Sikecil Milik SiDosen

Sikecil Milik SiDosen
Anggi siapa?


__ADS_3

"Bisakah kamu hentikan itu semua" ujar fadlan.


"Kenapa?, ini belum seberapa dari perlakuan nya kepadaku fad." tutur icha.


"Aku baru tau kalau kamu selama ini mengalami perundungan dari mereka semua, tapi itu semua sudah berlalu icha..balas dendam itu bukan lah perbuatan baik." nasehat fadlan.


"Jika kamu hanya ingin menghentikan ku melakukan nya sebaiknya kamu pergi deh fadlan. Lagian itu bukan urusanmu juga" sahut ichana kesal.


"aku peduli dengan mu, aku tidak ingin terjadi apa apa dengan mu cha." sahut fadlan menatap gadis ini dengan kekhawatiran nya.


"Apakah kamu tau kalau aku diteror oleh seorang wanita?" tanya icha melihat fadlan.dia pasti tahu sesuatu kalau tidak dia pasti tidak akan mengatakan hal begini kepadaku dan apa kenapa juga dia perhatian padaku apakah dia masih menyukai ku setelah aku tolak hari itu. ck pria tak tahu malu.


"ichana, hentikan semua ini hidup lah dengan baik bersama keluarga kecil mu." pesan fadlan kemudian pergi meninggalkan ichana.


Aku yakin dia tau siapa wanita itu. Tapi siapa wanita yang mengancam ku dan kenapa dia mengincar bian. kalau tujuannya untuk menyakiti ku kenapa harus mengambil bian. Apa dia tau aku mencintai bian.


"ah sejak kapan aku mencintai bian" rungutnya kemudian pergi.


Diperjalan turun tangga, tiba tiba saja ada yang menelepon kembali dan itu nomor yang sama. Ichana tak pengen mengangkat namun rasa penasaran juga besar.


harus kah aku melacak keberadaannya,yah itu jalan yang tepat.


πŸ“ž:Ku kira kau tidak akan mengangkatnya, Padahal ku sudah lama menunggu mu.


πŸ“ž:Siapa pun kamu, saya yakin akan mengetahui segera karena kamu jangan lupa berhubungan dengan siapa.


πŸ“ž: Aku sangat takut kepadamu, Aku lagi bersama suami mu saat ini.


πŸ“ž: hah


Ichana menaiki anak tangga kembali dan berlari keruangan bian.


πŸ“ž:Teruslah berlari, teruuuuuslah.. (Anggi, aku ingin bicara dengan mu)


Tut


Telepon langsung terputus membuat ichana terhenti mendengar suara pria itu. Itu adalah suara fadlan, Dan ternyata nama perempuan itu anggi.


benar dugaan ku fadlan tau dengan wanita tersebut,tapi kenapa dia tidak memberi tahu ku.


"Anggi???"


Langkahnya ia lanjutkan namun dirinya melihat bian yang siap siap bakalan pergi juga.


"Eh icha,kamu belum pulang?"tanya bian.


Jheni dibelakang bian sambil melihat ichana dengan sinis.


"Mas, kamu bersama siapa tadi?" tanya ichana menyentuh lengan bian dan menatap pria ini dengan tegang.


"Aku?, aku bersama asisten ku. Ada apa kenapa wajahmu panik begitu. Nafas mu juga tidak beraturan kamu habis berlari bukan?" tanya bian mengkhawatirkan gadis ini.


"Dasar manja" rungut jheni.


"Hari ini kamu mau kemana?"tanya ichana kembali.


"Kekantor" sahut bian. "Ada apa sih?, apa pria itu melakukan sesuatu kepadamu?"tanya bian.


"Tidak, Seperti nya aku hanya mimpi" sahut gadis ini akhirnya tersenyum.


"Apa mimpi mu sehingga terlihat cemas begitu?" tanya bian sambil berjalan.


"Pak bian, kalau begitu saya izin pamit duluan" ujar jheni udah gerah melihat ichana.


"Baik" sahut bian.


"Hati hati jheni jangan sampai menabrak orang lagi" ujar ichana.

__ADS_1


"hah?, apa jheni menabrak seseorang siapa?"


"Kenapa kamu harus peduli?"


"Bukan kamu kan yang ditabrak bukan?,,Bukan dia yang menyebabkan kamu jatuhkan?" tanya bian.


"Tidak mas, aku boleh ikut ke kantor mu tidak?"tanya ichana segera mengalihkan.


"Emm boleh" sahut bian merangkul gadis ini.


###


"Selamat siang pak bian dan. "


Mereka hanya melihat gadis kecil yang dibawa oleh bian ini. Sedangkan ichana terus mencari objek yang dia amati. Menurut nya orang ini kalau udah pernah bermain dengan putri nya pasti orang ini sangat lah dekat dengan bian.


"selamat siang pak bian" sapa sena menundukan kepala.


"siang, sena kenalkan ini istri saya icha"


"iya pak, hah ternyata dia masih bocah" rungut sena saat bian sudah menjauh namun Ichana mendengar kata kata gadis ini.


"Saya mendengar kata kata mu ya" ketus ichana.


"Mm maaf dek, eh hmmm buk" ujar wanita ini terasa berat bilang buk kepada ichana.


