
Matahari pagi bersinar menerangi dunia, alysha tampak bersemangat menaiki tangga kekamar orangtua nya. Tiba didepan pintu iya membuka pintu tanpa mengetuk dan melihat orangtuanya masih tidur dengan nyenyak disana.
Gadis ini masuk dan berjalan pelan, kearah tempat papanya berbaring,Iya mencium pipi papanya. Bian perlahan membuka matanya dan melihat alysha dalam keadaan dibawah alam sadar, ketika iya tersadar baru terkejut sehingga putrinya ikut terkejut pula.
"Alysha kamu, kamu kenapa disini sayang?" Katanya,tangan kekarnya dibelakang berusaha manarik selimut keatas,agar menutup tubuh ichana seluruh nya.
"Papa kenapa kayak liat setan aja" ujar alysha dengan polos nya.
Sedangkan ichana yang merasa tidurnya terganggu ikut terbangun dan melihat keduanya.
"Eh selamat pagi, nyonya muda" sapa alysha.
"Ehmmm pagi..
"Sayang ,tunggu kami dibawah ya?..kami segera turun." ucap bian membelai pipi putrinya ini.
"Papa nggak kekampuskan? Dan kamu?" ucapnya bertanya kepada keduanya.
"Enggak"sahut bian menggeleng.
"Aku iya" sahut ichana membuat bian mengerutkan keningnya.
"Ehmm... ya udah kamu tunggu di luar ya" ujar bian.
"Baik pah"sahutnya mengokekan tanganya kepada sang papa kemudian melihat ichana. Lalu pergi.
Setelah alysha keluar,mereka menghela napas lega. Ichana melihat bian "kenapa dia bisa masuk sih?" ucapnya.
"Pintunya nggak dikunci"sahutnya.
"Aihss hampir saja, kalau dia liat aku kayak gini... dia bakalan bertanya panjang kali lebar kali tinggi bagi volume." rungutnya.
"Yaaah.. Kamu juga sih, Apa sulitnya sih pasang pakaian mu lagi atau setidak nya pakai handuk kek.. anak kita itu kan masuk semaunya aja." ujar bian.
"Lah mas... kenapa kamu menyalahkan aku pula lah,ngacok deh'' ichana langsung sewot disalahkan.
"terus,semua ini salahku kah?,,kan dari awal. udah ku bilang.
"ih malas kali lah aku ni... Menurut mu aku yang salah gitu."
Berdebatan dimulai.
"Ya...aku nggak nyalahin kamu, tapi aku hanya bilang apa salahnya kamu pake handuk atau nggak pakai piyama mu gitu" ujar bian pelan dan menerangkan.
"Oh gitu, ya udah... mulai hari ini kita kalau berhubungan lagi, jangan pake buka baju segala." ketus ichana meraih handuk dan menutup tubuhnya kemudian bangkit dari ranjang.
__ADS_1
"Hah,,Gimana caranya?" bian jadi bingung dengan keputusan ichana. kening nya berkerut alisnya terangkat.
"Belajar sana,sharc digoogle bagaimana cara melakukan hubungan intim tanpa membuka pakaian!!!" jawab ichana dengan lantang.
"Ih ogah kali lah... kerjaan ku banyak selain itu...lagian nggak seru juga lah.''
"Nggak ada cerita,,,, awas ya nanti malam, nggak boleh membuka baju ku lagi" tunjuk ichana dengan tegas kemudian pergi kekamar mandi.
Bian menggeleng geleng,melihat tingkah gadis ini.
################################
Zein menunggu di sebuah taman,tak lama seorang gadis cantik berpakaian mini dress datang menghampiri nya.
"Ichana,wah kamu cantik sekali" ujar zein memuji gadis berambut panjang yang diikat ini.
"Thankyou zein" sahut ichana tersipu malu.
Ichana dan zein ada janji pergi kepesta teman zein.
"Ayo" ucap zein mengajak ichana untuk menaiki mobil mewah nya.
Ichana masuk kedalam mobil setelah dibukakan oleh zein. Kemudian zein berjalan ke arah mengemudi kemudian masuk juga. Didalam mobil zein bertanya kepada ichana.
"Pak suami tau kalau kamu pergi ama aku?''
"Kenapa kamu nggak minta izin sama pak suami?" ujar zein kaget.
"Izin kok" sahut ichana kali ini cengengesan.
