
"apah!"😡mendengar kata murahan itu membuat dirinya naik darah. Tangannya gatal hendak menampar bian.
''Kau harus ingat,bahwa kau adalah seorang istri dan seorang ibu dari anak saya....jadi tolong gensi mu ditingkatkan ke pria selain saya''Tutur Bian menunjuknya dengan kasar, rahang pria itu mengeres. Urat tangannya menonjol.
"eh, jika anda tidak suka maka anda bisa ceraikan saya...😠" Balas ichana menatap mata yang menyala dengan kemarahan itu.
"Cerai" bian tertawa kecil,kemudian wajahnya menjadi sangat serius.
"Ya, apa dirimu nggak merasa malu, menikahi seorang remaja'' tantang ichana membolakan matanya
"Kenapa harus malu?!"Emosinya tiba tiba meledak begitu saja. Iya menarik nafas dan menghembuskan nya dengan kasar. ''Ichana,Apakah kamu tak memiliki hati?'' Tanya pria ini menggenggam kedua bahu gadis ini,wajahnya sangat dekat dengan wajah gadis ini.
Ichana menggeleng,''Aku tak mengerti kenapa kamu seperti ini?...kenapa kamu terus memaksa ku untuk terus dengan mu hah...kau adalah pria yang sempurna banyak wanita disana yang ingin bersama mu... tapi kenapa harus aku.''pekik ichana mendorong bian.
"Karena kau adalah ibu dari anak ku!" bentak bian,tiba tiba air matanya menetes begitu saja, membuat hati ichana tiba tiba terasa sakit, seolah olah ada yang menusuknya kemudian luka itu diteteskan oleh setetes air jeruk nipis. Rasanya sesakit itu.
"apa kamu tahu betapa susahnya hidup yang kulalui karena mu,,,, tapi itu. kau tak kan pernah tau begaimana rasanya!... Coba kau rasakan posisiku... Coba sekali kali kita bertukar tubuh aku yakin kau tidak akan kuat. Merasakan bagaimana rasanya cinta bertepuk sebelah tangan.'' Ucap bian berjongkok iya mengusau rambut nya prustasi 😕
Ichana pun duduk.Iya menangisi dirinya. "Apakah kau tau bagaimana perasaan ku juga...apa kamu tau bagaimana aku mengatur tawa ku setiap hari?, apa kau tau aku menangis tiap malam? apa kau tau apa yang kurasakan setiap hari hah?!!!!" Ichana menepuk nepuk dadanya. "Hidupku selalu dipaksa, semuanya paksaan.Apa kamu tau bagaimana orangtua ku menghina ku?, apa kamu tau bagaimana rasanya orang yang aku cinta malah mencintai orang lain?. Apakah kamu tau bagaimana cara aku mengontrol hati ku menghadapi orang orang disekelilingku? apakah kamu tau bagaimana aku berada dilingkungan kampus itu?.... apa kah kamu tau aku dicampakan oleh mereka? Bahkan mereka menyebut ku pembawa sial,aneh,gila dan sebagainya. Dan kamu malah mengeluh kan hati mu yang tak seberapa itu...Itu salah mu sendiri yang tidak mengontrol hati mu, kenapa kau bisa jatuh cinta dengan remaja labil. salah mu sendiri yang jatuh cinta dengan ku" ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ Ucap ichana kemudian bangkit dan meninggal kan Bian dikamarnya.
Kenapa aku yang salah karena jatuh cinta padanya?,apakah semua perempuan seperti ini?, kenapa selalu laki laki yang disalahkan?
Ichana berlari kebelakang rumah,belakang rumah terdapat kolam berenang yang luas terdiri dari dua, yang bentuk lingkaran untuk berendam dan yang persegi panjang untuk berenang dan itu hanya untuk orang orang dewasa. Ichana menanggalkan pakaiannya kemudian melompat kedalam kolam renang itu. Iya berdiam diri didalam sana.
Bian menghampiri balkon kamar, iya melihat ke hamparan bebas dari kamarnya itu,Halaman rumah dengan pohon pohon besar, di bawahnya terdapat bunga bunga yang terawat. Bian melihat ke arah kolam renang. Iya melihat ada sesuatu yang berdiam diri didalam kolam renang itu apakah itu. Tak lama iya melihat putrinya berlari kesana.
