mengusap rambut ichana dengan lembut.


''Sayang, Mama mau tanya kamu pernah tidur nggak sama orang yang nggak kamu kenal dua bulan lalu" tanya Ny. Yuhan. Sedangkan Tn.Yuhan menyimak dan tak sabar mendengarkan jawaban dari putri kesayangan nya ini.


"Tidur mah!...


"iya.. kayak kamu tidur dengan papa sama mama waktu kamu kecil.''


"Dua bulan lalu ya mah?''


"iya nak, kamu ingat...


"Aku tak ingat saat itu.. tapi aku hanya ingat aku bangun pagi... lalu ada seorang om om disana.


"apah om om" papanya histeris membuat ichana terkejut.


"Maaf, maafkan papa, sayang. Om itu bilang apa sama kamu?. Soalnya kamu lagi hamil?. Kamu paham bukan hamil itu gimana." papanya kehabisan kesabaran .


"Hah?,, Tidak mungkin'' ucapnya kini yang ikutan panik.


''iya sayang" sahut mamanya mendekap kepala ichana.


"Katakan siapa orang itu,?'' tanya papanya mendesak.


"Namanya bian, dia bilang padaku dia akan datang menemui ku setelah umurku 18 tahun. dan dia memberikan aku kalung ini." sahut ichana melihat kalung yang melekat dilehernya.


''bukak mah!"


"Baik pah"


Ny.Yuhan membuka kalung itu, iya melihat liontinya. Di belakang liontin itu tertulis BR.


"Pah.. BR.'' Ny.Yu menujuk kan kepada tuan yu.


"selain ini apa lagi?" tanya Tn.Yuhan.


''Dia memberikan ku sebuah kartu nama." ucap ichana mengeluarkan dompet kecil dari tas kecilnya kemudian mengeluarkan kartu nama.


"Bian Ravindramuzaki" Tn.Yuhan membacanya.


"Bian pah!!??... bukan kah bian putra pak Ravi dan buk sharma?.. sahabat papa bukan?"


''Benar mah"sahut papanya tercengang meremas kartu tersebut.


''Ichana kamu yakin... kamu tidur bersama nya nak?" tanya Ny.Yuhan


"Aku tidak tau mah, tapi dia sudah ada di kamar itu, itu aja kok mah,ichana nggak tau apa yang terjadi sumpah" ucap ichana.


"Bagaimana kamu tidak tau hah!!?"Bentak Tn. Yu mengagetkan kedua wanita ini.


''Pah!"


"Dia telah merusak reputasi keluarga, Bagaimana kalau dunia tau bila seorang anak dari Tuhan grub berumur 14 tahun hamil diluar nikah. Keluarga kita pasti sangat hancur.'' Tn.Yu benar benar panik dan kehilangan arah.


Yuhan adalah seorang CEO perusahaan terbesar di negara ini, iya ketua dari CEO grub lainnya, Ichana berasal dari keluarga kaya dan terkenal tentu hal ini membuat papanya terasa gila,melihat anak sematanya hamil diusia masih belasan tahun,oleh putra sahabat nya.


''Mari kita kerumah mereka" ucap Tn.Yuhan.


...##########################...

__ADS_1


Diruang makan bian dan orangtua nya sedang menikmati sarapan siang.


''Bian," mama bian Ny.sharma


"Ya mah" Bian yang akan menyuap makannya langsung berhenti.


"Kalung pemberian papa kamu mana?" melihat leher sang anak yang sudah polos.


"Hm, kalung. anu. dikamar"sahut bian menunjuk kebelakang.


"Jangan dilepas bi sampai kamu punya anak!,nanti kalau kamu sudah punya anak baru lepas dan kalungkan kepada anak mu nantikan. itu adalah aturan pemakaian dalam keluarga Rhavindra....iya kan pah'' jelas Ny. sharma.


"Iyap" sahut Tn. Ravindra tak berhenti hentinya makan dan makan.


"Maaf mah, pah. Nanti bian pakai lagi ya.. lagian tu kalung rasanya tak cocok untuk bian, ada kesan kevcewek cewek an gitu loh'' dengan santainya berbohong Padahal tu kalung sudah diberikan kepada seseorang.


