
''Kamu ada ada aja sih...''sahut bian memecahkan suasana di ruang itu.
"pak bi, kenapa pakai asisten?"tanya ichana.
"Karena rencananya aku akan mengurus perusahaan juga." sahut bian berjalan kekursinya.
Iya duduk disana, sedangkan ichana duduk dihadapan bian. Ichana melihat bian begitu lekat,bian yang menyadari tatapan ini tersenyum sambil melihat buku buku nya.
"Kenapa kamu tersenyum,pak bi?" tanya ichana heran.
"Nggak papa cantik, Tumben kamu nggak sama Fadlan atau nggak sama zein"ujar bian melihat ichana.
"Aku sudah putus dengan fadlan,jadi nggak usah cemburuan lagi" sahut ichana terang terangan.
"Ooo" bian tampak santai aja mendengar nya.
"Kamu kok simpel banget jawabnya?,jangan bilang kamu sudah tau?" tebak ichana mengerutkan keningnya.
"tidak, aku tidak tahu..." sahut bian melihat ichana.
Mata mereka pun bertemu,saling pandang dan bian mengode, sedangkan ichana kebingungan menerjemahkan kode yang diminta bian. Bian tersenyum karena ichana begitu polos sekali sehingga tak mengetahui kode dari sang suami.
"Aku mau mengajar aku pergi ya?" ujar bian berdiri.
"Owh. aku Okey" sahut ichana juga berdiri dari duduknya.
Ichana melangkah duluan,saat tanganya hendak menarik pintu,bian menutup pintu terlebih dahulu membuat ichana terkejut. Bian menyandarkan ichana dipintu tersebut.
"Aku minta sesuatu kepadamu?" bisik bian ketelinga ichana,membuat mata gadis ini membola dan salah tingkah.
CUP Satu kecupan di bibir gadis ini mendarat, wajah gadis ini langsung memerah, iya menunduk dan menggaruk kepala padahal tidak gatal.
"Semenit okey" ujar bian.
Ichana mengangguk. Bian pun mengulang kecupan lembut nya, Dengan perlahan lahan masuk dan menempel semakin lama semakin dalam dan panas. Entah kebawa apa, ichana tak sengaja menanggalkan jas bian membuat mereka langsung berhenti.
"aihss....
"Kamu harus tanggung jawab" goda bian karena ichana sudah menanggalkan jasnya.
"Anu.. ta. tapi...
"Nggak.. a. aih..
__ADS_1
Tok tok tok... ketukan pintu mengagetkan mereka berdua, ichana langsung memperbaiki penampilan nya.
Bian mengambil jasnya, kemudian memesangnya dengan buru buru, "Kita lanjut nanti malam" bisik bian sekali lagi mengecup sikenyal ichana dan kemudian membuka pintu.
"Iyaah, sory saya telat" ujar bian saat melihat perempuan berdress mini ini dihadapan nya.
"Iya pak, saya hanya mengingat kan saja" sahut jheni menunduk,namun matanya liar melihat kedalam tapi tak melihat siapapun.
Sedangkan ichana bersembunyi dibelakang,sambil memperbaiki penampilannya dan kemudian ngelap bibirnya yang basah tak lupa iya juga menambah polesan natural dibibirnya kembali.
Setelah bian pergi,ichana pun keluar karena merasa sudah aman.Namun ketika iya melangkah pergi,tiba tiba ichana terkejut melihat asisten bian dihadapan nya dengan secara tiba tiba.
"Eh...
"Habis ngapain kalian?'' Tanya jheni langsung mencurigai ichana.
''It's none of your business so don't interfere''Ketusnya kemudian berjalan kembali.
"Saya tau apa yang kalian lakukan tadi..
''Terusss...!?!?!" ujar ichana berbalik arah lagi melihat jheni.
"Kamu gadis cantik, kenapa bisa melakukan hal menjijikan seperti itu dengan seorang dosen, apa jangan jangan kau sedang mencoba merayu pak bian untuk kepentingan pribadimu?" tuduh jheni tampa menganga sebelum berbicara.
"Menjijikan" gerutu nya menghentakan kaki lalu pergi.
Disisi lain ichana mendumal sendiri karena asisten pak bian yang resek itu. ''Aishhh dasar nenek lampir... menyebalkan sekali dia jadi asisten aja belagu dasar kaparatttt bejatttt" sambil berjalan.