"Panggil icha aja" sahut ichana memegang bahu sena.


"Sena"


"Iya pak"


Sena segera datang dengan lenggak lenggok anggunnya.


"Sayang kamu mau makan atau minum?"tanya bian melihat ichana yang duduk di sofa.


"Aku mau makan pizza dan minuman yang dingin dingin saja" sahut ichana.


"Sayang kamu belum makan nasi"


"Enggak papa, aku pengen makan pizza sayang" sahutnya.


"Ya udah pesankan pizza satu kap dan minuman nya"


"Baik pak" istri sultan mah bebas, beda kayak gue yang makan cuma nasi putih doang kalau udah akhir bulan. Sambil berjalan meninggalkan ruangan.


"Sayang, aku.. aku boleh minjam ponsel mu tidak?, bentar aja kok" Ichana menghampiri bian dan menggoda nya.


"Cuma minjam ponsel aja, kamu segininya.. kalau begini namanya bukan minjam ponsel tapi menggodaku.. emang Mau tanggung jawab nantik" tutur bian melempar kan senyum smirnya yang gagah bikin jantung berdenyut denyut.


"Haha,, emang semalam tidak cukup ya, gara gara mu aku ngantuk di jam pak sugi. sampai kenak usir ku tau ndak sih" keluhnya tersenyum kesal.


"Lah kok menyalahkan ku, kan kamu juga yang minta nambah"


"aaa. Dahlah malu aku" gadis inu tersipu malu.


"Pinjam ya"


Ucapnya setelah mengambil ponsel pria ini dari saku dadanya.


"Okey"


Bian pun mulai fokus dengan pekerjaan nya. Ichana pun mulai mengotak atik isi ponsel nya teruma kontak. Iya menekan ikon cari kemudian mengetik nama anggi.


astaga banyak sekali nomor anggi, aku harus ambil yang mana Gumamnya dalam hati.


Tidak penting itu yang penting sekarang salin semua nomor itu ke ponsel nya dan kemudian bisa mencari nya dengan tenang.

__ADS_1


"Siapa yang berani menerorku bakalan ku teror balik" ucapnya.


"Kamu bilang apa?"Bian bertanya.


"Hah enggak sayang,lanjut aja kerjanya." sahut ichana.


Ichana memeriksa hp bian layaknya seperti wanita yang sedang cemburu. Namun saat melihat galeri dirinya banyak menemukan fotonya ketika tidur.


astaga ini aib, wajah ku jelek jelek semua disini, kurang asam bengat sih pake foto foto aku segala.


"Jangan dihapus" ujar bian yang masih fokus melihat moniturnya.


"Hah,tau dari mana?"tanya ichana melihat bian segera.


"Dari sini" sahut bian.


Ichana langsung berdiri dan menghampiri bian dan melihat layar monitor nya. Namun bian menangkapnya membuat ichana terduduk pahanya.


"Aaa kamu mengagetkan aku!!"


"Kamu mengganggu ke fokusan tauk" sahut bian mendekati wajahnya ke ke wajah ichana.


"emang iya ya,monitor mu melihat semuanya?"tanya ichana menurunkan wajahnya menghindar.


"Bisa,tapi aku tidak memakainya"sahut bian.


"ouhh.. baiklah...tapi kok pizzanya belum datang ya" sahut ichana.


"paling sebentar lagi datang, apa kamu tidak sabar untuk makan?" goda pria dewasa ini menyentuh bibir ichana.


"mmm" ichana sedikit menaikan wajahnya agar bian tak terlalu membungkuk untuk. menjangkau apa yang ingin dia sukai dari wajah nya.


Cup


"Apakah kamu menukar lipstik mu?" tanya bian setelah merasa bibir gadis ini.


"Bukan lipstik, aku tidak memakai lipstik.Aku hanya memakai liptin" ujar ichana menjelaskan.


"menurutku itu sama saja, kan sama sama pemerah bibir bukan?"


"hmm, beda dong" sahut gadis ini.


"Baik lah,,, pertanyaan nya apa kamu menukarnya?"tanya bian lagi.


"Apa rasanya tidak enak?"tanya icha "apa kamu tidak suka?" tanya nya lagi.


"Tidak sih, tapi rasanya beda aja gitu" sahut bian.


"emang ini rasa apa?"tanya ichana.


"Rasanya sama dengan rasa permen blubery yang sering aku makan" sahut bian polos.


Ichana langsung tertawa. "Kan memang iya"πŸ˜‚πŸ˜‚


"Apa kamu mencuri permen ku?"


"Haha iya,satu cuma tadi aku juga buru buru jadi aku pake deh ke bibir ku, lumayan tahan juga😝😝" sahut icha tak lepas dengan tawanya.


"Astaga, untung saja tidak dicolong semut milik ku ini" πŸ˜„πŸ˜„ujar bian mencubit pipi manisnya.


"hahaπŸ˜‚, shuttt ini hanya rahasia kita berdua okey" sahut gadis ini menutup bibir bian dengan jarinya.


"asiap bos,tapi bibir mu Tetap merah kok kalau enggak pake lipstik eh lip lip..


"Lip tint


"Nah iya itu

__ADS_1


......


Bersambung


__ADS_2