"Seterah kamu lah..


Mereka melanjutkan makannya. Mereka yang sedang makan enaknya tiba tiba pelayan datang menghampiri mereka.


''ada apa bik?'' tanya bian.


''Anu den, Tuan dan nyonya,.... ada tuan dan nyonya yuhan disini ingin bertemu dengan kalian.?" Ucap pelayan.


"Benarkah, apa mereka bawa ichana juga" ucap Ny.Ravidra


uhuk uhuk uhuk... Bian langsung bentuk mendengar nama itu, membuat mereka jadi panik mendadak.


''Ada apa bi?''


''nggak ada apa apa mah..."


"Ya udah kamu lanjut aja makan ya.. kita temukan mereka dulu''


''Hallo ichana, kamu makin cantik aja sih.'' puji Ny.Ravindra.


''Makasi tante'' jawab ichana tersipu karena dipuji.


"Langkah baik banget datang kesini?, Ada apa datang dadakan sekali begini Tn.Yu" Tanya Tn. Ravi. Lumayan ngeri sih ketika melihat bodyguard keluarga tuhan yang badannya besar besar semua mana seram lagi.


"Kedatangan kami kesini mungkin tidak mengenakkan untuk keluarga mu Tn.Ravi" sahut Tn.Yu


''Seperti nya sangat serius'' sahut Tn.ravi.


Tak lama pelayan datang membawakan minuman.


"Bian nya mana?" tanya Tn.Yu.


''Ada, didalam" sahut Tn.Ravi.


"Bisa dipanggil kan''


"Bik suruh bian kesini ya"


"Baik nyonya"


Pelayan pun pergi.


"Ada apa ini? "


"Tunggu bian datang dulu,kami ingin dengar penjelasan nya"


Sambil menunggu bian, mereka berbincang bincang seperti biasa seolah tak terjadi apa apa. Tak lama bian muncul dari balik dinding, iya berjalan sambil memperbaiki kamejanya.


Bian pun mengangkat wajahnya kembali kemudian melihat ke arah mereka tiba tiba saja bian langsung terhenti seketika karena melihat gadis kecil yang iya tiduri dua bulan yang lalu ada dihadapannya.

__ADS_1


ichana... bukan kah gadis kecil itu. what jadi dia anak Tn.Yuhan...mampus aku. bian hendak balik lagi eh malah kena panggil oleh Tn.Yuhan yang melihatnya. Membuat nya berbalik lagi dan tersenyum paksa melihat mereka.


Ichana yang melihat nya berbisik kepada mamanya "Mah, om itu yang aku lihat saat aku bangun dan dia juga yang ngasih aku kalung ini" bisiknya.


semoga saja gadis itu tidak mengatakan apa apa kepada orangtuanya. tapi kalau kedatangan mereka untuk itu mati lah aku.


"okey diam dulu ya" bisik ny.yuhan menyuruh anaknya diam.


''Hallo bian,lama tak jumpa.kamu makin besar dan tampan saja ya, dan main juga lihai banget. Sakin hebatnya sampai membantu negara untuk menyumbangkan bibit unggul." puji Tn.Yuhan penuh tekanan, membuat sahabat nya tersebut heran.


"hehe makasi atas pujiannya om, tante.'' duduk bian dengan gelisah. Ia belum fokus dengan perkataan tuan yu karena ia sekarang sedang panik plus berkeringat dingin.


aduh badan bodyguard besar besar lagi. Gimana kalau gue dijadikan lele geprek gimana ya. Argh anjir. Membatin sendiri.


"Bian, lihat lah gadis kecil yang sering kamu gendong itu. Sekarang sudah tubuh dewasa dan sangat cantik bukan '' ucap Ny. sharma menyentuh dagu icha.


''Hm.. ooo.. ya_ya ya mah"sahut bian grogi. aishhh dia anak yuhan grub,bian kau benar benar bodoh.. aku yakin mereka datang untuk kejadian itu. Ya tuhan selamatkan hamba mu ini ya tuhan. aku mohon. amin!!!!!. Hatinya gelisah,matanya melihat ichana sekali kali.


