
Alysha turun dengan hati hati dari pohon tersebut. Di ikuti oleh ichana juga ikut turun dari pohon tersebut.
''Hati hati mah, nanti kedengaran sama papa" bisik alysha.
"eh, seharusnya aku yang bilang begitu, anak nakal." ujar ichana mencolek bahu putrinya.
"hehe" alsyha malah cengengesan.
"ehm"
"Eh copot" mereka sama sama terkejut mendengar suara tersebut.
"Pa.. paaaaapah" alysha melihat papanya dengan tampang serius.
Sontak ichana langsung berpaling melihat wajah serius suaminya ini. "Eh ada mas Bian?, ehmm kapan ada disana?" ujar ichana berusaha menyelimuti rasa takutnya agar tidak tampak.
"Masuk keduanya" sahut pria ini datar.
Mereka berdua mengekor dibelakang bian. sekali kali saling pandang dan saling cibir mencibir.
"Kamu sih" ucap ichana menyalahkan alysha.
"Salah mama juga,seharusnya mama bilang ke icha kalau itu tidak baik" cerepet alysha.
"Hah?, bukannya tadi udah ku bilang"
Bisik bisik dan berdebat membuat mereka tak sadar kalau bian sudah berhenti menghadap ke mereka. Ichana menabrak bian membuat wajahnya menempel kedada bian.
Sedang kan alysha lebih dulu berhenti dan tersenyum melihat keduanya. Ichana langsung mundur dan berbaris sama lurus dengan putrinya.
''Kenapa kalian lewat kesitu?" tanya bian. "mau jadi maling" tambah bian melihat ichana kemudian putri nya secara berurutan.
"Jawab?" tekan bian. "Sebesar itu gerbang kenapa harus lewat ketempat yang sangat berbahaya begitu?" celoteh nya.
"Maafkan aku mas, ini salahku seharusnya aku melarang alysha melakukan nya." jawab icha menunduk ketakutan.
"Ide siapa nih?" tanya bian.
"icha pah, maafkan icha pah icha janji tidak ngulang lagi pah icha janji. jangan marahin mama ya." ucap gadis ini mengulang ngulang kalimat nya.
"kamu belajar dari mana manjat begitu?" tanya papahnya.
__ADS_1
"Dari papah" sahutnya menunjuk sang papa membuat icha langsung menegakkan kepala.
"Papa?" bian langsung menunjuk wajahnya.
"Benar benar kamu ya mas, ngajarin anak yang enggak enggak begitu" celoteh ichana melotot kepada bian.
''Eh,, Anggak,kapan pula mas yang ngajarin." tolak bian melihat ichana kemudian melihat putrinya.
"waktu itu papa lewat kesana, aku melihat nya."
"Alysha,jadi kamu melihat kejadian waktu itu.???" bian tak menyangka putrinya melihat apa yang dia lakukan waktu itu.
Waktu itu sempat terjadi pertengkaran antara bian dengan kucing tetangga yang mengambil makanan. Sedangkan makanan itu berisi cincin pernikahan nya yang tidak sengaja jatuh kedalamnya.
"astaga alysha, Jangan pernah mengulangnya lagi okey!!,enggak boleh. Perempuan itu harus tenang dan anggun. enggak boleh manjat manjat paham" nasihat Bian mencubit hidung putrinya ini.
"Iya pah, maafkan icha sama mama ya pah" sahut alysha meminta maaf. "Maafkan icha juga ya mah, gara gara icha mama kenak marah sama papa. icha janji enggak nakal lagi pah.. janji!" tuturnya ke sang mama.
"Okey, Enggak papa sayang." sahut ichana menyentuh pipi alysha. "Sekarang kamu mandi setelah itu kita makan ini."ujar ichana kembali.
"Okey mama." sahut alysha tersenyum kemudian pergi.
Ichana yang hendak pergi. Namun dilarang sama bian.
"Apalagi mas?, kan aku udah minta maaf dan kamu juga sih ngajarin alysha yang tidak tidak pakai manjat pohon segala." rungut ichana dengan penglihatan terus berputar putar. Dirinya tak fokus dengan bian.
"Bik, ambil makanan itu dan siapkan dimeja. Nanti kalau alysha nanya bilang saya ada urusan dengan ibunya sebentar" ucap bian. pelayan pun meminta yang dipegang ichana. ichana memberi kannya dengan bibir ketekuk.
Kemudian bian pun berdiri dan menarik ichana menaiki anak tangga untuk membawa gadis ini kekamar. Dan ichana dengan malasnya berjalan jadi jatuhnya seperti ditarik tarik oleh bian.
Dikamar bian melepaskan tangan ichana dan mengunci kamar.
"Apa lagi salah ku?,aku rasa ku sudah mengikuti semua perintah mu" ketus ichana.
