
Ichana berhenti di lestoran miliknya eh maksudnya itu milik keluarganya Iya baru saja hendak membuka pintu mobil namun langsung dihalangi oleh bian sehingga pintunya tertutup kembali. Ichana juga terkejut dengan perlakuan kasar yang tiba tiba menyerang nya itu.
''Kenapa semalam kamu menjebak ku?" tanya Bian yang tiba-tiba masuk dan mendudukkan pantatnya di kursi belakang.
Ichana langsung mengerutkan keningnya wajahnya menunjukkan seolah olah ia tidak tahu apa-apa dan tak mengerti dengan pertanyaan yang diberikan oleh Bian. Bian yang melihat ekspresi itu pun jadi kesal.
"Udah deh jangan pura pura nggak tahu... semalam kau dengan Ani ingin mencoba menjebak ku bukan agar kau bisa menuntut aku ke pengadilan seolah olah aku berselingkuh ya kan?" semprot Bian lagi.
"Apa sih yang kamu maksud?.'' Ketus ichana kali ini kesal karena dituduh melakukan sesuatu yang bukan perbuatannya sama sekali. Bahkan dia tidak tahu apa-apa,yang Iya tahu hanya disuruh membawa Bian ke pesta yang diadakan oleh Ani tersebut.
"ck... semalam kalian merencanakan untuk mencampurkan minumanku dengan obat perangsang bukan...benarkan kau benar-benar gila ya.? Aku tidak menyangka bila kamu melakukan ini.''ujar bian terus menyemprot ichana dengan tuduhan yang belum tahu Seluk beluknya dan yang belum tahu buktinya kalau Ichana lah yang melakukan itu semua.
"No!!!!! I not melakukan itu!!" jelas Ichana tangannya kembang kempis mengatakan bila dia tidak melakukan itu namun bian tetap saja mengotot bahwa Ichana ikut terlibat dalam kasus ini. bahkan bian tertawa dan mengatakan ''Ichana saya katakan lagi pada anda jangan sampai saya berubah menjadi monster'' tegas Bian kepada istri kecilnya ini.
''monster????? Apa maksudnya itu?'' awalnya ichana sempat memikirkan apa yang dimaksud dengan kata-kata si bian, namun karena ia memiliki sifat Malas berpikir Ia pun memilih untuk bertanya saja.
Bian mengatakan kepada Ichana untuk tidak membuat dirinya menjadi monster itu berarti ia mengatakan bahwa ''Jangan membuatku menjadi lebih kasar dan kejam terhadapmu'' jelas Bian. "Oh ya satu lagi... bila kamu seperti ini terus-menerus jangan salahkan bila saya mengekang hidupmu mu semakin ketat'' Ancamnya.
setelah itu Bian pun keluar dari mobil. ichana terdiam tanpa kata kata melihat punggung pria itu yang berjalan ke arah masuk restoran dari kaca spionsnya. Tak lama ichana ikut turun dari mobil.
Bian mengambil duduk di kursi pojok belakang tepat di gerombolan para pemuda-pemudi yang sedang menikmati perbincangan yang membuat mereka mendapatkan dosa bukan pahala... nah Ayo apa coba?.
Ichana masuk kedalam lestoran iya sempat melihat bian namun iya segera berpaling Kemudian melangkahkan kakinya ke ruang kecil khusus untuk dirinya di dalam restoran itu.
Bian melihat keisi ruangan restoran itu tiba-tiba ia terpaku pada meja disampingnya wajah itu Cukup familiar ternyata itu mahasiswa-mahasiswa yang diajar oleh bian di di kampus yaitu di kelas fisika A,rombongan mike and the geng.
__ADS_1
''Gue heran dengan wanita itu, dia itu benar benar nggak tau malu banget tau nggak sih... dia sering kali cari gara gara. apa lagi pas jam pak bian." tukas mike.
"Lo curiga nggak sih kalau si ichana itu cari perhatian sama pak bian?" ucap tasya.
"Ish... jelas aja lah.. kan pak bian itu tampan,dewasa banget lagi... kalau andainya datang peri lalu memberikan satu permintaan untuk gue. maka gue akan meminta jadi ibu muda untuk putri imutnya itu loh''sahut tesya kembaran si tasya.
"Aihss parah..
