
Pagi yang cerah, ichana buru buru menuruni tangga menghampiri meja makan,'' maaf ya mama nggak bisa menemani mu makan..mama udah terlambat'' ucap nya mengecup kening alysha.
Saat iya hendak pergi, bian memanggil nya. dan membawakan roti yang telah dilapisi slai coklat kesukaannya. '' makan lah dijalan, sampai ketemu di kampus ya" kata bian pelan, namun matanya membuat ichana terbuai.
Ichana segera mengambil nya dan buru buru pergi. Sedangkan putrinya hanya tercengang melihat tingkah mamanya,iya merasakan hal yang aneh dari mama nya itu..
''alysha ,ada apa kamu melamun gitu sayang?'' tanya bian.
"Baru kali ini Alysha mendengar mama bilang, 'mama' ke dirinya sendiri loh pah.'' sahut alysha.
"Iya tuan bian, kami mendengar nya juga baru kali ini!" tutur pelayan tersenyum bersyukur.
"Benarkah?...bagus dong" ucap bian melihat putrinya itu.'' Yuk segera makan,papa juga harus berangkat"
"Mama sekolah apa sih pah?'' tanya alysha
"Alysha yuk lanjutkan makan. nya..." ucap bian."Buk siap kan keperluan nya juga,cukup satu orang aja yang pergi'' Perintah bian.
''Baik tuan bi'' Mereka mengangguk.
################################
Orang orang kaget melihat ichana yang berpakaian berbeda sekali, sakin banyaknya orang orang melihat nya membuat iya heran pula dan melihat dirinya juga. Baru ingat dirinya berpenampilan seolah dia adalah putri raja. aish apa yang telah aku lakukan... ini semua karena bian.
Ichana melempar kan senyuman,iya memasuki kelasnya. Dan duduk di samping fadlan.'' udah masuk kah orang''
"Belum masih ada sejam lagi loh" sahut fadlan membuat ichana terkejut padahal iya tadi buru buru karena melihat jam sudah jam delapan pagi. Ini semua pasti kerjaan bian.
"kamu cantik sekali hari ini" Puji fadlan membuat ichana tersipu. '' lihatlah semuanya melihat kearah mu sekarang"
"hehe,, aku cantik atau aneh. ''
"Serius kamu cantik...kamu mirip anak seorang pengusaha penting di negara ini loh'' ujar fadlan.
kan memang aku anak pengusaha loh ini, aku anak aset negara Woii 😢 ucap nya dalam hati. Kalau diucapkan nanti jatuhnya sombong pula kan.
Tak lama masuk lah seorang dosen perempuan, wiss bu dosennya cantik juga.Dia adalah bu dosen Sindryani atau panggil buk ani.
"Katanya sejam lagi. kok cepat kali dia masuk"
''Mari kita mulai!'' Ucapnya dengan tegas
Jam berlangsung dengan tenang dan tenteram,ditengah jam pelajaran tiba tiba anak kecil perempuan yang sangat imut tampak kebingungan mencari seseorang.
__ADS_1
''alysha'' ucap ichana membuat fadlan melihatnya.
"Siapa?" Fadlan melihat ke depan dan melihat gadis comel yang entah dari mana asalnya tersebut. "Kamu kenal dia?" tanya Fadlan.
"Tidak" ichana segera menggeleng dan menutup wajahnya dengan buku.
Bu dosen yang mengenali gadis ini menghampiri. ''Alysha kamu anak pak bian bukan? kenapa kamu ada disini?"
"lah namanya sama dengan nama yang kamu sebutkan"
kenapa bu dosen mengenali alysha, eeh wajar aja pasti bian sering mengajak nya.
"Hm, kayaknya kita pernah bertemu" ucap alysha mengagetkan ani dan lainnya. Selain comel dia pandai menjawab juga.
Dia sungguh menggemaskan. Membuat para mahasiswa/i lainnya merasa gemas dengan dia. "Tante, apakah Tante melihat mama ku?'" tanya gadis ini.
"Mamamu?, Seperti mamamu?"tanya Ani.
"Mama ku sangat cantik dari Tante." jawabnya membuat semua orang tertawa.
