Sikecil Milik SiDosen

Sikecil Milik SiDosen
perubahan instan bian


__ADS_3

"Emang kau punya harga diri!!!!!" tegas seorang wanita dengan coolnya melangkah begitu anggun menghampiri tempat keributan tersebut.


"Akhirnya keluar juga kau!!!" tunjuk yesi, sangat ingin sekali mencakar gadis yang telah menyebarkan video tersebut.


"ada apa kau datang kerumah ku?, kau mengganggu anak ku yang lagi istirahat" tutur gadis ini dengan pelan dan lembut.


"anak?,kau punya seorang anak?.. ck ternyata kau seorang ibu? tapi kau tak memiliki hati seorang ibu. aku jadi penasaran bagaimana kau mendidik anakmu itu nantik" yesi meremehkan ichana yang lengannya masih ditahan bian agar tidak mendekat dengan wanita yang sedang dibaluti amarah itu.


"ada apa kau datang kerumah ku?!"ketus gadis ini menarik tanganya dari pegangan bian dan mendekati wanita ini.


"Aku sudah menuruti kemauanmu,kau berjanji bakalan membiarkan ku bekerja kembali di hotel mu. Tapi sekarang apa?, kau tidak hanya membuat ku kehilangan pekerjaanku tapi kau juga membuat ku kehilangan harga diri. kenapa kau menguploadnya kemedsos hah?!!" tutur yesi ketus.


"aku ngantuk,jadi aku tidak ada niat untuk mengurus itu. dan aku malas juga membahas itu." jawab ichana.


"Bukan hanya aku yang salah atas kejadian itu, kamu juga salah!!,bila kau tidak bersifat sok mungkin kita tidak bakalan bertengkar!" pekik yesi membuat ichana terdiam.


"aku?, oh iya... dan kamu melakukan nya itu karena dia bukan?...kalau begitu minta bantuan padanya atau ndak ke circel mu itu.." ichana begitu tenang.


"Icha! hapus rekaman itu atau tidak aku akan melaporkan mu ke polisi!" ancam yesi.


" Haruskah aku melakukan itu,,, Mengapa aku harus melakukan itu padahal itu bukan kerjaanku dan Kenapa kamu menuduh ku tanpa kamu lihat siapa yang telah mengupload video itu.'' tutur Icha.


"Karena hanya kau musuh ku! dan hanya kau yang memiliki sifat anak anak." ketus yesi.


"Apa Masalah kalian? apakah tidak bisa di selesaikan besok?Apakah nggak ada hari lagi? lihatlah ini udah larut malam mengganggu orang tidur. Saya punya anak kecil di rumah ini putri saya lagi tidur. saya minta kepada anda pulanglah Dan Selesaikan masalah kalian di luar jangan di rumah saya." tutur bian memotong pembicaraan mereka yang tak kunjung putus putusnya dari sejak tadi.


" maaf tuan saya tidak bakalan mengganggu kalian di malam-malam bila ini tidak menyangkut harga diri saya. saya tidak bisa diam dengan semua ini. istri anda sudah melakukan.....'' Yesi terdiam sejenak dan dia tidak tahu harus mengatakan apa lagi.


"baiklah kalau begitu bawa dia dan Selesaikan masalah kalian berdua secara dewasa bukankah kalian dah dewasa." ketus bian.

__ADS_1


"Mas bian?!!


"Icha, belajar bertanggung jawab. selesaikan masalah mu diluar. jangan mengganggu ketenangan putriku." tekan bian.


putriku?, bukankah dia juga putriku. Ichana langsung bertanya-tanya pada batinnya Kenapa Bian begitu berubah akhir-akhir ini dia tampak lebih kurang peduli dengan Icha.


"Aku tidak ada urusan dengan mu" ketus ichana kemudian masuk kedalaman rumah dan mengunci begitu saja.


"Icha!!!, bukak pintunya. hapus video itu atau aku akan membunuh mu icha!!!


"icha!!


"Ichana.