Bian tertawa kecil mendengar pembahasan mereka. lama seorang pelayan menghampiri Bian dengan membawa sebuah menu untuk ditawarkan. "Selamat siang tuan bian, Anda mau makan apa?" ucap pelayan itu menawarkan Bian untuk makan apa hari ini.
Mereka mendengar seorang pelayan itu menyebut nama Bian langsung melengah melihat sosok orang yang dipanggil Bian itu dan ternyata benar saja Ia adalah orang yang diceritakan oleh mereka kompak mereka Langsung terkejut terutama Tesya.
''Aihhsss pak.. pak bian" ucap mereka hampir bersamaan mereka benar-benar gugup melihat bian dan mereka tersenyum paksa pipi mereka merah merona terutama fokus pada tesya yang sudah mendambakan Pak bian.
Biam melempar kan senyuman kepada mereka kemudian fokus pada menu makanan. ''saya yang biasa dipesan,dan saya ingin istri saya yang mengantar nya" sahut bian kemudian tersenyum ramah.
"Hmm.. pak bi.. maafin kita udah ngibahin bapak ya" ujar tesnya.
"Hm.. nggak apa apa kok... udah nggak asing kok" sahut Bian ternyata ia sangat berbeda dengan di kampus. sangat ramah di luar. coba aja dikampus wow Membuat jantung jedak jeduk.
"Pak bi suka makan disini?" tanya tasya.
"Lumayan, ini cuma kebetulan soalnya istri saya sedang ada disini. Makanya saya juga disini.'' sahut bian. hati busuknya mulai bekerja untuk membongkar Siapa ichana yang sebenarnya dengan memanfaatkan segerombolan mahasiswa rempong yang membenci ichana ini.
''Benarkah..... istri anda bekerja di sini atau apa pemilik restoran.'' tanya rehan.
__ADS_1
"Milik nya"sahut bian. "Nah itu dia''ucap bian menujuk gadis berbalut minidress merah itu, rambut nya terikat wajahnya cantik, tapi pandangan masam.
"Ichana...ichana.. ichana istri bapak?" ucap mereka hampir saja keselek.
Ichana sedikitpun tak melihat mereka karena ia fokus memandang wajah Bian. karena ingin sekali melemparkan nampan ini ke wajah pria yang mengganggu kesenangannya. Tiba dimeja bian, ichana membelakangi mereka
dan meletakannya dengan tak ikhlas ''sayang yang ikhlas dong." ucap bian tersenyum manis.
"Bian, kau benar benar menyusahkan ku ya... padahal masih banyak pelayan di tempat ini tapi... tapi mengapa...kenapa saya yang kau suruh Untuk mengantarkan makanan hah?"ketus ichana sangat kesal.
"Saya tamu sepesial,jadi harus dilayani dengan spesial juga dong..
"aihhss pala lu spesial...
"saya dosen mu dan juga suamimu,berani sekali kamu berkata kasar pada saya" ucap Bian tiba-tiba membuat suasana menjadi cengkram.
"Ck...bian berhenti menyebut ku istrimu..."pekik ichana mengejutkan semua orang.
Ichna langsung meminta maaf karena melihat orang-orang yang terganggu karena suaranya. "Maaf.. maafkan saya" meminta maaf di belakangnya tiba-tiba ia terdiam melihat segerombolan teman-temannya yang melihat kearahnya juga ''ka.. ka.. kalian.." Ichana langsung melihat bian.
Bian hanya mengangkat bahunya Kemudian memotong makanannya dan melahabnya. Kemudian menyesap minumannya. "Waw enak sekali, apa kamu mau sayang?" ujar Bian menodorkan sendok garpu yang diatasnya ada sepotong daging yang ditusuk dengan garpu itu.
Malu, ichana tidak dapat berbuat apa apa lagi, apalagi segerombolan mereka adalah orang-orang yang membencinya berkemungkinan penyebaran berita untuk di kampus akan menyebar dengan sangat cepat dan tidak akan pernah dapat dikendalikan lagi. ''Aku kecewa" ucapnya kemudian pergi.
Bian hanya tersenyum kecewa, namun ia sengaja melakukan itu agar Ichana tahu diri Siapa dirinya sebenarnya. makanan yang dipesan bian tak iya makan dengan habis karena iya menyusul ichana keluar dari restoran.
__ADS_1
Bersambung......................
guys... makasi untuk suportnya.... makasi untuk likenya sejauh ini ya..