"Eeh, anak siapa sih bijak banget." Ani menekan suaranya kepada Alysha. Membuat Alysha memonyongkan bibirnya dengan mata berkaca-kaca.
"Buk Ani, apa yang anda lakukan. Kenapa dia takut kepada anda.!" Celoteh Ichana menampakkan diri
"Mama?" Ani langsung menaikan alisnya.
"Kamu istrinya bian?" tanya Ani langsung.
Tiba tiba ichana tersadar dia melihat orang orang sekeliling nya. "Bu_bu_bukan _Bukanlah. Enak aja aku dibilang istrinya pak paranoid itu." teriak ichana Gugub dan wajahnya langsung merah.
"Mama," Alysha naik kepangkuan ibundanya.
"Lalu kenapa dia memanggil mu mama?" tanya ani.
"S_sha.su..sesusu. mana saya tau. " jawab gadis ini berusaha lepas dari pelukan dari putrinya. Astaga bian dimana kamu hah?.
"Ica bawa, sesuatu buat mama" tutur Alysha.
Semua orang melihat Ichana yang sudah panik. Tak lama bian datang, '' Rekaman CCTV melihat anak saya disini?,apa kamu melihat nya?" Tanya bian melihat ani. Namun Ani tidak menjawab nya justru dia tetap melihat ichana. Sehingga bian melihat nya dan melihat Alysha dipangkuan ichana.
Seketika bian syok melihat nya. Ditambah lagi orang orang melihat dia dengan tak percaya. Bian segera menghampiri bangku ichana "Kamu kemana aja?, Sayang. Bikin papa panik aja" ujarnya memeluk Alysha.
"Mama.. aku mau sama mama aja. nggak mau sama papa." pekik Alysha ingin bersama Ichana.
__ADS_1
"Kita pergi." ucap bian. Alysha menarik baju Ichana ia menahan agar papanya tidak membawanya. "Jangan ganggu kakak ya. kakak lagi belajar sayang." ujar bian.
"Nggak mau!!" teriak alysha tetap seperti ulat bulu menahan diri dengan menarik baju Ichana.
"Alysha lepaskan aku!,Kalau tidak aku marah!" tekan Ichana berdiri.
"Anggak mau. Maunya sama mama aja." tetap berteriak histeris.
"Lepasin!" teriak Ichana. "Lepasin aku,Alysha?" ujarnya menarik dengan kasar menarik tangan Alysha dari genggaman baju nya.
Membuat semua orang makin syok mendengar Ichana sekasar itu kepada anak kecil.
"Ayo sayang. Jangan ganggu kakak ya. kakak lagi belajar " bujuk bian menarik tangan Alysha namun tetap saja dia tidak mau.
"Pak bian, Biarkan saja putrimu bersama dia." ujar Ani.
"No.. bawa dia" ketus Ichana kesal sekali.
"Ichana!, Biarkan saja dia disini." tutur Fadlan. " Dia hanya ingin bersama mu."
"Iya kasian tau" tambah yang lain.
"Kalau gitu aku akan keluar." ketus Ichana.
Alysha melompat ke tubuh Ichana hampir saja Ichana jatuh. untung bian menahan punggung Ichana. Kemudian Ichana membawanya keluar.
"Maaf sudah mengganggu jam pelajaran anda, saya permisi'' ucap bian kemudian mengikuti ichana.
"Lanjut pelajaran nya" Ujar Ani mengambil alih kembali setelah terjadi drama singkat tersebut.
Ruangan bian Ichana berteriak kepada Alysha. " aku sudah katakan. Jangan bertingkah!,Apalagi ditempat umum!. Aku membiarkan ku kau memanggilku mama karena hanya didalam rumah!. Bukan ditempat umum."
Alysha ketakutan dan menangis. "Kalau dikatakan bisanya nangis nangis saja. Apa itu yang hanya kau bisa hah!!'
"Ichana!" teriak bian baru sampai di ruangannya ternyata anak nya sudah terisak oleh ibunya.
Bian langsung memeluk Alysha. "Sayang, cup cup. Jangan menangis ya"
Ichana langsung keluar dari sana dan pergi keruang belajar nya kembali sedangkan bian sangat cemas dengan putrinya yang bisa jadi mengalami tekanan mental karena hardikan dari istrinya.
Bersambung...............
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1