Sistem Kebal Hukum

Sistem Kebal Hukum
Chapter 22. Melakukan Penyamaran


__ADS_3

Setelah kembali ke markas besar pasukan elite dan berganti pakaian dengan pakaian santai Reinar pergi jalan-jalan seorang diri di kawasan sekitar markas besar yang cukup ramai di siang hari. Dikarenakan sistem masih dalam proses upgrade, Reinar belum mendengar suara notifikasi meski dirinya sudah menyelesaikan misi melindungi Wina dari pembunuh bayaran.


“Jam pulang sekolah seperti ini, entah kenapa aku merindukannya. Rasanya baru kemarin aku pulang sekolah seperti mereka, tapi hari ini aku sudah menjadi bagian dari pasukan elite.” Reinar merindukan hari-hari dimana dirinya masih menjadi anak sekolah.


Terus berjalan, tanpa disadari olehnya banyak siswi SMA yang terpesona dengan ketampanannya.


Mereka sekumpulan ABG yang menyukai keindahan seorang pria sulit mengalihkan pandangan dari sosok Reinar. Muda, tampan, bentuk tubuh sempurna, mereka tentu sangat mengidolakan Reinar.


Saat para siswi SMA ingin mendekati Reinar, sebuah mobil mewah tiba-tiba berhenti tepat di sebelah Reinar.


“Apa calon suami putriku sedang tebar pesona di tempat ini?” Wanita dewasa berparas cantik keluar dari dalam mobil. Menoleh dan melihat wajah wanita itu yang sangat mirip dengan Erina, Reinar segera mengenali wanita itu.


“Tebar pesona? Bukannya Tante lihat sendiri aku sedang berjalan seorang santai menikmati suasana siang di tempat ini!” Reinar jelas tidak merasa sedang tebar pesona.


“Kamu memang tidak ada niat tebar pesona, tapi pesonamu dengan sendirinya tersebar kemana-mana.” Wanita itu menunjuk sekumpulan siswi SMA tak jauh di belakang Reinar.


Reinar hanya melirik keberadaan mereka, kemudian dia kembali fokus pada wanita di depannya.


“Tante Liona, wanita 40 tahun, ibu kandung Erina, wanita 21 tahun. Aku tidak tau apa tujuan Tante menemuiku, tapi aku merasa ini ada hubungannya dengan Erina.” Dengan keahliannya, bukan sesuatu yang sulit bagi Reinar mengetahui identitas dari calon mertuanya.


“Kemampuanmu mencari informasi memang di atas rata-rata.” Liona mengakui kemampuan Reinar dalam mengumpulkan informasi.


Reinar tersenyum mendengar itu. “Kemampuanku tidak sebanding dengan kemampuan Tante.” Liona adalah seorang pengumpul informasi terbaik di seluruh penjuru negeri, bahkan dia menjadi yang terbaik di seluruh wilayah belahan bumi bagian selatan.


“Seperti yang diharapkan dari calon kenantuku, kamu cukup memiliki bekal kemampuan yang komplit.” Liona sekarang mengerti kenapa Erina langsung menyukai sosok Reinar.


“Apa sekarang Tante bisa mengatakan tujuan Tante menemuiku?” Reinar penasaran dengan tujuan Liona tiba-tiba datang menemuinya.


Liona tiba-tiba menunjukkan sebuah paspor dan tiket pesawat. “Erina ditugaskan di China dan di sana mungkin dia akan membutuhkan bantuanmu. Ini adalah paspor untukmu dan juga tiket keberangkatan malam ini. Begitu sampai di China, akan ada orangku yang menjemputmu.”


Reinar mengecek paspor yang diberikan Liona padanya. Semua data di paspor bukan identitas aslinya, di paspor dituliskan dirinya bernama Xiao Chen. Wajahnya memang ada keturunan Asia Timur dari Ibunya, dan itu cukup mendominasi. Menyamar sebagai Xiao Chen bukan masalah baginya.

__ADS_1


“Sebenarnya misi apa yang dikerjakan Erina di negara itu? Bukannya dia pergi bersama rekannya?” Reinar bertanya pada Liona setelah memastikan paspor si tangannya bisa digunakan bepergian ke luar negeri.


“Semua akan dijelaskan begitu kamu sampai di sana, dan sebaiknya sekarang kamu masuk kedalam mobil karena aku sendiri yang akan mengantarkan kamu ke bandara! Tenang saja, untuk izin dari pasukan elite, suamiku sudah melakukannya untukmu, dan untuk izin dari para wanitamu nanti aku yang akan melakukannya.”


“Tante, lalu bagaimana dengan seluruh kebutuhanku seperti pakaian dan kebutuhan lainnya?” Reinar tentu tidak ingin pergi ke luar negeri tanpa pakaian ganti.


“Aku sudah menyiapkan semuanya.” Liona menunjuk koper di dalam mobilnya.


“Koper itu berisi pakaian ganti untukmu, termasuk pakaian dalam yang aku pilihkan sendiri untukmu. Selain itu masih ada laptop dan juga uang yang tentu kamu butuhkan untuk kehidupanmu di sana.” Liona tanpa segan mengatakan kalau dirinya sendiri yang membelikan pakaian dalam untuk Reinar.


Sedangkan Reinar yang membayangkan dirinya memakai pakaian dalam pembelian calon mertuanya, dia hanya menggelengkan kepala kemudian masuk kedalam mobil.