"eh... kamu bikin panik aja sih" sahut zein kali ini fokus menyetir kembali.
Setelah lama menempuh perjalanan akhirnya mereka sampai diacara pesta yang dituju. Saat zein berhenti tepat didepan gedung diadakan pesta itu semua orang melihat kearahnya dan berbisik bisik cantik.
"Wis... ganteng banget dia.."
"Ho'oh"
"Itu kan putri Yuhan grub."
Semua orang terkejut saat melihat ichana keluar dari mobil dengan elegan sekali. Zein menggandeng ichana untuk masuk kedalam gedung pencakar langit ini.
Saat itu keduanya disambut oleh tuan rumah yang mengadakan pesta ini.
"Gue kira lo nggak datang men" sapa seorang pria menepuk bahu zein. "Hallo ichana" sapa prian ini kenal dengan ichana namun ichana tak kenal dengan laki laki ini.
__ADS_1
"Hello" sok kenal aja lah, agar nggak merasq dikacanginkan ya nggak sih.
"Yuk masuk" ajak dion cowok yang mengundang zein. "Dan lo ichana, sory yap gue nggak undang lo gue kira lo. menlanjutkan pendidikan diluar negeri sumpah" ujar dian melihat ichana.
"Santai aja, lagian gue cuma jadi fatner zein hah doang kok.. lo undang secara pribadi pun mungkin belum tau gue bisa datang ya nggak?"
Ternyata semua orang disini teman ichana terutama dengan dion. Mereka masuk dan berkumpul dengan yang lain, semua tampak akrab sekali meski ichana hanya fatner zein keakraban ichana dengan yang lain mengalah kan zein si tamu undangan.
"Ichana aku misi bentar ya" ujar zein kemudian pergi pertama kali.
Disisi lain wanita cantik cantik sedang menikmati makanan enak pesta ini. Salah satu dari mereka tampa sengaja melihat ichana yang dikelilingi laki laki tampan dan wanita wanita kelas atas yang seumuran dengan nya juga.
"Wh lihat, itu bukannya dikampungan itu?" Tunjuk seorang wanita dari segerombolan kelompok itu menunjuk ichana.
"Mana" menoleh semuanya.
"Wajahnya mirip,tapi kok mewah sekali pakaiannya elegan lagi" seru yang lainya.
"Lo undang ichana rhan?"tanya temannya kepada rani gadis yang mengundang teman teman nya ini.
"Ichana yang mana?"
"Itu loh yang ngejar ngejar fadlan itu loh.
"Ooo si buruk rupa nya itu, ih ogah kali gue ngundangnya.
"Itu...
"Mana" melihat dengan fokus "Eh iya itu dia, tapi kok sekarang iya beda banget ya?...Seperti nya dia operasi plastik"terkanya.
"Masalahnya kenapa dia berkumpul dengan dion dan anak anak kelas atas lainnya coba?" ucapnya benar benrar kepo.
Tak lama dilihat nya semua remaja kelas atas itu meninggalkan ichana. Ichana pun sendiri memilih ketempat hidangan Mengambil piring dan mulai meletakan makanannya kedalam piring. Setelah itu matanya menelusuri tempar yang kosong,kebetulan dia menemukan tempat dengan wanita wanita tadi. Tanpa menyadari siapa kelompok itu ichana melangkah kesana dan mengambil posisi duduk mengenyampingakan mereka semua.
Rhani pun menghampiri ichana, ichana melihat gadis ini. iya langsung kenal namun iya tak segila dulu lagi yang rela menyapa duluan meski sapaan itu dibalas dengan hinaan.
"Ichana, lo benar ichana kan?" ucap rhani menunjuk wajah ichana.
"Ya, gue ichana...Maaf lo siapa?" tanya ichana pura pura tak kenal.
"Waaaaah..wah wah, belagu banget lo ichana pura pura nggak kenal segala ama gue dan mereka semua lo kenal?"tanya rhani.
Ichana melihat kesampingnya saat melihat ichana pun bergumam dalam aihhsss kenapa saya harus duduk dengan wanita ular sih.. dah lah sial banget
"Ichana, kamu benar benar nggak kenal kita, atau pura pura nggaj kenal sih?"tanya rhani lagi.
__ADS_1
"Sory gue nggak kenal kalian, Gue mengalami kecelakaan setelah tamat SMP jadi gue nggak tau siapa kalian, apa kalian teman ku. masa SMP atau SMA ya?"
Bersambung............................