
......................
Wajahnya makin mendekat,tangan ichana yang iya gunakan untuk mengganjal dada Bian agar tak menghimpit dirinya,kini digenggam oleh tangan kekar pria yang ada diatasnya ini. Ichana memejamkan mata dan bibir di katup rapat rapat. Ichana tak membiarkan pria ini menguasai apa yang dia suka dari tubuhnya.
''Apakah saya harus mengatakannya agar anda tau siapa diri anda atau anda sendiri yang menyebutnya saja?" bisik bian. Angin dari nafasnya menggerakkan bulu kuduk ichana. "Atau....saya akan menyebutkan nya dengan sebuah pertunjukan...silahkan pilih mau yang mana hah...mau yang mana?"
Tiga pilihan, ini bukan pilihan. Ichana masih diam membatu tanpa kata kata. Sedang kan Bian mengangkat kepalanya kembali dan melihat ichana. '' Saya lihat kamu tampak nya tumbuh dengan baik selama ini, dengan tubuh ideal ini.?"ucap bian lagi meraba dan mengintimidasinya, Ichana menggelinjang karena merasa geli, Nafasnya naik turun karena takutnya.
"....katakan, aaah atau gini aja gimana kalau aku isi rahim mu untuk kedua kalinya.Mau?" Mata ichana langsung membola dan tubuhnya meronta-ronta kuat,sehingga bian terpental jatuh ke bawah.
Ichana segera berdiri dan memperbaiki rambut nya. ''Kau! cukup. kau sudah menghancurkan hidup ku. Apa kau lupa hah...dan sekarang kau juga ingin menghancurkan aku sekali lagi. Bian!...gara gara mu aku kehilangan segalanya. Dan sekarang kau masih ingin menghancurkan ku... apa kau tau?. tidak.. kau tidak akan pernah tau gimana jatuhnya aku, bagaimana perasaan ku saat usia ku masih dibawah umur hamil dan menikah dengan pria yang jauh sekali beda umurnya dengan ku...kau tak pernah tau gimana perasaan ku... karena kau memang pria brengsekk'' Ichana menangis. Namun bian tak lagi menatap kasian kepada ichana karena dia sudah tak tahan memendam penghinaan yang iya lontar kan kepada anaknya.
TIGA TAHUN YANG LALU
PERPISAHAN SMP bukan kah hal yang paling membahagiakan sekaligus paling mengharukan bukan? untuk anak sekolah yang selesai menempuh pendidikan nya selama tiga tahun. Sekolah ichana adalah sekolah elit perpisahan nya saja jalan jalan den menginap dihotel mewah.
Hotel Lf,mereka menginap disana. Sungguh keberuntungan bukan untuk bisa menginap dihotel itu, apalagi hotel itu adalah hotel terkenal dengan bintang lima. Ketika itu semua orang maksudnya siswa siswi dan guru pendamping mereka berpesta.
Ichana tengah menikmati minuman jusnya, saat menikmati jus itu iya tiba tiba melihat fadlan pergi kesuatu tempat kemudian disusul oleh chika teman sekalas fadlan dan sekaligus pacar fadlan. Karena penasaran ichana mengikuti nya.
"Kemana mereka berdua kenapa mereka berpisah dari kita semua? " tanya ichana dalam hati karena saking penasaran nya iya mengikuti mereka sampai mereka berhenti dilorong hotel yang jelas tidak akan dilewati oleh siapa pun kecuali orang yang memiliki keperluan kesana.
Hari itu juga menjadi hari terpatah hatinya melihat sosok pria yang sangat dirinya cintai meski sudah punya seorang pacar. sedang melakukan pelajaran biologi nya. Diusia mereka yang segitu mereka memperaktekan bagaimana cara hadirnya seorang bayi.
Ia melihat bagaimana adegan itu terjadi. Namun selang waktu berganti ichana ketahuan dan keduanya mengejar ichana tanpa henti dan ichana berlari menekan sembarangan sehingga ia dibawa kesebuah lantai VIP.
Di sebuah pintu itu ia berhenti dan ngos ngosan setelah berlari, iya berhenti di kamar nomor 2006,iya bersandar beberapa saat. Untuk mengatur nafasnya yang menggebu gebu.
Kenapa aku berlari. aku tidak melakukan apapun tapi kenapa aku berlari. apakah aku orang gila.
