Sikecil Milik SiDosen

Sikecil Milik SiDosen
Cinta


__ADS_3

"Kenapa?...Kalau lo cinta pepet aja," sahut dion menepuk punggung zein dengan pelan. "Benar nggak cha" ujarnya beralih kepada ichana.


"Benar banget dah..." sahut gadis ini sambil menyuap makanannya yang udah dia angguri dari tadi karena si rhani.


"Gue jatuh cinta dengan istri orang" sahut zein pelan.


Membuat ichana dan dion kesedak, dengan serentak menatap zein begitu serius.


"Lah sebanyak itu gadis jomblo kenapa harus istri orang!!!! sumpah gila lo ya" tukas dion melihat zein dengan tatapan sulit diartikan.


Beda dangan ichana, Ichana hanya tersenyum kemudian kembali memakan makanannya Gue harap itu bukan gue. Gumamnya dalam hati.


"Ya gimana?... Cinta itu kan nggak bisa diatur" ujar zein melihat diom sekilas.


"Cinta sih cinta, tapi cinta lo itu nggak tepat tau.. gimana caranya memepet orang yang sudah punya pawangnya" sahut dion. "Apa lo akan menunggu dia menjanda.. untung suaminya menceraikan nya disaat muda nah gimana kalau suaminya tak mau menceraikan nya siapa yang susah hayooo" ujar dion lagi.


"Parah banget lo zein" ucap ichana ikut mennggeleng geleng. "Mending segera deh lu belajarlah cara untuk melupakan nya zein..karena sampe kapan pun itu mustahil" tambah ichana.


"Kenapa cha, ngasih kode nih untuk gue mundur?,kalau gue maju gimana?'' Ujar zein melihat ichana dengan lekat.


"haha... enggak lah, ya kalau mau maju maju aja,tapi gue rasa akan sia sia lo ngejar wanita yang sudah bersuami. Apalagi pawangnya kuat."sahut ichana tersenyum sayu.


"Zein lo masih mau disini?"tanya ichana kepada zein kembali.


"Iya, emang kenapa?" tanya zein balik.


"Soalnya ini udah hampir jam malam seperti nya gue harus balik,takut nanti.... ah...


Tiba tiba ichana disiram dari belakang kepalannya dengan air dingin,membuat gadis ini melonjak dan semua mata tertuju padanya.


"Apa apa an ini!!!" gertaknya kepada pelayan itu.


"Maaf maaf kan saya nona, saya nggak sengaja... saya tersandung oleh kaki dii... " saat pelayan melihat si rani nggak ada lagi.


"Anda ini bisa kerja nggak sih?" bentak dion.


"maafkan saya tuan muda" pelayan ini langsung menunduk ketakutan.


Sedangkan ichana terus menyentuh rambutnya, Dengan kesal, dari sudut sana sekelompok teman temannya tadi tertawa.Menertawakan kejadian ini.


Ichana karena kesal pergi meninggalkan pesta dan zein ikut mengajar nya. Belum sempat zein berbicara ichana sudah menaiki taxi yang kebetulan baru mengantarkan tamu undangan pesta ini.


"Jalan pak" ucapnya tegas dan kesal "Awas kalian, akan ku balas kelakuan kalian ini" ketusnya marah marah nggak jelas. Tangan cantiknya terus meyentuh rambutnya yang lengket karena minuman kental dan manis itu.


Tak lama ichana sampai dipintu gerbang rumahnya, iya membayar kemudian pergi begitu saja tampa mengambil kembaliannya. iya Sehingga sang sopir turun dan mengejar ichana.


"Ini kembaliannya nona" ucapnya memberikan kepada ichana.


"Ambil aja" sahut ichana.

__ADS_1


"ehmm..


"Ya udah kalau nggak mau" sahut ichana mengambil uang itu kembali membuat sopir itu menggeleng dan kesal.


"Dasar orang kaya pelit" rungut nya kemudian pergi.


Ichana dibukakan pintu gerbang,kemudian masuk kedalam ada dua meter untuk jalan ke rumahnya. Akhirnya sampai iya juga dibukakan pintu oleh pengawalnya seperti ratu.


Tiba didalam gadis ini dihambat bian. "Dari mana kamu?"tanya bian dengan tegas.


"..." Ichana tak memjawab namun iya hanya menatap bian.


"Kata nya kekampus, rupanya kamu nggak kekampus! Kenapa kamu membohongi ku dan pakaian mu seperti ini?"ketus bian memerhatikan pakaian ichana yang super duper sexinya.


"..." Gadis ini hanya acuh saja saat diceramahi oleh suaminya.


"Ichana!!!


"What?!!!!!" pekik gadis ini. Kemudian iya menghela napas kasar. ''Aku lagi kesal, kamu nggak liat rambutku lengket semua masss'' ujar gadis ini menurunkan suaranya.