"Dor"
"eh lampir nenek pocot jantung gue" Ichana terkejut bukan kepalang. Iya memegang dadanya dan nafasnya naik turun. "zein kamu!!!" hentaknya saat melihat zein yang sangat tertawa lepas setelah mengejutkan ichana.
"Kaget ya... sory" ujar cowok tampan ini.
"Kamu ih... ngesalin bangat tau nggak sih!!" pekiknya membuat zein menutup telinga nya.
"Udah, bisa tanggal gendang telinga gue nanti ha" ucap zein memekap mulut ichana dengan kedua tanganya.
"Habisan nya lo ngesalin tau nggak sih!!!" gerutunya.
"Habis ngapain lu dari ruangan pak suami?"tanya zein menggoda ichana.
"Dari mana lu tau gue dari ruangan pak suami.. eh maksudnya pak bian?" ujar ichana menunjuk zein.
__ADS_1
"Lah... kan ini jalan ke kantor pak suami...haaa ngapain hayoooo" ujar zein terus menyipitkan mata, seolah pikiran nya menebak ichana melakukan sesuatu yang tak terduga.
"Aihh... gue nggak kesana kok!!! benar.. gue tu.. t.. anu... tadi tu...
"alah lo pasti gitu gituan ya"
"zein!!!!!, jaga ya mulut lo jangan asal asal bicara gitu dong!!" kali ini ichana menjambak rambut zein pelan namun reaksi zein begitu berlebihan.
"aai.au..sakit lepaskan gue" teriak zein memegang tangan ichana.
Ichana melepaskan nya sedangkan zein masih saja merintih seperti orang yang sedang dipukuli habis habisan.
"Apa an sih,udah gue lepas kali" ketus ichana.
"Eh.. udah ya...
"Gilak" ujarnya jalan duluan.
Zein berlari kecil mengejar ichana,setelah mereka sama beriringan mereka saling pandang sejenak namun semua buyar ketika sosok fadlan datang yang tiba tiba saja menarik tangan ichana secara paksa. Dan mengancam zein bila ikut campur dengan usrusannya bersama ichana.
Ketika ichana sudah jauh dari zein,fadlan pun langsung melepaskan tangan ichana dengan kasar. Ichana memegangi pergelangan tanganya yang terasa sakit tersebut.
"Kamu apa apa an sih kasar banget" ketus ichana meringis.
"Kamu yang apa apa an... maksud kamu apa an putus dengan ku lalu dekat dengan zein hah?" sangar Fadlan.
"Eh, gue putus dengan lo itu karena gue itu seorang istri dari seseorang,,gue nggak mungkin mengkhianati pernikahan gue setelah gue sadar kalau sebuah pernikahan itu ternyata sangat penting dan bukan sebuah mainan.'' Cerocos ichana,giginya terkatup bersamaan dengan kemudahan bibir mungilnya.
Fadlan meludah disamping ichana berdiri membuat ichana menghindar kerena merasa jijik"Cuihhhh...lalu kenapa lo dekat dengan zein???,Bilang aja lah lo memutuskan gue itu karena zein.''ketus fadlan lagi menuduh ichana tidak tidak.
"Kok zein...
"Ya jelas lah zein...setelah lo putusan gue lo dekat sama dia sampe sampe lo menemani nya latihan basket.. parah lo ya" hujat fadlan menekan bahu ichana.
"Lo yang parah fad, bukan gue.. gue mah nggak ada apa apa.. dulu lo kemana disaat gue cinta sama lo.. lo tau perasaan gue kek mana ke lo tapi apa ada.... ada lo peduli dengan perasaan gue nggak kan... lo malah pacaran dengan chika... sekarang lo bilang gue parah... dimananya hah parah gue!!!!" gertak ichana membuat fadlan terdiam sejenak.
"jadi itu yang membuat lo balas dendam sama gue hah??...nggak gini juga dong konsepnya" ketus fadlan kali ini melotot.
''terus apa lagi...Gue udah muak dengan lo ya... sebaiknya lo terima aja keputusan ini dan satu lagi jangan pernah menemukan gue lagi.'' Tegas ichana menunjuk fadlan begitu serius dan penuh tekanan.
"Ajg... lo kira diam aja gitu... lo liat saja pembalasan gue ya... Lo udah berani main main dengan gue maka lo rasakan akibatnya nantik"ancam fadlan kemudian pergi.
Sedangkan ichana langsung menghela napas iya menyandarkan tubuhnya didinding terdekat tersebut.
__ADS_1
Bersambung.......................