
Ichana sampai dirumah nya,Iya menangis.
''Nyonya muda apa yang terjadi dengan mu?"tanya pelayan yang sudah merawatnya dari sejak bayi ini.
"Bik tolong tinggalkan kami, kami butuh bicara berdua" ujar bian yang tiba tiba datang kayak jelangkung, yang masuk kedalam rumah tanpa baca salam.
Ichana berlari menaiki tangga dan bian mengejar nya tiba dikamar ichana mendorong pintu dan ada perlawanan dari bian. Bian menahan pintu nya agar tidak ketutup.aaaaaaa.pekik ichana melepaskan pintu itu dan mundur.
Saat bian mendekat,tangan cantik ichana langsung menampar pria ini, namun pria ini tidak memberikan perlawanan iya hanya pasrah dipukuli dan ditampar. Hal ini dikarenakan iya juga telah salah.
"Kau jahat bian!!!!!''pekiknya
"Suruh siapa kau main main dengan ku?" ucap bian dingin, tatapannya datar.
"Kau memang bajingaan banjingaan jahat!!!!!!"
Ichana kemeja rias, iya mencari pisau kartel kebetulan pisau itu iya gunakan untuk buat kado ulang tahun aura waktu itu. ''Sepertinya aku harus mati agar kau tidak mengganggu ku lagi'' Ucap wanita ini mengeluarkan mata pisaunya dan meletakannya tepat diurat nadinya.
"Ichaaa!!!!!.... jangan."melihat ini bian langsung panik, Gadis ini dapat kepandaian lain untuk mengancam orang. ''Tolong letakan itu bahaya.''bujuk bian melangkah satu langkah demi satu langkah.
"Hah... kau suka melihat ku menderita bukan?,,seperti nya mati lebih baik dari pada hidup dengan laki laki seperti anda!!"pekiknya.
Iya tak pernah menunggu untuk seseorang melangkah atau melarangnya dan mengambil pisau itu sehingga percobaan bunuh diri batal. Ini bukan lah sebuah drama namun ini nyata. Tanpa menunggu bian mendekat dan membujuknya. Iya langsung menoreh pisau itu kepergelangan nya sehingga darah segar menetes dari pergelangan nya menetes di lantai.
"Ichana!!!!"pekik bian, iya langsung mendekap tubuh ichana yang akan jatuh kelantai. Iya sangat panik melihat darah yang begitu banyak mengalir dan bertebaran dilantai. "Bik... bibiiiiikkkk" pekiknya berusaha menutup darah agar tak makin banyak mengalir nya.
"Ya tuan, ya tuhan nyonya!!!!" ikut syok melihat ichana yang sudah berdarah.
"cepat panggilkan dokter!!!"
__ADS_1
"Baik... baik.. baik tuan muda" Pelayan berlari kembali keluar.
Bian melakukan pertolongan pertama iya membalutkan perban dipergelangannya ichana setelah mendapatkanya dari pelayan yang iya suruh. Ichana sudah pingsan.
"Bagaimana nyonya melakukan ini, padahal dari kecil iya sangat takut dengan luka" ujar wanita tua yang telah puluhan tahun merawat nya ini.
"hah..."Bian mengangkat gadis ini ke rajang dan membaringkannya.
15 menit kemudian dokter datang,iya memeriksa ichana dan menanganinya dengan baik,setelah mengobati nya iya berdiri bersama suternya.
"Tuan bi,istri anda tidak apa apa...goresan itu untuk mengenai nadinya namun iya pingsan karena syok aja." jelas dokter.
"Hm baik lah makasi ya dok" sahut bian berterima kasih.
"Kalau gitu saya permisi" sahut dokter.
"Ya..." Bian menganguk.
###############################
Dikampus,semua orang ribut dengan gosip terbaru dan hangat hangatnya tentang kisah ichana dan bian.
Ichana berjalan dan dilihat lihat oleh kakak senior dan teman teman yang lain dari berbagai jurusan sekarang dia menjadi viral. Aku tak peduli mereka mengatakan apa pun. Ucap ichana dalam hati berjalan lurus keruangannya.
Semua orang menceritakan ichana.Fadlan yang melihat ichana langsung menghampiri."Apa apa an ini ichana... apakah benar kamu istri bian?"ketus fadlan tak terima.
Namun ichana tak menjawab,iya segera duduk dan dosen yang tidak lain bu Ani masuk. Buk Ani melihat ichana kemudian memalingkan wajahnya.
"Ayo hari ini adalah hari terakhir kalinan semua bertemu dengan saya...jadi mari kita Happy aja." ucap Ani.
__ADS_1
Mata wanita itu menunjukkan rasa kecewa yang begitu dalam, iya terpaksa harus mengikhlaskan sang kekasih untuk selamanya agar dirinya juga bisa bahagia.
"Buk kenapa harus pergi?"tanya ichana.
"Karena tugas saya sudah selesai" sahut ani.
"Bisakah kita bicara secara pribadi".
Ani sedikit berpikir "Baiklah ayo keruangan saya" ajak Ani.
Diruang ani,ani melihat gadis ini kemudian melihat pergelangan ichana. ''Apa lagi yang kau lakukan,sampai seperti itu?"menunjuk pergelangan tangan ichana.
Ichana menyembunyikan nya,dia hanya tersenyum.
''Kenapa kau berbohong tentang putrimu?"tanya ani sekarang.
"Hah... aku...
"Ichana,kau menyakiti bian dan putri mu... kau menyakiti seorang laki laki yang dengan tulus mencintai mu...kau menyakiti putri mu yang sangat menyayangi mu" ucap Ani membuat ichana menjatuhkan air mata.
"Kau nggak tau bagaimana rasanya berada diposisi ku,, kau nggak tau....
"Coba kau rasakan berada di posisi bian, kau tidak akan sanggup ichana!!!!! " pekik ani memotong pembicaraan ichana.
"Kau tak tau...
"Apa yang tidak aku tahu, bian cerita semuanya... seharusnya kau beruntung punya pria seperti bian. Dia bertanggung jawab untuk mu... dia meninggal kan orang yang iya cinta dan belajar mencintai mu... dia meninggal ku untuk menjadi suami yanh setia. kepada istrinya.. tapi apa... apa yang dia dapat hah.. apa?....dia hanya dapat luka" ujar ani menagis."Hiks... hiks.... Cukup berhenti menyakitinya cobalah jadi istri yang baik. Ichana kamu pasti bisa." tambah ani menghapus air matanya.
Mereka sama sama menangis didalam ruangan itu.
__ADS_1
Bersambung..........................................