###


"Mas?, apakah aku ada salah padamu?'' tutur ichana menarik tangan bian. Namun bian melepaskanmu genggaman tangan icha dilengannya.


''aku rasa kamu terlalu kejam hari ini. Enggak seperti biasanya kamu seperti ini. Mas kalau aku ada salah katakan. jangan asal marah-marah nggak jelas terus pakai ngancam-ngancem aku segala. kalau emang nggak boleh masuk dalam pelajaran besok aku juga nggak bakalan masuk'' tekan balik ichana melotot kepada Bian.


'' Bila Aku tidak melihatmu besok hukumanmu makin berat. Coba saja main-main dengan ku. Cukup selama ini kamu main-main ya. Mulai hari ini aku akan keras denganmu. Bila kamu tidak mengikuti aturanku maka terima aja hukumannya... paham kamu'' kali ini bian benar benar serius dan keras membina wanita yang sangat tidak memiliki aturan ini.


''ck... apa apaan, Apakah dia yang gila atau dia Kesetrum. nggak nggak pasti ada yang nggak beres dengan mas Bian Aku pastikan itu.'' rungut ichana sambil melihat Bian yang terus menaiki anak tangga dan menghilang antara pembatas dinding kamar dengan balkon.


###


" kumpulkan Tugas kalian semua. Yang tidak bikin tugas Silahkan keluar. Saya Beri waktu 5 menit semuanya sudah tersusun rapi di meja saya.''


"Baik pak" jawab mereka bersama sama.

__ADS_1


Pagi-pagi udah bikin kesel aja sih tuh orang makan apa sih sebenarnya Kenapa dia marah-marah nggak jelas kayak gitu....mana mendadak Killer banget lagi.


"Di sini isinya 32 tapi kenapa yang ngumpul cuma 31 Siapa yang tidak bikin tugas?." tegas Bian kepada mahasiswa didikannya.


Bian melihat Icha, Dia mengira bahwa Icha tidak bikin tugas. "Icha Apa kamu sudah mengumpulkan tugasmu?" tanya bian.


" sudah Mas eh pak."


"berarti Siapa yang tidak bikin tugas?"


Sejak kapan sih dosen peduli dengan Siapa yang bikin tugas dan siapa yang tidak bikin tugas.


" Maaf Pak, saya izin menjawab. sekarang yang hadir cuma 31 Pak." tutur komting.


" oh begitu,,,, Ya udah lanjutin pelajaran." ucapin Bian sambil merapikan buku-buku tugas tersebut.


3 jam membosankan bersama dosen ganteng tapi sangat menyebalkan. bapaknya mendadak Killer entah kesambet dari mana Atau mungkin tidak dikasih jatah sama ichana tadi malam.


Sedangkan Bian setelah selesai mengajar dia pun pergi meninggalkan kelas tersebut 5 menit lebih dulu dari mahasiswa-mahasiswi. saat Icha ingin keluar tiba-tiba anak-anak tersebut meledek Icha.


" Mas dosen kenapa?, kok marah-marah gitu nggak lo kasih jatah tadi malam ya." tutur ike blak blakan.


"Apaan sih lo nggak ada etika banget. capek banget gue liat manusia kayak elu elu elu pada. Ingin tahu aja urusan orang Dasar rempong emak-emak banget." ketus ichana berani dari sebelumnya.


"Mampus kenak semprot" diketawain oleh zein.


Ichana keluar dari kelas, dan sekarang dia bertemu dengan nenek rempong yang paling asli Yaitu asisten suaminya yang selalu kecentilan pada suaminya.


"hadeuhh tadi bocah bocohnya,sekarang malah induknya" rungut ichana berlalu. "Seperti aku harus ngulang lagi kuliah dikampus yang berbeda agar tak bertemu manusia manusia kayak mereka." rungutnya sepanjang jalan.

__ADS_1


Ichana keluar dari kampus,karena jadwal kampus hanya satu matkul. Hari ini iya pulang bertujuan hendak mengajak putri nya jalan jalan.


bersambung


__ADS_2