"Alysha," sorak bian, membuat alysha mendongakan kepala.
"Papa kesini."
__ADS_1
"Tunggu papa disana." ucap bian kemudian keluar dari kamar berlari dengan secepat kilat. Tiba di kolam, iya melihat pakaian ichana yang dipakai nya tadi berserak serak serakan.
Bian langsung panik, ditambah lagi ichana tak keluar keluar dari dalam sana. Saat bian hendak melompat,namun dihadang oleh pelayannya.
"Why?''
"Nyonya muda, tidak mau diganggu tuan" sahut pelayan nya. Yang memegangi handuk.
"Dia didalam sudah lama apa kau gila" bentak bian.
"Mama selalu berlama lama di dalam air papa jadi itu udah biasa" sahut alysha.
"Tinggal kan kami" perintah bian.
Semuanya pergi,iya sungguh aneh melihat ichana yang belum juga kunjung keluar dari dalam air. perasaan nya sungguh campur aduk
"Kata mama didalam air adalah suatu ketenangan yang tidak ada di daratan pah, emang benar ya pah?" tanya alysha.
"Hm... iya.. mama selalu berendam didalam air seperti ikan" sahut alysha.
Tak lama air itu merombak,ichana mengayuh dengan kakinya berenang menepi,ditepi iya mengangkat tubunya,kepala sampai perutnya terlihat jelas oleh bian kerena iya bergantung ditangga naik.
"Mama"..
"hm al.. aa" ichana langsung berendam kedalam air kebali menyembunyikan tubuhnya dari mata laki laki dihadapan nya ini. "aa... a.. sejak kapan kamu disana" ucapnya gugup.
Bian berdiri, iya melangkah mendekati ichana kemudian memberikan handuk kimono itu kepada ichana. "Apa kamu sering melakukan ini?" tanya bian berubah lunak kembali.
"Ini hanya untuk menghilangkan kecanduan ku dengan alkohol...
__ADS_1
"Apa kamu sudah sering minun alkohol".Bian sedikit terkejut.
"Alysha kenapa kamu ada disini?" Ichana mengabaikan pertanyaan bian. Iya naik dengan tubuh dibalut kimono yang sudah basah.
"icha juga mau berenang dengan mama"Ucap alysha.
"Hm benar kah, kalau gitu ayo.''ajak ichana kekolam sebelah,iya membawa alysha kesana dan masuk kedalam sana,airnya selutut ichana dan sedada alysha. Mereka berendam disana. Alysha tampak bahagia dengan menepuk nepuk air nya.
Bian menghampiri mereka,ichana sempat melihat mereka namun iya palingkan kembali. "Alysha, apa kamu suka?"
"Icha selalu suka apa pun itu bila sama mama" ucap gadis yang bijaknya minta ampun deh.
Sebenarnya bian sedikit canggung dengan ibu dari anaknya ini atas pertengkaran tadi,"Alysha mau main dengan papa?...gimana kita jalan jalan sore" ucapnya mengajak alysha.
"Mama ikut?" ucap gadis ini.
"Haruskah?" Sahut ichana mencubit hidung kecil sikecilnya ini.
"Harus dong, icha liat teman icha pergi sama papa mamanya,kadang iya juga mengejek icha karena nggak pernah bersama mama" sahut alyhsa mengiba.
"ooo... ya udah ayo kita shopingnya,habiskan uang papa. hm" ucap ichana mengelitik putrinya.
"Hahaha... papa tolong ichaa... tolong papaaa" rengek gadis ini.
"ayo sini sama papa," Bian menggendong nya,membuat bian ikut basah juga karena alysha. Ichana keluar dari kolam.Mereka meninggalkan lingkungan kolam renang untuk masuk kedalam rumah. Sebelum itu ichana dan alysha mengganti handuknya dengan handuk kimono kering sedangkan Bian melanjutkan jalannya untuk ke ruang ganti.
"bebysister dandani dia ya hari ini kita akan ke mall."
"Bertiga aja kan mah"
__ADS_1
"Okey" sahut ichana.
Bersambung............................