Sikecil Milik SiDosen

Sikecil Milik SiDosen
Enggan bangun


__ADS_3

Setelah ngoceh-ngoceh sikecil pak dosen ini terlelap dalam keadaan kaki yang dipijitkan oleh pak dosen. Dia mengangkat tubuh mungil gadis ini untuk ditidurkan dikamar.


Jalan pelan pelan, dan menidurkan dengan pelan pelan. Setelah menyelimuti gadis ini,bian keluar dari kamar dan mengambil duduk di ruang keluarga dengan satu ponsel yang iya pegang.


Ting..... Sebuah pesan masuk menanyakan sebuah kabar BIAN, APA KABAR? bian melihat pesan ini iya membalas dengan kata. BAIK ANI. Kemudian pesan susulan masuk lagi. Namun bian tak menjawab iya bahkan tak melihat pesan itu sedikit pun.


"Tuan Bi, Nyonya muda menangis"lapor pelayan perempuan yang ditugaskan menjaga ichana tadi.


Bian langsung bangkit dan segera kesana, iya sudah melihat ichana duduk dan menangis,iya segera menghampiri dan segera memeluk gadis ini. Tangisnya makin keras dipelukan bian. Bian menepuk nepuk pelan punggung gadis ini "Ada apa,apa kamu mimpi buruk?"ucap bian mencium puncak kepala ichana.


"Sakit... Hiks.. Hiks.... Kaki ku sakit" rengeknya. "Kenapa rasanya sangat sakit" ucapnya memeluk erat tubuh suaminnya ini.


"Udah jangan menengis lagi sakitnya akan hilang setelah kamu istirahat." ucap bian melepaskan ichana dan menghapus air matanya yang mengalir deras.


"Mama....Mama....mama... Aku ingin mama ada disini hiks... Hiks.. Hikss." Iya memanggil manggil mamanya tanpa henti.


Bian memeluknya kembali."Jangan begini dong,,, Mama nggak nggak ada disini" ucap bian menenangkan ichana namun tangisnya makin keras.

__ADS_1


Tidak salah lagi setiap alysha menangis selalu memanggil mamanya, karena mamanya juga memanggil mamanya ketika menangis. "Hiks.. Hikss. Hikss.. Mama.. Mamaaaaa.. mama" antara ketawa dan sedih bian susah mengimbangkan dirinya bila melihat tingkah istri kecil nya ini.


"Cup cup cup" Bian mengelus rambut wanita ini, iya sedikit menggoyang kan tubuh ichana dengan bersenandung, ichana terus menangis menangis karena kakinya juga sakit akibat dari berjalan sangat jauh tadi.


"Mama.. Kakiku... Kakiku maaaa... Sakit maaa"erangnya.


"Hanya aku disini" ucap bian berusaha menyadarkan ichana.


Lama sudah,akhirnya wanita kecil nya ini berhenti menangis dan terlelap kembali dengan sendiri nya, Bian membenarkan posisi ichana dan iya juga ikut terlelap dengan sikecilnya.


Pagi hari..... Tang tang ting tong.... Tang tang ting tong......tang tang ting tong,bunyi sebuah nada telepon identik dari suatu merek ponsel ternama yang tidak lain adalah Iphone cantik milik gadis kecil itu.


๐Ÿ“žHallo mama...


๐Ÿ“žYa hallo alyhsa.... Bagaimana kabar mu disana?


๐Ÿ“žAku, kakek dan nenek sampai dengan selamat mah, mama tau paris ini ternyata sangat indah ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

__ADS_1


๐Ÿ“žHmm... Senang senang lah disana,mama harus melakukan sesuatu.


๐Ÿ“žBaik. Lah... Nanti disambung lagi ya mah.


๐Ÿ“žOkey.


Dari pihak sana menutup telepon terlebih dahulu. Setelah telepon mati ichana merebahkan diri kembali, iya memejamkan mata karena iya enggan untuk bangun karena kakinya yang sangat sakit.


Bian juga tampak terlelap dengan nyenyak sehingga tak merasa terganggu dengan suara dan gerak dari ranjang yang dilakukan oleh ichana.


Tok tok tok,Baru hendak memejamkan mata pintu kamarnya tiba tiba diketuk dari luar. Tak lama disusul dengan suara. "Tuan dan nyonya muda apa kalian sudah bangun?"


"Ada apa?" sahut ichana.


"Sarapan anda sudah siap nyonya muda"ucapnya memberi tahukan. ''Apa saya sudah boleh pergi?" tanya pelayan dibalik pintu itu.


"Pergi aja, saya mau lanjut tidur" Sahutnya kemudian menarik selimutnya dan berkelumun.Beberapa detik berkelumun tiba tiba iya merasa aneh dengan bian. "Kenapa dia tidak bangun bangun?" ucap nya menyibakan selimut nya kembali iya memutar kepalanya melihat wajah pria yang terlelap disamping nya ini.

__ADS_1


Ichana melihat wajah pria ini dengan lekat, kemudian matanya turun menelusuri lekuk tubuh suami nya. Berhenti disatu titik memerhatikan dengan seksama, iya melihat garak naik turun dari perut suaminya ''ehmm... kayaknya masih hidup... syukurlah'' ucapnya menarik selimut dan berkelumun kembali.


Bersambung.....................


__ADS_2