Sikecil Milik SiDosen

Sikecil Milik SiDosen
Tante?


__ADS_3

arhghhhggg, Ichana kehilangan kendalinya,prustasi. Dia mengusau rambut nya begitu lama kemudian tangan mungilnya mengepal. Dengan kecewa iya melangkah gontai menghampiri meja kecil yang diatasnya terletak sebuah map coklat entah kapan itu dibawa bian dan diletakkan nya disana.


"Apa lagi ini?,,,, Kenapa Semua yang ada dimuka bumi ini menyusahkan ku saja sih!!! 😬" Rungutnya menangis dan mengambil map itu kemudian membukanya dengan kasar.


"Surat Pernyataan Kembali" ichana membaca judul bekopisar yang ditulis oleh suaminya itu.


Mengikuti alur demi alur rangkaian kata tersebut tiba tiba iya terpaku ke satu kalimat yaitu ''Memenuhi kewajiban sebagai istri kepada suami'' ichana terperangah membacanya.


"Apa pula memenuhi kewajiban,kewajiban seperti apa ini?" merungut sendiri.


Karena tak tahu apa kewajiban yang dimaksud didalam tulisan itu, ichana pun mengotak atik ponselnya dan serching ke google tentang kewajiban istri kepada suami.


''Taat dan patuh kepada suami, berarti aku harus mengikuti semua kemauan dia meski dia menginjak nginjak ku gitu hah.. nggak bisa gitu dong ya 😮😬😬" ucap nya setelah mendapatkan jawaban dari si mbah google.


Sekali lagi iya membaca makin jauh iya membaca, bacaannya makin intim membuat ichana geli dan berteriak kesal.


"Aish gila.. nggak nggak gue bisa gila kalau sampe melayani nya di atas ranjang 😬...aishhh yang benar saja." ucapnya kalang kabut dengan pikiran nya sendiri.


#################################


''Kamu yakin bila mama nggak kesini lagi, kamu baik baik saja?" tanya bian terhadap putrinya dikamar alysha.


Alysha hanya mengangguk berat dan memeluk boneka besarnya ini. Alysha memiliki trauma karena hardikan dari ichana ditambah lagi waktu itu iya melihat mamanya berdarah.


Dilubuk hatinya paling dalam iya mengira mamanya melakukan bunuh diri karena dirinya. Maka dari itu iya tak ingin memaksa mama nya lagi untuk kembali kerumah ini.


"Kamu tidak membenci mamakan?"tany bian was was melihat putrinya banyak murung semenjak kejadian itu.


"Nggak pah, cha tidak mau memaksa papa lagi untuk membawa mama kerumah,biarkan saja mama yang datang kesini sendiri''sahut alysha mengiklaskan mamanya begitu saja.


Alysha menarik selimut dan berkelumun di dalam selimut,didalam selimut air matanya jatuh berderai. Bian yang melihat tingkah putrinya ini pun pergi dari tempat itu.


"Selamat malam sayang" ucap bian kemudian bangkit dari sana keluar dari kamar alysha.


Pagi


"Alysha ayo berangkat"


"iya pah"

__ADS_1


Setelah serapan pagi alysha diantar ayahnya ketaman kanak kanak (TK). Lima menit sampe di sekolah TK alysha.


"Jangan nakal lagi ya?" ucap bian memperbaiki baju alysha didepan TK.


"Siap papa" sahut alysha tersenyum dan mencium pipi papanya.


"Bik tolong jaga alysha baik baik" ujar bian kepada bebysiternya.


"Baik tuan bi"


Bebysiternya mengangguk dan alysha dibawa oleh gurunya kemudian bebysiternya mengikuti dari belakang,sedangkan bian pergi meninggalkan tempat itu.


Di kampus


Ichana tengah berjalan hendak kekelas namun tiba tiba tangannya langsung di tarik fadlan menjauhi pintu kelas.


"Lepas!!!!!" geriti ichana menarik tanganya dengan kasar dari pegangan fadlan.


"Apa alasan mu mengatakan dua kata ini hah?" tanya fadlan balik menggeriti menunjukan ponsel canggih nya.


"Apalagi, kan udah saya bilang putus berarti kita putus" sahut ichana dengan santainya melipat tangan di atas dadanya.


"Iya, Saya selama ini hanya main main dengan anda, Gimana?... sakitkan?" bisik ichana kemudian pergi dari hadapan fadlan yang terperangah melihat tingkah wanita yang dia cinta ini.