__ADS_1
Tiba tiba pintu itu ditarik dari dalam oleh penyewanya sehingga ichana terjungkal kebelakang dan disambut oleh sosok pria yang gagah dan berotot ini. Ichana meneguk ludahnya beberapa kali.
Sosok pria ini penuh dengan keringat yang membasahi tubuhnya. Namun tiba tiba pandangan nya tiba tiba kabur.
Disitulah titik kehabisan ichana karena ichana akhirnya pingsan dan iya terbangun setelah siang hari dengan seorang pria yang duduk di kursi menatap nya dengan sorotan tajam,dingin dan rasa sakit di sekujur tubuh nya terutama di bagian intimnya.
"Om siapa?" tanyanya polos. Ichana melihat tubuhnya yang sudah polos dibalik selimut ini. "Apa yang terjadi?...kenapa...hm.. anu saya sakit sekali" rintihnya kesakitan.
''Bian" Ucap bian mengacungkan tangannya kepada ichana. Apakah ini pantas. Apakah ini waktunya bersalaman.
"hah"Ichana mengerutkan kening, saat mendengar pria dewasa ini menyebutkan namanya.
''Nama saya bian, nama mu siapa?,usia mu juga berapa ? " Tegas bian karena melihat gadis yang polos dan mulus belum ada ternoda jerawat atau bekas jerawat ini. Kulitnya seperti bayi.
"Ic.. ichana, umurku 15 tahun kalau nggak salah kurang 4 bulan" sahut ichana gugup dan kebingungan.
"hah" Pria yang tidak lain bian ini, terkejut dan tak percaya dengan umur wanita ini. ''Katakan sejujurnya berapa umur mu?" tanyanya lagi.
''Maksudnya saya melakukan hubungan intim bersama anak dibawah umur gitu? aihssss...jangan berbohong deh" tegas bian masih tak percaya.
"Hubungan intim apa om?'' Tanya ichana polos. "Dan kenapa saya tidak pake baju?, apa yang sudah terjadi om.. katakan" Kali ini ichana menangis cemas sekali,apalagi sakit yang iya rasakan di bagian kewanitaan nya.
"Hey.. jangan menangis...anu..." bian mendekati gadis ini, iya duduk di tepi ranjang tersebut. kemudian melihat gadis ini dengan serius.
''apa kau sudah balig...hm...mens..?"
Ichana menggeleng,Bian mengangguk angguk. "Baiklah, berarti aman.'' Bian melihat berbagai arah dan iya membuka kalung yang melingkar dilehernya. iya mengalungkan nya dileher ichana.
".. ,Bila aku tanggung jawab mungkin ini belum saat nya... namun setelah usiamu 18 tahun lebih nanti.Kamu temui aku di alamat ini. Aku janji akan tanggung jawab."
__ADS_1
''Apa yang anda maksud,? tolong jelaskan''
"siapa orang tuamu?"
Ichana memilih diam,karena selama ini iya sengaja menyembunyikan identitas dirinya. ''Maaf jelaskan saja apa yang terjadi''
''aku akan datang 4 tahun lagi untuk bertanggung jawab''ucap bian kemudian pergi begitu saja.
"hey.... " Namun pria itu sudah pergi.
DUA BULAN SETELAH KEJADIAN ITU
"Putri bapak dan ibuk sedang hamil" sontak orangtua nya terkejut, bukan hanya terkejut hampir saja serangan jantung. Bagaimana tidak. seorang putri kesayangannya dan usia putri nya belum cukup umur bahkan belum balig dibilang hamil.
''Hamil dok" ucap Ny.yuhan tak percaya begitu saja.
"Jangan bercanda dokter,dia aja belum mens bagaimana mungkin dia bisa hamil.. haha bisa aja dokter ini.'' ucap Tn.yuhan nggak terima anaknya dikatakan hamil. Malah tertawa menganggap dokter sedang membuat lelucon.
"Putri kalian seharusnya menstruasi dua bulan lalu untuk pertama kalinya, namun tidak karena rahim putri anda sudah dibuahi.'' jelas doktor.
"Mah!" papanya langsung meraih bahu sang istri.
"Bagaimana mungkin dok, anak kami baru tamat SMP.... coba periksa kembali. '' tutur Ny.Yuhan memegang tangan sang suami yang menempel diabahunya.
Mereka melakukan periksaan yang sesuai namun tetap alat itu mengatakan bila putri mereka sedang hamil 2 bulan.
bersambung....
lanjut bab selanjutnya....
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...