Yuhan yang menyadari pandangan putra sahabatnya ini sedikit tersenyum "Bian, om kesini nagih hutang ke kamu,kamu akan tanggung jawabkan atas apa yang sudah terjadi Bukan? .'' ucap Tn. yuhan penuh tekanan.


"aa. hutang apa?... kamu berhutang sama Tn. Yuhan.Hutang apa bian? malu malu in deh kamu ya" Ucap Tn.Ravindra segan.


"hm...anu.. pah..."bian tak menerus kan jawabannya kepada tuan ravi. "Om saya minta maaf, saya akan tanggung jawab kok, dan saya juga sudah janji waktu itu...iyakan i.. siapa namanya.. " ujar bian selanjutnya kepada tuan yuhan.


"Icha, i_cha_na..ichana" sahut nyonya yuhan memberikan suasana tegang.


"Ada apa sih bian, yuhan?" tanya tuan ravi penasaran sekali.


"Apa kamu tidak ingin mengasih tau orangtua mu dengan masalah ini?"


Bian hanya diam wajah nya mengatakan iya tak sanggup memberi tahu apa yang sudah terjadi kepada orangtuanya. Iya benar benar tak mampu melakukan itu.


"Hm, mana surat nya mah?" Tuan yuhan yang membaca pikiran bian meminta surat hasil pemeriksaan ichana.


"Ini pah" Ny. Yuhan memberikan surat itu kepada tuan yuhan.


"Saya menghargai mu karena kamu ingin tanggung jawab atas masa depannya nantik... Namun surat ini menyuruh mu untuk tanggung jawab sekarang bukan 4 tahun lagi. Bibitnya yang kamu semai tumbuh." Ujar tuan yuhan memberikan surat itu ke tangan bian.


Bian mengambil nya dengan tangan gemetar kakinya juga gemetar,tentu orang orang menganggap bila bian sudah melakukan hal yang sangat fatal.


"Ada apa sih yuhan, katakan saja pada kami. jangan membuat kami penasaran begini lah. Benih apa yang telah disemai?. Dimana dirumah mu atau dimana?" ucap Tn.Ravindra.


"Iya katakan saja, nyonya yuhan tuan yuhan... apa yang terjadi dengan ichana?, apa hubungannya dengan bian. Benih benih apa ini." tutur nyonya sharma


"Putra kalian sudah menyemai benihnya dirahim anak saya.'' Sahut Tn.Yuhan membuat semuanya terkejut. Bahkan nyonya Sharma hampir saja pingsan mendengar semua pernyataan itu.


Bian menghela nafas singkat dan tulangnya terasa hilang dari sekujur tubuhnya. Dia melihat Ichana yang duduk mematung dan menunduk pasrah tanpa berkutik. Kini semua mata tertuju kepada ichana menatap gadis ini dengan kasian. Kemudian mata itu pindah kepada bian dengan sangar.


''Bian apa maksudnya ini?!!! " pekik mamanya meraih bahu bian dan maraih surat itu dengan lemah.


"Maafkan bian, Maafkan bian, Bian benar benar minta maaf... bian tanggung jawab kok. Serius." ujar bian berlutut dikaki orangtuanya.


Bian juga langsung berlutut kepada orangtua ichana.


''Bian, ya tuhan. apa yang telah kamu lakukan ini?..." pekik mamanya memukul sang putra kesayangannya. "Mama Malu sekali dengan!"


''Kami tidak menginginkan drama ini, kami hanya ingin memusyawarahkan hal ini bersama.Bagaimana nasib putri kami selanjutnya jadi mohon keputusan yang tepat. '' ucap Ny.Yuhan meminta keterangan atas putrinya yang malang.


"ck bian kau memang tak tahu malu....Sekarang kau harus bertanggung jawab"perintah Tn.Ravindra.


Tn.Ravindra kecewa berat dengan sang anak. Rasanya ingin gantung diri karena rasa malu ini terhadap sahabat satu satunya yang iya anggap saudara dimuka bumi ini.


bersambung 🙌🙌🌹


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2