Sikecil Milik SiDosen

Sikecil Milik SiDosen
Didalam mobil


__ADS_3

Didalam mobil, ichana hening saja namun otaknya bekerja keras. Iya melihat bian yang tampak b aja menyetir tanpa ada yang mengusiknya.


''Hey... '' Maklum lah memang gitu lah ichana nemanggil bian. Iya tak pernah memanggil seperti Mas, suami abg tau semacam nya lah. Iya hanya akan menyebut nama semaunya aja dan itu pun jika dia marah maka akan tersebut nama pria ini oleh mulutnya.


"Apa?" sahut bian tetap fokus melihat jalan.


"Kenapa kamu harus meninggal kan alysha disana? " ketusnya.


"Kerena dia mau"


"seharusnya kamu mencegahnya😁''


"Kalau aku mencegah nya nggak enak dengan orangtua ku dan alysha juga.


"Lah kok bisa dia kan anak mu''


"Kerena dia anak ku, makanya aku tinggalkan dengan mereka lagian nggak lama kok cuma seminggu aja'' sahut bian melihat ichana.


Ichana menggoyang goyangkan kakinya, memikirkan,atau mungkin sedang menyusun kata kata.


''Alysha ngomong kayak gitu pasti kamu yang nyuruh ya?" eh langsung main tuduh aja.


"enak aja kapan pula aku menyuruh nya ngomong kayak gitu, maaf ya aku nggak pernah menghsut anak ku untuk itu'' sahut bian tegas dan beribawa namun mencurigakan.


"Kalau gitu antar aku ke kontrakan, aku akan menginap disana sampai alysha pulang!!.''ujar ichana.


"Tidak bisa gitu dong, lagian kamu tidak ingat apa yang diminta putri kita'' kata bian membuat ichana membelalak kan mata.


''Maksudnya'' ketusnya


"Kalau menurut ku,apa salahnya kita memberikan dia teman baru'' ucapnya mengangkat alisnya.

__ADS_1


"Teman baru, adopsi maksudnya?" sahut ichana bertele tele.


"Kalau kita bisa membuat nya kenapa harus di adopsi?"


"membuat!" syok, sumpah pria ini tak ada malu malu nya mengatakan hal seperti itu kepada ichana. '' apa kamu tidak punya malu hah!" bentaknya. ''lagian emangnya kue dibuat" lanjut nya.


''ya anggap aja membuat kue.'' lanjut bian, melihat gadis ini yang mengeluarkan mata lasernya kepada dirinya. ''haha... aku rasa kamu sudah bisa melakukan nya...dan aku lihat kamu juga sudah menonton'' Ucap bian membuat ichana mengerutkan kening.


''a.. a. apa yang kamu maksud?" sahut nya mencurigakan sekali.


"Aku nggak sengaja membaca centingan kamu dengan teman mu"


"What?....ini sudah keterlaluan namanya.Berani sekali kamu mengintip pembicaraan ku" ketus ichana.


''aku bilang aku nggak sengaja. ngerti nggak sih kalau aku bilang nggak sengaja'' ucap nya marah matanya menatap dengan tajam.


''Eh, berani sekali kau marah pada ku'' ya elah balik membentak pula dia.


Tiba dirumah ichana langsung masuk kamar, iya mengambil buku tugasnya dan mengerjakan tugas dari kampusnya.


Kenapa aku nggak minta bantuan aja kepadanya kan dia dosen..... aishhhhh baru ingat pula aku kalau aku punya suami dosen.


ichana mengemasi buku buku nya dari meja belajarnya,kemudian berjalan manja dan melempar kan buku ketengah tengah ranjang. Sedangkan bian tampak bersantai dengan main game di ipadnya.


Bian melihat ichana, ichana tersenyum sambil mengedipkan mata. Namun bian segera memindahkan matanya ke layar ponsel kembali aishhhh malas banget deh gue, tapi gue harus merayunya,kalau bukan karena tugas mantan lu ini,iiii ogah banget gue dekat dekat dengan lu buaya got Gumam ichana dalam hati.


''oi'' tegur ichana,namun bian tak menggubris nya. "Pak biaannnnnn'' Tetap saja bian tak menggubris nya sama sekali. Ichana sabar, kamu butuh dia Dalam hatinya sangat kesal. "Kak bian"


"Apakah begitu cara memanggil suami mu?" sahut bian. aishhhhh terus gue harus manggil gimana coba. Cih... malas benget deh Gerutunya dalam hati lagi dan lagi.


"Hmm suami" panggil ichana.

__ADS_1


"Suami siapa?" tanya bian kembali.


"mmm.. suami siapa ya?" tanya ichana kembali. Bian langsung bangkit dari tempat tidur,ichana langsung berputar meraih tangan bian.


"Bantu aku, tugasnya payah sekali" rengek ichana menggoyang goyang kan tangan bian.


"Malas" sahutnya.


"Ayo lah....


"Ya udah, tapi panggil aku suami mu dulu"sahut bian.


aiiissss malas kali lah aku.


"kalau nggak mau juga nggak papa" sahut bian melepaskan tangan ichana.


"Suami ku" panggil nya tak ikhlas.


"Yang ikhlas dong" sahut bian.


"Hm.. suami ku tersayang. Boleh minta tolong ajar kan aku tugasnya" ikhlas namun hati bersorak. Bian tersenyum "sekali lagi dong."


sabar ichana.


"Suami ku tersayang, ajar kan aku gimana cara ngerjakan tugasnya dong"sahut ichana.


"Baik lah, yang mana"


Bian duduk kembali, ichana memutar langkahnya kemudian naik ke atas ranjang, iya telengkup sambil mengerjakan tugas. Bian menerangkan tugas sampai selesai tugas ichana. Tak disangka ichana tertidur.


eh malah tertidur gumam bian dalam hati menyibakan rambut gadis ini. iya memperbaiki arah tidur ichana.Kemudian menyelimuti. lalu membereskan buku buku yang dimiliki ichana.

__ADS_1


Bahkan iya memeriksa jadwal ichana, dan menyediakan buku yang akan ichana bawa besok.


Bersambung....................


__ADS_2