"Salahmu! Kamu membuat ku khawatir." Bian mendekati gadis ini dan menatap nya dengan tegas. "mulai hari ini, kamu tidak boleh pergi tanpa bodyguart. Aku tidak mau kejadian seperti tadi kejadian lagi." tegas bian.
"Mas, apa masalah nya.. aku hanya jajan ke samping rumah, kenapa harus pakai bodyguart segalak. lagian manjat itu pun hanya hal yang sepele kenapa kamu harus khawatir segalak.. tidak usah lebay deh.. aku juga bisa menjaga diriku sendiri mas. aku bukan bocah 15 tahun 16 tahun atau pun bocah dibawah umur tapi aku,,....usiaku sudah hampir masuk 19 tahun. Bisa ndak sih enggak usah terlalu mengekangku. Dan aku hanya mengajak putriku jalan salahkah?" celoteh ichana kesal.
"Aku bukan mempermasalahkan kamu kemana pun. Tapi aku mempermasalahkan keselamatan putriku, dan stop membuat alsyha makan makanan tidak sehat." tegas bian.
"Jadi kamu tidak peduli denganku?, tapi kamu hanya peduli dengan putri mu?...Begitu?"
__ADS_1
Ichana menutup mulutnya dan tak menyangka dengan bian. Gadis ini mundur dua langkah dan kemudian berbalik membelakangi bian.
"Seperti nya aku selalu salah dimata mu mas, Ini salah itu salah." Ucap gadis ini menahan air matanya.
"Ichana....
"Aku tahu... aku akan berusaha menjadi ibu yang baik untuknya. Aku akan lakukan seperti yang kamu minta. Dan maafkan aku sudah membuat kesehatan putri mu dalam bahaya" ujar ichana menyatukan tanganya.
"Kamu susah dibilangin ya... Apakah kamu tidak mengerti dengan kata kataku hah?,kenapa kamu selalu mengambil kesimpulan sendiri."
"Iya.. iya.. disini hanya aku yang salah. Katamu mudah menjadi aku hah?, kau bayangkan bagaimana jadi aku" pekik ichana kali ini menangis.
"Aku udah berusaha yang terbaik,aku mendekatikan diri dengan putri ku dengan cara ku. Ya caraku hanya seperti itu. Tapi kamu!?,Apa yang kamu lakukan?, kamu memarahiku menceramahiku.. apa aku ini ibu boneka remot. Yang remot nya kamu pegang dan kamu mengotrol kemana aku pergi melangkah dan semacamnya. kalau begitu kenapa tidak kamu saja yang menjadi ibu dan ayahnya sekaligus mas." ketus ichana marah marah.
"Tidak ada gunanya bicara denganmu!" ketus bian kemudian pergi.
Bian keluar dari kamar dan tak sengaja berpapasan dengan putrinya yang hendak turun juga setelah selesai dirapikan oleh dua bebysiter nya.
"papah mau kemana?" tanya alysha.
"Papa tidak mau kemana mana, apa kamu sudah makan?" tanya bian menggendong putrinya.
"sudah pah" sahut alysha. "Mama kemana?" tanya alysha kepada papanya. Bian sedikit terdiam dan mengalihkan pertanyaan alysha.
"Kamu kemana aja sama mama tadi?"tanya bian sambil menuruni anak tangga dan dikuti oleh dua bebysiter tersebut.
"Hanya jalan jalan terus makan, makan bulat bulat itu loh pah yang ada mienya..
"Bulat bulat?,apa itu?"tanya bian terheran heran.
"Apa ya.. mie,aaa bakso.. rasanya sangat enak sekali pah. aku suka." sahut gadis ini mengidamkan nya lagi bila menggambarkan bakso tersebut.
"Makanan ditempat seperti itu, enak enak loh pah...bahkan lebih enak dari pada makanan direstoran" jelasnya.
"Anak papa ini benar benar pintar, tapi makanan ditepi jalan itu tidak sehat sayang."
"Ehmm.. mama bilang, makanan tepi jalan itu tidak semuanya tidak sehat dan tidak semuanya juga sehat. Jadi mama bilang kalau mau tubuh kita sehat maka makan lah makanan itu secara tidak berlebihan. maka semua bakalan baik baik saja tidak peduli mau makan dimana" jelas alysha menjelaskan kepada sang papa yang diajarkan oleh ibundanya.
"Alysha juga senang banget, karena mama bilang icha putrinya didepan orang orang. Meski orang orang itu tidak percaya tapi mama tetap mengatakan kalau icha adalah putrinya. Sepertinya icha berhasil mengambil hati mama seperti yang papa katakan." ujar alysha lagi.
"Kamu banyak bicara sekarang ya.. dan kata katanya seperti orang dewasa saja." ucap bian mendudukan alysha di meja makan.
__ADS_1
"Makanlah,bukankah ini jajanan mu" tutur bian.
"Icha nunggu mama dulu pah" sahut alysha melihat kebelakang dan mamanya tak kunjung datang.