“Dua belas jem dari sekarang kamu akan sampai di negara tujuan.” Liona kembali masuk ke dalam mobil. Sebelum mengendarai mobilnya, dia menyerahkan kamus bahasa pada Reinar. “Pelajari kamus itu supaya kamu bisa sedikit mengerti bahasa di negara itu!” Liona tancap gas setelah memberikan kamus bahasa pada Reinar.


Sedangkan siswi SMA yang melihat pria incaran mereka masuk ke dalam mobil milik tante cantik, mereka hanya bisa kecewa. “Pria sekarang lebih memilih yang sudah matang dibandingkan kita yang baru tumbuh.” Salah satu siswi berkata, kemudian mereka pergi membubarkan diri.


...----------------...


“Tuan Chen, selamat datang di Kota Beijing.” Seorang wanita seusia dengannya menyambut kedatangannya di bandara.


Reinar hanya mengangguk, kemudian dia mengikuti langkah wanita yang mengarahkannya menuju sebuah mobil. ‘Sekarang aku sedang menyamar, jadi mulai sekarang aku akan memperkenalkan diri sebagai Xiao Chen.’ katanya membatin.


“Kemana tujuan kita?” Reinar bertanya begitu sudah berada di dalam mobil.


“Tuan ingin pergi ke hotel atau langsung pergi ke tempat berkumpulnya Nona Erina dan timnya? Kalau Tuan ingin ke tempat Nona Erina, kebetulan tempat itu tak jauh dari tempat ini.”


“Pergi ke tempat Erina!” Reinar ingin memastikan keadaan Erina. Meski baru kenal dengan wanita itu, tetap saja dia telah menjadi wanitanya dan sudah kewajibannya melindungi apa yang menjadi miliknya.


Wanita yang mengemudikan mobil mengarahkan mobil ke kota yang hanya berjarak tiga jam dari bandara, dan mobil berhenti di depan gedung tiga lantai.


“Tuan, di tempat ini kami sering mengawasi pergerakan Nona Erina dan timnya.” Wanita itu dan Reinar keluar dari mobil, lalu mereka naik ke lantai tiga bangunan, dan di sana sudah ada dua wanita yang sedang mengawasi bangunan di sebelah.

__ADS_1


Kedua wanita itu hanya melirik Reinar kemudian melanjutkan pekerjaan mereka.


Jika para wanita itu menggunakan alat khusus untuk mengamati pergerakan di gedung sebelah, Reinar cukup menggunakan mata tembus pandang untuk melihat keseluruhan kegiatan orang-orang di gedung sebelah.


"Nona Erina mendapatkan tugas menangkap gembong narkoba internasional yang berasal dari Indonesia. Menyamarkan identitasnya sebagai wanita bayaran, Nona Erina senantiasa berada di sisi targetnya untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya bukti, dan mencari siapa tokoh di pemerintahan yang terlibat dengan orang itu.” Wanita yang menjemput Reinar menjelaskan misi Erina.


Reinar mengerutkan kening setelah tahu penyamaran seperti apa yang dilakukan Erina. Dia tidak menyangka wanitanya melakukan penyamaran yang membuat pria lain bisa menyentuh tubuhnya meski itu hanya ujung tangannya.


“Misi semudah itu kenapa juga harus menyamar sebagai wanita sewaan.” Menggunakan mata tembus pandang, tak sulit baginya menemukan keberadaan Erina yang sedang berada di dalam sebuah ruangan bersama tujuh pria dan dua wanita.


Mereka sedang menikmati minuman, tapi tanpa sepengetahuan Erina dan dua wanita lainnya, salah satu pria memasukkan sesuatu ke minuman untuk tiga wanita.


Senyum tipis terlihat di bibir Reinar. “Jangan harap kalian bisa menyentuh wanitaku!” Sosok Reinar bergerak begitu cepat tanpa disadari oleh tiga wanita yang sedang berfokus pada bangunan di sebelah.


[Ding... Upgrade sistem selesai. Sistem V 0.4 mulai beroperasi]


[Ding... Skill mata tembus pandang mendapat pembaharuan. Skill mata tembus pandang dapat digunakan untuk melihat status orang lain]


[Ding... Menyelesaikan misi melindungi Wina dari pembunuh bayaran. Mendapatkan Hadiah » Apartemen di lantai 20 Blue Sky Apartement. 20 Poin Pengalaman. 20 Poin Kecepatan]


[Ding... Berhasil meningkatkan versi sistem. Mendapatkan Hadiah » 20 Poin Kecepatan, 100 Poin Pengalaman, 40 Poin Stamina, 40 Poin Pertahanan, +1 level]


"Akhirnya kamu kembali di waktu yang tepat, dan sekarang aku bisa bergerak jauh lebih cepat dari sebelumnya.” Poin kecepatan Reinar telah menyentuh angka 100, yang artinya dia dapat bergerak secepat seribu kilometer per jam.


Menggunakan mata tembus pandang, jelas Reinar dapat melihat status orang-orang yang berada di ruangan bersama Erina, dan diwaktu yang sama dia melihat Erina sudah meminum minuman yang dicampur sesuatu oleh salah satu pria.


“Ingin mencelakai wanitaku, nyawa kalian sebagai bayarannya.” Gerakan Reinar sangat cepat, bahkan CCTV tak mampu mendeteksi pergerakannya.


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2