"Kalau pergi itu jujur kemana kamu pergi, bukannya berbohong!!! paham!!!" peringatan dari bian kemudian pergi meninggalkan ichana.


"aihhjss bikin muak aja" ketusnya kemudian menaiki tangga.


Dikamar iya melempar tas kecilnya keranjang dan pergi kekamar mandi, iya meraih shower kemudian berdiri dibawah nya. seketika iya mulai memijat mijat kepala nya dengan sangat dongkol. Bahkan iya tidak menanggalkan pakaian nya sama sekali. Sehingga pancuran itu membasahi mini dressnya dan karena basah sehingga terpampang jelas garis dari pakaian dalamnya.


Bian tiba tiba masuk, ichana langsung terkejut dan segera menutup dadanya karena refleks nggak terbiasa. "Kenapa kamu masuk!!" hentaknya.


"Aku nggak tau kamu ada dikamar mandi, makanya aku masuk"sahut bian lurus kedepan kaca lalu menghidupkan kran untuk mencuci tangannya. "Lagian aku kan suami mu, kenapa harus ditutup. Lekak lekuk tubuh mu sudah ku hafali apa lagi yang membuat mu malu" ujar pria ini melihat ichana dari pantulan kaca.


"Ya.. aku refleks" ketus gadis ini, perlahan menurunkan tanganya dari dadanya.


"Ck... Apa seistimewa itu mini dress mu sehingga kau enggan membukanya disaat mandi." ujar bian berbalik badan melihat tubuh ichana yang transparan karena air itu.


"What?" ichana juga baru sadar kalau dia tak membuka pakaian nya. ''Aku benar benar tak. sadar" sahutnya melihat pakaian nya.


"Setelah mandi, kita bicara!"ketus bian lalu pergi.


################################


"Ini bagaimana bik" tanya alysha menunjuk gambar Waktu kecil.


"Ini disaat non bisa merangkak" sahut pelayan.


"Kenapa mama nggak pernag baik fotonya disini?"tanya alysha.


"Hallo alysha sayang" Sapa bian.


Alysha langsung berlari dan bian segera menyambut nya kemudian membawanya duduk disofa. Alysha begitu tampak sangat gembira dengan papanya yang paling tampan ini.

__ADS_1



''Ada apa?, Kamu terlihat sangat bahagia sekali" ujar bian mencium pipi gadis ini dengan sangat penuh kasih sayang.


"Tuan Bi, apa anda ingin Cofe?"tanya pelayan.


"Tidak usah,makasi bik" sahut bian.


Sang pelayan pun pergi meninggalkan tempat,membiarkan ayah dan anak itu bercakap cakap pribadi.


Lima belas menit berlalu Alysha melihat kearah anak tangga. Iya mengode papanya untuk melihat sesuatu yanga turun dari tangga, bisa jadi wanita ini adalah boneka hidup bian miliki.



"Mama itu sangat cantik kan pah?" ujat alysha memuji ichana.


''Hmmm,dia memang sangat cantik" sahut bian terlena melihat gadis ini.


"Mana cantikan aku pada mama?"tanya alysha.


"Mama" sahut pria ini tanpa berbikir berbicara karena iya begitu terlena dengan kecantikan istrinya sehingga lupa dengan putrinya yang lebih cantik lagi dari ibunya konon katanya.


"Kemarin papa bilang alysha yang cantik,sekarang papa bilang mama.. gimana sih nggak konsisten banget" rungut alysha melipat tanganya didada dan bibirnya monyong.


"Eh.. siapa bilang mama cantik, tentu kamu paling cantik dari mama" sahut bian memeluk putrinya untuk menghibur gadis kecilnya.


"Papa cinta banget ya sama mama?" tanya alysha membuat bian tertawa.


''haha... Tau apa kamu dengan cinta" ujar bian mencubit hidung mungil alysha.


"hehe" gadis ini hanya cengengesan.


Mereka melihat ichana yang tampak memutar ke arah dapur.


"Mama itu sangat dingin bukan si pah?"tanya alysha.


"Dingin?,,nggak kok... mama sangat asyik banget loh.. kalau dengan orang penurut nggak cari gara gara...mama sangat sayang dengan anak yang penurut dan patuh kepada kedua orangtua nya. " ujar bian menjelaskan.


"Berarti ica harus patuh dan nurut dengan mama" sahut alysha mengangguk angguk.


"Iyah sayang" bian tersenyum sempurna melihat putrinya paham. Namun tiba tiba wajahnya berubah saat alysha berkata.


"Tapi aku tidak mau... aku lebih suka mama yang cerewet dan pemarah" sahut gadis ini kemudian pergi juga kedapur.


Dipastikan anak itu akan mengganggu ichana lagi,...


yuk lanjut bab selanjutnya...


Bersambung ....................................

__ADS_1


__ADS_2