Tidak mungkin ichana memutuskan aku begitu saja, Aku tau dia sangat cinta dengan ku...jadi nggak mungkin dia putus dengan ku tanpa alasan begini Gumamnya dalam hati melihat ichana yang melenggak lenggok makin jauh.


"Icha... ichana!!!!" Fadlan menarik tangan ichana kembali membuat ichana kesakitan.


Dari sisi lain bian juga datang membawa tas dan buku ajarnya. Bian melihat mereka berdua langsung bersembunyi menguping pembicaraan mereka.


"Kenapa kamu tiba tiba Putuskan aku hah!!"


Hah mereka putus we?


''Aku sangat muak dengan mu, Pertama tama aku masuk kedalam hidup mu itu hanya penasaran dan akhirnya oh ternyata begini seorang fadlan yang dicintai oleh banyak wanita SMP dulu'' sahut ichana mencemooh kan Fadlan melihat dari atas sampai kebawah dan dari bawah liat keatas.


''Kamu nggak level dengan ku" bisiknya sekali lagi kamudian masuk kedalam kelas.


Hah... Ternyata dia hanya mainan untuk ichana. Tapi nggak nyangka juga ichana bisa melakukan itu. Eh tapi kenapa? perasaan pria itukan orang yang paling dia cinta. Bahkan dikabarkan ichana rela menyembunyikan bakat kehebatan demi supaya tak menjadi saingin fadlan. dahlah.. Cinta itu memang rumit Gumam bian kemudian perlahan keluar dari persembunyian nya

__ADS_1


Bian berjalan santai seolah olah dia tak mendengar apa pun yang terlah terjadi diantara dua insan tadi.


''ngapain disini,nggak masuk?" tanya bian tiba dihadapan fadlan.


"eh iya pak"sahut cowok ini kemudian pergi dari tempat sana memasuki ruang, ichana kali inj duduk jauh sekali dari tempat fadlan.


Orang orang yang melihat mereka juga memerhatikan ada yang aneh antara fadlan dengan ichana terutama zein. Zein yang melihat ichana sendiri tak tinggal diam untum mengisi kekosongan ichana


"Boleh duduk disini?" tanya zein kepada ichana.


"Boleh dong" sahut ichana dengan suara godaanya.


Zein duduk bersama ichana, "Ichana, aku dengar berita kamu telah membuat si mike and the geng putus dengan pacar mereka ya?" tanya zein.


Ichana hanya tersenyum puas, kemudian mengedipkan mata sekali kepada zein. Iya melihat mike dan yang lainnya. Suruh siapa main main dengan ku, untung masih pacar mu yang aku goda... lama kelamaan aku akan buat mami dan papi kalian yang rusak. Gumamnya dalam hati.


Jam berlalu dengan baik, setelah jam berlalu ichana buru buru keluar terlebih dahulu. Iya lewat dihadapan bian kemudian menaikkan alisnya dan tersenyum kalut. Setelah itu iya bergegas keluar dari ruangan.


Iya mengendarai mobilnya ke tempat sekolah alysha. Tiba disana iya melihat alysha sedang bermain main dengan teman temannya bersama bu guru dan bebysiternya dengan baik.


"Hello alysha" sapa ichana mendekati alysha.


Alysha melengah,iya melihat ichana dan yang lain juga melihat ichana. Ichana tersenyum kepada alysha, dan alysha hanya tersenyum singkat kemudian melanjutkan mainnya dengan teman Temannya bahkan iya mejauh dari ichana.


Perubahan ini membuat ichana sedikit heran, Ichana merasa diabaikan iya segara bertanya kepada bebysiter alysha.


"Kenapa alysha seperti itu?" tanya ichana.


"Non alysha mungkin lagi marah dengan nyonya muda dan kali ya" sahut wanita ini dengan kata yang tidak dapat dipastikan juga kebenaran nya.


"Non Alysha, ma.. eh nyonya muda ingin bicara dengan mu?" ajak bebysiternya.


Dengan rasa malas alysha berjalan menghampiri ichana. "Ada apa tante?" ucap gadis ini dengan lantang membuat ichana terkejut.


"What?..kamu?...


"Tante apa kabar, tumben datang kesini?" ujar gadis ini lagi.


"ehm, kabar ku baik, aku kesini karena pengen ajak kamu jalan jalan" sahut ichana.

__ADS_1


__ADS_2